Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN RESIRKULATOR GAS BUANG UNTUK MENINGKATKAN UNJUK KERJA MESIN SEPEDA MOTOR EMPAT LANGKAH I Ketut Adi; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I W Bandem Adnyana
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 2 (2015): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.6 KB)

Abstract

EGR (Exhaust Gas Recirculation) sebagai salah satu rekayasa teknologi pada gas buangkendaraan bermotor baik bensin maupun diesel telah lama diaplikasikan. Cara ini meresirkulasikansejumlah tertentu gas buang masuk ke intakemanifold untuk menurunkan suhu pembakaran diruang bakar, salah satunya untuk menekan timbulnya NOx. Kegiatan penelitian ini juga berfokuspada resirkulasi gas buang, tetapi hanya di daerah saluran buang saja, dan ditujukan untukmeningkatkan performa mesin. Unjuk kerja mesin sepeda motor empat langkah dalam penelitianini diperoleh dengan uji dynamometer, dengan memperbandingkan hasil uji antara mesin denganknalpot tanpa ResirkulatorGas Buang dan mesin dengan knalpot yang dilengkapi denganResirkulator Gas Buang. Dari hasil uji yang dilakukan dalam penelitian ini, telah dapat dilihatadanya peningkatan unjuk kerja mesin ketikaresirkulator gas buang dipergunakan. Dalampenelitian ini,pada putar tertingginya, terdapat peningkatan daya yang dihasilkan sebesar5,75 %dan torsi meningkat sebesar 4 %. Ini berarti bahwa penggunaan resirkulator dengan knalpot jenisini cocok untuk kecepatan tinggi.
KAJIAN UNJUK KERJA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS G4 PT INDONESIA POWER UNIT BISNIS PEMBANGKITAN BALI Yon Eko Saputro; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Made Widiyarta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 3 (2014): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.148 KB)

Abstract

Kebutuhan listrik rata-rata pulau Bali adalah sebesar 700 MW. Terdiri atas kapasitas pembangkit di Bali sebesar 427,59 MW, dan suplai daya dari Jawa melalui jaringan kabel laut sebesar 200 MW. Mengingat sangat pentingnya pemenuhan kebutuhan listrik dan mahalnya biaya investasi pembangunan pembangkit baru maka pembangkit-pembangkit yang sudah ada harus dimanfaatkan dengan maksimal, begitu juga dengan PLTG Pesanggaran. Salah satu cara untuk menjaga kehandalan sistem pembangkit adalah dengan melakukan over houl setelah pembangkit dioperasikan dalam satuan waktu tertentu. Dari Hasil pengujian yang dilakukan oleh PT PLN Jasa Sertifikasi diketahui bahwa setelah over houl pembangkit justru mengalami penurunan daya dan pemborosan bahan bakar, permasalahan inilah yang kemudian menjadi dasar dalam melakukan penelitian ini. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penyebab penurunan performa dan pemborosan bahan bakar dikarenakan adanya kenaikan entalphi setelah proses kompresi secara rerata sebasar 2,69 kJ/kg yang memicu pemborosan bahan bakar. Besar penurunan performa pembangkit adalah 678,75 kW secara aktual dan 703,72 kW secara teoritis. Sedangkan pemborosan bahan bakar ditunjukkan dengan peningkatan Spesifik fuel Consumtion pembangkit dari sebelum dan sesudah over houl yaitu 0,3271 menjadi 0,3480 secara aktual dan 0,3259 menjadi 0,3469 secara teoritis. Akibat adanya penuruan performa dan pemborosan bahan bakar potensi kerugian perusahaan mencapai Rp. 137.803.325 / hari.
UJI KARAKTERISTIK PENYEMPROTAN BAHAN BAKAR BIODIESEL PADA NOZEL MESIN DIESEL DENGAN SISTEM INJEKSI LANGSUNG Agapito Pinto; I G B Wijaya Kusuma; I W Bandem Adnyana
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 1 (2015): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.827 KB)

Abstract

Minyak nyamplung merupakan salah satu jenis minyak nabati yang dihasilkan dari biji tanamannyamplung yang banyak tumbuh di daerah pantai, minyak yang dihasilkan dari biji nyamplung ini berpotensiuntuk digunakan sebagai pengganti bahan bakar solar pada mesin diesel. Untuk itusebagai langkah awal, studieksperimental telah dilakukan untuk menguji karakteristik semprotan minyak (spray) biodiesel melaluimekanisme menyerupai nosel injektor mesin diesel. Minyak biodiesel dari biji nyamplung yang diuji inidicampur dengan minyak solar dengan berbagai variasi, yakni 5%, 15%, 20%, 100% biodiesel, dan 100%minyak diesel. Karakteristik semprotan yang diuji dalam penelitian ini meliputi data panjang tip penetrasisemprotan (L), sudut semprotan(θ), kecepatan semprota (Uin ), dan distribusi ukuran butiran yang dibentuk padamasing - masing campuran biodiesel tersebut.. Dari pengujian yang telah dilakukan, diketahui bahwapeningkatan campuran bahan bakar biodiesel akan menghasilkan sudut semprotan (θ) yanglebih besar tapipanjang tip penetrasi semprotan (L) semakin kecil. Begitu juga kecepatan terbentuknya semprotan cenderungmelambat seiring dengan bertambahnya persentase biodiesel pada campuran minyak solar tersebut.
Protection on Nozel Maintenance, Isuzu Panther Machine Early Generation I Wayan Suma Wibawa; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 20 No 2 (2020): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/logic.v20i2.1894

Abstract

Even though it is old, the existence and existence of Isuzu Panther cars in the 90s are still widely used, this is because in addition to the well-known / tested engine stubborn but also fuel efficient. To maintain the condition of the engine to stay fit, vehicle owners must pay attention to the maintenance of their cars regularly. One engine component that is vital and must receive special care is the Nozzle. The treatment of the nozzle is physical condition checking, cleaning and proper testing. This test is done by giving pressurized fuel to the nozzle, then we observe and analyze how the character of the spray. Testing pressure variations of 90 bar, 100 bar, 110 bar, 120 bar, and 130 bar (range of nozzle working pressure from the factory) using diesel, The characteristics of the fuel spray tested are the length of the spray penetration tip (L), speed spray (v or Uin), spray angle (Ɵ), and large distribution of granules formed at each pressure variation. From the test it is known, at 110 bar testing pressure has the best characteristics, both in terms of spray and the number of grains.
PENGGUNAAN PERANGKAT LUNAK COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) DALAM MENGANALISIS SISTEM PENGERING IKAN TUNA BERTENAGA SURYA I Nyoman Budiarthana; I G. B. Wijaya Kusuma; I Made Widiyarta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.415 KB)

Abstract

Pengukuran langsung telah dilakukan untuk suhu udara dan kecepatan angin untukpengering energi surya ini. Dari kemampuan simulasi yang dapat disajikan, penggunaan perangkatlunak Cumputational Fluid Dynamics (CFD), dapat membantu menunjukkan perilaku fluidapengering dan pencapaian suhu yang dapat dicapai dari suatu dimensi konstruksi rancang bangununit sistem pengering. Hal itu ditampilkan dalam pola aliran, bentuk kontur suhu dan distribusisuhu yang terjadi dalam suatu rancangan. Dengan demikian, akan dapat juga membantumengurangi waktu , biaya dan tenaga yang dipergunakan dalam membuat pengering ikan tuna,karena tidak perlu melakukan pembuatan secara coba-coba, sehingga akan diperoleh konstruksiyang efektif dan fungsional
PEMURNIAN BIOGAS TERHADAP GAS PENGOTOR KARBONDIOKSIDA (CO2) DENGAN TEKNIK ABSORBSI KOLOM MANOMETER (MANOMETRY COLUMN) Nanang Apriandi MS; IGB Wijaya Kusuma; I Made Widiyarta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 1 (2013): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.85 KB)

Abstract

Biogas merupakan salah satu teknologi ramah lingkungan yang dapat menjadi sumber energi alternatif dan sangat berpotensi untuk dikembangkan. Kandungan gas metana yang dominan menjadikan biogas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Oleh karena itu, tingkat kemurnian CH4 yang dihasilkan merupakan faktor yang sangat penting. Optimalisasi pemanfaatan biogas dapat dilakukan dengan cara menghilangkan gas-gas yang berpotensi menghambat proses pembakaran biogas, salah satunya adalah karbondioksida. CO2 yang mana di dalam pembakaran secara tidak langsung mempengaruhi kualitas hasil pembakaran. Di samping itu, keberadaan CO2 di dalam biogas mempunyai persentase yang cukup besar (24-45%). Di dalam penelitian ini, pengurangan gas CO2 di dalam biogas dilakukan dengan menggunakan teknik absorbsi kolom manometer, dengan menggunakan absorben Ca(OH)2. Variabel-variabel yang dipelajari meliputi variabel proses, diantaranya konsentrasi absorben dan ketinggian permukaan absorben pada kolom absorbsi. Konsentrasi absorben divariasikan dari 1M, 2M dan 3M, sedangkan ketinggian permukaan absorben pada kolom absorbsi divariasikan dari 10cm, 30cm dan 40cm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil penyerapan CO2 yang paling maksimal, sehingga dapat digunakan di dalam upaya pemurnian biogas.Hasilnya, kadar CO2 yang terdapat di dalam biogas hasil pemurnian pada kisaran 30,61%vol (dari sebelumnya 59,95%vol), dan kadar CH4 yang terkandung di dalam biogas setelah pemurnian yaitu pada kisaran 68,74%vol (dari sebelumnya 39,60%vol), yang terjadi pada proses absorbsi dengan konsentrasi absorben 3M dan ketinggian permukaan absorben pada kolom absorbsi 40cm.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, teknik absorbsi kolom manometer dapat digunakan sebagai salah satu teknik alternatif dalam proses pemurnian biogas. Perbedaan konsentrasi dan ketinggian permukaan absorben pada kolom absorbsi, berbanding lurus dengan kemampuan penyerapan gas CO2.
PENGUJIAN PERFORMANCE BIODIESEL BIJI ALPUKAT DI TINJAU DARI KARAKTERISTIK PANJANG PENYEMPROTAN DAN UKURAN BUTIRAN Anak Agung Surya Dwi Pramana; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Made Widiyarta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.264 KB)

Abstract

Minyak biji alpukat merupakan salah satu jenis minyak yang bersumber dari minyak nabati yang dapat dijadikan sebagai pilihan bahan bakar alternatif karena biji buah alpukat yang biasanya menjadi sampah buangan oleh masyarakat apabila dapat diberdayakan kembali akan memberikan suatu dampak positif, baik lingkungan dalam hal pengurangan jumlah sampah ataupun dari segi pemanfaatanya sebagai salah satu sumber bahan bakar terbarukan. Oleh karena itu, telah dilakukan suatu pengujian eksperimental untuk menguji karakteristik semprotan (spray) biodiesel biji alpukat yang diuji pada ruang pengujian bermekanisme nosel injektor mesin diesel. Adapun variasi campuran pengujian bahan bakar yaitu 5%, 10%, 15%, 20%, 100%BD, dan 100%D. Karakteristik semprotan bahan bakar yang di uji adalah panjang tip penetrasi semprotan (L), kecepatan semprotan (Uin), sudut semprotan (Ɵ), dan distribusi besar butiran yang terbentuk pada masing – masing campuran bahan bakar biodiesel yang di uji. Dari pengujian yang telah dilakukan maka didapatkan sebagai berikut, dengan penambahan biodiesel minyak alpukat pada solar murni berpengaruh pada penurunan kecepatan terbentuknya tip penetrasi semprotan juga memperkecil sudut semprotan.
INTEGRASI ENERGI SURYA DAN MUNICIPAL SOLID WASTE (MSW) UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS PEMBANGKIT LISTRIK DI BANGLI Adi Pratama Putra; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Wayan Bandem Adnyana
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 2 (2015): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.998 KB)

Abstract

Pemerintah pusat mencanangkan pentingnya hemat energi serta berusaha untuk mengembangkanpembangkit listrik dengan menggunakan energi alternatif. Namun pemakaian energi alternatif secarakeekonomian sangatlah kurang. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka diperlukan integrasi beberapa energialternatif, salah satunya adalah Municipal Solid Waste (MSW) yang diintegrasikan dengan energi surya (PLTS),sehingga dapat memberikan peningkatan nilai keekonomian dan meningkatkan produktifitas pembangkit diBangli yang sekarang ini telah ada PLTS. Limbah MSW kabupaten Bangli terdiri atas 54 m3 berupa plastik, 36m3 berupa kertas/kardus yang dapat digunakan sebagai bahan baku briket, 72 m3 berupa limbah organik,pertanian dan sisa makanan dan limbah bambu sebesar 36,1 ton. Berdasarkan integrasi tersebut dihasilkan totalenergi aktual sebesar 163,35 MWh atau 6,80 MW dimana PLTS menghasilkan 0,64 MW sehingga Energi yangdidapat dari integrasi adalah sebesar 7,44 MW.
PERANCANGAN ALAT UJI DETEKTOR EMISI GAS BUANG YANG DILENGKAPI DENGAN INTERFACE KOMUNIKASI USB I Wayan Arip Wibawa; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Made Widiyarta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 2 (2015): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.176 KB)

Abstract

Penggunaan motor bensin menghasilkan polutan gas yang berbahaya, dampak dari penggunaan motorbensin. Hasil dari pembakaran kendaraan bermotor mengakibatkan pencemaran udara semakin meningkat. Gas CO,CO2, HC dan O2 adalah jenis gas yang sering dimonitoring oleh pendeteksi emisi gas buang, namun bentuk alat yangdigunakan tidak efisien karena tidak bisa digunakan secara portable.Pada proyek kerja dirancang sebuah alat yang mampu mendeteksi langsung emisi gas buang pada motorbensin menggunakan sensor MQ-4, MQ-7 dan MQ-135. Sensor tersebut menghasilkan output berupa tegangananalog yang akan dikonversi ke bentuk digital. Oleh sebab itu, sensor MQ dipakai sebagai dasar pembuatan alatpendeteksi.Output sensor yang berupa tegangan analog akan diteruskan ke rangkaian ADC untuk dikonversi ke dalambentuk digital. Data kemudian akan dilanjutkan ke rangkaian mikrokontroller ATMega328 yang kemudian akanditampilkan pada layar LCD dan melalui interface komunikasi USB bisa mendapatkan data emisi gas buang padakendaraan dan ditampilkan pada PC.
UJI KARAKTERISTIK SEMPROTAN BIODIESEL MINYAK BIJI PINANG DAN UNJUK KERJA PADA MESIN DIESEL SILINDER TUNGGAL PUTARAN STATIONER I Ketut Kariada; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Wayan Widiyarta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.761 KB)

Abstract

: Bahan bakar nabati semakin populer ketika bahan bakar fosil mulai mengalami fluktuasi harga seiring menipisnya persediaan minyak dunia. Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk menemukan bahan-bahan sebagai pengganti minyak bumi terutama solar, salah satunya adalah biji pinang. Biji pinang diolah menjadi minyak, dimana di pasaran dikenal dengan sebutan minyak atsiri, telah dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pengganti solar. Penelitian ini menitikberatkan tentang proses pengolahan biji pinang untuk menjadi bahan baku biodiesel dan meneliti karakteristik fisika dan karakteristik semprotan biodiesel, yang meliputi sudut semprotan, panjang tip penetrasi dan ukuran butir. Karakteristik biodiesel dari minyak biji pinang dibandingkan dengan minyak solar, serta pengujian unjuk kerja pada mesin diesel silinder tunggal dengan presentasi campuran biodiesel 5% dan minyak solar 95%, biodiesel 10% dan minyak solar 90%, biodiesel 15% minyak solar 85%, biodiesel 20% minyak solar 80%, biodiesel 100% dan minyak solar 100%. Data penelitian menunjukkan bahwa karaktertistik fisika biodiesel minyak biji pinang lebih rendah 15% jika dibandingkan dengan minyak solar. Pengujian karakteristik semprotan menunjukkan bahwa prosentase 100%BD memiliki panjang tip penetrasi mencapai 197 mm dan sudut yang terbentuk 130, lebih baik bil dibandingkan dengan minyak solar. Pada pengujian unjuk kerja, nilai sfc terendah terjadi pada campuran 20%BD.