Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Perjuangan Kesetaraan Gender dalam Novel Kartini Karya Abidah ElKhalieqy: Tinjauan Wacana Kritis Devi, Ni Nyoman Sri Ayu; Fayzatira, Nala; Andini, Zuriati; Fateha, Agil Syuha; Aliurridha, Aliurridha
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4276

Abstract

Penelitian ini menganalisis perjuangan kesetaraan gender dalam novel Kartini karya Abidah El Khalieqy melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Sara Mills. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap bagaimana tokoh Kartini bereaksi sebagai subjek dan objek terhadap wacana dominan adat, budaya, dan pendidikan yang hegemonik, serta bagaimana bahasa berfungsi sebagai alat ideologis dalam perlawanan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan fokus pada analisis teks naratif dan dialog dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kartini melakukan transisi diskursif dari objek pasif menjadi subjek yang berdaulat lewat ekspresi linguistik berupa metafora dan ironi dalam ranah adat/budaya, serta pernyataan lugas dalam ranah pendidikan. Studi ini menyimpulkan bahwa sastra merupakan arena pertarungan wacana dan memberikan kontribusi signifikan bagi kajian sastra feminis dan analisis wacana di Indonesia.
Relasi Makna Sinonimi Adjektiva Waktu dalam Bahasa Indonesia Febriani, Elya; Aliurridha, Aliurridha; Ikomah, Rinda WidyA
Ruang Kata Vol 5 No 02 (2025): Ruang Kata
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/jrk.v5i02.1901

Abstract

This study discusses the meaning relations of synonymous pairs of Indonesian time adjectives using synonymy theory in the realm of lexical semantics. The meaning relations between synonymous words are not absolute. In certain contexts, synonymous words can be used interchangeably, but in other contexts they cannot be used interchangeably. Therefore, this study attempts to identify the distribution of patterns of use of synonymous pairs of time adjectives and what aspects differentiate the meanings of words in synonymous pairs of time adjectives. The purpose of this study is to prove the existence of differences in meaning between synonymous pairs. Data in this study were obtained from newspapers, e-books of short stories, dictionaries, and based on the researcher's linguistic intuition. This study applies a descriptive analysis method with a qualitative approach. The data collection method in this study uses the listening method with the reading and note-taking technique. Data analysis uses Simak method with the direct element sharing technique and the substitution technique. The results show that word pairs have different distributions and in certain contexts their use cannot be interchanged. This is possible because there are differences in meaning caused by differences in implications, applications, one meaning being more general than the other, taste values and differences in the variety of usage
Pembuktian Satir dalam Antologi Lengkap Cerpen A.A. Navis Aliurridha; Rinda Widya Ikomah
MABASAN Vol. 19 No. 1 (2025): Mabasan 19 (1)
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v19i1.1024

Abstract

A.A. Navis telah lama dikenal sebagai pengarang yang mengaplikasikan satir dalam karya-karyanya. Bahkan, sayembara kritik sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) mengambil “Satirisme Navis” sebagai tema yang kemungkinan besar disebabkan mode komunikasi yang diartikulasikan Navis dalam bersusastra. Sayangnya, sampai saat ini belum ada satu pun temuan akademis yang membuktikan kebenaran satir dalam karya-karya Navis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kebenaran satir dalam Antologi Lengkap Cerpen A.A. Navis yang merangkum karir kepengarangan Navis dalam kurun waktu 1955—2002. Dengan terlebih dahulu membangun kerangka teoretis, penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan akademis yang sebelumnya diterima, tanpa dipertanyakan kembali, sebagai sebuah kebenaran. Data dalam penelitian ini berupa 68 cerpen yang terangkum dalam antologi ini. Analisis data menggunakan metode pembacaan dekat yang diperkaya dengan analisis isi. Hasil penelitian mengungkap cerpen-cerpen Navis terbagi dalam kategori satir sebagai genre, satir sebagai mode atau satir yang lemah, dan satir yang tidak terlihat seperti satir. Namun, lebih banyak dari setiap kategori di atas adalah cerpen realis serius, yang kurang tepat jika diklasifikasikan sebagai satir.
Pelatihan Read Aloud dan Perpustakaan Digital pada Guru dan Orangtua Wali TK Al-Ikhlas untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa pada Anak: Training Program on Read Aloud Technique and Digital Libraries for Teachers and Parents of TK Al-Ikhlas Kindergarten to Improve Children's Language Skills Pipit Aprilia Susanti; Wika Wahyuni; Marlinda Ramdhani; Aliurridha Aliurridha; Isna Dia'ul Adha; Nanang Satrio Rinjani
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.8114

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di TK Al-Ikhlas Mesanggok, Gerung, Lombok Barat dengan tujuan meningkatkan kesadaran serta keterampilan guru dan orangtua dalam membacakan nyaring (read aloud) serta memaksimalkan pemanfaatan perpustakaan digital. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya minat baca anak, keterbatasan pemahaman guru dan orangtuaorangtua mengenai literasi yang sering diartikan sebatas membaca-menulis, serta keterbatasan koleksi buku yang sesuai dengan usia anak. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan pemodelan teknik read aloud yang dilanjutkan dengan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru dan orangtua mengenai manfaat teknik read aloud dalam mengembangkan kosa kata bahasa anak. Selain itu, pengenalan perpustakaan digital memberikan solusi atas keterbatasan koleksi cetak dan membuka akses pada bacaan yang lebih luas, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi. Disarankan agar guru dan orang tua secara konsisten menerapkan teknik read aloud serta memanfaatkan perpustakaan digital secara berkelanjutan dengan dukungan fasilitas dan pendampingan yang memadai guna meningkatkan kualitas literasi anak.
Perjuangan Kesetaraan Gender dalam Novel Kartini Karya Abidah ElKhalieqy: Tinjauan Wacana Kritis Ni Nyoman Sri Ayu Devi; Nala Fayzatira; Zuriati Andini; Agil Syuha Fateha; Aliurridha Aliurridha
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4276

Abstract

Penelitian ini menganalisis perjuangan kesetaraan gender dalam novel Kartini karya Abidah El Khalieqy melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Sara Mills. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap bagaimana tokoh Kartini bereaksi sebagai subjek dan objek terhadap wacana dominan adat, budaya, dan pendidikan yang hegemonik, serta bagaimana bahasa berfungsi sebagai alat ideologis dalam perlawanan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan fokus pada analisis teks naratif dan dialog dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kartini melakukan transisi diskursif dari objek pasif menjadi subjek yang berdaulat lewat ekspresi linguistik berupa metafora dan ironi dalam ranah adat/budaya, serta pernyataan lugas dalam ranah pendidikan. Studi ini menyimpulkan bahwa sastra merupakan arena pertarungan wacana dan memberikan kontribusi signifikan bagi kajian sastra feminis dan analisis wacana di Indonesia.
Simbolisme Anatomi Pohon dalam Al-Qur’an: Analisis Ekolinguistik dan Metafora Konseptual Mustakim Saleh; Aliurridha Aliurridha; Jamaluddin Gesrianto A'ban
Ruang Kata Vol 6 No 01 (2026): Ruang Kata
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/jrk.v6i01.2264

Abstract

This study examines tree symbolism in QS Ibrahim, verses 24 and 26, by integrating ecolinguistic and conceptual metaphor approaches. It aims to reveal how the Qur’an employs tree metaphors to represent human morality and the resilience of faith. A descriptive-analytical qualitative method was used, involving observation and note-taking of the Qur’anic text, followed by mapping the concrete domain (tree anatomy) onto the abstract domain (moral concepts), and analysis using the Bang and Døør framework. Findings indicate that a good tree with strong roots, a sturdy trunk, and upward-reaching branches symbolizes a good statement, a foundation of faith, consistency of character, and growth of deeds. Conversely, a bad tree with uprooted roots and fragile structure represents a bad statement, moral instability, and a lack of foundational values. The conceptual model highlights the binary opposition of good and bad trees and underscores the role of human ecological experience in systematically understanding morality. These findings advance ecolinguistic and conceptual metaphor studies in Qur’anic linguistic research.
SATIR DAN DESTABILISASI WACANA IDEOLOGIS DALAM CERPEN “SEBELUM PERTEMUAN DIMULAI”: KAJIAN STILISTIKA KRITIS Aliurridha; Widya Ikomah, Rinda; Marzuki, Ismail
Buana Bastra Vol 13 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bastra.vol13.no1.a11515

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi stilistika dalam cerpen “Sebelum Pertemuan Dimulai” karya A.A. Navis. Dengan memadukan stilistika Geoffrey N. Leech dan Michael H. Short serta stilistika kritis, penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana gaya bahasa bekerja dalam membangun wacana ideologis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pembacaan dekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ironi, parodi, hiperbola, dialog absurd, dan deformasi retorika politik menjadi strategi stilistika yang dominan dalam cerpen ini. Bahasa dalam cerpen ini berfungsi sebagai arena destabilisasi wacana ideologis melalui pengacauan otoritas moral, politik, dan simbolik. Penelitian ini memperlihatkan Navis mampu mendayagunakan bahasa secara kreatif untuk menghasilkan cerpen yang kompleks.
Fungsi Kognitif dan Pragmatik Metafora dalam Debat Pilgub DKI Jakarta 2017 Aliurridha Aliurridha; Anwar Efendi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.1328

Abstract

Metaphors have long been studied in literature yet the study of metaphors on the political discourse of Indonesia is still difficult to be found. The researches on metaphors are mostly in finding the type of metaphor but rarely studies the function of metaphor. In addition, the researches on metaphors are still dominated by a semantic approach rather than a pragmatic approach, whereas metaphor is part of the language in use. This study aims to find the cognitive and pragmatic functions of metaphors in the debate of the 2017 Jakarta Governor election. The method in this research was a qualitative method with cognitive and pragmatic approaches. The data were collected by the read and record techniques. The data were analyzed by the referential and abductive inference method. The result of this study shows that most metaphorical expressions found in this study cognitively have ontological and structural functions. Whereas, pragmatically metaphors have a function to influence listeners by using target domains that are close to everyday life. In general, the metaphors that emerged at the debate of the 2017 DKI Jakarta Governor election have a function to help simplify abstract and complex political issues. AbstrakMetafora telah lama menjadi kajian sastra, tetapi pengkajian metafora pada wacana politik di Indonesia masih sangat jarang. Penelitian tentang metafora kebanyakan masih terbatas pada menemukan jenis dari metafora, tetapi kajian mengenai fungsi metafora masih jarang dilakukan. Selain itu, penelitian metafora masih didominasi oleh pendekatan semantik daripada pendekatan pragmatik. Padahal, metafora merupakan bagian dari penggunaan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan fungsi kognitif dan pragmatik metafora pada debat pemilihan Gubernur Jakarta. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan kognitif dan pragmatik. Data dikumpulkan dengan metode simak dengan teknik baca tulis. Data dianalisis dengan metode padan referensial dan inferensi abduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ungkapan metaforis yang ditemukan dalam penelitian ini secara kognitif memiliki fungsi ontologikal dan fungsi struktural. Sementara itu, secara pragmatik metafora berfungsi untuk memengaruhi pendengar dengan menggunakan ranah sasaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Secara umum metafora yang muncul pada debat pemilihan Gubernur DKI Jakarta memiliki fungsi untuk membantu menyederhanakan isu-isu politik yang abstrak dan rumit.
Kesiapan Pedagogis Mahasiswa dalam Keterampilan Opening dan Closing Instruction pada Mata Kuliah Pembelajaran Mikro: Pedagogical Readiness of Students in Opening and Closing Instruction Skills in a Microteaching Course Ismail Marzuki; Aliurridha Aliurridha; Muh. Khairussibyan
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 10 No. 2 (2026): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v10i2.3875

Abstract

This study aims to describe students’ pedagogical readiness in opening and closing instruction skills in the Microteaching course. The study employed a qualitative descriptive method, with data collected through observations of students’ teaching practices using a teaching skills assessment instrument. The research subjects were students enrolled in the Microteaching course in the Indonesian Language and Literature Education Study Program. The data were analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that, in general, students demonstrated Farly good pedagogikah readiness in opening instruction skills, particularly in attracting students’ attention, delivering greetings, and explaining learning objectives. However, several weaknesses were still identified in closing instruction skills, such as the lack of optimal reflective activities, reinforcement of learning materials, and the delivery of follow-up activities. These findings indicate that microteaching plays an important role in developing the pedagogical competencies of prospective teachers, particularly in constructing effective, communicative, and reflective learning structures before engaging in actual classroom teaching practices.
Legitimasi Politik dan Representasi Moral dalam Debat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 : Political Legitimacy and Moral Representation in the 2017 Jakarta Gubernatorial Debate: A Critical Metaphor Analysis Aliurridha Aliurridha; Mustakim Saleh
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 10 No. 2 (2026): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v10i2.3900

Abstract

This study examines how metaphors are used as mechanisms of political legitimacy in the 2017 Jakarta Gubernatorial Debate. The study departs from the view that metaphors in political discourse can function as discursive strategies that construct moral representation, legitimize power, and shape the relationship between leaders and the people. By integrating Conceptual Metaphor Theory and Critical Discourse Analysis, this study seeks to explain the ideological functions of metaphor in Indonesian political discourse. The data consist of metaphorical expressions found in the debates between the Ahok–Djarot and Anies–Sandi candidate pairs. The findings show that metaphors are employed to construct moral legitimacy through representations of leadership, social justice, public welfare, and the delegitimization of political opponents. Metaphors also play a significant role in shaping moral frameworks that determine how political actions are understood as rational, moral, and worthy of public support within contemporary Indonesian democratic discourse.