Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Gas Dengan Menggunakan Bahan Bakar LNG Dan Minyak Solar Di PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali K G Trisna Upadana Putra; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; Made Sucipta
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2018.v04.i01.p05

Abstract

Permintaan energi listrik mengalami peningkatan, seiring peningkatan pertumbuhan populasi penduduk dan banyaknya industri. Tingginya permintaan energi listrik menjadi sebuah tantangan untuk produsen listrik, dalam memenuhi kebutuhan pelanggan akan energi listrik. Produsen listrik terbesar di Bali adalah PT. Indonesia Power UP Bali. Pembangkit yang dimiliki yaitu PLTDG dengan kapasitas produksi listrik 200 MW dioperasikan menggunakan bahan bakar gas LNG dan minyak solar (HSD/LFO). Dikarenakan penggunaan minyak solar dibatasi, maka PLTDG dioperasikan dengan gas LNG. Perbedaan bahan bakar yang digunakan mempengaruhi unjuk kerja dari pembangkit. Analisa unjuk kerja memberi gambaran dalam sisi keteknikan dan analisa BPP pembangkitan memberi gambaran dalam sisi keekonomian. Penelitaian ini dilakukan dengan cara perhitungan menggunakan persamaan-persamaan unjuk kerja mesin diesel, kemudian dibandingkan unjuk kerja PLTDG menggunakan bahan bakar LNG dan minyak solar dan dianalisa secara keekonomian. Hasil yang didapat yaitu unjuk kerja PLTDG menggunakan minyak solar lebih besar tetapi dari sisi keekonomian hasil BPP PLTDG menggunakan gas LNG lebih ekonomis. Demand for electric energy has increased, as population growth increases and the number of industries. The high demand for electrical energy becomes a challenge for electricity producers, in meeting the needs of customers for electrical energy. The largest power producer in Bali is PT. Indonesia Power UP Bali. The power plant owned by PLTDG with 200 MW electricity production capacity is operated using LNG gas and diesel fuel (HSD/LFO). Due to the use of diesel fuel is limited, the PLTDG is operated with LNG gas. The difference in fuel used affects the performance of the plant. Performance analysis gives an overview in terms of engineering and BPP analysis provides an overview of the economy side. This research is done by calculation using diesel engine performance equation, and then compared the performance of PLTDG using LNG and diesel fuel and analyzed economically. The results obtained are the performance of diesel powered PLTDG larger but in terms of economics of BPP PLTDG results using LNG gas is more economical.
PENGARUH LGV TERHADAP PERFORMA DAN EMISI GAS BUANG PADA MOBIL TRANSMISI MANUAL Aris Budi Sulistyo; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Nyoman Budiarsa
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya laju pertumbuhan perekonomian masyarakat Indonesia menyebabkan kebutuhan masyarakat juga semakin tinggi. Liquefied Gas Vehicle (LGV) yang merupakan pengembangan dari Liquefied Petroleum Gas (LPG). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemakaian bahan bakar Liquefied Gas for Vehicle (LGV) terhadap torsi, daya, konsumsi bahan bakar spesifik dan emisi gas buang kendaraan mobil dengan transmisi manual. Metode Analisis data yang digunakan pada penelitian adalah ini terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pengumpulan data dan tahap pengolahan data. Analisis ini juga membahas tentang konsumsi bahan bakar spesifik, kemudian trend analisis, termasuk juga optimasi dan analisis desain faktorial yang dijabarkan menggunakan software Sigmaplot.13. Hasil yang diperoleh adalah pemakaian bahan bakar Liquefied Gas for Vehicle (LGV) meningkatkan torsi, daya, dan menurunkan konsumsi bahan bakar spesifik serta menurunkan emisi gas buang kendaraan. LGV bekerja dengan baik pada putaran tinggi. Hal ini berarti LGV hanya cocok digunakan pada pembebanan sedang dan putaran mesin tinggi. Penggunaan bahan bakar vigas cenderung menghasilkan daya dan torsi yang lebih baik dibanding bensin. Keunggulan LGV dibandingkan dengan bensin oktan 88 pada putaran tinggi mengindikasikan bahwa penghematan bahan bakar akan dicapai lebih baik pada penggunaan LGV dibandingkan dengan bensin oktan 88 pada kecepatan tinggi
Pengujian SFC Konverter Kit Buatan untuk LPG pada Mobil dengan Sistem Injeksi Karburator Gede Bayu Wiria Esaputra; IGB Wijaya Kusuma; I Made Widiyarta
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i01.p07

Abstract

Salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil yang berkembang di masyarakat Indonesia adalah Bahan Bakar Gas (BBG) diantaranya Liquified Petroleum Gas (LPG). Akan tetapi konversi BBM ke BBG di Indonesia saat ini belum terlihat secara nyata kemajuan perkembangannya. Kendala selain tingginya harga satu paket konverter kit di pasaran adalah performa yang di hasilkan oleh LPG masih relatif kecil dari Pertamax. Oleh karena itu penulis mencoba membuatkan Konverter Kit baru dengan harga yang lebih terjangkau dan performa yang di hasilkan lebih baik dari Pertamax. Untuk mengetahui performa mesin dari pemakaian Konverter Kit LPG buatan ini maka perlu dilakukan pengujian terhadap daya dan konsumsi bahan bakar spesifik dari penggunaan LPG dan dibandingkan dengan Pertamax. Masing-masing pengujian dilakukan dengan perpindahan persneling dan putaran mesin yang sama antara 2000 hingga 6000 rpm. Dari hasil pengujian penggunaan bahan bakar LPG menghasilkan Daya sebesar 32,87 Hp sedangkan Pertamax sebesar 24,61 Hp dan Konsumsi Bahan Bakar yang lebih baik dibandingkan bahan bakar Pertamax dimana SFC LPG sebesar 17,79 gr/Hp.dt dan Pertamax sebesar 12,11 gr/Hp.dt. LPG dari Konverter Kit buatan ini lebih hemat bahan bakar, dan menghasilkan daya yang lebih besar dibandingkan Pertamax, sehingga menghasilkan SFC yang lebih baik dibandingkan Pertamax. One of alternative energy substitute for fossil fuels that is developing in Indonesian society is Gas Fuel (BBG) including Liquified Petroleum Gas (LPG). However, the conversion of BBM to BBG in Indonesia is not yet visible in the progress of its development. The obstacle besides the high price of one converter kit package on the market is the performance produced by LPG is still relatively small than Pertamax. Therefore, the author tries to make a new converter kit with a more affordable price and better performance than Pertamax. To find out the engine performance of the use of this artificial LPG Converter Kit it is necessary to test the specific power and fuel consumption of LPG usage and compare with Pertamax. Each test is carried out with the same gear shift and engine speed between 2000 and 6000 rpm. From the results of testing the use of LPG fuels produce power about 32,87 Hp and Pertamax produce power about 24,61 Hp and fuel consumption more good compared to Pertamax fuels, which is 17,79 gr/Hp.s for LPG and 12,11 gr/Hp.s for Pertamax. The LPG from this artificial converter kit is more fuel efficient, and produces more power than Pertamax, so it produces a better SFC than Pertamax.
Analisa Unjuk Kerja Alat Penukar Panas Amine Regenerator Reboiler di PT Pertamina EP Prabumulih Field Kelvin Ryanta Tanato; I Gusti Bagus WIjaya Kusuma; I Gusti Ngurah Nitya Santhiarsa; Ni Made Dwidiani
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses perpindahan panas merupakan proses yang banyak dipakai dalam industri perminyakan, salah satunya adalah Amine Regenerator Reboiler yang dipakai di PT PERTAMINA EP, yang merupakan heat exchanger jenis shell and tube yang berfungsi untuk mengubah fase dari bottom kolom de-propanizer yang berupa fase cair menjadi fase uap sebagai refluk dengan memanfaatkan steam sebagai fluida panas. Ada 3 hal yang mempengaruhi unjuk kerja penaukar panas yakni operating pressure, debit, dan heat flux. Oleh sebab itu, maka analisis unjuk kerja dari Amine Regenerator Reboiler dilakukan untuk mengetahui factor yang mempengaruhi menurunnya kinerja dari alat, apakah tekanan, debit ataukah heat flux yang mempengaruhi penurunan kinerja alat tersebut. Semua nilai dari persamaan diatas akan diperoleh dengan menggunakan dasar-dasar persamaan dalam perpindahan panas serta bilangan-bilangan tidak berdimensi. Dari penelitian ini, kesimpulan yang dapat kita ambil adalah pada on-design efektifitas atau performansi yang dihasilkan oleh amine regenerator sebesar 43.19 % sedangkan pada kondisi existing unjuk kerja yang dihasilkan adalah sebesar 27.28 %. Penurunan performansi di Amine Regenerator Reboiler disebabkan oleh rendahnya massa yang mengalir di sisi tube sehingga berakibat pada menurunnya temperatur yang disirkulasikan di alat penukar panas tersebut. Karena massa dan temperatur menurun, maka secara langsung menurunkan performansi dari alat penukar panas tersebut. Dari tiga parameter yang dipersyaratkan untuk menghitung performansi alat penukar panas, maka faktor dominan yang mempengaruhi adalah massa fluida yang mengalir di sisi tube. Rendahnya massa fluida tersebut berakibat pada menurunnya temperatur yang dipindahkan dan mengakibatkan turunnya heat fluks yang dipertukarkan. The heat transfer process is a widely used process in the petroleum industry, one of which is the Amine Regenerator Reboiler used in PT PERTAMINA EP, which is a heat exchanger of shell and tube type that serves to change the phase of the bottom of the de-propanizer column in the form of liquid phase into phase steam as a reflux by utilizing steam as a hot fluid. There are three things that affect the performance of heat exchangers namely operating pressure, discharge, and heat flux. Therefore, performance analysis of Amine Regenerator Reboiler is performed to determine the factors that influence the decreasing performance of the appliance, whether pressure, discharge or heat flux that affect the performance degradation of the tool. All values ??of the above equations will be obtained by using the basics of equations in heat transfer as well as dimensionless numbers. From this research, the conclusion that we can take is on the on-design effectiveness or performance generated by amine regenerator of 43.19% while in the existing condition the resulting performance is 27.28%. The decrease in performance in the Reboiler Amine Regenerator is due to the low mass flowing on the side of the tube resulting in decreased temperature being circulated in the heat exchanger. As the mass and temperature decrease, it directly decreases the performance of the heat exchanger. Of the three parameters required to calculate the performance of the heat exchanger, the dominant factor that affects the fluid mass flowing on the side of the tube. The low mass of the fluid results in a decrease in transferred temperature and resulted in a decrease in the heat fluxes being exchanged.
Analisis pengaruh panjang gelombang cahaya terhadap keluaran panel surya tipe polycrystalline Ni Luh Putu Mustia Sridewi; Hery Suyanto; I Gusti Bagus WIjaya Kusuma
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2018.v04.i02.p03

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh panjang gelombang cahaya terhadap daya keluaran pada panel surya tipe policrystalline. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang gelombang cahaya terhadap daya keluaran pada panel surya. Pengukuran dilakukan dengan mengukur teganan dan arus pada panel surya menggunakan cahaya lampu berwarna merah, kuning, hijau dan biru dengan panjang gelombang masing-masing 706 nm, 662 nm, 538 nm dan 496 nm. Data Menunjukan bahwa warna merah yang mempunyai panjang gelombang lebih besar, menghasilkan daya keluaran yang lebih besar dibandingkan dengan warna kuning, hijau dan biru. Kata kunci: Panjang gelombang, Daya keluaran, Panel surya, Policrystalline, Cahaya Research on the effect of light wavelengths on the power output of solar panels polycrystalline type. This study aims to determine the effect of light wavelength on the power output of solar panels. Measurements were performed by measuring voltage and current on solar panels using red, yellow, green and blue lights with their respective wavelengths on red, yellow, green and blue lights with a wavelength of 706 nm, 662 nm, 538 nm and 496 nm respectively. Data shows that the red color has a larger wavelength, resulting in greater output power compared to yellow, green and blue. Keywords: Wavelength, Power output, Solar panel, Polycrystalline, lights.
Analisa Getaran Mekanik Pada Panser Badak Andoyo Rifky Widighda; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Gusti Ngurah Nitya Santhiarsa; Ni Made Dwidiani
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pemerintahan Presiden Jokowi sekarang ini beberapa peralatan perang Indonesia diwajibkan dibuat bangsa Indonesia sendiri setidaknya 30% komponen lokal dan 70% nya boleh mengimpor. Pada kesempatan ini penelitian difokuskan pada kendaraan khusus yang diproduksi oleh PT. Pindad (Persero) yaitu Panser BADAK. Karena Panser BADAK ini dilengkapi persenjataan sehingga pada saat melakukan penembakan akan terjadi getaran pada turret maupun bodi nya itu sendiri. Di dalam getaran sendiri ada beberapa parameter yang harus diperhatikan yaitu seperti osilasinya, error, dan stabilitas turret panser. Oleh sebab itu perlu diteliti getaran yang terjadi pada panser BADAK agar menghasilkan simpangan dan kesalahan sekecilnya pada saat dioperasikan. The current administration of President Jokowi some Indonesian war equipment is required to be made by the Indonesian nation alone at least 30% of local components and 70% of them may import. On this occasion research focused on special vehicles manufactured by PT. Pindad (Persero) is Panzer BADAK. Because Panzer BADAK is equipped with weaponry so that at the time of the shooting will occur vibration on the turret or body itself. In the vibration itself there are several parameters that must be considered, such as oscillation, error, and stability of the turret panser. Therefore it is necessary to investigate the vibrations that occur in the BADAK tank to produce the deviation and errors as small as when operated.
Pengaruh Sudut B dan W pada PLTS di PT Indonesia Power Rinaldo Siahaan; IGB Wijaya Kusuma; IW Bandem Adnyana
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i01.p08

Abstract

Energi surya merupakan energi terbarukan yang jumlahnya tidak terbatas sehingga sangat berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yang sangat ramah lingkungan. Salah satu pembangkit energi listrik tenaga surya ada di PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Bali tepatnya di gedung A dan telah dilakukan penelitian pada bulan November sampai bulan Desember dari pukul 08.00 sampai 16.00. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sudut kemiringan panel surya (?) dan sudut jam (?) yang tepat sehingga pembangkit listrik tenaga surya menghasilkan efisiensi dan energi yang optimum yang mana akan mengurangi pemakaian energi listrik dan dengan biaya produksi yang lebih murah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sudut jam (?) panel surya mempengaruhi intensitas dan daya output panel surya dicapai lebih cepat 1 jam jika sudut (?) bernilai -15° dan sebaliknya. Dan hasil penelitian ini juga menunjukkan sudut kemiringan (?) panel surya yang paling tepat dibandingkan dengan yang terpasang saat ini adalah 15° menghadap selatan dengan peningkatan intensitas yang diterima panel surya 60,60%, peningkatan daya output 81,80% dan peningkatan efisiensi 13,38%. Solar energy is an unlimited amount of renewable energy that has the potential to be used as an alternative energy source that is very environmentally friendly. One of the solar power plants in PT Indonesia Power Generation Business Unit Bali precisely in building A and has been conducted research in November to December from 08.00 am to 16.00 pm. This study aims to determine the slope angle of solar panels (?) and clock angle (?) that are right so that solar power plants produce optimum efficiency and energy which will reduce electricity consumption and with lower production costs. The results of this study indicate that the clock angle (?) of solar panels affects the intensity and output power of solar panels achieved 1 hour faster if the angle (?) is -15 ° and vice versa. And the results of this study also show the most appropriate slope angle (?) of solar panels compared to the one currently installed is 15° south with an increase in intensity received by solar panels 60,60%, increase in output power 81,80% and increase in efficiency 13,38 %
UNJUK KERJA MOBIL BERTRANSMISI MANUAL MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR LIQUIFIED GAS FOR VEHICLE (LGV) I Dewa Gede Ari Suwira Putra; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; Anak Agung Adhi Suryawan
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan Bakar minyak (BBM) merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui maka cepat atau lambat akan habis. Dalam keadaan seperti ini diperlukan sebuah alternatif lain yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak. Penggunaan bahan bakar gas, khususnya Liquefied Gas for Vehicle (LGV) merupakan salah satu energi alternatif  yang murah serta dapat meningkatkan performa mesin. Penelitian yang dilakukan yaitu pengujian unjuk kerja pada mobil bertransmisi manual pada kondisi stasioner. Pengujian unjuk kerja mobil ini dilakukan menggunakan alat Dyno test. Data hasil pengujian dianalisis dengan cara mendeskripsikan dan merangkum hasil-hasil pengujian dalam bentuk tabel dengan menggunakan Software Microsoft Excel, lalu di ubah ke dalam bentuk grafik. Data menunjukkan besarnya torsi dan daya yang dihasilkan menggunakan bahan bakar Premium dan LGV. Dari hasil pengujian, penggunaan bahan bakar Liquified Gas for Vehicle (LGV) menghasilkan Daya dan Torsi yang lebih baik dari pada bahan bakar Premium. Torsi mengalami kenaikan sebesar 4.84 % dan daya mengalami kenaikan sebesar 4.74 %.Fuel oil (BBM) is a natural resource that can not be updated sooner or later will be depleted. In circumstances such as this required an alternative that can be used as a substitute for fuel oil. The use of fuel gas, especially Liquefied Gas for Vehicle (LGV) is a cheap alternative energy and can improve engine performance. Research done is test the performance of the manual transmission car in stationary conditions. Testing the performance of the car is done using a Dyno test. The test data is analyzed by describing and summarizing the test results in tabular form using Microsoft Excel software, then the change in the form of graphs. The data show the amount of torque and power produced by the engine using premium fuel and LGV. From the test results, the use of fuel Liquefied Gas for Vehicle (LGV) generate power and torque better than the Premium fuel. Torque has increased by 4.84% and power increased by 4.74%.
A Analisa Kinerja Pembangkit Listrik Dual-Fuel Kapasitas 40 Kw Berbasis Gasifikasi Limbah Sabut Kelapa Di PT. Indonesia Power Pesanggaran Bali A.A Ngurah Wisnu Kusuma; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; A.A.I.A.S Komaladewi
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2019.v05.i01.p04

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kinerja pembangkit listrik dual-fuel 40 kW berbahan bakar solar dan bahan bakar hasil gasifikasi dari limbah sabut kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konfigurasi laju alir udara pembakaran (AFR) terhadap daya keluaran mesin diesel dan penghematan minyak solar yang dihasilkan. Pengukuran dilakukan dengan mengukur konsumsi bahan bakar solar, laju alir gas produser, daya genset, dan konsumsi sabut kelapa pada bukaan valve inlet udara pembakaran setengah dan penuh dengan pemberian beban listrik 0-100%. Data menunjukan bahwa konfigurasi laju alir udara pembakaran (AFR) yang baik digunakan adalah bukaan setengah dan kinerja mesin diesel dual-fuel menggunakan bahan bakar biomassa sabut kelapa mampu mengurangi konsumsi solar sebesar 41.4% Research on the performance of 40 kW dual-fuel power plants with diesel fuel and gasification fuel from coconut fiber waste. This study aims to determine the configuration of combustion air flow rate (AFR) on diesel engine output power and saving diesel fuel produced. Measurements were made by measuring diesel fuel consumption, producer gas flow rate, generator power, and coconut fiber consumption at the opening of the half and full combustion air inlet valve by providing 0-100% electric load. Data shows that the configuration of the combustion air flow rate (AFR) good to use is the half openings and the performance of dual-fuel diesel engines using coconut fiber biomass fuel can reduce diesel consumption by 41.4%
Analisa Sistem Pembuangan Limbah pada Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Bedugul I Made Bayu Artikajaya; I Gusti Bagus WIjaya Kusuma; Cok Istri Putri Kusuma Kencanawati; Ni Made Dwidiani
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (Geothermal) merupakan salah pembangkit listrik yang mampu di terapkan di Indonesia khususnya di Bali. Di Bali sendiri PLTP sudah mulai dibangun sejak tahun 1997, namun proyek tersebut mangkrak dan baru digarap lagi tahun 2005. Pada tahun 2005 masyarakat sekitar menolak pembangunan proyek tersebut, karena masyarakat resah dengan akan menyusutnya air permukaan danau akibat eksplorasi 3 sumur yang dibangun. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis apakah PLTP Bedugul dapat dikatakan renewable dengan menghitung besarnya laju aliran massa limbah cair dan uap yang dihasilkan. Pada PLTP Bedugul terdapat dua jenis fluida yang digunakan, yakni uap panas bumi sebagai bahan pemanas serta brine sebagai fluida kerja yang digunakan untuk memutar turbin. Maka dari itu nantinya akan didapatkan 4 jenis limbah yang dihasilkan dari PLTP Bedugul. Untuk mendapatkan data, penulis melakukan observasi ditambah dengan melakukan simulasi terhadap PLTP Bedugul tersebut. Berdasarkan hasil penelitian maka didapat Limbah cair steam memiliki laju aliran massa sebesar 3,02 kg/s sedangkan limbah dalam bentuk uap memiliki laju aliran massa sebesar 0,09 kg/s. Limbah cair brine memiliki laju aliran massa sebesar 18,7 kg/s sedangkan limbah dalam bentuk uap memiliki laju aliran massa sebesar 4,5 kg/s. Geothermal Power Plant is one of the power plants that can be applied in Indonesia, especially in Bali. In Bali Geothermal Power Plant has been built since 1997, but the project was stopped and begin again in 2005. In 2005 the villains refused the construction of the project, because they scared with the shrinking surface water of the lake due to the exploration of 3 wells built. This research is intended to analyzing is Bedugul Geothermal Power Plant can be said to be renewable by calculating the mass flow rate of liquid waste and steam generated. In Bedugul Geothermal Power Plant there are two types of fluid used, there were geothermal steam as a heater and brine as a working fluid used to rotate turbines. Therefore it will be obtained 4 types of waste came from Bedugul Geothermal Power Plant. To get the data the author making an observations and coupled with a simulation of the Bedugul Geothermal Power Plant. The steam liquid waste has a mass flow rate of 3,02 kg / s while the waste in the vapor form has a mass flow rate of 0.09 kg / s. Brine liquid waste has a mass flow rate of 18,7 kg / s whereas waste in the form of steam has a mass flow rate of 4,5 kg / s.