Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Perbaikan Sistem Instalasi Pembuangan Air Limbah Kawasan Pemukiman Francisco Sarmento; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Wayan Bandem Adnyana
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urbanisasi di kota Denpasar terus mengalami peningkatan dan standar hidup masyarakat di kota-kota besar juga terus meningkat di mana kebutuhan sumber air bersih menjadi lebih tinggi, Kota Denpasar merupakan tujuan wisata lokal (domestic) maupun internasional, sehingga pengelolaan lingkungan menjadi salah satu prioritas utama bagi pemerintah. upaya pencegahan masuknya air limbah domestik yang telah dilakukan oleh pemerintah melalui Sanitasi berbasis Masyarakat (Sanimas) untuk pengolahan skala komunal dan Denpasar Sewerage Development Project (DSDP) sebagai pengolahan air limbah domestik terpusat skala kawasan, serta Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Suwung. Metode dan tahapan proses pengolahan limbah cair yang telah dirancang dalam penelitian ini menunjukkan hasil yang bagus. Karena limbah cair yang ada memiliki kandungan polutan yang hampir sama sehingga tidak akan dibutuhkan proses pengolahan yang berbeda pula. Proses pengolahan tersebut telah dapat diaplikasikan secara keseluruhan, berupa kombinasi beberapa proses atau hanya salah satu proses. Proses pengolahan tersebut dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan atau faktor finansial agar menghasilkan biaya yang lebih ekonomis. Pemecahan masalah air limbah dengan metoda ringkas dan menghasilkan output yang lebih baik bagi lingkungan hidup dilakukan dengan jalan memperbaiki sistem jaringan pembuangan limbah. Berdasarkan perbaikan sistem jaringan tersebut, maka dapat disampaikan bahwa untuk menangani 600 pelanggan dimana tiap pelanggan dibatasi sebesar 20 liter limbah cair per hari sehingga volume limbah per hari yang bisa dilayani adalah 12.000 liter dengan kebutuhan energi listrik adalah 5,238 kWh dengan biaya Rp. 237.420 per bulan. Urbanization in the city of Denpasar continues to increase and the living standards of people in big cities also continue to increase where the need for clean water sources to be higher, The city of Denpasar is a local tourist destination (domestic) and international, so environmental management becomes one of the main priorities for the government. Efforts to prevent the entry of government domestic wastewater through Sanin-based Sanitation for communal scale processing and Denpasar Sewerage Development Project (DSDP) as centralized domestic wastewater treatment of regional scale, and Suwung Sludge Treatment Plant (IPLT). The method and stages of liquid waste treatment process which have been designed in this research show good result. Because the existing liquid waste has a content of almost the same pollutant so it will not need different processing. Processing processes have been applied as a whole, in the form of a combination of several processes or just one process. Processing is modified in accordance with the needs or financial factors in order to produce a more economical cost. Solving wastewater problems by a compact method and producing a better output for the environment is done by improving the sewerage network system. Based on the improvement of the network system, it can be said that to handle 600 customers where each customer is limited to 20 liters of liquid waste per day so that the volume of waste per day that can be served is 12,000 liters with the need for electrical energy is 5,238 kWh with cost Rp. 237,420 per month.
A Analisis Kinerja PLTD Dual-Fuel Di PT. Indonesia Power UBP Bali I Gede Kusuma Putra; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Made Dwi Budiana Penindra
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2019.v05.i01.p06

Abstract

Penelitian kinerja PLTD dual-fuel berbahan bakar solar dan gas hasil gasifikasi bambu di PT. Indonesia Power UBP Bali ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bambu agar mampu mengurangi penggunaan bahan bakar solar yang kini ketersediaannya semakin menispis dengan menggunakan sistem dual-fuel pada pembangkit listrik tenaga diesel. Pengukuran dilakukan dengan mengukur laju alir udara pembakaran dengan bukaan 0%, 50% dan 100%, laju alir gas produser (syngas), konsumsi bahan bakar spesifik, dan daya genset, serta rasio beban listrik yang diberikan 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100% dengan kapasitas genset 40 kW. Data yang didapatkan menunjukkan daya yang dihasilkan dari mode dual-fuel lebih besar yaitu 36,6 kW, dan konsumsi bahan bakar yang lebih sedikit yaitu 6,55 L/jam dengan 100% bukaan valve udara pembakaran.Substitusi penggunaan bahan bakar syngas terhadap bahan bakar solar mampu mengurangi total penggunaan bahan bakar solar sebesar 47,3%. Research on the performance of dual-fuel diesel power plant with diesel fuel and bamboo gasification gas in PT. Indonesia Power UBP Bali aims to determine the ability of bamboo to be able to reduce the use of diesel fuel which is now the availability is running low, by using a dual-fuel system in a diesel power plant. Measurements were made by measuring the combustion air flow with openings of 0%, 50% and 100%, producer gas flow rate (syngas), specific fuel consumption, and generator power, and the ratio of electrical loads given 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100%, with a generator capacity of 40 kW. The data obtained shows that the power produced from the dual-fuel mode is greater at 36.6 kW, and less fuel consumption of 6.55 L/h with 100% combustion air valve openings.The substitution for the use of syngas fuel for diesel fuel is able to reduce the total use of diesel fuel by 47.3%.
Analisis Perpindahan Panas Pada Cooler Tank FASSIP - 01 Aprianto Tangkesalu; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Nengah Suarnadwipa
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FASSIP-01 merupakan sebuah alat uji ekperimen yang dikhususkan untuk aliran satu-fasa dengan variabel parameter daya heater dan laju aliran pendingin di cooler. Pada sistem FASSIP-01 terdapat beberapa komponen penting salah satunya cooler tank. Cooler tank sendiri terdiri dari 2 bagian yaitu pipa refrigerator dan tabung cooler. Hasil eksperimen sementara yang telah dilakukan di BATAN dibagian cooler tank khususnya di pipa refrigerator, diperoleh perubahan temperatur yang meningkatkan dari keadaan awal, yang seharusya tidak boleh mengingat fungsi dan kerjanya sebagai pendingin. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis lebih dalam sistem perpindahan panas yang terjadi pada cooler tank melalui metode simulasi dan perhitungan matematis, untuk mengetahui seberapa besar temperatur fluida yang dapat diturunkan di pipa refrigerator yang akan menjadi fluida pendingin pipa utama di tabung cooler, sekaligus unjuk kerja daripada alat dan peningkatan kerja jika ada permukaan tambahan pada pipa utama di bagian dalam tabung cooler. Dari hasil analisis penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa temperatur inlet-outlet di pipa refrigerator turun dari 260C menjadi 21,570C setelah terjadi proses pendinginan. Sementara dengan penambahan permukaan pada pipa utama tabung cooler menunjukkan adanya peningkatan kerja meliputi laju perpindahan panas, efektivitas dan NTU. Laju perpindahan panas yang dihasilkan tanpa permukaan tambahan sebesar 1116,68 Watt dengan efektivitas 51% dan NTU 0,71. Sementara dengan adanya permukaan tambahan berupa cincin rectangular sebanyak 10 buah menghasilkan laju perpindahan panas sebesar 1456 Watt dengan efektivitas sebesar 67% dan NTU 1,10 dengan efisiensi 82 %. FASSIP-01 is an experimental test equipment that dedicated to a single-phase flow with variable heater power parameters and coolant flow rate in the cooler. In FASSIP-01 system, there are several important components, one is a cooler tank. Cooler tank consists from refrigerator pipes and cooler tubes. The experimental cooler tank results that had been done in BATAN, especially in refrigerator pipes, the temperature was increased from the initial state, which is should not be happened as the functions and works as cooler. This study aimed to analyze the heat transfer systems that occur on the cooler tank through simulation methods and mathematical calculations, to determine how much fluid temperature can be descreased in the refrigerator pipes which will be the fluid coolant in the cooler tubes, and performance that will increase in system if there is extended surface on the main pipe inside of the cooler tubes. From the analysis of research conducted found that the temperature at the inlet-outlet refrigerator pipes is descreased from 26oC into 21,57oC after cooling process. The extended surface on the main pipe cooler tubes showed an increase of work includes the heat transfer rate, effectiveness and NTU. The resulting rate of heat transfer without extended surface at 1116.68 Watt with effectiness 51% and NTU 0.71. While the extended surface with the form of a rectangular fins with 10 pieces produces the heat transfer rate at 1456 Watt with effectiveness 67% and NTU 1.10 as the fins efficiency 82%.
Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Pertalite Terhadap Akselerasi Dan Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Bertransmisi Otomatis A.A Wira Kresna Ningrat; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Wayan Bandem Adnyana
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelum mengeluarkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Pertamina sudah memasarkan beberapa jenis BBM seperti Premium, Pertamax dan Pertamax Plus. Keunggulan dari Pertalite adalah Pertalite dinilai lebih bersih daripada Premium karena memiliki Research Octant Number (RON) di atas 88 yang terkandung dalam Premium. Kemudian harga jual Pertalite yang lebih murah ketimbang Pertamax dengan kadar RON 92. Meskipun sudah disampaikan keunggulannya, namun belum disampaikan hasil riset resmi untuk mengetahui kinerja mesin akibat pemakaian Pertalite. Pengujian ini dilakukan pada kendaraan sepeda motor empat langkah dengan sistem transmisi otomatis dalam kondisi standar dengan bahan bakar Pertalite dibandingkan dengan Premium dan Pertamax. Pengujian dilakukan dengan variasi putaran mesin, pengujian akselerasi dengan putaran mesin dari 3000 rpm sampai dengan 6000 rpm dan pada pengujian emisi gas buang putaran mesin dari 3000 rpm, 3500 rpm, 4000 rpm, 4500 rpm dan 5000 rpm. Dari hasil pengujian akselerasi penggunaan bahan bakar Pertalite pada putaran engine 3000 – 6000 rpm menujukan akselerasi pada penggunaan bahan bakar Pertalite lebih baik dibandingkan pada penggunaan bahan bakar Premium dan kandungan emisi gas buang Pertalite secara garis besar berkurang pada gas HC, CO2, CO dan O2 sehingga dapat dikatakan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar Premium.
Uji Variasi Tekanan Nosel Terhadap Karakteristik Semprotan Bahan Bakar Biodiesel I Wayan Suma Wibawa; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Nyoman Budiarsa
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the middle of the thinness of the availability of fossil fuels, making researchers from various countries are aggressively seeking alternative energy sources that can be renewed, one of which is biodiesel from callophyluminophylum. Callophyluminophylum use of biodiesel in diesel engines still experiencing problems, due to the viscosity and density higher than petroleum diesel it results in the performance of the diesel engine is not optimal. One solution to overcome the above problems is to put more pressure on the injector so that the spray is more subtle, then tested the effect of pressure injector / nozzle of the spray characteristics. The variations in the pressure nozzle 90 bar, 100 bar, 110 bar, 120 bar and 130 bar (range working pressure nozzle from the factory) using petroleum diesel (100%), callophyluminophylum biodiesel 100% and callophyluminophylum biodiesel 5% + petroleum diesel 95 %. Fuel spray characteristics test in the penetration of the spray tip length (L), spray rate (v or Uin), spray angle (?), and distribution of large granules are formed on each - each variation of pressure. From the testing that was done then get the following, at a pressure of 120 bar nozzle BD 5% has characteristics that most closely D 100% (petroleum diesel) both of the speed of the spray, spray angle and the amount of the grain. Key words: Pressure nozzle, the length of the spray, spray time, spray angle, the distribution of grain.
Analisis Energy Sistem Biner Pada Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Bedugul I Putu Yajnartha; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; Made Sucipta; Ni Made Dwidiani
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya tingkat kebutuhan akan listrik di Bali seharusnya dapat diatasi, mengingat cadangan sumber daya alam berupa panas bumi (geothermal)seharusnya sudah di aplikasikan pada PLTP. Dalam perjalanannya PLTP Bedugul mengalami hambatan khususnya pada daya yang mampu di bangkitkan sangatlah kecil. Dalam upaya meningkatkan daya yang dapat dibangkitkan oleh PLTP Bedugul sebenarnya dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah modifikasi dengan binary cycle dan perhitungan daya yang dibangkitkan dengan metode energy. Penelitian ini dilakukan dengan simulasi CFD dan CAD drawing dengan menggunakan brine CH4 kemudian membandingkan daya dengan metode energy antara daya yang dibangkitan dengan brine dan tanpa brine. Dan berdasarkan hasil simulasi daya pada PLTP yang menggunakan brine dapat membangkitkan daya sebesar 32,7 MW atau 7 kali lebih tinggi dibandingkan dengan PLTP dengan fluida kerja tanpa brine. The high necessity of electricity in Bali should be able to overcome regarding the natural resources of geothermal should have been applied in PLTP. PLTP Bedugul, on its progress of development, encounters some obstacles especially on the small electrical power it can be generated. On the efforts to increase the electrical power that can be generated by PLTP Bedugul, it actually can be done in many ways, one is modification by binary cycle and generated power measurement with energy method. This research was done by CFD simulation and CAD drawing by using brine CH4. Afterwards, the electrical power between the powers generated with brine and without brine were compared with energi method. Based on the result of power simulation on PLTP that use brine, it could generate electrical power for 32,7 MW or seven times higher than the PLTP of steam without brine.
PENGUJIAN ALAT KONVERSI SAMPAH MENJADI ETANOL I Kade Agus Sugiarta; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Gusti Ngurah Nitya Santhiarsa
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah Organik merupakan sampah yang dapat di kelola sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Untuk menghasilkan bioetanol diperlukan sebuah alat yang bisa mengkonversi sampah organik menjadi etanol. Batasan yang ditentukan dalam pembuatan alat konversi sampah menjadi etanol diantaranya fungsi alat untuk mengkonversi sampah menjadi etanol minimal dengan volume 250 ml per 10 kg sampah organik, divariasikan dengan temperatur 20-400 C, divariasikan dengan tiga macam campuran ragi dan difermentasikan selama 3 hari. Setelah alat dinyatakan dapat bekerja sesuai indikator pengujian, maka dilanjutkan dengan proses pengamatan produksi etanol. Prosedur pengujian yang diamati adalah dari segi jumlah volume etanol dan jumlah nilai kadar alkohol yang dihasilkan. Dari hasil perhitungan perencanaan alat didapatkan dimensi poros dengan diameter 12 mm, tangki sampah berdiameter 600 mm dengan panjang 800 mm serta terdapat heater, menggunakan gearbox 1:50 dan menggunakan motor listrik 0,5 Hp. Dari hasil pengujian pengamatan jumlah produksi etanol dan kadar alkoholnya dapat simpulkan bahwa jumlah volume produksi etanol dan nilai kadar alkoholnya sangat berpengaruh pada variasi campuran ragi, putaran tangki, dan temperatur yang digunakan. Hal itu dikarenakan adanya faktor-faktor yang mendukung kondisi kamir untuk memfermentasikan produk menjadi etanol. Pada temperatur 200 C, campuran ragi 1 serta putaran 5 rpm menunjukkan jumlah produksi etanol dan nilai kadar alkohol paling tinggi yaitu 656 ml etanol dengan kadar alkohol 16 % Organic waste is a waste that can be managed as a raw material for making bioethanol. To produce bioethanol required a tool that can convert organic waste into ethanol. The limits specified in the manufacture of waste conversion tools into ethanol include a tool function for converting waste into minimal ethanol with a volume of 250 ml per 10 kg of organic waste, varied with temperatures of 20-400 C, varied with three different yeast mixtures and fermented for 3 days. Once the tool is declared to work according to the test indicator, then proceed with the observation process of ethanol production. The test procedure observed was in terms of the amount of ethanol volume and the amount of alcohol content produced. From the calculation of tool planning got the dimension of the shaft with a diameter of 12 mm, garbage tank diameter 600 mm with a length of 800 mm and there is a heater, using 1:50 gearbox and using 0.5 hp electric motor. From the results of the observation test the amount of ethanol production and the alcohol content can be concluded that the amount of ethanol production volume and its alcohol content value greatly influence the variation of yeast mix, tank rotation, and temperature used. This is due to the factors that support the condition of kamir to ferment the product into ethanol. At a temperature of 200 C, the yeast 1 and 5-rpm mixture showed the highest amount of ethanol production and alcohol content of 656 ml of ethanol with 16% alcohol content.
Kajian Termis pada Beberapa Material Dinding untuk Ruang Bawah Tanah I Gusti Bagus Wijaya Kusuma
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 2 (2003)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2003.10.2.3

Abstract

Abstrak. Karena terbatasnya lahan yang tersedia di kodya Denpasar, pembangunan ruang bawah tanah khususnya pusat perbelanjaan dan perkantoran dewasa ini telah semakin meluas. Banyak bangunan komersial yang kini telah memiliki ruang bawah tanah, namun karena perencanaan pengkondisian udaranya yang kurang baik, menyebabkan kurang optimalnya penggunaan ruang bawah tanah tersebut untuk aktivitas dan egiatan manusia.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan besarnya pertukaran panas pada dinding bangunan di bawah tanah. Pertukaran panas tersebut selanjutnya dipergunakan untuk mengetahui tingkat kenyamanan termis dari penghuni dengan jalan menghitung laju metabolisme tubuh manusia. Material selubung bangunan yang baik adalah material yang mampu mempertukarkan kalor sekecil "“ kecilnya serta menghasilkan laju metabolisme tubuh yang serendah "“ rendahnya. Dalam penelitian ini akan diuji beberapa kombinasi material dinding bangunan agar mampu memenuhi kriteria tersebut. Kajian terhadap kombinasi material ini untuk mencari susunan terbaik dari material penyusun selubung bangunan. Ditemukan bahwa kombinasi semen dan pasir, batu bata dan batu palimanan memberikan pertukaran panas terkecil dan kenyamanan termis terbaik bagi metabolisme tubuh.Abstract. Due to the land limitation in Denpasar area, development of underground especially for shopping malls and offices was growth rapidly. Most commercial buildings have underground area, but the failure on the design of air conditioning system caused the un-optimize of underground area for activity and human living. This research aims to compare the heat transfer rate on the wall of underground buildings. The heat transfer rate is used to understand the thermal comfort level of occupants by taking into account the human metabolic rate. The best material of buildings envelope must be able to transfer the smallest heat between the room to its surrounding and produce the smallest metabolic rate of occupants. This research compares several kinds of material in order to find those criteria. It found that combination of cement, brick and palimanan stone have been able to produce the smallest heat transfer rate and metabolic rate of occupants.
Preliminary Study on Various Shaped Models of Delivery valve in Hydraulic Ram Pump – Experimental Results Made Suarda; I Gusti Bagus wijaya Kusuma; Made Sucipta; Ainul Ghurri
International Journal of Engineering and Emerging Technology Vol 5 No 1 (2020): January - June
Publisher : Doctorate Program of Engineering Science, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/IJEET.2020.v05.i01.p09

Abstract

Four shaped models of delivery valve had been investigated and compared to improve performance of a hydraulic ram. Hydraulic ram pumps have been constructed and operated. Most of them built locally using steel pipe fittings that commercially accessible in the market rather than factory-made one. These have assisted inhabitants in rural or hilly area where water sources available for water supply services or irrigations. However, the major problem challenged by the public was on designing and repairing of the impulse and delivery valves of the pumps. Performance of the pumps are affected predominantly by the both valves. One characteristic of the valves is their shape. Considered on the characteristics of the fluid flow through surface of plate and sphere object are different on the pattern and losses. Therefore, investigation is necessitated to find a proper shape of the delivery valve for enhancing the performance of the pump. In this research four valve models were experimented to assess the hydraulic ram pump performance on varies delivery heads. The results show that the sphere model of the delivery valve offered the best efficiency, then followed by the membrane, the half-sphere and the flat delivery valve models. However, the rounded model: sphere and half-sphere delivery valve model were facing obstructions in implementation for a high delivery head.
PENGARUH VARIASI KONVERTER BIOGAS TERHADAP UNJUK KERJA PADA MESIN GENSET BERKAPASITAS 1200 WATT Ketut Catur Budi Artayana; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Wayan Bandem Adnyana
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 3 (2014): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.835 KB)

Abstract

Bahan bakar biogas juga dapat digunakan sebagai energi pembangkit genset akan tetapi belum mencapai batas optimal disebabkan oleh terjadinya kebocoran yang terjadi pada proses kerja karburator. penelitian ini yaitu unjuk kerja mesin pembangkit listrik (genset) berbahan bakar bensin, dengan membuat suatu konverter yang dapat berfungsi sebagai pengganti karburator, sebagai tempat pencampuran antara udara dengan bahan bakar biogas, dan memvariasikan tekanan pada saluran keluar penampung biogas, menggunakan diameter saluran udara masuk pada konverter yang paling sesuai. Variasi diameter saluran udara yang digunakan adalah 0,3cm, 0,4cm, 0,6cm, 0,8cm, 1,0cm, 1,2cm dan laju aliran massa biogas 0,200 kg/jam sampai 1,2 kg/jam menggunakan beban lampu 100watt hingga 400watt. Dari hasil penelitian mendapatkan model pembuatan konverter dengan variasi laju aliran massa terbaik 0,800 kg/jam dan ukuran 0,3 diameter saluran penampang udara masuk pada konverter hingga dapat menghemat pemakaian bahan bakar biogas mencapai 31% dibandingkan bahan bakar premium.