Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Unjuk kerja mesin menggunakan bahan bakar arak Bali berkonsentrasi 90% I Gusti Ketut Sukadana; I Wayan Bandem Adnyana; I Gusti Komang Dwijana
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 14 No 2 (2021)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEM.2021.v14.i02.p06

Abstract

Arak Bali which is produced from the distillation process and palm or coconut juice or palm sugar can produce bioethanol with a concentration greater than 90%, not suitable to drink but suitable to be used as fuel. Arak Bali has an octane value of 108.6 and premium fuel has an octane value of 88, so the arak Bali is suitable to be used as alternative fuel. Performance testing was performed using a four-cylinder 125 cc motor vehicle with a compression ratio of 9: 1 using fuels arak Bali compared to premium. Testing is done with engine rotation variation from 3000 rpm, 3500 rpm, 4000 rpm, 4500 rpm, 5000 rpm for performance: torque, power, fuel consumption, specific fuel consumption and exhaust emissions include: hydrocarbon, carbon monoxide, oxigene and carbon dioxide. Testing results the performance of the machine using fuel arak Bali produces the highest torque of 7.15 Nm, the highest power of 5.606 Kw, fuel consumption of 0.161 grams / sec at engine speed 3000 rpm. Specific fuel consumption is 0.1172 kg / kWh at engine speed 5000 rpm. Exhaust emissions generated in the form of hydrocarbon, carbon monoxide, oxigene and carbon dioxide, to indicate that the arak Bali can be used as alternative fuel.
Pengaruh Proses Refining Minyak Bekas Sebagai Bahan Baku Biodiesel Ni Made Suaniti; I Wayan Bandem Adnyana
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 11 No 2 (2018): Published in Oktober 2018
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.825 KB) | DOI: 10.24843/JEM.2018.v11.i02.p08

Abstract

Penampakan minyak bekas hasil penggorengan yang berwarna coklat gelap tidak baik dikonsumsi akibat sifat fisik dan kimia minyak berubah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar atau biodiesel. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bahan baku minyak hasil penggorengan setelah direfining dengan asam sulfat dan biodiesel hasil proses transesterifikasi dengan CaO sebagai katalis heterogen. Metode yang digunakan adalah spektroskopi Infra merah dan pengukuran secara mikroskopik. Hasil refining minyak bekas dengan asam sulfat lebih jernih dan analisis secara Infra Merah menunjukkan bahwa terjadi penurunan serapan pada berbagai bilangan gelombang dibandingkan terhadap minyak bekas. Serapan terjadi pada bilangan gelombang 2900 cm-1 diduga adanya ikatan –CH3, -CH2-, -C-H; 1656 cm1 diduga adalah ikatan C=C dan C=O; 1300 cm-1 diduga ikatan–C-H; dan 3600 cm-1 diduga adanya ikatan O-H. Secara mikroskopik menunjukkan hasil dengan ukuran partikel semakin kecil dan lebih homogen. The appearance of dark brown frying oil that is used for frying is not well consumed due to the changing physical and chemical properties of the oil so that it can be used as fuel or biodiesel. The aim of this study was to analyze the raw material of frying oil after being refined with sulfuric acid and biodiesel from the transesterification process with CaO as a heterogeneous catalyst. The method used is infrared spectroscopy and microscopic measurements. The results of refining used oil with sulfuric acid became clear and infrared analysis showed that there was a decrease in absorption at various wave numbers compared to used oil. Absorption occurred at wave numbers 2900 cm-1 was suspected to have –CH3, -CH2-, C-H bonds; 1656 cm-1 was thought to be C=C and C=O bonds; 1300cm-1 was –C-H bond; and 3600 cm-1 was suspected to be O-H bond. Microscopically shows the results with smaller and more homogeneous particle sizes.
Pengaruh Sudut B dan W pada PLTS di PT Indonesia Power Rinaldo Siahaan; IGB Wijaya Kusuma; IW Bandem Adnyana
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i01.p08

Abstract

Energi surya merupakan energi terbarukan yang jumlahnya tidak terbatas sehingga sangat berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yang sangat ramah lingkungan. Salah satu pembangkit energi listrik tenaga surya ada di PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Bali tepatnya di gedung A dan telah dilakukan penelitian pada bulan November sampai bulan Desember dari pukul 08.00 sampai 16.00. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sudut kemiringan panel surya (?) dan sudut jam (?) yang tepat sehingga pembangkit listrik tenaga surya menghasilkan efisiensi dan energi yang optimum yang mana akan mengurangi pemakaian energi listrik dan dengan biaya produksi yang lebih murah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sudut jam (?) panel surya mempengaruhi intensitas dan daya output panel surya dicapai lebih cepat 1 jam jika sudut (?) bernilai -15° dan sebaliknya. Dan hasil penelitian ini juga menunjukkan sudut kemiringan (?) panel surya yang paling tepat dibandingkan dengan yang terpasang saat ini adalah 15° menghadap selatan dengan peningkatan intensitas yang diterima panel surya 60,60%, peningkatan daya output 81,80% dan peningkatan efisiensi 13,38%. Solar energy is an unlimited amount of renewable energy that has the potential to be used as an alternative energy source that is very environmentally friendly. One of the solar power plants in PT Indonesia Power Generation Business Unit Bali precisely in building A and has been conducted research in November to December from 08.00 am to 16.00 pm. This study aims to determine the slope angle of solar panels (?) and clock angle (?) that are right so that solar power plants produce optimum efficiency and energy which will reduce electricity consumption and with lower production costs. The results of this study indicate that the clock angle (?) of solar panels affects the intensity and output power of solar panels achieved 1 hour faster if the angle (?) is -15 ° and vice versa. And the results of this study also show the most appropriate slope angle (?) of solar panels compared to the one currently installed is 15° south with an increase in intensity received by solar panels 60,60%, increase in output power 81,80% and increase in efficiency 13,38 %
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN BAKAR PERTALITE TERHADAP UNJUK KERJA DAYA, TORSI DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA SEPEDA MOTOR BERTRANSMISI OTOMATIS I Wayan Budi Ariawan; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Wayan Bandem Adnyana
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baru-baru ini pemerintah memperkenalkan produk bahan bakar baru yang diberi nama Pertalite dengan nilai oktan 90.Pemerintah mengatakan dari segi kualitas Pertalite memiliki kualitas pembakaran yang lebih sempurna di banding Premium, dan kualitas nya hampir setara dengan Pertamax. Namun dari segi harga Pertalite di pasarkan lebih murah dari Pertamax. Meskipun sudah disampaikan keunggulan bahan bakar Pertalite namun pemerintah belum menyampaikan hasil riset resmi untuk mengetahui performansi mesin akibat pemakaian bahan bakar Pertalite.Untuk mengetahui performa mesin dari pemakaian bahan bakar Pertalite maka perlu dilakukan pengujian unjuk kerja mesin dengan bahan bakar Pertalite, meliputi pengujian daya, torsi, konsumsi bahan bakar, serta konsumsi bahan bakar bakar sfesifik (SFC). Pada pengujian ini bahan bakar Pertalite akan dibandingkan dengan pemakaian bahan bakar Premium dan bahan bakar Pertamax. Pengujian dilakukan dengan variasi putaran mesin yang berbeda.Dari hasil pengujian penggunaan bahan bakar Pertalite menghasilkan uji kerja Daya,Torsi, dan Konsumsi Bahan Bakar yang lebih baik dibandingkan Premium, namun masih kalah unjuk kerjanya dibandingkan bahan bakar Pertamax. Pertalite lebih hemat bahan bakar, dan menghasilkan daya yang lebih besar dibandingkan Premium, sehingga menghasilkan SFC yang lebih baik dibandingkan Premium. Bila dibandingkan Pertamax, SFC Pertalite lebih rendah
Pengujian Kinerja Panel Surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya di PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Bali I Ketut Rizki Fibrina Firmandanu; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Wayan Bandem Adnyana
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 5 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2019.v05.i02.p07

Abstract

Pemanfaatan energi surya sangat berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Energi surya merupakan energi terbarukan yang produktif sehingga melalui penelitian ini sangat erat kaitannya dengan program pemanfaatan sumber – sumber energi terbarukan untuk memasok kebutuhan energi. Penelitian telah dilaksanakan di PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi dan energi optimum yang dihasilkan oleh panel surya. Pengujian dilakukan dengan pengukuran intensitas cahaya, tegangan dan arus pada panel surya dengan pemasangan kemiringan sesuai pada atap Gedung A PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Bali. Hasil pengujian menunjukkan bahwa efisiensi panel surya maksimum di PLTS PT Indonesia Power terjadi pada bulan November sebesar 9,56% dan daya keluaran optimum yang dihasilkan sebesar 240 watt. Daya tersebut dicapai pada bulan November dan Desember pada setiap hari pukul 13.00 sampai 14.00 WITA. Utilization of solar energy potential is exploited as a source of alternative energy. Solar energy is a renewable energy that are productive so that through this research is closely associated with the program source – utilization of renewable energy sources to supply energy needs. Research has been carried out at PT Indonesia Power Generation Business Unit. The test is done by measuring the intensity of light, voltage and current on solar panel installation with the slope of the fit on the roof of the building with PT Indonesia Power Generation Business Unit of Bali. The results of testing shows that maximum efficiency solar panels in PLTS PT Indonesia Power Generation Business Unit of Bali occur in november as much as 9,56 % and power output optimum position produced as much as 240 watts .Power being achieved in november and december at all the appointed 13.00 until 14.00 WITA.
Analisa Perbaikan Sistem Instalasi Pembuangan Air Limbah Kawasan Pemukiman Francisco Sarmento; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Wayan Bandem Adnyana
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urbanisasi di kota Denpasar terus mengalami peningkatan dan standar hidup masyarakat di kota-kota besar juga terus meningkat di mana kebutuhan sumber air bersih menjadi lebih tinggi, Kota Denpasar merupakan tujuan wisata lokal (domestic) maupun internasional, sehingga pengelolaan lingkungan menjadi salah satu prioritas utama bagi pemerintah. upaya pencegahan masuknya air limbah domestik yang telah dilakukan oleh pemerintah melalui Sanitasi berbasis Masyarakat (Sanimas) untuk pengolahan skala komunal dan Denpasar Sewerage Development Project (DSDP) sebagai pengolahan air limbah domestik terpusat skala kawasan, serta Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Suwung. Metode dan tahapan proses pengolahan limbah cair yang telah dirancang dalam penelitian ini menunjukkan hasil yang bagus. Karena limbah cair yang ada memiliki kandungan polutan yang hampir sama sehingga tidak akan dibutuhkan proses pengolahan yang berbeda pula. Proses pengolahan tersebut telah dapat diaplikasikan secara keseluruhan, berupa kombinasi beberapa proses atau hanya salah satu proses. Proses pengolahan tersebut dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan atau faktor finansial agar menghasilkan biaya yang lebih ekonomis. Pemecahan masalah air limbah dengan metoda ringkas dan menghasilkan output yang lebih baik bagi lingkungan hidup dilakukan dengan jalan memperbaiki sistem jaringan pembuangan limbah. Berdasarkan perbaikan sistem jaringan tersebut, maka dapat disampaikan bahwa untuk menangani 600 pelanggan dimana tiap pelanggan dibatasi sebesar 20 liter limbah cair per hari sehingga volume limbah per hari yang bisa dilayani adalah 12.000 liter dengan kebutuhan energi listrik adalah 5,238 kWh dengan biaya Rp. 237.420 per bulan. Urbanization in the city of Denpasar continues to increase and the living standards of people in big cities also continue to increase where the need for clean water sources to be higher, The city of Denpasar is a local tourist destination (domestic) and international, so environmental management becomes one of the main priorities for the government. Efforts to prevent the entry of government domestic wastewater through Sanin-based Sanitation for communal scale processing and Denpasar Sewerage Development Project (DSDP) as centralized domestic wastewater treatment of regional scale, and Suwung Sludge Treatment Plant (IPLT). The method and stages of liquid waste treatment process which have been designed in this research show good result. Because the existing liquid waste has a content of almost the same pollutant so it will not need different processing. Processing processes have been applied as a whole, in the form of a combination of several processes or just one process. Processing is modified in accordance with the needs or financial factors in order to produce a more economical cost. Solving wastewater problems by a compact method and producing a better output for the environment is done by improving the sewerage network system. Based on the improvement of the network system, it can be said that to handle 600 customers where each customer is limited to 20 liters of liquid waste per day so that the volume of waste per day that can be served is 12,000 liters with the need for electrical energy is 5,238 kWh with cost Rp. 237,420 per month.
Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Pertalite Terhadap Akselerasi Dan Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Bertransmisi Otomatis A.A Wira Kresna Ningrat; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Wayan Bandem Adnyana
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelum mengeluarkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Pertamina sudah memasarkan beberapa jenis BBM seperti Premium, Pertamax dan Pertamax Plus. Keunggulan dari Pertalite adalah Pertalite dinilai lebih bersih daripada Premium karena memiliki Research Octant Number (RON) di atas 88 yang terkandung dalam Premium. Kemudian harga jual Pertalite yang lebih murah ketimbang Pertamax dengan kadar RON 92. Meskipun sudah disampaikan keunggulannya, namun belum disampaikan hasil riset resmi untuk mengetahui kinerja mesin akibat pemakaian Pertalite. Pengujian ini dilakukan pada kendaraan sepeda motor empat langkah dengan sistem transmisi otomatis dalam kondisi standar dengan bahan bakar Pertalite dibandingkan dengan Premium dan Pertamax. Pengujian dilakukan dengan variasi putaran mesin, pengujian akselerasi dengan putaran mesin dari 3000 rpm sampai dengan 6000 rpm dan pada pengujian emisi gas buang putaran mesin dari 3000 rpm, 3500 rpm, 4000 rpm, 4500 rpm dan 5000 rpm. Dari hasil pengujian akselerasi penggunaan bahan bakar Pertalite pada putaran engine 3000 – 6000 rpm menujukan akselerasi pada penggunaan bahan bakar Pertalite lebih baik dibandingkan pada penggunaan bahan bakar Premium dan kandungan emisi gas buang Pertalite secara garis besar berkurang pada gas HC, CO2, CO dan O2 sehingga dapat dikatakan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar Premium.
PENGARUH VARIASI KONVERTER BIOGAS TERHADAP UNJUK KERJA PADA MESIN GENSET BERKAPASITAS 1200 WATT Ketut Catur Budi Artayana; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Wayan Bandem Adnyana
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 3 (2014): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.835 KB)

Abstract

Bahan bakar biogas juga dapat digunakan sebagai energi pembangkit genset akan tetapi belum mencapai batas optimal disebabkan oleh terjadinya kebocoran yang terjadi pada proses kerja karburator. penelitian ini yaitu unjuk kerja mesin pembangkit listrik (genset) berbahan bakar bensin, dengan membuat suatu konverter yang dapat berfungsi sebagai pengganti karburator, sebagai tempat pencampuran antara udara dengan bahan bakar biogas, dan memvariasikan tekanan pada saluran keluar penampung biogas, menggunakan diameter saluran udara masuk pada konverter yang paling sesuai. Variasi diameter saluran udara yang digunakan adalah 0,3cm, 0,4cm, 0,6cm, 0,8cm, 1,0cm, 1,2cm dan laju aliran massa biogas 0,200 kg/jam sampai 1,2 kg/jam menggunakan beban lampu 100watt hingga 400watt. Dari hasil penelitian mendapatkan model pembuatan konverter dengan variasi laju aliran massa terbaik 0,800 kg/jam dan ukuran 0,3 diameter saluran penampang udara masuk pada konverter hingga dapat menghemat pemakaian bahan bakar biogas mencapai 31% dibandingkan bahan bakar premium.
PEMANFAATAN RESIRKULATOR GAS BUANG UNTUK MENINGKATKAN UNJUK KERJA MESIN SEPEDA MOTOR EMPAT LANGKAH I Ketut Adi; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I W Bandem Adnyana
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 2 (2015): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.6 KB)

Abstract

EGR (Exhaust Gas Recirculation) sebagai salah satu rekayasa teknologi pada gas buangkendaraan bermotor baik bensin maupun diesel telah lama diaplikasikan. Cara ini meresirkulasikansejumlah tertentu gas buang masuk ke intakemanifold untuk menurunkan suhu pembakaran diruang bakar, salah satunya untuk menekan timbulnya NOx. Kegiatan penelitian ini juga berfokuspada resirkulasi gas buang, tetapi hanya di daerah saluran buang saja, dan ditujukan untukmeningkatkan performa mesin. Unjuk kerja mesin sepeda motor empat langkah dalam penelitianini diperoleh dengan uji dynamometer, dengan memperbandingkan hasil uji antara mesin denganknalpot tanpa ResirkulatorGas Buang dan mesin dengan knalpot yang dilengkapi denganResirkulator Gas Buang. Dari hasil uji yang dilakukan dalam penelitian ini, telah dapat dilihatadanya peningkatan unjuk kerja mesin ketikaresirkulator gas buang dipergunakan. Dalampenelitian ini,pada putar tertingginya, terdapat peningkatan daya yang dihasilkan sebesar5,75 %dan torsi meningkat sebesar 4 %. Ini berarti bahwa penggunaan resirkulator dengan knalpot jenisini cocok untuk kecepatan tinggi.
UJI KARAKTERISTIK PENYEMPROTAN BAHAN BAKAR BIODIESEL PADA NOZEL MESIN DIESEL DENGAN SISTEM INJEKSI LANGSUNG Agapito Pinto; I G B Wijaya Kusuma; I W Bandem Adnyana
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 1 (2015): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.827 KB)

Abstract

Minyak nyamplung merupakan salah satu jenis minyak nabati yang dihasilkan dari biji tanamannyamplung yang banyak tumbuh di daerah pantai, minyak yang dihasilkan dari biji nyamplung ini berpotensiuntuk digunakan sebagai pengganti bahan bakar solar pada mesin diesel. Untuk itusebagai langkah awal, studieksperimental telah dilakukan untuk menguji karakteristik semprotan minyak (spray) biodiesel melaluimekanisme menyerupai nosel injektor mesin diesel. Minyak biodiesel dari biji nyamplung yang diuji inidicampur dengan minyak solar dengan berbagai variasi, yakni 5%, 15%, 20%, 100% biodiesel, dan 100%minyak diesel. Karakteristik semprotan yang diuji dalam penelitian ini meliputi data panjang tip penetrasisemprotan (L), sudut semprotan(θ), kecepatan semprota (Uin ), dan distribusi ukuran butiran yang dibentuk padamasing - masing campuran biodiesel tersebut.. Dari pengujian yang telah dilakukan, diketahui bahwapeningkatan campuran bahan bakar biodiesel akan menghasilkan sudut semprotan (θ) yanglebih besar tapipanjang tip penetrasi semprotan (L) semakin kecil. Begitu juga kecepatan terbentuknya semprotan cenderungmelambat seiring dengan bertambahnya persentase biodiesel pada campuran minyak solar tersebut.