Farah Dineva R
Bagian Keilmuan Keperawatan Jiwa, Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Korelasi Dukungan Sosial dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Skizofrenia Rawat Jalan Novitayani, Sri; Ruchina, Syiva; Dineva R, Farah
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i3.1025

Abstract

Latar Belakang: Umumnya, masalah utama kesehatan mental pada pasien  skizofrenia rawat jalan adalah kurangnya dukungan sosial untuk membantu mereka mematuhi pengobatan. Pasien  skizofrenia rawat jalan sulit untuk mematuhi obat mereka karena mereka membutuhkan bantuan dari orang lain untuk terus mengonsumsi obat seperti yang diresepkan. Oleh karena itu, dukungan sosial memiliki peran penting dalam merawat pasien skizofrenia  rawat jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara dukungan sosial dan kepatuhan pengobatan pada pasien skizofrenia rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Aceh.  Metode : Penelitian ini merupakan studi korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah 110 pasien skizofrenia rawat jalan  yang datang ke poliklinik di Klinik Jiwa Aceh Keperawatan Kesehatan dengan kriteria inklusi terdiri dari pasien rawat jalan dengan diagnosis skizofrenia, lanjut usia di atas 18 tahun, skor BPRS kurang dari 41 dan memiliki komunikasi yang baik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini termasuk, kuesioner data demografis untuk mengumpulkan data responden, Multidimensional scale of perceived social support (MSPSS) untuk mengumpulkan dukungan sosial dari keluarga, teman, dan orang lain, dan juga kuesioner kepatuhan Pengobatan Perilaku untuk mengumpulkan data kepatuhan minum obat. Hasil : Menurut analisis  Uji Spearmean Rank, hasilnya menunjukkan bahwa ada korelasi yang signifikan antara dukungan sosial dan kepatuhan pengobatan di antara pasien skizofrenia rawat jalan yang mengunjungi poliklinik di Rumah Sakit Jiwa Aceh (p < 0,05). Kesimpulan : Dukungan sosial merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan pengobatan di pasien skizofrenia rawat jalan. Semakin tinggi dukungan sosial yang diberikan kepada pasien rawat jalan skizofrenia, semakin tinggi kepatuhan pengobatan yang mereka miliki.
PENDEKATAN TERAPI MUSIK TERHADAP PASIEN HALUSINASI: SEBUAH STUDI KASUS Lutfia, Chaula; Alfiandi, Rudi; R, Farah Dineva
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa bersifat kronis yang memiliki konsekuensi besar dalam kehidupan orang yang menderita gangguan tersebut. Skizofrenia dapat menyebabkan perubahan yang signifikan terkait perasaan, pikiran, persepsi, dan perilaku dari pasien. Sebagian besar pasien dengan skizofrenia menderita halusinasi. Pasien dengan masalah halusinasi sering kali mengalami ketidakpatuhan terhadap pengobatan. Ketidakpatuhan ini tidak hanya memperburuk kondisinya tetapi cenderung berbahaya terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Penting bagi pasien untuk mematuhi pengobatan agar dapat menghasilkan kesehatan yang lebih optimal. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui efek terapi musik dalam mengurangi halusinasi pada pasien yang menderita halusinasi pendengaran dan penglihatan di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Intervensi yang diberikan berupa penerapan strategi pelaksanaan halusinasi dan pemberian terapi musik yang sesuai dengan keinginan pasien. Hasil evaluasi yang didapatkan adalah penerapan terapi musik mampu menurunkan tingkat halusinasi dari segi intensitasnya, memberikan ketenangan jiwa, rasa senang, mengurangi tingkat kecemasan, dan mampu membawa perubahan dari segi pemikiran dan tindakan yang positif. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah penerapan terapi musik mampu menurunkan tingkat halusinasi serta mampu membuat pasien menyadari segala perbuatannya yang buruk di masa lalu dengan meningkatkan kesadaran diri yang tinggi untuk melakukan perubahan dan meningkatkan motivasi diri. Diharapkan terapi musik dapat diterapkan oleh pasien pada saat telah dipulangkan ke rumah untuk dapat mengurangi halusinasi, kecemasan, dan sebagai alternatif untuk memelihara kesehatan fisik, emosional, mental, sosial dan spiritual.
Penerapan terapi menggambar pada pasien halusinasi pendengaran: Sebuah studi kasus Alhariz, Ziyan; Martina, Martina; Dineva R, Farah
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1384

Abstract

Latar Belakang: Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala positif yang sering muncul pada pasien skizofrenia. Pasien dengan halusinasi pendengaran dapat mendengar suara-suara yang sebenarnya tidak ada, seperti bisikan, suara ancaman, atau perintah yang tidak nyata. Hal ini membuat pasien sulit membedakan antara kenyataan dan halusinasinya, sehingga dapat berdampak negatif pada kualitas hidupnya. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif pada Tn. S dengan halusinasi pendengaran melalui penerapan strategi pelaksanaan dan terapi menggambar di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Metode: Pemberian strategi pelaksanaan dilakukan selama 2 hari, dan untuk terapi menggambar dilakukan selama 5 hari, satu sesi per harinya dengan durasi 45 menit. Hasil: Hasilnya menunjukkan penurunan skor Auditory Hallucinations Rating Scale (AHRS) dari 29 (Berat) menjadi 18 (Sedang) yang berarti adanya perubahan frekuensi dan intensitas halusinasi pendengaran, peningkatan fokus, serta peningkatan ketenangan pada pasien. Kesimpulan: Terapi menggambar ini terbukti efektif dalam mengurangi gejala halusinasi pada pasien skizofrenia. Diharapkan metode ini dapat diaplikasikan lebih luas di Rumah Sakit Jiwa Aceh untuk menurunkan tanda gejala halusinasi pada pasien.
Suatu Studi Kasus: Penerapan Art Therapy: Menggambar pada Pasien Halusinasi Pendengaran Martina, Martina; Syakhira, Annisa; Dineva R, Farah
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i2.211

Abstract

Halusinasi merupakan gejala positif yang terjadi pada skizofrenia. Halusinasi yang paling umum adalah halusinasi pendengaran dengan tanda dan gejala seperti menarik diri, tertawa sendiri, duduk terpaku, bergumam sendiri, mendengar suara bisikan yang tidak ada, gelisah, dan sering marah secara tiba-tiba. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan keperawatan secara menyeluruh melalui strategi keperawatan dan pendekatan Art Therapy: Menggambar di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Strategi pelaksanaan dan pendekatan Art Therapy: Menggambar diberikan selama lima hari. Hasil studi kasus ini didapatkan adanya penurunan tanda dan gejala halusinasi berupa penurunan intensitas suara menjadi 1 kali sehari dan pasien mampu mengontrol halusinasinya. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah pemberian strategi pelaksanaan dan pendekatan Art Therapy: Menggambar mampu menurunkan tanda dan gejala halusinasi. Diharapkan perawat Rumah Sakit Jiwa Aceh dapat memberikan asuhan keperawatan dengan modifikasi strategi pelaksanaan dan Art Therapy: Menggambar pada pasien halusinasi sehingga dapat mengoptimalkan proses pemulihan pada pasien.
PENGARUH PROGRAM MANAJEMEN DIRI BERBASIS KELOMPOK TERHADAP PERILAKU DIET HIPERTENSI DI ACEH Ridwan, Arfiza; Boonyasopun, Umaporn; Jittanoon, Piyanuch; Dineva R, Farah
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.21002

Abstract

Hipertensi merupakan tantangan di semua negara karena prevalensinya yang tinggi. Perawatan hipertensi dalam keperawatan komunitas melibatkan perawatan non-farmakologis terstruktur termasuk konseling tentang perubahan gaya hidup. Tujuan dari studi kuasi-eksperimental ini adalah untuk menguji efek dari program manajemen diri diet berbasis kelompok pada perilaku diet masyarakat dengan hipertensi. Delapan puluh delapan sampel dipilih dan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mendapatkan program pengelolaan pola makan berbasis kelompok, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapat buku pedoman perilaku diet hipertensi ketika penelitian selesai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari perilaku diet kelompok eksperimen sebelum dan sesudah mengikuti program (t = -11,315, df = 43, p 0,05). Terdapat juga perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (t = 9.231, df = 86, p 0.05). Hal tersebut mengindikasikan bahwa program manajemen diri diet berbasis kelompok meningkatkan perilaku diet masyarakat penderita hipertensi secara efektif di Indonesia. Oleh karena itu, disarankan bagi perawat untuk melaksanakan program yang dipandu oleh penelitian ini dalam menerapkan proses manajemen diri diet berbasis kelompok
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DENGAN FREKUENSI KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA Sari, Hasmila; R, Farah Dineva; Martina, Martina
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v8i2.6413

Abstract

Latar belakang: Kekambuhan merupakan hal yang sering dialami oleh pasien skizofrenia. Kekambuhan ini memiliki dampak terhadap fungsi individu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Karakteristik demografi dapat menjadi faktor protektif atau faktor risiko terhadap kekambuhan. Karakteristik demografi tersebut merupakan hal yang tidak bisa dimodifikasi sehingga membutuhkan upaya atau dukungan internal dan eksternal pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan antara karakteristik demografi dengan frekuensi kekambuhan pada pasien skizofrenia yang dirawat di rumah sakit jiwa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 389 rekam medis dengan kriteria diagnosis skizofrenia sesuai DSM-5, rawat inap setahun terakhir, dan riwayat masuk RS lebih dari satu kali. Alat pengumpul data adalah lembar check-list yang berisikan data karakteristik pasien. Hasil analisis disajikan dalam bentuk univariat dan analisa data dilakukan dengan uji bivariat chi-square. Hasil: Karakteristik yang berhubungan dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia dalam 1 tahun terakhir adalah pekerjaan (OR=2,103) dan status perkawinan (OR=1,911). Kesimpulan: Dua karakteristik demografi yang berhubungan dengan frekuensi kekambuhan pada penelitian ini adalah pekerjaan dan status perkawinan. Diharapkan rumah sakit dapat mengoptimalkan kegiatan rehabilitasi untuk meningkatkan keterampilan pasien dalam mengelola living skill, working skill dan learning skill. Status perkawinan adalah karakteristik yang tidak bisa diubah. Meskipun demikian, sumber dukungan tidak hanya berasal dari pasangan, namun juga dapat melibatkan anggota keluarga lainnya.