Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : chemical engineering journal storage cejs

PENGARUH KONSENTRASI AKTIVATOR NaOH DAN WAKTU AKTIVASI TERHADAP DAYA SERAP KARBON AKTIF DARI LIMBAH PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis Guineensis) DENGAN PROSES KARBONISASI Sandi, Nazlia Armita; muarif, agam; ibrahim, ishak; za, nasrul; sylvia, novi; Ahmad Fikri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.20548

Abstract

Penelitian sebelumnya yaitu jenis aktivator, konsentrasi aktivator dan waktu aktivasi, yaitu menggunakan aktivator H3PO4 dengan konsentrasi 8%, 10%, 12%, dan 14% dengan waktu aktivasi 24 jam. Variasi ini memungkinkan pengujian karbon aktif dari limbah pelepah kelapa sawit menentukan perbandingan yang optimal antara activator dan waktu aktivasi serta variasi konsentrasi dapat mempengaruhi kualitas karbon aktif. Ada empat proses diantaranya: tahap persiapan bahan baku, tahap karbonisasi, tahap aktivasi dan tahap analisa karateristik karbon aktif dari limbah pelepah kelapa sawit. Variabel pada penelitian dalam proses adalah konsentrasi aktivator NaOH (0,5, 1,0, 1,5, 2, dan 2,5 N), dan waktu aktivasi (18, 20, 22, dan 24 jam). Pengujian terhadap sampel meliputi moisture, ash, volatile matter, daya serap iodin, fixed karbon dan uji SEM. Hasil pengujian diperoleh kadar air berkisar antara 0,432-0,874 %, kadar abu berkisar antara 0,713-0,998 %, kadar zat terbang berkisar antara 0,420-0,948% , fixed karbon berkisar antara 97,387-97,907 % daya serap iod berkisar antara 510,17-837,60 mg/g. Citra Permukaan SEM karbon aktif menggunakan NaOH menghasil permukaan objek yang gelap. Gelapnya objek pada hasil uji SEM menunjukan kedalaman . Semakin gelap permukaan maka semakin dalam sehingga mudah dalam menyerap limbah.Kata kunci: Aktivasi, aktivator, karbonasi, karbon aktif, uji SEM
PENGARUH VCO DAN EKSTRAK KUNYIT TERHADAP KUALITAS SABUN ORGANIK PADAT Ferhin Firda Meutia; Faisal; Wusnah; Nasrul ZA; Rizka Nurlaila; Ahmad Fikri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 03 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.25512

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengembangan sabun organik yang tidak hanya berfungsi sebagai pembersih, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan kulit melalui kandungan bahan alami. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh variasi konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO) dan ekstrak kunyit terhadap kualitas sabun padat, serta mengevaluasi sifat fisik dan kimianya. Metode yang digunakan adalah pembuatan sabun dengan proses cold process menggunakan VCO, minyak zaitun, shea butter, madu, dan lemon sebagai bahan tambahan. Uji yang dilakukan meliputi organoleptik, pH, kadar air, tinggi dan stabilitas busa, serta kadar asam lemak bebas (ALB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi VCO memperbaiki tinggi dan stabilitas busa serta menurunkan kadar air, sementara penambahan ekstrak kunyit berlebih dapat meningkatkan kadar ALB karena mengganggu efisiensi saponifikasi. Nilai pH sabun berada pada kisaran 7–8, sesuai standar SNI untuk keamanan kulit. Formulasi optimal diperoleh pada penggunaan VCO 30–35 mL dengan ekstrak kunyit 1–3 mL, yang menghasilkan sabun dengan karakteristik fisik dan kimia paling stabil. Keterbaruan penelitian ini terletak pada formulasi sabun berbasis VCO dan kunyit dengan penambahan kombinasi bahan alami lain berupa minyak zaitun, shea butter, ekstrak lemon, dan madu, sehingga menghasilkan produk yang lebih kaya manfaat, lembut di kulit, serta ramah lingkungan.