Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Kualitas tidur dan tekanan darah pada supir bus lintas Sumatera: Studi pada trayek Banda Aceh - Medan Maulida, Dara; Lubis, Halinda Sari
TROPHICO: Tropical Public Health J. Vol. 3 No. 1 (2023): TROPHICO: Tropical Public Health Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/trophico.v3i1.9767

Abstract

A changes in blood pressure is affected by different types of work. Driver can be detected an increase in hypertension due to fatigue of physical activity , stress of work pressure, environment and lifestyle. Fatigue and stress due to work pressure distrupt sleep patterns, resulting disturbing  sleep performance especially bus drivers operates at night need high alertness. This study aims for identifying sleep quality with blood pressure in bus drivers across Sumatera on the Banda Aceh-Medan route with a descriptive design and 30 participant as samples. The results showed that most drivers experienced poor sleep quality with normal blood pressure. The recommended that the bus entrepreneur strives driver’s physical fitness to obtain a good sleep quality.
Hubungan Karakteristik dan Lama Kerja dengan Keluhan Subjektif Hand-Arm Vibration Syndrome pada Dokter Gigi di RSGM USU Tahun 2024 Siddiq, Abiyu Ghaly; Lubis, Halinda Sari
Jurnal Penelitian Kesmasy Vol 7 No 1 (2024): JURNAL PENELITIAN KESMASY
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpksy.v7i1.2070

Abstract

Hand-arm vibration syndrome (HAVS) merupakan kumpulan gejala sensorik, vaskular, dan muskuloskeletal yang berpotensial dialami pekerja dengan pekerjaan yang melibatkan penggunaan alat-alat bergetar secara berulang. Penggunaan peralatan yang bergetar dalam praktik dokter gigi, seperti scaler ultrasonik dan bor gigi, secara berulang-ulang dan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan dokter gigi, terutama terkait dengan HAVS. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana hubungan karakteristik, yaitu usia, jenis kelamin, masa kerja, perilaku merokok, dan lama kerja, dengan keluhan subjektif hand-arm vibration syndrome pada dokter gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sumatera Utara (RSGM USU). Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 dokter gigi (30,5%) yang dikategorikan mengalami keluhan subjektif HAVS dan 41 dokter gigi (69,5%) yang dikategorikan tidak mengalami keluhan subjektif HAVS. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi kuadrat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara lama kerja (p-value = 0,025) dan keluhan subjektif HAVS pada dokter gigi RSGM USU, sedangkan tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara variabel independen lainnya, yaitu usia, jenis kelamin, masa kerja, perilaku merokok, dan keluhan subjektif HAVS pada dokter gigi RSGM USU. Jenis keluhan subjektif HAVS yang paling banyak dialami adalah kesemutan pada jari dan telapak tangan, dengan 30 dokter gigi (50,8%) yang mengalami jenis keluhan subjektif tersebut, sedangkan jenis keluhan subjektif HAVS yang paling sedikit dialami adalah rasa tertusuk pada telapak tangan, dengan hanya satu dokter gigi (1,7%) yang mengalami jenis keluhan subjektif tersebut.
Pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Siswi SMP dan SMA Swasta IT Al Munadi Medan Fitria, Maya; Asfriyati, Asfriyati; Syahri, Isyatun Mardhiyah; Sanusi, Sri Rahayu; Lubis, Halinda Sari; Ishak, Aulia; Situmorang, Syafrizal Helmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v5i2.6157

Abstract

Kanker merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia dengan jumlah 9.6 juta kematian per-tahun. Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita. Kasusnya terdeteksi sekitar 2 juta kanker payudara baru, yang merupakan sekitar 23% dari seluruh jenis kanker. Perempuan adalah kelompok yang berisiko tinggi terkena kanker. Pengobatan kuratif untuk kanker belum tersedia, beberapa pendekatan telah dianjurkan untuk meningkatkan kesadaran melakukan deteksi dini kanker melalui pendidikan kesehatan. Pendidikan pencegahan kanker payudara harus mendapatkan perhatian khusus, terutama pada anak remaja terutama di sekolah. Siswi dianggap sebagai kader kesehatan di sekolah yang dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan kesadaran tentang kanker payudara serta diharapkan dapat membantu menyebarkan pengetahuan dan kesadaran di antara keluarga, teman, dan komunitas mereka secara luas. Pelatihan pemeriksaaan payudara sendiri dilaksanakan pada 169 orang siswi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) serta prakteknya. Hasil kegiatan ini telah terbentuk kader kesehatan sekolah yang menjadi duta kesehatan sekolah yang berasal dari siswa-siswi sekolah yang berjumlah 16 orang yang berasal dari kelas VII sampai kelas X. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan siswi tentang pencegahan kanker payudara serta mampu mempraktekkan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) dengan benar. Telah terbentuk kader kesehatan sekolah untuk meningkatkan komitmen dan kepatuhan siswi-siswi akan deteksi dini kanker payudara.
Cadre posyandu empowerment and apparatus village in monitoring status nutrition, food provision of additional pregnant women and children to prevent stunting Lubis, Halinda Sari; Santi, Devi Nuraini
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2020): ABDIMAS TALENTA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.643 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v5i1.4022

Abstract

The low nutritional status of pregnant women during pregnancy can result in various adverse effects for both mother and baby. Poor nutritional status in infants allows problems / developmental delays. In Langkat District the number of toddlers weighed in 2017 was 98,822 people and there were 189 (0.2%) who were below the Red Line (BGM). Malnutrition sufferers found in 2017 were 110 people. Another nutritional status indicator is Iron Nutrition Anemia (AGB) which is an effort to reduce it by giving iron tablets (Fe) as many as 90 tablets during pregnancy in Langkat Regency which is still below the national percentage of 78.69%. The prevalence of stunting toddlers in Langkat Regency in 2018 is 23.3%. For this reason, empowerment of cadres and village officials to monitor the nutritional status of pregnant women and toddlers to prevent stunting. Through increased knowledge and skills of cadres and village officials to achieve a reduction in the incidence of stunting in improving the nutritional status of pregnant women and toddlers can be done with nutritional surveillance by monitoring activities: PMT recovery, provision of vitamin A, TTD, Taburia, Zinc, Stimulation. The socialization was carried out on 26 June 2019 in the Hall of Karang Rejo Health Center, Langkat Regency. Training was held on June 26, 2019 in the Hall of Karang Rejo Health Center in Langkat Regency to improve the knowledge and skills of cadres and village officials to achieve a reduction in the incidence of stunting in improving the nutritional status of pregnant women and toddlers.
Community empowerment through improvements skills and health promotions on refugees in the Medan district of Selayang Santi, Devi Nuraini; Lubis, Halinda Sari
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2020): ABDIMAS TALENTA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.2 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v5i1.4026

Abstract

Empowerment means empowering a person because he is considered to be helpless or very small, so that he can hardly do anything, women refugees need to be empowered by providing skills that produce economic value and filling free time aimed at reducing levels stress on refugees. One that can be used as a skill material is the production which is currently experiencing an increase in patchwork waste. There were 182 refugees in Medan Selayang Subdistrict, and 52 adult women in particular. The principle of service that will be carried out for partners in Kost YPAP refugee camps is to provide health promotion, guidance and skills in processing patchwork into economic value goods, so that refugees have skills that can be applied while in refugee with economic value and can reduce stress on refugees. The Community Service Team conducted socialization on the empowerment of refugee women specifically in producing accessories from varied patchwork and beads as well as health promotion in reducing stress levels due to lack of activity and limited activities on refugees. Furthermore, the Community Service Team conducts training to improve knowledge and skills in order to obtain high sales value in the community and its marketing is assisted by the Social Service and the National Conference in Medan.
Community Empowerment in Early Detection of Cervical Cancer in Female Age Women in Correctional Institution Women on Medan City Lubis, Halinda Sari; Syarifah
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2021): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.373 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v6i2.4979

Abstract

Cancer in Indonesia is the number seven cause of death with a percentage of 5.7 percent of all causes of death. In North Sumatra, the prevalence of cancer in the population of all ages has increased, in 2013 it was 1 percent. How to detect cancer can be done with the Intra Visual Infection Test of Acetic Acid (IVA). The IVA test can be done at the Puskesmas, but in Medan City WUS who carry out the IVA test only reaches 30% of the target set. In the Women's District of Medan City, the IVA test problem at WBP is still low. They do not know the benefits of the test even though they know that cervical cancer is a deadly cancer. For this reason, WBP Empowerment regarding cervical cancer was carried out to WUS in Medan City Women's Prison. This empowerment aims to increase the knowledge, attitudes and actions of WBP in cervical cancer which is carried out through video media that has been designed with the title Early Introduction to Cervical Cancer with the IVA Test. In this pandemic situation, the community service team provided 2 sinks for washing hands and masks as a form of COVID-19 prevention.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome di Penjahit PT. X Kecamatan Tanjung Morawa Tahun 2025 Andini, Nadya; Mahyuni, Eka Lestari; Lubis, Halinda Sari
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.3.2.20951

Abstract

Carpal tunnel syndrome merupakan kumpulan gejala yang disebabkan oleh penekanan pada saraf median di dalam terowongan karpal di pergelangan tangan. Salah satu pekerjaan yang berisiko mengalami carpal tunnel syndrome ialah penjahit, karena menjahit melibatkan banyak aktivitas tangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan CTS pada penjahit PT. X Kecamatan Tanjung Morawa. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, melibatkan seluruh penjahit berjumlah 31 orang sebagai sampel melalui teknik total sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, riwayat keturunan, indeks massa tubuh (IMT), serta gerakan berulang, dengan keluhan CTS sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan melalui kuesioner Boston Carpal Tunnel Questionnaire (BCTQ), wawancara, dan pengukuran langsung. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67,7% penjahit mengalami keluhan CTS. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,015), riwayat keturunan (p=0,018), dan gerakan berulang (p=0,021) dengan keluhan CTS. Namun, IMT tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=1,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor usia lanjut, adanya riwayat keluarga, dan tingginya frekuensi gerakan berulang berperan dalam meningkatkan risiko CTS pada penjahit. Upaya pencegahan melalui pengendalian beban kerja, edukasi ergonomi, dan penerapan istirahat teratur perlu dioptimalkan untuk menekan angka kejadian CTS pada penjahit PT. X.
The relationship of physical activity, dietary patterns, and energy intake with overweight incidence among Sabhara members at Langkat police station Alhafiz, Muhammad Daffa; Lubis, Halinda Sari
TROPHICO Vol. 5 No. 2 (2025): TROPHICO: Tropical Public Health Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/trophico.v5i2.22637

Abstract

Occupational Safety and Health (OSH) is an effort to ensure the physical and mental well-being of workers, which is essential for productivity. Health and work ability are closely related to nutritional status, where balanced calorie intake supports energy and effective task performance. Conversely, being overweight or obese increases the risk of degenerative diseases and is influenced by multifactorial causes such as genetics, lifestyle, and poor diet. This study aimed to examine the relationship between physical activity, dietary patterns, and energy intake with overweight among SABHARA members at the Langkat Police Headquarters as an important basis for health interventions. This study employed an analytical quantitative method with a cross-sectional design. The sample was obtained through simple random sampling, consisting of 49 members. The data collected included nutritional status (body scale, micrometer), energy intake (24-hour food recall), dietary patterns (FFQ), and physical activity (IPAQ Short-Form). The data were analysed using the Chi-Square test. The results showed that 57.1% of members were overweight, 18.3% had low physical activity, 53.1% had poor energy intake, and 49.0% had inadequate dietary patterns. The findings showed a significant relationship between physical activity, dietary patterns, and energy intake with overweight. 
PEMBERDAYAAN KESATUAN PEREMPUAN PESISIR INDONESIA (KPPI) DALAM ISU GENDER DAN HAK KESEHATAN REPRODUKSI DI BAGAN DELI, KECAMATAN MEDAN BELAWAN, KOTA MEDAN Syarifah, Syarifah; Rochadi, R. Kintoko; Wahyuni, Henny Sri; Sembiring, Mei Thalia; Lingga, Nabila Rizqi; Sembiring, Viola Agnesya Br; Lubis, Halinda Sari
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.65862

Abstract

This community engagement program focused on empowering coastal women members of the Indonesian Coastal Women’s Association (KPPI) in Bagan Deli, Medan Belawan District, by addressing gender issues and reproductive health rights. The activity was motivated by high maternal and infant mortality rates, limited understanding of family planning (FP), restricted access to women-friendly health services, and the strong influence of patriarchal culture that hinders women’s autonomy in reproductive decision-making. The methods included interactive health education, focus group discussions (FGDs), and the distribution of leaflets as educational media to extend knowledge within families and communities. The results indicated a significant improvement in participants’ knowledge after the intervention, as reflected in the differences between pre-test and post-test results. FGDs revealed women’s real experiences of limited contraceptive choices, lack of partner support, and socio-economic barriers influencing their reproductive health. The leaflet-based education strengthened comprehension and raised critical awareness of gender equality, enabling women to become more empowered in making family health decisions. Overall, this program contributed to enhancing health literacy, empowering coastal women, and supporting the achievement of the Sustainable Development Goals on health (SDG 3), gender equality (SDG 5), and reducing inequalities (SDG 10).Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan perempuan pesisir yang tergabung dalam Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, melalui isu gender dan hak kesehatan reproduksi. Kegiatan dilatarbelakangi oleh tingginya angka kematian ibu dan bayi, rendahnya pemahaman tentang keluarga berencana (KB), keterbatasan akses layanan kesehatan ramah perempuan, serta kuatnya pengaruh budaya patriarki yang membatasi otonomi perempuan dalam pengambilan keputusan reproduksi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif, diskusi kelompok terarah (FGD), serta pendistribusian leaflet sebagai media edukasi yang dapat diperluas ke lingkungan keluarga dan komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan setelah intervensi, ditandai dengan perbedaan hasil pre-test dan post-test. FGD berhasil menggali pengalaman nyata perempuan mengenai keterbatasan dalam memilih kontrasepsi, minimnya dukungan pasangan, serta kendala sosial-ekonomi yang memengaruhi kesehatan reproduksi mereka. Penyuluhan berbasis leaflet turut memperkuat pemahaman dan membuka ruang kesadaran kritis tentang kesetaraan gender, sehingga perempuan lebih berdaya dalam menentukan keputusan kesehatan keluarga. Keseluruhan kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan literasi kesehatan, pemberdayaan perempuan pesisir, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan terkait kesehatan (SDGs 3), kesetaraan gender (SDGs 5), dan pengurangan ketimpangan (SDGs 10).