Claim Missing Document
Check
Articles

Social Innovation through the Integrated Elderly Family Development Program in Pekanbaru City Khairul Rahman; Fadhlunnisa Rizkiy Agusriana Yulzam; Dita Fisdian Adni
Journal Public Policy Vol 12, No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpp.v12i1.11580

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the Integrated Elderly Family Development Program (BKL) in Pekanbaru and to identify areas needing improvement to enhance the well-being of the elderly optimally. This research employs a qualitative method with data collection techniques, including interviews, observations, and documentation, and utilizes Nvivo 12 Plus for data analysis. The findings indicate that the social innovation within the BKL Program in Pekanbaru includes the integration of health services, social welfare, economic improvement, food security, and social support through PosyanduLansia and PUSAKA; the implementation of a comprehensive approach involving various activities in a single location; and cross-sector synergy to enhance coordination and effectiveness of services. However, key challenges include inadequate cross-sector coordination leading to a lack of synchronization in services, limitations in health services that may result in a deterioration of health among the elderly, and economic non-productivity exacerbating the economic burden on families and the community. Addressing these challenges requires better coordination mechanisms, improvements in access and quality of health services, and the integration of economic empowerment programs to support the independence of the elderly. This research contributes to the understanding how integrated social innovation can be applied to improve the well-being of older adults.
PEMBERDAYAAN PELAKU UMKM OLAHAN SAGU OLEH DINAS KOPERASI USAHA KECIL MENENGAH DAN TENAGA KERJA KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI PROVINSI RIAU Ariyati agnetha Muliasih; Dita fisdian Adni
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.2844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemberdayaan Masyarakat melalui UMKM olahan sagu oleh dinas koperasi usaha kecil menengah dan tenaga kerja kabupaten kepulauan meranti, daerah ini dikenal sebagai penghasil sagu paling besar di Indonesia, sehingga potensi pengembangan UMKM olahan sagu sangat strategis dalam meningkatkan kesejahtraan Masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dikecamatan tebing tinggi barat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan dilaksanakan menggunakan empat indikator: bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan. Meskipun telah terdapat program pelatihan, pembinaan usaha, serta fasilitasi kelembagaan, masih terdapat ketimpangan dalam pelatihan, distribusi bantuan, dan pendampingan kelembaggaan
PENERAPAN ELECTRONIC GOVERNMENT DALAM PELAYANAN PUBLIK DI DESA BENTENG UTARA KECAMATAN SUNGAI BATANG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Mutia Rahmah; Dita Fisdian Adni
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.2863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan electronic government dalam pelayanan publik di Desa Benteng Utara, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik deskriptif analitis melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Desa Benteng Utara telah memiliki aplikasi layanan online yang menawarkan 26 jenis layanan administrasi, implementasinya belum optimal. Aplikasi belum digunakan oleh masyarakat secara aktif karena kurangnya sosialisasi, lemahnya infrastruktur jaringan, rendahnya literasi digital, serta belum adanya petugas khusus yang mengelola sistem secara berkelanjutan. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan e-government tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga memerlukan dukungan struktural, kapasitas SDM, serta keterlibatan aktif masyarakat sebagai pengguna layanan.   Kata Kunci: E-Government, Pelayanan Publik, Desa Digital, Kapasitas, Partisipasi Masyarakat
EVALUASI TATA KELOLA BARANG MILIK DAERAH PADA PEMERINTAH PROVINSI RIAU Wahyu Ana Puspitawati; Dita Fisdian Adni
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i2.3596

Abstract

Tata Kelola Barang Milik Daerah adalah serangkaian proses sistematis yang meliputi perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan, penilaian, pemindahtanganan, pemusnahan, hingga penatausahaan aset yang dibeli atau diperoleh dari (APBD) maupun perolehan sah lainnya. Tujuannya agar pengelolaan aset daerah akuntabel, efisien, transparan, dan ekonomis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis mengikuti model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian, dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketidakakuratan target disebabkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lalai menghapus aset sebelum pengajuan baru, menyebabkan kelebihan barang. Tantangan umum mencakup keterlambatan digitalisasi E-BMD, kurangnya sumber daya manusia terlatih, dan prioritas keuangan, sehingga diperlukan regulasi pusat lebih tegas serta pelatihan untuk meningkatkan efefktivitas. Penatausahaan yang efektif membutuhkan keterpaduan sistem informasi manajemen aset yang memadai, sumber daya manusia yang kompeten, serta koordinasi antar unit pengelola barang yang baik.
Evaluasi Pelaksanaan Pengamanan Dan Pemeliharaan Barang Milik Daerah Oleh Pemerintah Provinsi Riau Junita, Elma; Adni, Dita Fisdian
Jurnal Mahasiswa Pemerintahan Vol. 3 No. 3 Agustus 2026
Publisher : Laboratorium Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/JMP.2025.28174

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pengamanan dan pemeliharaan Barang Milik Daerah (BMD) berupa Tugu Zapin yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau. Tugu Zapin sebagai salah satu ikon budaya daerah memiliki nilai historis dan estetika yang perlu dijaga keberadaannya melalui pengamanan dan pemeliharaan yang optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berasal dari pihak pemerintah terkait serta masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengamanan dan pemeliharaan Tugu Zapin telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau, namun pelaksanaannya belum berjalan secara maksimal. Masih terdapat beberapa kendala, seperti kurangnya pengawasan rutin, keterbatasan anggaran pemeliharaan, serta belum optimalnya koordinasi antarinstansi terkait.