Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN FREKUENSI GOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI TAHUN 2017 silvia, cindy; yanuaringsih, galuh pradian; lutfiasari, dessy
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v1i1.454

Abstract

Dental caries is a disease of dental tissue characterized by tissue damage and it is started from the surface extending towards the pulp. The cariogenic foods are the meals that able to cause dental caries. The cariogenic foods are the meals that able to cause dental caries. Also, the other factor that caused dental caries such as brushing  teethwich is not in accordance with procedur. That survey result of 15 childerns who checked their teeth was 80% have caries and 20 % did not have caries. This research aims to discover between the cariogenic foods consumption and brushing teeth frequency by dental caries caused on 3 up to 5 year-old children at Pembina Elementary School Kediri City, Mojoroto Regency in 2017.        The research design is using correlationanalytic by cross sectional oncoming. The population had been taken as many as 56 students. The samples were takenua much 50 students, applyingsimple random sampling. The data collection is appliedquestionnaire and observation, bivariate data analysis by using spearman rank and multivariate by using multiple logistic regressions.       The result in this research is was showing that 69.9% of student attached dental karies, consuming cariogenik foods and rerely brushing teeth as much 75%. The bivariate analysis result is variable of cariogenic foods consumption had low events relation by dental caries caused whit its result p= 0.000 and correlation coefficient +0.621, while brushing teeth frequency also had strong relation with dental caries caused result P= 0.000 correlation coefficient +0.785. Bivariate analysis result which is influential but brushing teeth frequency result Exp(B) 3.008 fold influenced on dental caries.     The conclusion that obtained from this research are decrease or confine cariogenic foods and brush teeth according to procedure which is an effort preventing the occurrence of dental caries.Keywords : cariogenic foods, brushing teeth frequency, dental caries
PENGARUH PEMBERIAN PERMAINAN TEHNIK KOLASE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK DEWI SARTIKA KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI TAHUN 2016 Lutfiasari, Dessy; Aminah, Siti; Choiriyah, Dinda Nur
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v1i1.741

Abstract

Salah satu aspek penting pada proses perkembangan anak prasekolah adalah perkembangan motorik karena merupakan kecerdasan dan emosi sosial. Terdapat faktor yang memengaruhi perkembangan motorik halus antara lain status gizi, riwayat kelahiran, pola asuh, stimulasi dan kesehatan. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian permainan tehnik kolase terhadap perkembangan motorik halus pada anak prasekolah di tk dewi sartika kecamatan mojoroto kota kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental, dengan teknik pengambilan sampel purposive. Uji statistic menggunakan  mann withney. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, hampir setengah 6 (42,6%) responden memiliki perkembangan motorik halus suspek sebelum perlakuan, dan sebagian besar responden 10 (71,4%) memiliki perkembangan motorik halus yang normal setelah dilakukan tehnik permainan kolase. Hasil dari uji mann withney menunjukkan nilai p value < α (0,025< 0,05), sehingga terdapat pengaruh pemberian permainan tehnik kolase terhadap perkembangan motorik halus pada anak prasekolah di tk dewi sartika kecamatan mojoroto kota kediri. Hasil penelitian ini diharapkan tehnik permainan kolase menjadi bagian pembelajaran, agar anak mendapatkan stimulus yang baik untuk melatih koordinasi geraknya.
PERBEDAAN PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Nurfauziah, Imas Nurfauziah; Lutfiasari, Dessy; aminah, Siti
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v2i1.1235

Abstract

Anemia adalah kondisi dimana kadar hemoglobin lebih rendah dari normalnya. Anemia juga merupakan kondisi ketika terdapat defisiensi ukuran atau jumlah eritrosit dalam kandungan hemoglobin. Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan di Pondok Pesantren Al Ma’ruf pada 6 remaja putri diantaranya 4 mengalami anemia dan 2 tidak mengalami anemia, hasil survey menunjukkan kejadian anemia pada remaja putri di Pondok Al-Ma’ruf sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan tentang anemia sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan pada remaja putri di Pondok Pesantren Al Ma’ruf Kota Kediri Tahun 2020. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan metode exspost facto. Teknik pengambilan sample besar sample yaitu 43 responden. Teknik pengolahan data menggunakan uji wilcoxon dengan tingkat kemaknaan (α=0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar remaja mengalami peningkatan pengetahuan tentang anemia sesudah diberikan penyuluhan. Berdasarkan hasil analisa didapatkan ρ value : 0,000, artinya ρ>α 0.05 dan Z= -5,175 disimpulkan ada perbedaan  antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Penelitian ini diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan anemia pada program UKS terhadap siswi di Pondok Pesantren Al Ma’ruf bekerja sama dengan institusi terkait, seperti Puskesmas untuk memberikan penyuluhan tentang anemia dan pemberian tablet Fe pada remaja putri. Kata kunci: Anemia, Pengetahuan, Remaja Putri
GAMBARAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Levvy, Levvynia; Lutfiasari, Dessy; Aminah, Siti
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2021): MARET 2021
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v2i2.1242

Abstract

Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Karena pada masa itu mereka juga mengalami menstruasi, lebih-lebih pengetahuan mereka yang kurang akan 4 anemia. Pada saat remaja putri mengalami menstruasi yang pertama kali membutuhkan lebih banyak besi untuk menggantikan kehilangan akibat menstruasi tersebut. Berdasarkan hasil survey pendahuluan yang dilakukan di Pondok Pesantren Putri Al-Ma’ruf Kota Kediri secara langsung yaitu dari 6 remaja didapatkan 4 (67%) remaja putri mengalami anemia. Hal ini menunjukkan masih tingginya kejadian anemia pada remaja putri. Tujuan umum dari penelitian untuk mengetahui gambaran faktor yang mempengaruhi kejadian anemia di Pondok Pesantren Al – Ma’ruf Kota Kediri tahun 2020.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bedasarkan lingkup penelitian menggunakan penelitian Deskriptif. Bedasarkan tempat rancangan penelitian ini termasuk penelitian lapangan. Bedasarkan cara pengambilan data termasuk rancangan expost facto prospektif. Bedasarjan tujuan penelitian termasuk rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Bedasarkan sumber data termasuk sumber rancangan penelitian primer.Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada pengaruh dari tingkat pengetahuan, aktifitas fisik, dan lama menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Dengan hasil penelitian yang diperoleh diharapkan para petugas kesehatan khususnya bidan mampu menerapkan ilmunya melalui penyuluhan-penyuluhan tentang pencegahan anemia.
EFFECT OF WATER SPINACH (Ipomoea aquatica) CONSUMPTION ON HEMOGLOBIN LEVELS IN PREGNANT WOMEN Dessy Lutfiasari; Alfika Awatiszahro
Journal for Quality in Women's Health Vol. 8 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v8i2.296

Abstract

Anemia is a common condition among pregnant women, primarily caused by iron deficiency, and may lead to complications during pregnancy and childbirth. The 2023 Indonesian Health Survey (SKI) reported that 27.7% of pregnant women still experience anemia. Nutritional interventions using vegetables rich in iron and vitamin C, such as water spinach (Ipomoea aquatica), may provide an alternative strategy to improve hemoglobin levels. This study aimed to determine the effect of water spinach consumption on hemoglobin levels in pregnant women. This research used A pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The research sample consisted of 30 pregnant women. Hemoglobin levels were measured using a hemoglobin testing device, and observations were recorded on structured sheets. 
Enhancing Adolescent Health through Anemia Prevention Education and Hemoglobin Testing to Reduce the Risk of Stunting Dessy Lutfiasari; Alfika Awatiszahro; Betanuari Sabda Nirwana; Khofidhotur Rofiah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 8 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v8i2.732

Abstract

Stunting can begin as early as adolescence, particularly through anemia in young girls. Anemia occurs due to a lack of hemoglobin, especially during menstruation. If not properly addressed, it can lead to stunting. In Indonesia, the anemia rate among adolescents remains high, reaching 32% in 2018 and declining to 15.5% in 2023. According to the WHO, this figure is still considered high, as it remains above 10%. The purpose of this community service activity is to increase adolescent knowledge and skills regarding anemia prevention. The community outreach activities included pre-test and post-tests, giving health education, and hemoglobin level checks. Results showed that knowledge before the health education was less of knowledge (84.3%), but after the health education increased to 86.8% in good knowledge. Furthermore, hemoglobin level checks revealed that 37% of students had anemia, with half of these having moderate anemia. This community service activity can be a way to prevent anemia through health education and hemoglobin level checks, thereby increasing knowledge about anemia prevention and stunting prevention.
The Effect of Mentoring and Communication Through Social Media on Knowledge and Skills in Handling Dismenorhoe in Young Woman Dessy Lutfiasari; Eko Winarti; Nikmatul Firdaus; Anita Nuril Fadila; Fantri Nugroho
Journal for Quality in Public Health Vol. 5 No. 2 (2022): May
Publisher : Master of Public Health Program Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqph.v5i2.361

Abstract

In Indonesia, the incidence of dysmenorrhea is quite large, showing that people with dysmenorrhea reach 60-70% of women in Indonesia. The incidence of primary type dysmenorrhea in Indonesia is 54.89%, while the remaining 45.11% are secondary types. This research aims to knowing the effect of mentoring and communication trhough social media on knowledge and skills in handling dysmenorhoe in adolescent girls. The design of this research is the quasi-experiment with a post-test with the control group on 44 persons that are determined by purposive sampling. The research samples were divided into 2 groups. The results showed a significant differences in knowledge and skill to handling dysmenorhoe by mentoring and communication through social media (Wilcoxon signed test p <0.05 and also mann whitney test p< 0,05). From the results of this study, it can be concluded that the mentoring and communication on social media can increase the knowledge and skill on handling dysmenorhoe.
Analysis of the Implementation of Reproductive Health Prevention in the Islamic Boarding School (Study at Al Ma’ruf Islamic Boarding School – Kediri) Dessy Lutfiasari; Eko Winarti; Nikmatul Firdaus; Zulfatus Saadah; Pria Sabila Putri
Journal for Quality in Public Health Vol. 6 No. 1 (2022): November
Publisher : Master of Public Health Program Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqph.v6i1.439

Abstract

There are many special issues about reproductive health. One of the important issues is a special need of reproductive care in woman. This research aims to knowing implementation of preventing health reproductive problem in Islamic Boarding School. The design of this research is the qualitative study on .6 key informant and 2 triangulation informants. Research analysis with content analysis. The result showed that there were three implementations of the prevention of health reproductive problem in adolescent like providing a healthy food, giving health education and providing the environment clean and healthy.
PELATIHAN PENGARUSUTAMAAN GENDER (PUG) PADA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH (OPD) UNTUK MEWUJUDKAN KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER DI KOTA KEDIRI Winarti, Eko; Martianawati, Martianawati; Lutfiasari, Dessy; Mujiono, Fitriana Desi
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2023
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v6i2.4631

Abstract

Pengarusutamaan Gender (PUG) merupakan strategi untuk mengatasi masalah ketidaksetaraan gender. PUG merupakan konsep, prinsip, dan tema kesetaraan gender yang dimulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta diintegrasikan ke dalam kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan. Data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri tahun 2020 melalui satgas PPA selama pandemi menerima 13 laporan dari masyarakat tentang kekerasan di dalam rumah tangga. Peningkatan jumlah kasus KDRT di Kota Kediri mencapai 200 persen sebagai dampak pandemi. Masih tingginya ketidakadilan dan ketidaksetaraan gender di Kota Kediri tahun 2021 disebabkan rendahnya pemahaman masyarakat atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terhadap pengarusutamaan gender. Bermula dari permasalahan tersebut kami berinisiatif untuk memberikan pelatihan pengarusutamaan gender untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender sebagai upaya mendukung program pembangunan di Kota Kediri. Pemberian pelatihan diawali dengan pre-test dan post-test guna melakukan pengukuran terhadap pemahaman mitra mengenai Pengarusutamaan Gender. Berdasarkan hasil pengisian kuesioner pre-test dan post-test, pemahaman mengenai PUG meningkat dari yang sebelumnya belum memahami mengenai PUG menjadi paham, dan adanya pengetahuan mengenai PUG. Kata Kunci: PUG, Pengarusutamaan, Gender
Pengaruh penggunaan rebusan air daun sirih (piper betle) terhadap penurunan keputihan fisiologis pada wanita usia subur Nirwana, Betanuari Sabda; Laili, Fauzia; Rofiah, Khofidhotur; Nikmah, Anis Nikmatul; Lutfiasari, Dessy
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1677

Abstract

Background: Vaginal discharge is one of the most common complaints among women of childbearing age or reproductive age, occurring in 80% of women aged 15-45 years. Women of reproductive age are at risk of increased incidence of candidiasis, trichomoniasis, gonorrhea, and bacterial vaginosis. One plant that is often used as an alternative to reduce vaginal discharge is betel leaf. In addition to being widely available in the home environment, green betel leaf is often used because of its low risk of side effects. Purpose: To reduce the incidence of physiological vaginal discharge in women of reproductive age. Method: A quasi-experimental study using a pre-post-test one-group method was conducted in January 2025 in Grogol, Kediri. The sampling technique used accidental sampling with a sample size of 16 participants. The independent variable in this study was betel leaf decoction, while the dependent variable was vaginal discharge. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using the Wilcoxon test. Results: The Wilcoxon test showed a p-value of 0.000, indicating that the use of betel leaf decoction has an effect on vaginal discharge in women of reproductive age. Conclusion: Betel leaf extract can be used as an effective, safe, and easy-to-apply non-pharmacological treatment alternative for women of childbearing age in an effort to maintain reproductive health and prevent recurrent vaginal discharge.   Keywords: Betel Leaf; Vaginal Discharge; Women.   Pendahuluan: Keputihan merupakan salah satu keluhan yang paling umum terjadi pada wanita usia subur atau usia reproduksi yaitu sebesar 80% terjadi pada usia 15-45 tahun. Wanita dalam kelompok usia reproduksi berisiko mengalami peningkatan terjadinya Candidiasis, trichomoniasis, gonorrhea dan bacterial vaginosis. Salah satu tanaman yang sering dijadikan alternatif untuk mengurangi keputihan yaitu daun sirih, selain banyak di sekitar lingkungan rumah daun sirih hijau sering digunakan karena resiko efek samping yang tidak berbahaya. Tujuan: Untuk menurunkan angka keputihan fisiologi pada wanita usia subur. Metode: Penelitian quasy experimental menggunakan metode pre-post-test one group, dilaksanakan pada Januari 2025 di Grogol, Kediri. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 16 partisipan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah rebusan daun sirih, variabel dependen adalah keputihan. Analisis data yang digunakan univariate dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariate menggunakan Wilcoxon test. Hasil: Uji wilcoxon menunjukkan p value = 0.000 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh penggunaan rebusan daun sirih terhadap keputihan pada wanita usia subur. Simpulan: Rebusan daun sirih dapat dijadikan alternatif pengobatan nonfarmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan oleh wanita usia subur dalam upaya menjaga kesehatan reproduksi serta mencegah terjadinya keputihan berulang. Kata Kunci: Daun Sirih; Keputihan; Wanita.