Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS DOSIS PAPARAN RADIASI DARI PESAWAT PANORAMIK DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RADEN MATTAHER JAMBI Chintiya Romarti; Jesi Pebralia; Rista Mutia Anggraini
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 9 No. 1 (2023): JOP (Journal Online of Physics) Vol 9 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v9i1.27310

Abstract

This research aims to analyze the influence of distance and direction on radiation exposure values, assess the doses received by radiation workers and the general public, and evaluate the effectiveness of radiation protection from panoramic aircraft. The research method used is an experimental research method, where the researcher directly measures the variables of the study and conducts data analysis. The study was conducted by measuring radiation doses in various directions at distances ranging from 0.5 meters to 2.5 meters forward and to the right, and 0.5 meters to 1.5 meters to the left. Dose data reception was taken at operator room, service area, corridor, and waiting room points, and radiation protection effectiveness measurements were taken at corridor entrance, waiting room, and operator room points using a survey meter. The research results indicate that the radiation exposure dose is inversely proportional to the measured distance. The dose received by radiographers in the operator room is 0.107 μSv/hour, in the employee corridor, it is 0.0856 μSv/hour, and in the public waiting room, it is 0.0856 μSv/hour. The radiation protection effectiveness value in the operator room is 94.40%, at the patient entrance from the panoramic aircraft waiting room, it is 92.12%, and at the radiographer entrance from the employee corridor, it is 94.62%. According to the Tenth Value Thickness (TVT) concept, this is considered safe because the existing protection capabilities can effectively absorb radiation.
IMPLEMENTATION OF INTERNET OF THINGS (IoT) BASED ON GOOGLE SHEETS FOR WATER QUALITY MONITORING SYSTEM Jesi Pebralia; Linda Handayani; Dawam Suprayogi; Iful Amri
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 9 No. 1 (2023): JOP (Journal Online of Physics) Vol 9 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v9i1.28689

Abstract

Temperature, pH, and TDS are important indicators of water quality that affect various aspects. This research aims to develop a water quality monitoring system by implementing Internet of Things (IoT) technology based on Google Sheets. Based on the tests for each sensor - temperature, pH, and TDS - the results show that the system has an excellent level of measurement precision, with an average precision value of above 95%. The findings also indicate that Google Sheets can be utilized in IoT technology and can operate on more than one distinct computer device at the same time. The use of Google Sheets in IoT technology is highly effective, flexible, and user-friendly. The measured data can be automatically stored and can be visualized effectively.".
IMPLEMENTASI INTERNET OF THINGS (IOT) DALAM MONITORING KUALITAS UDARA PADA RUANG TERBUKA Jesi Pebralia; Hamdi Akhsan; Iful Amri
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 1: April 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.1.1-8

Abstract

ABSTRAK   Saat ini, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kualitas udara memerlukan solusi monitoring yang efisien dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem monitoring kualitas udara di ruang terbuka dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan Google Sheet. Terdapat empat parameter yang dimonitoring yaitu konsentrasi gas karbondioksida (CO2), konsentrasi gas karbondioksida (CO), suhu, dan kelembaban udara dengan menggunakan ESP32 sebagai pengatur seluruh proses dalam sistem. ESP32 merupakan sebuah modul mikrokontroler dengan fitur mode ganda yakni WiFi dan Bluetooth. Selain itu, sumber energi listrik yang dipakai berasal dari tenaga matahari yang dikonversi menggunakan panel surya. Uji coba system monitoring dilakukan pada pukul 06.30 WIB sampai 22.51 WIB, dimana system instrumentasi di pasang pada ruang terbuka dengan ketinggian 2 m diukur dari permukaan tanah. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem IoT dapat melalukan pemantauan secara realtime dan efisien dalam mendeteksi variasi setiap detik terhadap parameter kualitas udara yang diukur. Sistem monitoring berbasis IoT dan Google Sheet ini menawarkan solusi monitoring kualitas udara yang hemat biaya, efisien, dan interaktif, serta memudahkan partisipasi masyarakat dalam upaya pemantauan kualitas udara.   Kata  kunci—Google sheet, Internet of Things (IoT), Kualitas Udara, Monitoring   ABSTRACT   Nowadays, the increasing public awareness of air quality necessitates efficient and easily accessible monitoring solutions. This research aims to develop an open-space air quality monitoring system by leveraging Internet of Things (IoT) technology integrated with Google Sheet. Four parameters are monitored: carbon dioxide (CO2) concentration, carbon monoxide (CO) concentration, temperature, and humidity. The microcontroller used is the ESP-32, and the electrical energy source is derived from solar power, converted by solar panels. The monitoring system trial ran from 06:30 to 22:51 local time, where the instrumentation system was installed in an open space at a height of 2 meters from the ground level. Trial results show that the IoT system can monitor in real-time and efficiently detect second-to-second variations in the measured air quality parameters. This IoT and Google Sheet-based monitoring system offers a cost-effective, efficient, and interactive solution, facilitating community participation in air quality monitoring efforts.   Keywords—Air quality, Google sheet, Internet of Things (IoT), Monitoring system
Pengembangan Three Tier Test Multiple Choice Untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Pada Materi Hukum Newton Atsilah, Mutiara Basima; Suhadi, Suhadi; Putri, Jamiatul Khairunnisa; Mabruroh, Faizatul; Sugiarti, Sugiarti; Pebralia, Jesi
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 15, No 2 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v15i2.18045

Abstract

Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Namun siswa sering mengalami pemahaman konsep yang berbeda dengan para fisikawan. Perbedaan pemahaman tersebut dapat memicu terjadi miskonsepsi, sehingga diperlukan upaya dan instrumen untuk mengukur miskonsepsi siswa yang biasa disebut tes diagnostik, salah satu diantaranya adalah berbentuk three  tier multiple choice. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat miskonsepsi peserta didik pada materi hukum Newton di kelas X ipa SMA Negeri 15 OKU. Dengan menggunakan rancangan Borg and Gall tujuh tahapan. Subjek penelitian sebanyak 34 siswa kelas X IPA SMA Negeri 15 OKU. Reliabilitas soal yang dikembangkan sangat tinggi, artinya soal tes reliabel. Produk akhir terdiri dari 2 soal kategori mudah, 10 soal kategori sedang dan 4 soal kategori sukar. Soal tes memiliki tingkatanyang berbeda: 4 soal sukar, 12 soal sedang dan mudah 12% siswa yang mengalami miskonsepsi yang termasuk dalam kategori rendah, dengan miskonsepsi (false positive) sebesar 2.5%, miskonsepsi (false Negative) sebesar 3.1% dan Miskonsepsi 6.4% dengan miskonsepsi tertinggi terdapat pada soal nomor 4 sebanyak 11 siswa. Hasil uji validitas oleh tiga validator ahli menunjukkan validitas yang tinggi dengan rata-rata 4,45 dengan kriteria valid dari tiga ahli validasi. Setelah melakukan semua rangkaian tahapan penelitian adapun hasil dari penelitian ini mengidentifikasi miskonsepsi pada materi hukum Newton pada kelas X di SMA N 15 OKU sebesar 12% dalam kategori miskonsepsi rendah. Dengan adanya penelitian ini guru dapat mendiagnosis miskonsepsi yang dialami peserta didik lebih mendalam, menentukan materi yang memerlukan penekanan lebih saat pembelajaran, dan merencanakan pelajaran yang lebih baik untuk membantu mengurangi miskonsepsi peserta didik.
RANCANG BANGUN SISTEM PENGUKURAN INTENSITAS CAHAYA, SUHU, DAN KELEMBABAN RUANGAN BERBASIS SENSOR DHT11 DAN BH1750 Pebralia, Jesi; Fendriani, Yoza; Afrianto, M. Ficky; Nur Syaqila, Cindy
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 10 No. 1 (2024): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v10i1.38230

Abstract

Intensitas cahaya dalam ruangan, suhu, dan kelembaban udara merupakan parameter fisis penting yang secara langsung mempengaruhi kualitas udara di dalam ruangan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 2 Tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem pengukuran intensitas cahaya, suhu, dan kelembaban ruangan berbasis sensor BH1750 dan DHT11, serta untuk mengevaluasi kinerja dari system yang dibangun melalui pengujian terhadap nilai akurasi dan presisi system. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (R&D). Pengujian dilakukan di dua lokasi dimana lokasi pertama untuk mengkalibrasi akurasi sensor, sedangkan lokasi kedua digunakan untuk menguji nilai presisi sistem secara keseluruhan. Penelitian ini telah menghasilkan system pengukuran intensitas cahaya, suhu, dan kelembaban ruangan yang diintegrasikan dengan mikrokontroller Arduino uno sebagai perangkat pemrograman serta LCD TFT sebagai antar muka yang menampilkan data hasil pengukuran. Selain itu, hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem pengukuran yang dikembangkan memiliki akurasi sebesar 90,13% dengan error sebesar 9,87% dan presisi sebesar 99,23%. Hal ini mengindikasikan bahwa sistem ini reliabel untuk mengukur parameter lingkungan dalam ruangan.