Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

The Effect of Storytelling with Audiovisual Books on Children's Anxiety Levels During Hospitalization M. Fauzan Razuli; Yunike; Jawiah
Journal of Applied Holistic Nursing Science Vol. 1 No. 1 (2024): October 2024
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jahns.v1i1.159

Abstract

Background: Children with typhoid fever who undergo treatment in the hospital (hospitalization) tend to experience stress due to changes in the environment and health status they experience which will risk disrupting the healing process. The role of nurses in providing nursing care has a role in controlling this anxiety by providing diversion activities with audio-visual storybook media.The purpose of the diversion activity is to shift the focus of children who previously felt anxious due to the situation in the hospital to be reduced due to a diversion activity with audio-visual storybook media that makes children more happy and entertained. Methods: This research is a case study research using a descriptive design with a nursing care process approach consisting of assessment, nursing diagnoses, nursing interventions, nursing evaluation, and nursing documentation. Case study subjects in this study were 2 cases of Typhoid Fever with Anxiety nursing problems at Siti Fatimah Hospital, South Sumatra Province in 2024. Results: the results of the case study after the implementation of nursing to reduce anxiety levels in children with typhoid fever with audio-visual storybook media showed the results of patient 1 and patient 2 found that the level of anxiety decreased. As for what is obtained, there is a significant relationship between Anxiety and the provision of diversion activities with audio storybook media in children with Typhoid Fever. Conclusion : Nursing implementation to reduce anxiety levels in children with typhoid fever with audio-visual storybook media with Anxiety problems can be applied because it is effective for reducing anxiety in children.
Storytelling Dolls Reduce Children's Anxiety During Hospitalization Yunike; Jawiah; Khairun Nisa Febrianti
Journal of Applied Holistic Nursing Science Vol. 1 No. 1 (2024): October 2024
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jahns.v1i1.160

Abstract

Background: Typhoid fever or typhus abdominalis is an acute infectious disease caused by the bacteria Salmonella typhi. Typhoid fever in children can cause death in Indonesia. Typhoid disease has become an endemic public health threat because the spread of this disease increases the number of people infected and increases drug resistance, making prevention and treatment efforts more difficult. Often children who are treated in hospital experience hospitalization. One way to deal with hospitalization in children is by using distraction techniques. Objective: The aim of the case study is that researchers are able to carry out nursing implementation of distraction techniques: dolls to reduce anxiety in children with typhoid fever. Method: This research design uses a descriptive research design in the form of a case study. Data collection techniques include interviews, observation and using the SLKI checklist. Two respondents took cases, namely typhoid fever patients with anxiety at the Siti Fatimah Regional Hospital, Palembang. Results: Nursing Implementation of Distraction Technique: The doll showed a decrease in the level of anxiety in patients 1 and 2 with the results of decreased verbalization of confusion, decreased verbalization of worry about the condition at hand, decreased restless behavior, decreased tense behavior, improved concentration, improved sleep patterns, improved eye contact. Conclusion: The nursing implementation provided is in the form of distraction techniques: dolls are effective in reducing anxiety in children.
Analisis Faktor Status Gizi Anak dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Rumah Sakit : Factor Analysis of Children's Nutritional Status with the Incidence of Low Birth Weight in Hospitals Santalia Banne Tondok; Siti Rukayah; Restu Iriani; Kurniati Nawangwulan; Yunike; M.Khalid Fredy Saputra; Rahmat Pannyiwi; Muhammad Syafri
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3331

Abstract

Latar belakang: Bayi yang lahir dengan berat badan rendah akan mendapatkan kemungkinan untuk meninggal pada masa neonatal sekitar 20-30 kali dari pada bayi yang lahir dengan berat badan lahir normal. Insiden berat badan lahir rendah lebih tinggi pada ibu dan golongan sosial rendah yang biasanya mempunyai status gizi kurang atau buruk dan ibu hamil yang melakukan kerja fisik cukup berat.. Tujuan : Untuk menganalisis factor yang berhubungan dengan terjadinya berat badan lahir rendah di Rumah Sakit. Metode: penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan case control study, dimana faktor risiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan retrospektif. Kasus merupakan subjek dengan krakteristik efek positif sedangkan kontrol adalah subjek dengan krakteristik efek negative.. Hasil: Uji statistic dengan Crosstab chi-square didapatkan nilai X2(hit) = 0.001 > 0.05 yang menunjukkan Ha diterima artinya ada hubungan yang signifikan antara Status Gizi dengan kejadian berat badan lahir rendah di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Kesimpulan: Riwayat Persalinan merupakan factor berhubungan yang signifikan dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar karena ibu yang memiliki riwayat persalinan Berat Badan Lahir Rendah sebelumnya akan memiliki risiko yang lebih besar melahirkan Berat Badan Lahir Rendah pada persalinan berikutnya. Ada Hubungan Yang Signifikan Social Ekonomi dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar karena ibu yang hamil yang berasal dari social ekonomi rendah cenderung akan memiliki status gizi yang kurang. Ada hubungan yang signifikan status gizi dengan Berat Badan Lahir Rendah di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar karena Status gizi dapat menunjukkan keseimbangan kebutuhan dan penggunaan zat-zat gizi oleh tubuh seorang ibu hamil.
KETANGGUHAN IBU DALAM MERAWAT ANAK YANG TERDIAGNOSIS GANGGUAN JIWA Ira Kusumawaty; Yunike Yunike; Mulya Virgonita Iswindari Winta
Optimal Nursing Journal Volume 1 No 1 Juni 2024
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/740295

Abstract

Beratnya beban berat pengasuh Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berpengaruh terhadap kondisi fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi mereka sehingga mereka membutuhkan kemampuan untuk mengatasi kesulitan dan mampu bangkit kembali secara fungsional yang disebut resiliensi. Ibu sebagai pengasuh ODGJ berada dalam posisi rentan yang berpotensi menurunkan resiliensi dan berdampak buruk pada kualitas perawatan ODGJ. Resiliensi ibu sangat penting diketahui untuk dapat merekomendasikan upaya-upaya agar resiliensi tersebut dapat ditingkatkan dan kemampuan dalam merawat ODGJ lebih optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran resiliensi ibu saat menjaga anak dengan gangguan jiwa. Peneliti menggunakan pendekatan fenomenologi untuk melakukan penelitian kualitatif ini. Untuk memilih partisipan penelitian, mereka menggunakan strategi purposive sampling. Lima partisipan penelitian, yaitu ibu yang memiliki anak dengan gangguan jiwa, menerima data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap partisipan. Analisis Collaizi digunakan dalam menentukan tema penelitian, yang disusun secara bertahap, mulai dari koding, kategorisasi hingga pembentukan tema. Berdasarkan hasil analisis informasi diperoleh rumusan empat tema, yaitu kesedihan yang mendalam, menenangkan diri untuk bertahan, mendapatkan pelajaran berharga, dan kegigihan untuk meraih masa depan. Dapat disimpulkan bahwa resiliensi ibu sangat dibutuhkan sebagai pondasi dalam merawat anak dengan gangguan jiwa. Dukungan komunitas, kelompok sesama penderita, dan psiko edukasi bagi keluarga menjadi penguat bagi ibu sebagai pengasuh ODGJ. Pemanfaatan teknologi dapat dioptimalkan dalam memberikan dukungan dalam meningkatkan resiliensi ibu.
“AKU KENAL EMOSIKU”: PENGUATAN LITERASI KESEHATAN JIWA DAN KETERAMPILAN REGULASI EMOSI MELALUI EDUKASI BERBASIS ALAM PADA SISWA SEKOLAH DASAR Yunike Yunike; Jawiah; Ira Kusumawaty; Indra Febriani; Aguscik; Diah Prameswari
Publikasi Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (SIKEMAS) Vol. 5 No. 1 (2026): Artikel Pengabdian bulan April-Juni 2026
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikemas.v5i1.5231

Abstract

Mental health during the elementary school years supports learning, social relationships, and children's responses to everyday emotional experiences. This community service program aimed to strengthen mental health literacy and emotion regulation skills through interactive nature-based education. The program will be implemented from January to June 2026 through a partnership between Poltekkes Kemenkes Palembang and Sekolah Alam Indonesia Palembang and involved six fifth-grade students. The content included emotion recognition, bodily signals, calm breathing, five-senses grounding, positive self-talk, safe responses, cooperation, and help-seeking. Evaluation used a ten-item pretest and posttest, a skills observation checklist, participation records, and a satisfaction questionnaire. The mean knowledge score increased from 66.7 to 90.0, representing a 23.3-point improvement. Five of the six students demonstrated at least two emotion regulation strategies, and all students identified one trusted adult. Attendance, active participation, and ratings of good or very good satisfaction each reached 100%, with no safety incidents. Interactive nature-based education provided a child-friendly introductory approach to mental health literacy and simple emotion regulation strategies. Continued practice with teachers and families is required to support skill retention.
Penyegaran Kader Kesehatan Jiwa Mengenai Deteksi Dini Gangguan Jiwa dan Cara Merawat Penderita Gangguan Jiwa Ira Kusumawaty; Yunike Yunike; Marta Pastari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.27

Abstract

Kader kesehatan jiwa memiliki keterjangkauan terdekat dengan masyarakat dalam membantu meningkatkan kesehatan jiwanya. Namun demikian, fakta memperlihatkan masih minimnya pemahaman kader kesehatan jiwa mengenai deteksi dini gangguan jiwa serta cara merawat penderita gangguan jiwa.Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuannya dalam mendeteksi dini gangguan jiwa serta merawat penderita gangguan jiwa. Metoda yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab dan demonstrasi disertai penggunaan video, slide serta leaflet sebagai media penyegaran. Hasil kegiatan penyegaran memperlihatkan adanya peningkatan prosentase pemahaman kader dari 40% menjadi 75% dalam menjelaskan mengenai kesehatan jiwa, tanda dan gejala gangguan jiwa yang sering muncul. Peningkatan prosentase kemampuan kader tentang cara merawat penderita gangguan jiwa juga meningkat dari 25% menjadi 80%, yang diperlihatkan melalui demonstrasi. Kegiatan penyegaran kader dapat meningkatkan pemahaman tentang deteksi dini gangguan jiwa dan cara merawat penderita gangguan jiwa, sehingga diharapkan pemahamannya tersebut dapat meningkatkan kepeduliannya dalam membantu meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat.
Penguatan Kapasitas Konselor Sebaya di Sekolah Ira Kusumawaty; Yunike Yunike; Yeni Elviani; Lela Harmiyati
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.52

Abstract

Konseling sebaya telah menjadi bagian penting dan integral dari sekolah karena dinamika pendidikan dan rumitnya permasalahan dikalangan siswa. Kebutuhan akan konselor sebaya tidak dapat diabaikan karena kenyataannya permasalahan remaja seringkali disampaikan kepada teman sebayanya. Namun kapasitas sebaya sebagai konselor dan agen sosialisasi utama di sekolah hingga saat ini masih belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan terhadap siswa yang mewakili 4 sekolah menengah yang berada di wilayah binaan Puskesmas 1 Ulu Palembang, berjumlah 30 siswa. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan konselor sebaya melalui melalui peningkatan pengetahuan konsep, sikap serta ketrampilannya. Rangkaian kegiatan ceramah disertai diskusi dan demonstrasi telah dilaksanakan dengan menggunakan media video, slide serta leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan dalam hal pengetahuan konselor sebaya tentang konsep konseling sebaya, sikap konselor serta ketrampilan melaksanakan konseling sebaya. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini dapat lebih meningkatkan kapasitas konselor sebaya sehingga pelaksanaan konseling sebaya dapat meningkatkan ketahanan remaja dalam menghadapi permasalahan dan perilaku yang berisiko dapat dicegah. Diperlukan adanya pelatihan progresif lanjutan untuk memastikan agar konseling sebaya dapat membantu mencari solusi atas peliknya permasalahan dan meningkatkan ketahanan siswa di sekolah.
Optimalisasi Kemampuan Kader Kesehatan Dalam Melaksanakan Hipnosis Lima Jari Pada Masa Adaptasi Covid-19 Ira Kusumawaty; Yunike Yunike; Sri Hartati
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.100

Abstract

Covid-19 secara signifikan menyebabkan kecemasan dalam kehidupan sehari-hari. Hipnosis lima jari berdaya ungkit besar dalam mengelola cemas, sehingga kader kesehatan sebagai garda terdepan dan bagian dari masyarakat perlu dibekali kemampuannya dalam melaksanakan hipnosis lima jari. Faktanya, mayoritas kader kesehatan tidak mampu melakukan hipnosis lima jari. Kegiatan pelatihan hipnosis lima jari yang telah dilaksanakan selama lima hari ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengetahuan serta kemampuan kader kesehatan dalam melaksanakan hipnosis lima jari. Tiga puluh satu kader kesehatan yang berada di wilayah Puskesmas 1 Ulu, sangat termotivasi dan antusias mengikuti kegiatan pelatihan hipnosis lima jari. Rangkaian pelaksanaan kegiatan selama lima hari meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Metoda ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi dan pendampingan digunakan selama pelatihan. Media audiovisual, leaflet dan poster dimanfaatkan agar penyampaian materi pelatihan lebih menarik dan mudah dipahami. Setelah pelaksanaan pelatihan, terjadi peningkatan pengetahuan kader kesehatan yang ditunjukkan adanya kenaikan nilai post-test pada semua komponen dibandingkan nilai pre-test. Setelah dilaksanakan pendampingan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada aspek psikomotor, para kader telah mampu memberikan penjelasan dengan baik kepada warga, dan memberikan peragaan dengan sangat baik. Dampak positif yang dapat diidentifikasi adalah bahwa warga mampu menjelaskan manfaat hipnosis lima jari serta memperagakan hipnosis lima jari. Keterlibatan kader kesehatan sangat penting guna percepatan kemampuan warga dalam mengatasi kecemasannya pada masa adaptasi Covid-19.
Mereduksi Potensi Gangguan Psikososial Anak melalui Optimalisasi Pengetahuan Ibu tentang Stunting Ira Kusumawaty; Yunike Yunike; Podojoyo Podojoyo
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.238

Abstract

Kejadian stunting masih menghantui anak sebagai investasi bangsa dan jika tidak segera direduksi maka gangguan psikososial dapat menyerang anak pada pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Peran urgen ibu dalam melakukan upaya preventif, promotif terhadap stunting harus dioptimalkan sesegera mungkin, agar pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan optimal. Namun demikian, masih minim pemahaman ibu mengenai stunting dan akibat buruknya yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan psikososial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu dalam mengenal, mencegah stunting dan serta melakukan upaya perbaikan kondisi pada anak yang sudah mengalami stunting. Metoda ceramah, tanya jawab, diskusi dan demonstrasi disertai media video, slide serta flipchart digunakan dalam kegiatan pengabdian ini. Hasil kegiatan penyuluhan memberikan peningkatan rata-rata nilai pemahaman ibu mengenai stunting serta gangguan psikososial akibat tidak diatasinya stunting, meningkat dari 26 menjadi 69. Kegiatan penyuluhan bagi ibu yang memiliki balita mampu mengoptimalkan pemahaman ibu tentang dampak gangguan psikosial akibat stunting, cara mencegah serta upaya memenuhi kebutuhan kecukupan gizi anak. Dibutuhkan pendampingan dan pengawasan oleh kader kesehatan terhadap kondisi kesehatan anak agar tidak terjadi peningkatan jumlah stunting dan dapat memantau ketertinggalan pertumbuhan dan perkembangan anak yang sudah mengalami stunting.
Mengembangkan Diari Digital Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Remaja: Pendekatan Teknologi Untuk Peningkatan Kesehatan Mental Yunike Yunike; Ira Kusumawaty
Reswara Journal of Psychology Vol. 4 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Program Studi Magister Psikologi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/rjp.v4i1.12019

Abstract

Penelitian ini meneliti efektivitas buku harian digital dalam meningkatkan kepercayaan diri remaja. Karena masa remaja merupakan periode kritis untuk pengembangan identitas, sangat penting untuk mengatasi tantangan yang dapat menyebabkan rendahnya harga diri dan masalah kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan survei, wawancara, dan observasi untuk meneliti bagaimana penggunaan buku harian digital mempengaruhi rasa percaya diri remaja berusia 13-18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku harian digital membantu remaja terlibat dalam refleksi diri, melacak pertumbuhan pribadi mereka, dan memperkuat hubungan sosial mereka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengguna aktif mengalami peningkatan rasa percaya diri yang lebih signifikan. Penelitian ini mengusulkan bahwa buku harian digital, yang dirancang dengan fitur interaktif dan kemudahan akses, dapat berfungsi sebagai alat bermanfaat dalam program pengembangan remaja, yang mendukung kesejahteraan mental dan pertumbuhan pribadi