Abstrak: Pokdakan “Damar Tirta” di Desa Lubuk Damar, Aceh Tamiang menghadapi kendala budidaya kepiting bakau seperti rendahnya produktivitas, kurangnya pengetahuan teknis, tata kelola keuangan yang belum teratur, dan pemasaran yang bergantung pada agen. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan budidaya, manajemen keuangan, dan pemasaran digital melalui sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, praktik, dan pendampingan. Mitra Pokdakan “Damar Tirta” merupakan kelompok pemula beranggotakan 11 orang yang terbentuk pada Januari 2023 berlokasi di Desa Lubuk Damar Aceh Tamiang. Metode yang digunakan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan. Evaluasi dilakukan pada saat dan pasca pengabdian melalui kuesioner, lalu dianalisis menghitung persentase rataan tiap jawaban, kriteria keberhasilan≥70%. Hasil menunjukkan 88% memahami budidaya pembesaran kepiting, 85% terampil menerapkan Rumoh Bieng, 80% menguasai pemasaran digital, 82% mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas produk, serta 73% dan 74% mengalami kenaikan omset dan keuntungan. Secara keseluruhan, 92% mitra menyatakan pengabdian bermanfaat dan berharap keberlanjutan program untuk memperkuat usaha.Abstract: The "Damar Tirta" Farming Group (Pokdakan) in Lubuk Damar Village, Aceh Tamiang, faces challenges in mangrove crab cultivation, such as low productivity, lack of technical knowledge, irregular financial management, and reliance on agents for marketing. This community service program aims to improve understanding and skills in cultivation, financial management, and digital marketing through outreach, outreach, training, practice, and mentoring. The "Damar Tirta" Farming Group partners are a beginner group of 11 people formed in January 2023 and located in Lubuk Damar Village, Aceh Tamiang. The methods used include outreach, outreach, training, demonstrations, hands-on practice, and mentoring. Evaluations were conducted during and after the community service program using questionnaires, then analyzed to calculate the average percentage of each answer, with a success criterion of ≥70%. The results showed that 88% understood crab farming, 85% were skilled at implementing Rumoh Bieng, 80% mastered digital marketing, 82% experienced an increase in product quality and quantity, and 73% and 74% experienced an increase in turnover and profits. Overall, 92% of partners stated that the service was beneficial and hoped for the program to continue to strengthen their businesses.