Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

INTEGRASI ENERGI SURYA DAN MUNICIPAL SOLID WASTE (MSW) UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS PEMBANGKIT LISTRIK DI BANGLI Adi Pratama Putra; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Wayan Bandem Adnyana
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 2 (2015): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.998 KB)

Abstract

Pemerintah pusat mencanangkan pentingnya hemat energi serta berusaha untuk mengembangkanpembangkit listrik dengan menggunakan energi alternatif. Namun pemakaian energi alternatif secarakeekonomian sangatlah kurang. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka diperlukan integrasi beberapa energialternatif, salah satunya adalah Municipal Solid Waste (MSW) yang diintegrasikan dengan energi surya (PLTS),sehingga dapat memberikan peningkatan nilai keekonomian dan meningkatkan produktifitas pembangkit diBangli yang sekarang ini telah ada PLTS. Limbah MSW kabupaten Bangli terdiri atas 54 m3 berupa plastik, 36m3 berupa kertas/kardus yang dapat digunakan sebagai bahan baku briket, 72 m3 berupa limbah organik,pertanian dan sisa makanan dan limbah bambu sebesar 36,1 ton. Berdasarkan integrasi tersebut dihasilkan totalenergi aktual sebesar 163,35 MWh atau 6,80 MW dimana PLTS menghasilkan 0,64 MW sehingga Energi yangdidapat dari integrasi adalah sebesar 7,44 MW.
UJI PERFORMANSI GASIFIKASI BIOMASSA PADA PROSES STERILISASI BERBAHAN BAKAR LIMBAH MEDIA TANAM JAMUR MERANG Ahmad Maulana K; I Nyoman Suprapta Winaya; I Wayan Bandem Adnyana
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 2 (2015): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.005 KB)

Abstract

Pada setiap budidaya jamur merang memerlukan proses sterilisasi dengan menggunakan uap panasyang dihasilkan dari boiler sederhana dengan tungku tradisional berbahan bakar kayu bakar. Penggunaan tungkutradisional pada aplikasi proses sterilisasi tersebut dinilai kurang efisien karena efisiensi pembakaran yang masihsangat rendah dan emisi gas buang yang mengganggu. Dengan demikian, penelitian ini dilakukan untukmencoba menggunakan boiler dengan tungku gasifikasi. Pengujian proses sterilisasi dengan tungku gasifikasi inidilakukan dengan membuat prototipe sterilisasi dan menggunakan kompor gasifikasi berbahan bakar limbahjerami, kapas, dan kardus. Pengujian dilakukan dengan dua variasi aliran udara pada reaktor gasifikasinya yaitualiran alamiah dan aliran konveksi paksa. Dari hasil uji yang didapat, limbah jerami memiliki performansi yangpaling buruk. Adapun limbah kardus memiliki performansi yang relatif sama dengan limbah kapas. Nilai lajukalor pembakaran tertinggi didapatkan pada limbah kapas dengan nilai sebesar 7,20 kW dengan nilai FCRsekitar 28,13 gr/min dan efisiensi pembakaran sebesar 21,7% pada aliran udara konveksi paksa.
Studi Emisi Dan Konsumsi Bahan Bakar Genset Bermesin 2 Langkah Dual Fuels (Biogas – Metanol) David Lie; I Wayan Bandem Adnyana; Tjokorda Gde Tirta Nindhia
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2022.v08.i02.p05

Abstract

Saat ini kualitas biogas di berbagai instalasi digester anaerobik untuk pengolahan sampah organik masih belum optimal, terutama di negara berkembang yang belum banyak dikenal pemahamannya tentang pengolahan anaerobik. Kandungan metana dalam biogas biasanya didapati rendah sehingga tidak memungkinkan untuk digunakan sebagai bahan bakar mesin. Pemurnian Biogas biasanya akan diperkenalkan sebagai solusi untuk mengurangi gas pengotor pada biogas seperti CO2, H2S, dan H2O sehingga layak digunakan sebagai bahan bakar mesin. Dibeberapa penelitian sebelumnya, menggunakan biogas sebagai bahan bakar mesin mendapatkan konsumsi bahan bakar yang tinggi (boros). Solusi lain disarankan dengan biogas diperkaya dengan bahan bakar lain (dual fuels). Penelitian ini memperkenalkan teknik sederhana untuk metode biogas diperkaya dengan menggunakan metanol. Metanol adalah salah satu jenis alkohol dimana metanol merupakan salah satu bahan bakar yang dapat diperbaharui (renewable energy). Metanol yang digunakan memiliki kemurnian 97% yang sudah berada di pasaran. Biogas yang digunakan pada penelitian ini memiliki kandungan metana sebesar 52%vol. Generator set (genset) bermesin 2 langkah yang memiliki kapasitas 63cc dengan kompresi 10 bar disiapkan untuk penelitian ini agar memungkinkan untuk dioperasikan menggunakan dual fuels biogas diperkaya metanol. Diketahui genset bermesin 2 langkah bekerja dengan baik dengan menggunakan bahan bakar biogas yang diperkaya dengan metanol. Konsumsi bahan bakar pada generator set (genset) bermesin 2 langkah menggunakan biogas yang diperkaya metanol diketahui mendapatkan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan biogas saja. Emisi gas buang ditemukan lebih baik dibandingkan menggunakan biogas saja untuk mesin yang sama. Quality of biogas in various anaerobic digester installations for processing organic waste is not optimal, especially in developing countries where there is not much knowledge about anaerobic processing. The methane content in biogas is usually found to be low so it is not possible to use it as engine fuel. Biogas purification will be a solution to reduce impurity gases in biogas such as CO2, H2S, and H2O so that it is suitable for use as engine fuel. In some previous studies, using biogas as engine fuel gets high fuel consumption (wasteful). Another solution is suggested with biogas enriched with other fuels (dual fuels). This study introduces a simple technique for the biogas enrichment method using methanol. Methanol is a type of alcohol where methanol is a renewable fuel. The methanol used has a purity of 97% which is already on the market. The biogas used in this study contains 52% vol of methane. A generator set with a 2 stroke engine which has a capacity of 63cc with a compression of 10 bar was prepared for this research to allow it to be operated using dual fuels biogas enriched with methanol. The 2 stroke engine generator works well using biogas fuel enriched with methanol. The fuel consumption of a 2-stroke engine generator set using biogas enriched with methanol is known to get better results when compared to only biogas. Exhaust emissions were found to be better than using only biogas for the same engine.
ANALISIS OPTIMASI POLA MAINTENANCE TURBIN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR PT. NUSANTARA INFRASTRUCTURE DI KAB. DAIRI DENGAN METODE TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) Albert Heijn Timisela; I Gusti Ngurah Priambadi; Ni Luh Putu Lilis Sinta Setiawati; I Wayan Bandem Adnyana; I Gusti Agung Kade Suriadi
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 8 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v4i8.6042

Abstract

Listrik merupakan kebutuhan primer bagi setiap lapisan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sama halnya seperti PLTA Lau Gunung yang membutuhkan pasokan listrik untuk beroperasi. Perawatan pada fasilitas produksi yang digunakan merupakan hal yang sangat penting dalam upaya mencegah terjadinya downtime, serta menjaga kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan oleh PLTA Lau Gunung. Metode Total Productive Maintenance dengan perhitungan Overall Equipment Effectiveness dapat membantu perusahaan dalam mengetahui nilai aktual efektivitas mesin dan peralatan yang digunakan, serta menentukan tindakan perbaikan (improvement), yaitu pola maintenance seperti apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi downtimeberdasarkan nilai efektivitas dari mesin atau peralatan yang digunakan. Setelah mendapatkan data produksi selama 5 semester dan berdasarkan hasil perhitungan Overall Equipment Effectiveness, didapati hasil perhitungan availability sebesar 83%, performance sebesar 81%, quality sebesar 76%, dan nilai OEE sebesar 51% yang berarti masih dibawah standar menurut JIPM. Selanjutnya, dengan metode Six Big Losses diketahui bahwa Reduced Speed Loss merupakan penyumbang downtime terbesar. Berdasarkan hasil perhitungan kedua metode tersebut, maka hasil penelitian ini adalah usulan rekomendasi perbaikan berupa tindakan perawatan maintenance seperti apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan OEE dan mencegah terjadinya downtime.
Desain Ulang Troli Pengering Mie dengan Metode Antropometri Joy Christian; I Gusti Ngurah Priambadi; Desak Ayu Sista Dewi; I Wayan Bandem Adnyana; I Gusti Agung Kade Suriadi; Ni Luh Putu Lilis Sinta Setiawati
JURNAL RISET DAN APLIKASI TEKNIK INDUSTRI Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 03 Issue 01, Agustus 2025
Publisher : Study Program of Industrial Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRATI.2025.v03.i01.p02

Abstract

Comfortable work can make it easier for employees to work. Good working processes can improve company performance and employees will work comfortably in their jobs. The noodle dryer currently used in industry X has employees complaining of pain in their body parts. Based on data collection in the Nordic Body Map form, this complaint arose due to the inappropriate height of the noodle hangers on the trolley. This research aims to reduce the level of complaints from workers by redesigning the noodle drying trolley in Industry X. This research uses an anthropometric approach to redesign and obtain an ergonomic trolley height. The trolley redesign is based on calculating percentile data to obtain a more ergonomic trolley height. After calculating the proper height of the trolley using the worker’s body height, the result of the ergonomic trolley height is 163.4 cm. These results are then applied to the new trolley height, until the height of the trolley adjusts to the body height of the workers, thereby reducing the level of worker complaints. The results obtained in this study were a reduction in complaints from 26 to 4 complaints (reduction by 84.61%).