Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Depresi Mahasiswa Ditinjau dari Keberfungsian Keluarga dan Quarter Life Crisis : Penelitian Sulis Mariyanti; Lita Patricia Lunanta; Aisyah Ratnaningtyas
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1706

Abstract

The pressure faced by college students in the digital era has become increasingly complex. Not only are they expected to be independent and succeed academically and in their careers, but they also often experience social pressure due to peers’ success shared on social media. This can trigger feelings of inferiority, anxiety, and even depression. One of the main factors contributing to depression in early adulthood is the inability to cope with life transitions, commonly referred to as a quarter-life crisis. In addition, family functioning also plays a crucial role in supporting students' mental health. This study aims to examine the simultaneous influence of family functioning and quarter-life crisis on the level of depression among university students. The research employs a quantitative approach with a causal design. The sampling technique used is purposive sampling, involving 231 student respondents from various regions in Indonesia. The measurement tools include the Family Functioning Scale adapted from the Family Assessment Device (FAD) by Epstein, Baldwin, and Bishop (1983), consisting of 52 valid items with a Cronbach’s Alpha reliability of 0.950; the Quarter-Life Crisis Scale, based on the theory of Alexandra Robbins and Abby Wilner (2001), consisting of 26 items with a reliability of 0.856; and the Depression Scale using the standardized Beck Depression Inventory-II (BDI-II) by Beck (1991).The results show that, simultaneously, family functioning and quarter-life crisis have a significant effect on students' depression levels, with a significance value of 0.000 (p < 0.05). Partially, family functioning has a negative effect on depression (p = 0.000 < 0.05), meaning that the better the family functioning, the lower the level of student depression. However, partially, the quarter-life crisis does not have a significant effect on depression, with a significance value of 0.405 (p > 0.05).
Hubungan Antara Kontrol Diri Dengan Kecenderungan Nomophobia Pada Remaja Di Jakarta Kristina, Kristina; Patricia Lunanta, Lita; Kristiyani , Veronica
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 10 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i10.538

Abstract

Di era ini, kecanggihan teknologi smartphone berkembang sangat pesat dalam menunjang segala aspek kebutuhan manusia. Fasilitas yang ada pada smartphone memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi yang menggunakan. Namun, apabila remaja tidak menggunakannya smartphone sesuai kebutuhan dapat menimbulkan masalah salah satunya yaitu kecenderungan nomophobia. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kecenderungan nomophobia adalah kontrol diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan kecenderungan nomophobia pada remaja di Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasional dengan teknik purposive sampling terhadap 100 remaja di Jakarta. Alat ukur kontrol diri dengan 21 aitem valid dengan koefisien reliabilitas ? sebesar 0,831. Alat ukur kecenderungan nomophobia dengan 25 aitem valid dan koefisien reliabilitas ? sebesar 0,946. Hasil perhitungan Pearson product moment menunjukkan terdapat hubungan signifikan negatif (sig. 0,001 dan r -0,338) antara kontrol diri dan kecenderungan nomophobia pada remaja di Jakarta, artinya terdapat hubungan signifikan negatif antara kedua variabel.
Pengaruh Religiositas Terhadap Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja Akhir Irza Elfriza, Teuku; Patricia Lunanta, Lita; Rayi Prihandini, Grin
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 10 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i10.2378

Abstract

GAMBARAN PERSEPSI REMAJA TERHADAP POLA KOMUNIKASI ORANGTUA DI KAWASAN KUMUH JATINEGARA Reneta Kristiani; Lita Patricia Lunanta
Jurnal Perkotaan Vol. 11 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v11i2.1133

Abstract

This research aimed to describe the perception that adolescents had on their parents pattern of communication. This research was held in slum area of Jatinegara in DKI Jakarta. Total of 121 adolescents from 3 districts (Rawa Bunga, Cipinang Besar Selatan, Kampung Melayu) were present in the activities. While we discussed about parenting and communication skills between parents and their offsprings, we explored the perception that the adolescents have about their parents, especially about their communication pattern. This was a descriptive study that wished to explore the communication pattern and relation in family. We used survey method, including questioners for information gathering and implemented observation, interview and small group discussion. To analyze the data, we used descriptive statistical analysis technique and qualitative analysis. We found that in each of the district, the most of the adolescents felt proud of their parents (Rawa Bunga 53%; Kampung Melayu in morning session, 65%; Kampung Melayu in afternoon session, 27%; Cipinang Besar Selatan, 55%). Nevertheless, there were mixed emotion in their hope for their parents. Most of them felt angry to their parents. Some more felt that their parents were not nice enough, felt ashamed, unsignificant, confused and hoped to be understood. These findings suggested that there were still a lot of problems considering how parents communicate and interact with their children, especially their adolescent. Further research needed to be done and actions had to be implemented in order to create a healthy and fully functioning family in the slum area of Jatinegara.
Peran Dukungan Sosial Orang Tua Terhadap Regulasi Diri Dalam Belajar Pada Mahasiswa Srifianti; Veronica Kristiyani; Lita Patricia Lunanta
Schema: Journal of Psychological Research (Vol. 11, No. 01, Mei 2026) SCHEMA : Journal of Psychological Research
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/schema.v11i01.10080

Abstract

Terjadinya penurunan tingkat kelulusan mahasiswa di Indonesia yang kurang dari 50% menyebabkan penumpukan jumlah mahasiswa dan berdampak pada negara. Proses belajar efektif membutuhkan mahasiswa dengan regulasi diri dalam belajar yang berkaitan dengan dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap self-regulated learning pada mahasiswa. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 240 mahasiswa. Alat ukur dukungan sosial menggunakan Child and Adolescent Social Support Scale (CASSS) dikembangkan oleh Rubel (2008) dengan reliabilitas 0,890, sedangkan alat ukur regulasi diri dalam belajar menggunakan Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) dikembangkan oleh Pintrich (1991) dengan reliabilitas 0,927. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial orang tua mempengaruhi regulasi diri dalam belajar mahasiswa dengan nilai R = 0,227 dan R² = 0,051. Artinya, dukungan sosial memberikan kontribusi sebesar 5,1% terhadap regulasi diri dalam belajar, sedangkan 94,9% dipengaruhi faktor lain.
Gambaran Coping Stress Orang Tua yang Mengasuh Anak Usia Dini Ong Ay Lieng; Lita Patricia Lunanta
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i2.4059

Abstract

Peran sebagai orang tua bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, karena merawat dan mengasuh anak tidaklah semudah yang dibayangkan. Rasa letih, capek mengurus anak dirasakan oleh orang tua yang mengasuh anak usia dini sambil bekerja. Terkadang karena tuntutan pekerjaan, beban ekonomi dan lain-lain mengakibatkan orang tua menjadi stress. Stress yang tidak dilakukan dengan coping stress yang baik membuat orang tua melakukan kekerasan kepada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran coping stress orang tua yang mengasuh anak usia dini. Desain penelitian ini berbentuk kuantitatif non eksperimental. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling berjenis purposive sampling dengan total sampel sebanyak 386 responden yaitu orang tua yang mengasuh anak usia dini. Skala resiliensi dengan nilai koefisien reliabilitas (?) 0,921 dengan 36 aitem valid. Dari hasil uji Z score didapatkan hasil dimensi coping stress yang banyak digunakan adalah positive reappraisal sebanyak 96 responden (24,58%). Dan dari hasil uji kategorisasi didapatkan hasil dimensi coping stress yang memiliki interprestasi tinggi adalah confrontive sebanyak 235 responden (60,88%), distancing sebanyak 226 responden (58,55%), accepting responsibility sebanyak 218 responden (56,48%) dan positive reappraisal sebanyak 206 responden (53,37%).
PSIKOEDUKASIMENJADI ORANGTUA YANG CERDAS DAN KREATIF DI MASA PANDEMI Reneta Kristiani; Lita Patricia Lunanta; Gracia Samuela Kiswanto; Aurelia Ardani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Keguruan dan Pendidikan (JPM-IKP) Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM-IKP)
Publisher : FKIP Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jmp-ikp.v5i1.1199

Abstract

Orangtua seringkali bingung dalam memberikan pengasuhan yang tepat bagi anak mereka. Kegiatan psikoedukasi ini bertujuan untuk membekali orangtua agar dapat memahami perkembangan anak dan cara-cara praktis untuk mendidik anak secara kreatif di rumah.  Kegiatan dilakukan dalam bentuk seminar online atau webinar selama 2 jam yang diawali dengan pemberian pre-posttest dan survei kepuasan hidup untuk mendapatkan gambaran awal bagaimana kehidupan orangtua saat ini. Materi kegiatan psikoedukasi meliputi kondisi pandemi saat ini yang dapat dilihat sebagai krisis atau kesempatan, keunikan anak, tahapan perkembangan anak, permasalahan mendasar anak, pengasuhan yang tepat sesuai dengan tahap perkembangan anak, bahasa kasih orangtua terhadap anak, serta keterampilan yang penting dimiliki dan kreativitas untuk beradaptasi dalam masa pandemi. Materi diberikan dalam bentuk presentasi dan video audio visual. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab dari partisipan. Kegiatan ini diikuti oleh ayah dan ibu secara seimbang komposisinya serta calon orangtua yang belum menikah maupun memiliki anak. Dari hasil pre-posttest, terjadi perubahan walaupun tidak signifikan dari 74,5% ke 76,14%. Selain itu ditemukan bahwa tingkat kepuasan partisipan tinggi dengan rata-rata tingkat kepuasan 93,75%. Melihat antusiasme para partisipan, saran agar kegiatan psikoedukasi seperti ini dapat dilakukan secara berkala dengan berbagai topik yang berbeda serta ditujukan selain untuk orangtua, juga untuk guru dan pendidik agar lebih memahami perkembangan anak dan cara-cara kreatif dalam mendidik anak.
PENDEKATAN BERBASIS HAK ANAK UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI PENDAMPING ANAK BERISIKO (CHILDREN-AT-RISK) Reneta Kristiani; Lita Patricia Lunanta; Renata Raissa Sondakh; Gracia Samuela Kiswanto; Elizabeth Vanya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Keguruan dan Pendidikan (JPM-IKP) Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM-IKP)
Publisher : FKIP Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jmp-ikp.v5i2.1422

Abstract

Anak berisiko (Children-at-risk) merupakan anak yang rentan dalam menjalani kehidupan karena anak tersebut berada dalam situasi khusus yang menyebabkannya tidak mendapatkan pemenuhan akan hak-haknya serta berada dalam situasi yang dapat mengancam perkembangan fisik maupun psikologisnya. Oleh sebab itu, anak berisiko membutuhkan pendampingan. Salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa adalah melalui pendampingan pada anak-anak bersituasi khusus melalui organisasi PENA (Pendampingan Anak). Para pendamping anak terutama anggota baru perlu dibekali dengan pemahaman akan hak-hak anak, karakteristik anak berisiko yang berada dalam situasi khusus, serta pembuatan program berdasarkan pendekatan berbasis hak, tidak hanya berbasis kebutuhan yang bersifat jangka pendek. Tujuannya agar mereka dapat memberikan pendampingan yang optimal. Kegiatan pembekalan ini telah berlangsung dengan hasil yang memuaskan dimana terjadi peningkatan skor pre-test (84.67%) menjadi post-test (88.2%). Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, para partisipan merasa bahwa materi yang disampaikan sangat berguna dalam pendampingan (94.78%), materi dapat dipahami dengan baik (91.64%) serta pembicara dapat menyampaikan materi dengan jelas dan menarik (91.79%). Saran sebaiknya dilakukan kegiatan tindak lanjut berupa latihan-latihan dalam pembuatan program berdasarkan hak anak, bukan hanya kebutuhan anak.
Tinjauan Gender: Kebahagiaan Pernikahan pada Pasangan yang Menikah Melalui Ta’aruf : Penelitian Sulis Mariyanti; Lita Patricia Lunanta; Safitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4766

Abstract

Ta’aruf is a premarital process in Islam that emphasizes a brief introduction between prospective spouses under the supervision of a trusted mediator, with interactions limited in accordance with Islamic principles. Despite the relatively short period of acquaintance, couples who marry through ta’aruf still aspire to achieve happiness in their marriage. This study aimed to examine differences in marital happiness between men and women who married through the ta’aruf process. A quantitative approach with a comparative design was employed. The participants consisted of 104 individuals, including 52 men and 52 women, selected using purposive sampling. Data were collected using a marital happiness scale comprising 47 valid items, with a Cronbach’s alpha reliability coefficient of 0.979. Data analysis was conducted using an independent samples t-test. The results indicated no significant difference in marital happiness between men and women (p = 0.217; p > 0.05). These findings suggest that marital happiness among couples who marry through ta’aruf is not influenced by gender differences, but is more likely associated with other factors such as shared values, commitment, and the quality of the marital relationship.
Literasi Keuangan Siswa Sekolah Menengah Atas: Studi Deskriptif Berbasis Item pada Remaja Indonesia Lita Patricia Lunanta; Audrey Kaiya Laonma Wiraja Lumban Gaol; Olivia Ziva Lamria Wiraja Lumban Gaol; Rodrick Jayden Simanjuntak; Racquelle Aretha Simanjuntak
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 4 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i4.3428

Abstract

Literasi keuangan merupakan kompetensi penting dalam kehidupan modern, terutama bagi remaja yang mulai dihadapkan pada pengambilan keputusan finansial secara mandiri. Namun, meskipun remaja semakin terpapar pada produk keuangan dan pola konsumsi digital, masih terdapat ketidaksesuaian antara pengetahuan, sikap, dan perilaku keuangan yang ditunjukkan oleh siswa sekolah menengah atas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi literasi keuangan siswa sekolah menengah atas (SMA) di Indonesia melalui pendekatan deskriptif dengan pelaporan item per item. Penelitian menggunakan metode survei dengan kuesioner yang mengukur pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan perilaku keuangan. Responden penelitian adalah siswa SMA dengan latar belakang demografis yang beragam. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMA memiliki pemahaman yang cukup baik terhadap konsep keuangan dasar dan sikap positif terhadap menabung, namun terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku keuangan aktual, terutama dalam praktik pencatatan dan perencanaan keuangan. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan literasi keuangan yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan kebiasaan dan keterampilan finansial remaja.