Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perjuangan Kesetaraan Gender dalam Novel Kartini Karya Abidah ElKhalieqy: Tinjauan Wacana Kritis Devi, Ni Nyoman Sri Ayu; Fayzatira, Nala; Andini, Zuriati; Fateha, Agil Syuha; Aliurridha, Aliurridha
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4276

Abstract

Penelitian ini menganalisis perjuangan kesetaraan gender dalam novel Kartini karya Abidah El Khalieqy melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Sara Mills. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap bagaimana tokoh Kartini bereaksi sebagai subjek dan objek terhadap wacana dominan adat, budaya, dan pendidikan yang hegemonik, serta bagaimana bahasa berfungsi sebagai alat ideologis dalam perlawanan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan fokus pada analisis teks naratif dan dialog dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kartini melakukan transisi diskursif dari objek pasif menjadi subjek yang berdaulat lewat ekspresi linguistik berupa metafora dan ironi dalam ranah adat/budaya, serta pernyataan lugas dalam ranah pendidikan. Studi ini menyimpulkan bahwa sastra merupakan arena pertarungan wacana dan memberikan kontribusi signifikan bagi kajian sastra feminis dan analisis wacana di Indonesia.
Relasi Makna Sinonimi Adjektiva Waktu dalam Bahasa Indonesia Febriani, Elya; Aliurridha, Aliurridha; Ikomah, Rinda WidyA
Ruang Kata Vol 5 No 02 (2025): Ruang Kata
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/jrk.v5i02.1901

Abstract

This study discusses the meaning relations of synonymous pairs of Indonesian time adjectives using synonymy theory in the realm of lexical semantics. The meaning relations between synonymous words are not absolute. In certain contexts, synonymous words can be used interchangeably, but in other contexts they cannot be used interchangeably. Therefore, this study attempts to identify the distribution of patterns of use of synonymous pairs of time adjectives and what aspects differentiate the meanings of words in synonymous pairs of time adjectives. The purpose of this study is to prove the existence of differences in meaning between synonymous pairs. Data in this study were obtained from newspapers, e-books of short stories, dictionaries, and based on the researcher's linguistic intuition. This study applies a descriptive analysis method with a qualitative approach. The data collection method in this study uses the listening method with the reading and note-taking technique. Data analysis uses Simak method with the direct element sharing technique and the substitution technique. The results show that word pairs have different distributions and in certain contexts their use cannot be interchanged. This is possible because there are differences in meaning caused by differences in implications, applications, one meaning being more general than the other, taste values and differences in the variety of usage
Transformasi Subjek dalam Monolog Balada Sumarah: Perspektif Teori Slavoj Žižek : Subject Transformation in the Monologue of Balada Sumarah: The Perspective of Slavoj Žižek's Theory Ikomah, Rinda Widya; Aliurridha, Aliurridha; Putri, Rahmin Meilani
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 4 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v9i4.3266

Abstract

This study examines the transformation of the character Sumarah in the monologue Balada Sumarah by Tentrem Lestari, drawing on Slavoj Žižek's theory. The main focus of this study is to analyze external factors, moments of emptiness, and radical actions that occur in the process of changing the symbolic order experienced by Sumarah. The purpose of this study is to understand how external events, such as the social stigma and rejection she faces, shape her awareness and radical actions as an effort to liberate herself. The method used is a qualitative approach with literary analysis, which connects Žižek's theory on the symbolic order, emptiness, and the radicalization of the subject. The results of the study show that the change in the symbolic order experienced by Sumarah is influenced not only by external factors but also by moments of emptiness that give rise to a deep awareness that drives radical actions. In conclusion, the murder committed by Sumarah is a form of self-liberation from an oppressive social order. Recommendations for further research include exploring the application of Žižek's theory to literary characters, especially monologues, and the social implications of radical actions in a literary context.
Pembuktian Satir dalam Antologi Lengkap Cerpen A.A. Navis Aliurridha; Rinda Widya Ikomah
MABASAN Vol. 19 No. 1 (2025): Mabasan 19 (1)
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v19i1.1024

Abstract

A.A. Navis telah lama dikenal sebagai pengarang yang mengaplikasikan satir dalam karya-karyanya. Bahkan, sayembara kritik sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) mengambil “Satirisme Navis” sebagai tema yang kemungkinan besar disebabkan mode komunikasi yang diartikulasikan Navis dalam bersusastra. Sayangnya, sampai saat ini belum ada satu pun temuan akademis yang membuktikan kebenaran satir dalam karya-karya Navis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kebenaran satir dalam Antologi Lengkap Cerpen A.A. Navis yang merangkum karir kepengarangan Navis dalam kurun waktu 1955—2002. Dengan terlebih dahulu membangun kerangka teoretis, penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan akademis yang sebelumnya diterima, tanpa dipertanyakan kembali, sebagai sebuah kebenaran. Data dalam penelitian ini berupa 68 cerpen yang terangkum dalam antologi ini. Analisis data menggunakan metode pembacaan dekat yang diperkaya dengan analisis isi. Hasil penelitian mengungkap cerpen-cerpen Navis terbagi dalam kategori satir sebagai genre, satir sebagai mode atau satir yang lemah, dan satir yang tidak terlihat seperti satir. Namun, lebih banyak dari setiap kategori di atas adalah cerpen realis serius, yang kurang tepat jika diklasifikasikan sebagai satir.
SATIR DAN DESTABILISASI WACANA IDEOLOGIS DALAM CERPEN “SEBELUM PERTEMUAN DIMULAI”: KAJIAN STILISTIKA KRITIS Aliurridha; Widya Ikomah, Rinda; Marzuki, Ismail
Buana Bastra Vol 13 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bastra.vol13.no1.a11515

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi stilistika dalam cerpen “Sebelum Pertemuan Dimulai” karya A.A. Navis. Dengan memadukan stilistika Geoffrey N. Leech dan Michael H. Short serta stilistika kritis, penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana gaya bahasa bekerja dalam membangun wacana ideologis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pembacaan dekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ironi, parodi, hiperbola, dialog absurd, dan deformasi retorika politik menjadi strategi stilistika yang dominan dalam cerpen ini. Bahasa dalam cerpen ini berfungsi sebagai arena destabilisasi wacana ideologis melalui pengacauan otoritas moral, politik, dan simbolik. Penelitian ini memperlihatkan Navis mampu mendayagunakan bahasa secara kreatif untuk menghasilkan cerpen yang kompleks.
Fungsi Kognitif dan Pragmatik Metafora dalam Debat Pilgub DKI Jakarta 2017 Aliurridha Aliurridha; Anwar Efendi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.1328

Abstract

Metaphors have long been studied in literature yet the study of metaphors on the political discourse of Indonesia is still difficult to be found. The researches on metaphors are mostly in finding the type of metaphor but rarely studies the function of metaphor. In addition, the researches on metaphors are still dominated by a semantic approach rather than a pragmatic approach, whereas metaphor is part of the language in use. This study aims to find the cognitive and pragmatic functions of metaphors in the debate of the 2017 Jakarta Governor election. The method in this research was a qualitative method with cognitive and pragmatic approaches. The data were collected by the read and record techniques. The data were analyzed by the referential and abductive inference method. The result of this study shows that most metaphorical expressions found in this study cognitively have ontological and structural functions. Whereas, pragmatically metaphors have a function to influence listeners by using target domains that are close to everyday life. In general, the metaphors that emerged at the debate of the 2017 DKI Jakarta Governor election have a function to help simplify abstract and complex political issues. AbstrakMetafora telah lama menjadi kajian sastra, tetapi pengkajian metafora pada wacana politik di Indonesia masih sangat jarang. Penelitian tentang metafora kebanyakan masih terbatas pada menemukan jenis dari metafora, tetapi kajian mengenai fungsi metafora masih jarang dilakukan. Selain itu, penelitian metafora masih didominasi oleh pendekatan semantik daripada pendekatan pragmatik. Padahal, metafora merupakan bagian dari penggunaan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan fungsi kognitif dan pragmatik metafora pada debat pemilihan Gubernur Jakarta. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan kognitif dan pragmatik. Data dikumpulkan dengan metode simak dengan teknik baca tulis. Data dianalisis dengan metode padan referensial dan inferensi abduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ungkapan metaforis yang ditemukan dalam penelitian ini secara kognitif memiliki fungsi ontologikal dan fungsi struktural. Sementara itu, secara pragmatik metafora berfungsi untuk memengaruhi pendengar dengan menggunakan ranah sasaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Secara umum metafora yang muncul pada debat pemilihan Gubernur DKI Jakarta memiliki fungsi untuk membantu menyederhanakan isu-isu politik yang abstrak dan rumit.