Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Think, Talk, Write (TTW) dan Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review (SQ4R) Pada Pelajaran Biologi Kelas X SMAN 9 Mataram Medina Adrianti; Jamaluddin Jamaluddin; Syamsul Bahri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.703

Abstract

Model pembelajaran Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review (SQ4R) dan model pembelajaran Think, Talk, Write (TTW) adalah model pembelajaran kooperatif yang memiliki sintagmatik yang berbeda namun keduanya sama-sama menitikberatkan pada kegiatan berpikir dan berbagi  ide dengan peserta didik lain sehingga memperoleh pemahaman konsep yang lebih dalam terhadap materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh penerapan model pembelajaran TTW dan SQ4R terhadap hasil belajar biologi peserta didik kelas X SMAN 9 Mataram pada topik Perubahan dan Pencemaran Lingkungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu bersifat komparatif dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive  sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrumen untuk memperoleh skor hasil belajar  kognitif, afektif, dan psikomotorik. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan Uji t polled varians dengan taraf signifikasi 5%. Hasil Analisis statistik hasil belajar biologi peserta didik kelas X SMAN 9 Mataram pada penerapan model pembelajaran TTW dan SQ4R secara signifikan lebih tinggi daripada hasil belajar biologi pada penerapan model pembelajaran Teacher-Centered Learning (TCL), sedangkan hasil belajar biologi peserta didik kelas X SMAN 9 Mataram pada penerapan model pembelajaran TTW secara signifikan lebih tinggi daripada hasil belajar biologi peserta didik pada penerapan model pembelajaran SQ4R. Dismpulkan model pembelajaran TTW dan SQ4R secara signifikan meningkatkan hasil belajar biologi.
Larvacidal Effect of Methanol Extract from Soursop Leaves Against 3rd Instar Larvae of Culex sp. Mortality Ni Putu Maitri Vidya Cita Riesky; Syamsul Bahri; Lalu Japa
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 4 (2022): October - December
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i4.3906

Abstract

The Culex genus is widely distributed in Indonesia. It is responsible for disrupting and interfering of human daily activities and also transmitting some diseases for human. Vector control strategies normally involve the use of synthetic larvacide however excessive use causes adverse effect on environmental quality and resistance to larvae. Thus, extract from soursop (Annona muricata L.) leaves may be an alternative sources of larval control agents. The present study reveals the larvicidal effect of methanol extract from soursop leaves against 3rd instar larvae of Culex sp. mortality. Experimental method with Completely Randomized Design (CRD) consisting of 6 treatments (0 ppm, 125 ppm, 250 ppm, 500 ppm, 1000 ppm and 2000 ppm) and 4 replications was carried out with Culex sp. 3rd instar larvae and the larval mortality was recorded after 48 hours since the exposure. Data were analyzed using one way ANOVA which was continued by Tukey HSD and followed by Probit analyze to determine LC50 and LC90. The results showed that the methanol extract of soursop leaves exhibited significant larvicidal activity with LC50 and LC90 values are 586,099 and 2119,645 ppm. The highest concentration increases the mortality rate of larvae. In conclusion, the soursop leaves methanol extract has a larvacide effect on the 3rd larvae of Culex sp. 
Identification of Bacteria in Fresh Vegetables from The Traditional Market of Mataram City Syamsul Bahri; Rika Ratnasari; Ulfah Nurkhaeroni; Mujitahid Mujitahid
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 4 (2022): October - December
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i4.4445

Abstract

Indonesia is very rich in potential for vegetable cultivation. Vegetables contain a lot of vitamins and minerals. Therefore, people prefer to eat vegetables in a fresh state either as salads or fresh vegetables. However, contamination of pathogenic bacteria is much greater both at the farmer and trader levels. Therefore this study aims to determine the feasibility of consumption and identify bacteria in fresh vegetables in the traditional market of Mataram City. Samples in the form of lettuce, cucumber, cabbage, and long beans were taken from Pagesangan, Kebon Roek, Gunung Sari, and Bertais markets, respectively. The existence of bacteria were detected using traditional method by inoculating samples in agar cultures followed by biochemical testing and Gram staining. Species of bacteria that can be identified from samples are Enterobacter cloacae, Bhanhamella catarrhalis, E-coli, Staphylococus sapropyticus, and Aeromonas hydrophila. Based on the data, long beans from the Bertais market and lettuce from the Pagesangan, Kebon Roek, and Gunung Sari markets are not suitable for consumption because the TPC yield exceeds the consumption quality standard of 105-106 CFU/g.
Efektivitas Pembelajaran Daring Menggunakan Media Video dan PPT (Power Point) Terhadap Kecendrungan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa di MAN 1 Bima Tahun 2022 Nuri Yanti Apriliya; Jamaluddin Jamaluddin; Syamsul Bahri; I Wayan Merta
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.654

Abstract

Efektivitas pembelajaran adalah tingkat keberhasilan guru dalam mengajar kelompok siswa dengan menggunakan metode tertentu untuk mencapai tujuan instruksional tertentu baik secara luring maupun daring. Daring/E-Learning adalah segala pemanfaatan atau penggunaan teknologi internet dan web untuk menciptakan pengalaman belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran daring menggunakan media video dan PPT (Power Point) terhadap kecenderungan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa di MAN 1 BIMA tahun pelajaran 2022. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen (Quasy Eksperimental Design). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 154 dengan jumlah sampel 117 siswa. Pengujin hipotesis dilakukan dengan analisis kovarian (Anacova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas yang memperoleh nilai kecenderungan berpikir kritis yang paling tinggi diraih oleh kelas X IPA1 sebagai kelas (eksperiemen 1) yang menggunakan media video memperoleh nilai thitung (2,904) > ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti penggunaan media video efektif secara signifikan terhadap kecenderungan berpikir kritis siswa di MAN 1 Bima. Untuk media PPT memperoleh nilai thitung (0,370) < ttabel (2,026) sehingga memperoleh keputusan uji bahwa H0 diterima sedangkan H1 ditolak, berarti penggunaan media PPT (Power Point) tidak efektif secara signifikan terhadap kecenderungan berpikir kritis siswa di MAN 1 Bima. Sedangkan untuk nilai hasil belajar biologi siswa di nilai dari 3 aspek yang berbeda (Afektif, Psikomotorik, Kognitif). Untuk ranah afektif, dan psikomotorik didapatkan dari nilai hasil angket, sedangkan untuk ranah kognitif didapatkan dari nilai tes hasil belajar. Untuk Ranah Afektif, media Video memperoleh nilai thitung (2,682) > ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, yang berarti penggunaan media video efektif secara signifikan terhadap hasil belajar biologi siswa dari ranah afektif di MAN 1 Bima. Sedangkan media PPT (Power Point) memperoleh nilai thitung (1,273) < ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji bahwa Ho diterima dan H1 ditolak, hal ini berarti media PPT (Power Point) tidak efektif secara signifikan terhadap hasil belajar siswa dari ranah afektif di MAN 1 Bima. Ranah Psikomotorik media video memperoleh nilai thitung (2.533) > ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji yang dimana Ho ditolak dan H1 diterima, yang berarti penggunaan media video efektif secara signifikan terhadap hasil belajar biologi ranah psikomotorik siswa di MAN 1 Bima. Untuk media PPT (Power Point) memperoleh nilai thitung (1,386) < ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji bahwa Ho diterima dan H1 ditolak, yang berarti penggunaan media PPT (Power Point) tidak efektif secara signifikan terhadap hasil belajar biologi dari ranah psikomotorik siswa di MAN 1 Bima. Terakhir untuk Ranah Kognitif, untuk media video memperoleh nilai thitung (2.158) > ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji bahwa Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti penggunaan media video efektif secara signifikan terhadap hasil belajar biologi siswa di MAN 1 Bima. Sedangkan media PPT (Power Point) memperoleh thitung (0,214) < ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, yang berarti penggunaan media PPT (Power Point) tidak efektif secara signifikan terhadap hasil belajar biologi siswa di MAN 1 Bima.
Pengembangan LKPD Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Biologi Peserta Didik Kelas X Linda Apriliani; Agus Ramdani; Syamsul Bahri; Mahrus Mahrus
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.1071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan efektivitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis inkuiri terbimbing dalam meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar biologi peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan mengikuti langkah pada model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Proses pengembangan LKPD berbasis inkuiri terbimbing terdiri dari 3 tahap berupa uji ahli, validitas empiris, dan uji coba terbatas. Uji coba terbatas dilaksanakan menggunakan penelitian quasi experiment yaitu dengan pretest postest nonequivalent control group design. Subjek uji coba terbatas adalah semua peserta didik kelas X SMAN 1 Praya Barat tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling sehingga terpilih kelas X4 menjadi kelas eksperimen dan kelas X1 menjadi kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data penelitian ialah lembar validasi, perangkat pembelajaran, angket keterampilan proses sains, dan tes hasil belajar kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan sangat layak dengan perolehan skor rata-rata 3,46. LKPD berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dengan perolehan skor rata-rata N-Gain 0,77 dan efektif meningkatkan hasil belajar dengan perolehan skor rata-rata N-Gain 0,79.
Pengaruh Penggunaan Media Belajar Peta Konsep Terhadap Hasil Belajar Biologi Pada Materi Ekosistem Kelas X di SMA Negeri 1 Sape Uswatun Hasanah; Muhlis; Syamsul Bahri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1081

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media belajar peta konsep terhadap hasil belajar peserta didik pada materi ekosistem kelas X SMAN 1 Sape. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimental Design dengan pendekatan kuantitatif yang terdiri dari 2 tahap yakni uji validitas oleh dosen ahli dan uji validitas empiris. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi, tes hasil belajar kognitif peserta didik, lembar keterlaksanaan RPP dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah berupa analisis belajar kognitif  diperoleh dari uji  berupa soal pilihan ganda. penelitian ini mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan rata-rata pada kelas eksperimen 39,03 dan 25,96 pada kelas kontrol, sedangkan  data hasil keterlaksanaan RPP diperoleh dari uji non-tes berupa lembar observasi yang diberi tanda cheek-list oleh observer dengan nilai maksimal 100 dan minimum 79,9. Uji hipotesis menggunakan Uji-test paired sample test pada taraf siginifikansi 0,05. Data penelitian menunjukan bahwa hasil belajar kognitif peserta didik pada kelas ekperimen yakni pre-test 33,23 dan post-test 72,09, sedangkan pada kelas Kontrol yakni Pre-test 33,39 dan Pos-test 58,71. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media belajar peta konsep meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi ekosistem secara signifikan.
Pengaruh Model Problem Based Learning berbasis Blended Learning terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas XI di SMAN 2 Mataram Faradilla Ngesti Habibah; Dadi Setiadi; Syamsul Bahri; Jamaluddin Jamaluddin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.603

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dinyatakan sebagai keterampilan yang esensial dalam masyarakat abad 21, untuk meningkatkan kemampuan tersebut diperlukan suatu inovasi kegiatan pembelajaran yang mampu melatih kemampuan berpikir kritis. Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang melibatkan masalah dalam belajar. Berpikir kritis dapat dicapai melalui pembelajaran yang ada kaitannya dengan teknologi. Blended learning memungkinkan siswa dapat berdiskusi dan bertukar informasi yang didapat dari berbagai sumber. Kondisi kecakapan berpikir kritis siswa menjadi dasar penerapan Blended-PBL dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PBL berbasis blended learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik di SMAN 2 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penentuan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan didapatkan kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 3 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes essay berupa pre-test dan post- test. Data dianalisis menggunakan uji-t teknik independent sample t-test dengan taraf signifikansi 5% menggunakan program SPSS 22 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada pengaruh model PBL berbasis blended learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL berbasis blended learning lebih baik daripada metode konvensional dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA di SMAN 2 Mataram.
Efektivitas Pembelajaran Daring Menggunakan Media Video dan PPT (Power Point) Terhadap Kecendrungan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa di MAN 1 Bima Tahun 2022 Nuri Yanti Apriliya; Jamaluddin Jamaluddin; Syamsul Bahri; I Wayan Merta
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.654

Abstract

Efektivitas pembelajaran adalah tingkat keberhasilan guru dalam mengajar kelompok siswa dengan menggunakan metode tertentu untuk mencapai tujuan instruksional tertentu baik secara luring maupun daring. Daring/E-Learning adalah segala pemanfaatan atau penggunaan teknologi internet dan web untuk menciptakan pengalaman belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran daring menggunakan media video dan PPT (Power Point) terhadap kecenderungan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa di MAN 1 BIMA tahun pelajaran 2022. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen (Quasy Eksperimental Design). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 154 dengan jumlah sampel 117 siswa. Pengujin hipotesis dilakukan dengan analisis kovarian (Anacova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas yang memperoleh nilai kecenderungan berpikir kritis yang paling tinggi diraih oleh kelas X IPA1 sebagai kelas (eksperiemen 1) yang menggunakan media video memperoleh nilai thitung (2,904) > ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti penggunaan media video efektif secara signifikan terhadap kecenderungan berpikir kritis siswa di MAN 1 Bima. Untuk media PPT memperoleh nilai thitung (0,370) < ttabel (2,026) sehingga memperoleh keputusan uji bahwa H0 diterima sedangkan H1 ditolak, berarti penggunaan media PPT (Power Point) tidak efektif secara signifikan terhadap kecenderungan berpikir kritis siswa di MAN 1 Bima. Sedangkan untuk nilai hasil belajar biologi siswa di nilai dari 3 aspek yang berbeda (Afektif, Psikomotorik, Kognitif). Untuk ranah afektif, dan psikomotorik didapatkan dari nilai hasil angket, sedangkan untuk ranah kognitif didapatkan dari nilai tes hasil belajar. Untuk Ranah Afektif, media Video memperoleh nilai thitung (2,682) > ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, yang berarti penggunaan media video efektif secara signifikan terhadap hasil belajar biologi siswa dari ranah afektif di MAN 1 Bima. Sedangkan media PPT (Power Point) memperoleh nilai thitung (1,273) < ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji bahwa Ho diterima dan H1 ditolak, hal ini berarti media PPT (Power Point) tidak efektif secara signifikan terhadap hasil belajar siswa dari ranah afektif di MAN 1 Bima. Ranah Psikomotorik media video memperoleh nilai thitung (2.533) > ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji yang dimana Ho ditolak dan H1 diterima, yang berarti penggunaan media video efektif secara signifikan terhadap hasil belajar biologi ranah psikomotorik siswa di MAN 1 Bima. Untuk media PPT (Power Point) memperoleh nilai thitung (1,386) < ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji bahwa Ho diterima dan H1 ditolak, yang berarti penggunaan media PPT (Power Point) tidak efektif secara signifikan terhadap hasil belajar biologi dari ranah psikomotorik siswa di MAN 1 Bima. Terakhir untuk Ranah Kognitif, untuk media video memperoleh nilai thitung (2.158) > ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji bahwa Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti penggunaan media video efektif secara signifikan terhadap hasil belajar biologi siswa di MAN 1 Bima. Sedangkan media PPT (Power Point) memperoleh thitung (0,214) < ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, yang berarti penggunaan media PPT (Power Point) tidak efektif secara signifikan terhadap hasil belajar biologi siswa di MAN 1 Bima.
Penerapan Model Pembelajaran Think, Talk, Write (TTW) dan Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review (SQ4R) Pada Pelajaran Biologi Kelas X SMAN 9 Mataram Medina Adrianti; Jamaluddin Jamaluddin; Syamsul Bahri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.703

Abstract

Model pembelajaran Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review (SQ4R) dan model pembelajaran Think, Talk, Write (TTW) adalah model pembelajaran kooperatif yang memiliki sintagmatik yang berbeda namun keduanya sama-sama menitikberatkan pada kegiatan berpikir dan berbagi  ide dengan peserta didik lain sehingga memperoleh pemahaman konsep yang lebih dalam terhadap materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh penerapan model pembelajaran TTW dan SQ4R terhadap hasil belajar biologi peserta didik kelas X SMAN 9 Mataram pada topik Perubahan dan Pencemaran Lingkungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu bersifat komparatif dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive  sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrumen untuk memperoleh skor hasil belajar  kognitif, afektif, dan psikomotorik. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan Uji t polled varians dengan taraf signifikasi 5%. Hasil Analisis statistik hasil belajar biologi peserta didik kelas X SMAN 9 Mataram pada penerapan model pembelajaran TTW dan SQ4R secara signifikan lebih tinggi daripada hasil belajar biologi pada penerapan model pembelajaran Teacher-Centered Learning (TCL), sedangkan hasil belajar biologi peserta didik kelas X SMAN 9 Mataram pada penerapan model pembelajaran TTW secara signifikan lebih tinggi daripada hasil belajar biologi peserta didik pada penerapan model pembelajaran SQ4R. Dismpulkan model pembelajaran TTW dan SQ4R secara signifikan meningkatkan hasil belajar biologi.
Pengembangan LKPD Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Biologi Peserta Didik Kelas X Linda Apriliani; Agus Ramdani; Syamsul Bahri; Mahrus Mahrus
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.1071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan efektivitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis inkuiri terbimbing dalam meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar biologi peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan mengikuti langkah pada model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Proses pengembangan LKPD berbasis inkuiri terbimbing terdiri dari 3 tahap berupa uji ahli, validitas empiris, dan uji coba terbatas. Uji coba terbatas dilaksanakan menggunakan penelitian quasi experiment yaitu dengan pretest postest nonequivalent control group design. Subjek uji coba terbatas adalah semua peserta didik kelas X SMAN 1 Praya Barat tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling sehingga terpilih kelas X4 menjadi kelas eksperimen dan kelas X1 menjadi kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data penelitian ialah lembar validasi, perangkat pembelajaran, angket keterampilan proses sains, dan tes hasil belajar kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan sangat layak dengan perolehan skor rata-rata 3,46. LKPD berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dengan perolehan skor rata-rata N-Gain 0,77 dan efektif meningkatkan hasil belajar dengan perolehan skor rata-rata N-Gain 0,79.