Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengendalian Kapang Patogen Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Menggunakan Konsorsium Kapang Tanah (Trichoderma spp. dan Aspergillu ssp.) Desak Ketut Tristiana Sukmadewi; Isna Arofatun Nikmah
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i2.5215

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas yang memiliki peranan penting bagi perekonomian nasional, terutama sebagai sumber devisa negara melalui ekspor. Namun perkembangan dan produksi kakao di beberapa daerah terhambat oleh adanya penyakit busuk buah yang disebabkan oleh Phytophthora palmivora (P. palmivora). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas konsorsium Trichoderma spp. dan Aspergillus sp. terhadap P. palmivora. Penelitian ini terdiri dari empat pekerjaan utama: isolasi kapang patogen; isolasi Trichoderma spp. dan Aspergillus sp.; identifikasi jamur patogen dan antagonis; Uji antagonisme in vitro, terdiri dari (1) Trichoderma spp (2) Aspergillus spp., (3) Trichoderma spp. dan Aspergillus sp.consortium terhadap jamur patogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsorsium kultur ganda Trichoderma spp. dan Aspergillus sp. efektif menghambat pertumbuhan jamur patogen sekitar 73,08%. Ketika konsorsium diinokulasi terlebih dahulu, persentase penghambatannya adalah 100%. Hal ini menunjukkan bahwa waktu inokulasi sangat mempengaruhi efektivitas konsorsium Trichoderma spp. dan Aspergillus sp.Kata kunci: Jamur Antagonis, Kakao, Konsorsium, Patogen
EKSPLORASI BAKTERI TERMOFIL DARI MATA AIR PANAS YANG MAMPU MELARUTKAN PHOSPHOR (P) Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana; Muliarta, I Nengah; Mahardika, Ida Bagus Komang
Jurnal Agrivet Vol 30, No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.11080

Abstract

Perubahan iklim secara signifikan mengubah komunitas mikrob tanah. Mikrob memiliki banyak peranan penting dalam tanah, khususnya dalam meningkatkan ketersediaan dan penyerapan hara. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis populasi bakteri termofil dari mata air panas dan menganalisis kemampuan bakteri termofil tersebut dalam melarutkan P. Tahapan penelitian terdiri dari pengambilan sampel air dan tanah  dari Desa Toya Bungkah, Kintamani, Bangli  dengan teknik purposive sampling. Isolasi bakteri termofil dari sampel tanah dan air dengan dilution method. Bakteri hasil isolasi kemudian diuji patogenitas (hemolisis dan hipersensitif). Isolat bakteri yang lolos uji patogenitas diuji lebih lanjut kemampuannya dalam melarutkan P pada medium Pikovskaya cair. Berdasarkan 5 lokasi sampling tanah dan air di sekitar  pemandian air panas menunjukkan populasi tertinggi didapatkan dari lokasi 2 (Tanah di sekitar pancoran air panas). Jumlah populasi bakteri pada lokasi 2 adalah 1,7 x 105 CFU/g. Jumlah isolat pada lokasi tersebut adalah sebanyak 3 isolat.  Hasil uji hemolisis menunjukkan bahwa dari 13 isolat yang didapatkan empat isolat terdeteksi tidak menyebabkan  hemolisis gamma, satu isolat menyebabkan hemolisis alpha dan delapan isolat menyebabkan hemolisis beta. Uji hipersensitif pada tanaman tembakau menunjukkan semua isolat memberikan reaksi negatif atau tidak adanya reaksi hipersensitif. Berdasarkan lima isolat yang diuji lebih dalam melarutkan P, hanya satu isolat yang dapat melarutkan P yaitu isolate AP1 (27,93 ppm). Kemampuan melarutkan P yang tergolong tinggi.
Program Pengabdian Masyarakat Pemilahan dan Pemanfaatan Sampah Dapur sebagai Pupuk Organik Cair di Desa Bongan, Tabanan, Bali Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana; I Nengah Muliarta; I Nyoman Yoga Parwangsa
AKSILAR: Akselerasi Luaran Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 1 Issue 2 Maret 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/aksilar.v1i2.629

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh mitra dalam pengelolaan sampah TPS 3 R Madu Asih adalah dalam meningkatkan nilai guna dari hasil pengolahan sampah, khususnya sampah dapur. Sampah dapur yang dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga setiap harinya akan menyebabkan terjadi penumpukan. Masih banyak masyarakat yang menganggap sampah tidak dapat diolah lagi menjadi produk yang bermanfaat, sehingga dibiarkan begitu saja. Tujuan dan fokus dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan ketrampilan dari kelompok mitra di TPS 3 R Madu Asih, Desa Bongan, Tabanan dalam melakukan pemilahan dan pemanfaatan sampah dapur sebagai pupuk organik cair. Metode pelaksanaan terdiri dari survei lapangan, wawancara serta diskusi secara partisipatif untuk menyusun dan merencanakan tahapan kegiatan, memberikan penyuluhan, pendampingan serta praktek langsung mengenai pemilahan dan pemanfaatan sampah dapur sebagai pupuk organik. Berdasarkan pengabdian masyarakat yang telah dilaksnakan menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaan dan keinginan dari kelompok mitra TPS 3R untuk melakukan pengolahan sampah dapur untuk menjadi pupuk organik cair. Setelah dilaksanakan pengabdian ketrampilan kelompok mitra mulai meningkat. Mitra mulai memproduksi sendiri sampah dapur menjadi pupuk organik cair. Hal ini tentunya akan membantu dalam mengurangi volume sampah rumah tangga dan bisa menjadikan sampah sebagai pupuk organik cair yang bermanfaat bagi bidang pertanian
PKM Community Empowerment through Cultivation of Rosella Flowers in Ban Village, Kubu District, Karangasem Wirajaya, Anak Agung Ngurah Mayun; Azmi, Aida Firdaus Muhammad Nurul; Udayana, I Gusti Bagus; Mahardika, Ida Bagus Komang; Sudewa, Ketut Agung; Yuliartini, Made Sri; Arjana, I Gusti Made; Muliarta, I Nengah; Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana; Apriliathi, Ni Putu Siska; Rahayu, Ni Ketut Sri; Suastyayama, Kadek Damana
Asian Journal of Community Services Vol. 3 No. 12 (2024): December 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajcs.v3i12.12417

Abstract

Ban Village is a village located in Kubu District, Karangasem Regency. Most of the people's livelihoods are farmers, breeders and coffee processors. Despite its shortcomings in terms of land conditions, Ban Village has a variety of natural potential that needs to be developed in the agricultural, livestock, fishery and crop processing sectors. The potential for re-development of rosella flowers which were cultivated before the Covid-19 pandemic by the community. Cow dung and litter can be used as quality organic fertilizer. The aim of the activity is: increasing the knowledge and skills of partners in cultivating roselle plants and processing cow dung and litter as organic fertilizer and touching on technology for cultivating roselle flowers and processing cow dung and litter.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI DI KELOMPOK PETANI KOPI BUMDES EKA GIRI KARYA UTAMA SEBAGAI BAHAN PEMBAWA DALAM PUPUK HAYATI Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana; Udayana, I Gusti Bagus; Saputra, I Putu Aditya Agus; Prawerti, Desak Ayu Diah
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v12i2.54606

Abstract

Pengolahan kopi menghasilkan limbah kulit kopi yang belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah kulit kopi berpotensi sebagai media pembawa dalam formulasi pupuk hayati. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang menguji potensi kulit kopi sebagai bahan pembawa dalam formulasi pupuk hayati, diketahui bahwa kulit kopi mampu mempertahankan viabilitas fungi  selama sembilan minggu penyimpanan dengan populasi log 7,67 (4,7 x 107 CFU/g ). Mitra pengabdian masyarakat ini adalah “Bumdes Eka Giri Karya Utama” yang memiliki kelompok petani kopi. Kelompok petani kopi belum memiliki pengetahuan dan keterampilan mengolah kulit kopi menjadi bahan pembawa dalam pupuk hayati. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra sasaran tentang pemanfaatan kulit kopi sebagai bahan pembawa dalam pupuk hayati. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan serta  monitoring dan evaluasi. Penyuluhan yang diberikan terkait manfaat dan cara pembuatan pupuk hayati. Demonstrasi dan pelatihan yang diberikan terkait tahapan dalam pembuatan pupuk hayati. Berdasarkan post test yang dilakukan setelah penyuluhan dan demonstrasi serta pelatihan  pada kelompok tani menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mitra  tentang pengolahan limbah kulit kopi menjadi bahan pembawa pupuk hayati.  Kelompok petani kopi menjadi termotivasi untuk membuat dan mengaplikasikan pupuk hayati dalam upaya meningkatkan pertumbuhan kopi. Hal ini juga menjadi salah bentuk implementasi pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan  sumber daya yang ada di Desa tersebut. Pupuk hayati dapat mengurangi pengeluaran petani untuk pemupukan dalam meningkatkan produksi kopi.
Optimalisasi Potensi Ekowisata Melalui Edukasi Bahaya Mikroplastik dan Inovasi Wine Jeruk di Desa Pengejaran Lestari, Desak Putu Oki; Sudiarta, I Wayan; Sari, Ini Luh Putu Eka Kartika; Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v4i1.1270

Abstract

The Assisted Village Empowerment Program activities in Pengjaran Village, Kintamani, aim to optimize ecotourism through socializing the impact aof microplastics and innovation in processing oranges into wine. This village has enormous potential in the production of Siamese oranges but faces the challenges of overproduction and a lack of value-added processed products. This program involves training for Family Planning Program mothers regarding the dangers of microplastics and techniques for making orange wine, using outreach and hands-on methods. The results showed an increase in participants' knowledge about the impact of microplastics and their ability to produce orange wine. By reducing plastic use and promoting sustainable use of local resources, we hope to improve economic welfare and health in society. This program also supports the tourism industry by offering processed products that are attractive to tourists, thereby making a positive contribution to the local economy.
Effect Carrier Materials of Bradyrhizobium sp. strain PZS_A08 on Growth of Indigofera zollingeriana Sanjaya, Wilhelmus Terang Arga; Kartika, Sari Yulia; Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana; Widyastuti, Rahayu; Anas, Iswandi
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 26 No. 2: May 2021
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2021.v26i2.95-103

Abstract

Sustainable forage production is needed to meet animal feed needs as the livestock industry increases. The purpose of this study is to evaluate the effect of liquid and solid carrier material on the effectiveness and infectivity of Bradyrhizobium sp. strain PZS_A08 on the growth of Indigofera zollingeriana (I. zollingeriana). The two carrier materials used were zeolite (solid) and molasses (liquid). This study used two carrier materials consisting of zeolite (solid) and molasses (liquid). The five treatments given were P0 (50% NPK), P1 (50% NPK+liquid biofertilizer), P2 (50% NPK+sterile liquid biofertilizer), P3 (50% NPK+solid biofertilizer), P4 (50 % NPK+sterile solid biofertilizer), P5 (100% NPK). Observations were made on the plant's height, number of leaves, number of nodules, upperparts and root wet biomass, root and upper parts dry biomass, root length, and microbial population). The use of liquid and solid carrier materials effectively affected the effectiveness and infectivity of Bradyrhizobium sp. strain PZS_A08 on  I. zollingeriana. Inoculants Bradyrhizobium sp. strain PZS_A08 significantly increased plants' growth and reduced the use of 50% NPK fertilizer. Cold storage temperature (5ºC) effectively maintained Bradyrhizobium sp. strain PZS_A08 on liquid and solid carriers, while solid carriers showed better effectiveness at room temperature storage (30oC). Through this research, solid carriers such as zeolite are recommended as carriers for Bradyrhizobium sp. filter PZS_A08.
EKSPLORASI BAKTERI TERMOFIL DARI MATA AIR PANAS YANG MAMPU MELARUTKAN PHOSPHOR (P) Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana; Muliarta, I Nengah; Mahardika, Ida Bagus Komang
Jurnal Agrivet Vol 30 No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.11080

Abstract

Perubahan iklim secara signifikan mengubah komunitas mikrob tanah. Mikrob memiliki banyak peranan penting dalam tanah, khususnya dalam meningkatkan ketersediaan dan penyerapan hara. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis populasi bakteri termofil dari mata air panas dan menganalisis kemampuan bakteri termofil tersebut dalam melarutkan P. Tahapan penelitian terdiri dari pengambilan sampel air dan tanah  dari Desa Toya Bungkah, Kintamani, Bangli  dengan teknik purposive sampling. Isolasi bakteri termofil dari sampel tanah dan air dengan dilution method. Bakteri hasil isolasi kemudian diuji patogenitas (hemolisis dan hipersensitif). Isolat bakteri yang lolos uji patogenitas diuji lebih lanjut kemampuannya dalam melarutkan P pada medium Pikovskaya cair. Berdasarkan 5 lokasi sampling tanah dan air di sekitar  pemandian air panas menunjukkan populasi tertinggi didapatkan dari lokasi 2 (Tanah di sekitar pancoran air panas). Jumlah populasi bakteri pada lokasi 2 adalah 1,7 x 105 CFU/g. Jumlah isolat pada lokasi tersebut adalah sebanyak 3 isolat.  Hasil uji hemolisis menunjukkan bahwa dari 13 isolat yang didapatkan empat isolat terdeteksi tidak menyebabkan  hemolisis gamma, satu isolat menyebabkan hemolisis alpha dan delapan isolat menyebabkan hemolisis beta. Uji hipersensitif pada tanaman tembakau menunjukkan semua isolat memberikan reaksi negatif atau tidak adanya reaksi hipersensitif. Berdasarkan lima isolat yang diuji lebih dalam melarutkan P, hanya satu isolat yang dapat melarutkan P yaitu isolate AP1 (27,93 ppm). Kemampuan melarutkan P yang tergolong tinggi.
Development of Innovative Taro-Based Product Management with Zero-Waste Concept to Increase the Independence of PKK Wanagiri Suriati, Luh; Selamet, I Ketut; Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v7i1.235

Abstract

The development of innovative products is currently growing rapidly producing a variety of processed products that are increasingly diverse. Taro tubers are one of the potential foodstuffs to be developed. Taro in addition to having carbohydrate component, also contains other components that are good for health. Taro has the disadvantage of itching when consuming taro due to the oxalate compounds contained in it. This has resulted in people being reluctant to process taro. This problem was experienced by one of the groups in Wanagiri Village, namely the Prosperous Family Empowerment Group (PKK) Wanagiri, which is located in Sukasada District, Buleleng Regency, Province Bali, Indonesia. The partner does not yet know the taste of taro, and does not have innovative product management made from taro. Solutions to overcome such problems are: providing knowledge regarding the cultivation and processing of taro, providing training on the processing of taro products (bread, nuggets and jams) and how to package, market and handle processing waste. The method used is active community participation. Community Self-Reliance Activities (KKM) in Wanagiri Village have been running smoothly. The added value of the Wanagiri PKK group and their standard of living has increased. Taro-based innovative product development with a zero-waste concept can be applied. Knowledge of how to process taro into bread, nuggets, chips and jam, product packaging, and marketing can help people to increase self-sufficiency. Mentoring activities should be carried out on an ongoing basis so that groups are able to independently make products (chips, bread, nuggets and jam), wider marketing and ultimately increased welfare.
Advancing Regenerative Farming Based on Community Services and Research-Based Experiences Through Building a Sense of Cultural Identity and Pride Among Farmers and Their Children at Subak Uma Lambing Bustamante, Jan Henrick Gonzales; Guerina, Roy Salvamante; Recto, Imee Bello; Tomas, Ricky San Lorenzo Sto.; Tirao, Gladys Hope Aracan; Sumayo, Romeo M.; Santhi, Ni Nyoman Putri Purnama; Astiti, Ni Made Ayu Gemuh Rasa; Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana; Mangku, I Gede Pasek; Situmeang, Yohanes Parlindungan; Astara, I Wayan Wesna; Ciandani, Ni Luh Vigrah Purnama; Prakerti, Ni Luh Adelia Darma
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i1.552

Abstract

This study examines how the community at Subak Uma Lambing in Bali, Indonesia, can advance regenerative farming initiatives by strengthening farmers' and their children's cultural identity and pride. Through community engagement and research-based approaches, this study explores the behavioral factors that influence the adoption of regenerative agricultural practices. By deepening the community’s connection to its cultural heritage, this research seeks to enhance motivation toward sustainable farming and ensure the preservation of local traditions for future generations. The revitalization of agriculture in Subak Uma Lambing relies on cultivating a strong sense of cultural identity, particularly among the younger generation. Strengthening this cultural bond is essential for fostering a resilient agricultural system that honors tradition while integrating innovation. By instilling an appreciation for farming from an early age, this study aims to promote long-term sustainability and prosperity for the Subak Uma Lambing community.Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs)SDG 2 (Zero Hunger)SDG 4 (Quality Education)SDG 11 (Sustainable Cities and Communities)SDG 12 (Responsible Consumption and Production):SDG 15 (Life on Land)