Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : Jurnal Agrium

Perbaikan Sifat Biologi Tanah Perkebunan Karet (Havea brasiliensis) Dengan Menggunakan Teknik Biopori Maharany, Rina
Agrium Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v16i2.1937

Abstract

The estimation of the International Rubber Study Group (IRSG) is estimated to be a lack of rubber supply in the period of the next two decades. For this reason, the government has set the target of developing Indonesian rubber production at 3-4 million tons/year by 2025. The production target can only be achieved if at least 85% of the currently less productive rubber plantation area is successfully rejuvenated with various technologies to improve soil productivity and using superior rubber clones.Biopori hole is a vertical hole into the ground to increase the rate of infiltration of rainwater. This research was done in rubber land Jaharun B of village, sub district of Galang, Deli Serdang district, on Februari until Agustus 2017. This research was used Randomized Blok Design Non Factorial with 4 dose of rubber litter treatment is K1 : Control, K2 : 3 kg, K3 : 3.5 kg, K4 : 4 kg.      The addition of rubber litter treatment by biopori was able to repair the biology characteristic of soil for all parameters {(C-organic (%), N-total (%), C/N and amount of soil microbial)}with the addition of rubber litter is 3.5 kg. The more given of rubber litter into the ground, it can to repair the chemical characteristic of soil in rubber plantation.  Keyword : Biopori, Biology Charateristic of Soil, Productivity in Rubber Plantation
Analisa Produktivitas Kelapa Sawit Di Dataran Tinggi Kebun Bah Birong Ulu–PT. Perkebunan Nusantara IV Ningsih, Tuty; Maharany, Rina; Khoirul Fu’adh, Sukri
Agrium Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i1.2354

Abstract

Secara umum, persyaratan untuk menanam kelapa sawit pada ketinggian   0-400 m di atas permukaan laut. Tingginya permintaan Minyak Sawit Mentah di pasar internasional telah menyebabkan pemerintah memperluas perkebunan kelapa sawit ke ketinggian tinggi. Budidaya kelapa sawit di dataran tinggi akan mempengaruhi tingkat produksi dan produktivitas. Penelitian ini dilakukan di Perkebunan Bah Birong Ulu PT. Perkebunan Nusantara IV dari Januari hingga September 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) produktivitas kelapa sawit tertinggi pada 2017 adalah 1.280 ton/ha/tahun dan produktivitas terendah pada 2015 adalah 1.071 ton/ha/tahun. (2) Realisasi produksi untuk TBS kelapa sawit dan RJT lebih rendah dibandingkan dengan potensi produksi. Padahal realisasi produksi untuk RBT lebih tinggi jika dibandingkan dengan potensi produksi.
Pemanfaatan Kotoran Sapi Dan Pupuk NPK Yara-Mila 16-16-16 Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Murdhiani, Murdhiani; Maharany, Rina
Agrium Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i1.2350

Abstract

Permintaan kacang panjang meningkat setiap tahunnya, sementara produksi belum dapat memenuhi permintaan pasar. Peningkatkan hasil tanaman kacang panjang dapat dilakukan secara intensifikasi dengan pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik secara tepat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu pemberian kotoran sapi dengan 4 taraf, yaitu : K0 = 0 kg/ha (kontrol), K1 = 10 ton/ha (2,88 kg/plot), K2 = 15 ton/ha (4,32 kg/plot), K3 = 20 ton/ha (5,76 kg/plot) dan pemberian pupuk NPK  Yara-Mila 16-16-16 dengan 3 taraf, yaitu : Yo = 0 kg/ha (kontrol), Y1 = 15 kg/ha (43,2 g/plot), Y2 = 300 kg/ha (86,4 g/plot). Parameter yang diamati; tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga tanaman, produksi per tanaman dan produksi per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 2 minggu setelah tanam (MST) dan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 2, 4 dan 6 MST, dan produksi per plot. Jumlah daun terbanyak umur 2 MST adalah 8.44 helai pada perlakuan K3. Tinggi tanaman yang tertinggi umur 6 MST adalah 230.87 cm pada perlakuan K3. Produksi per plot terberat adalah 2.97 kg pada perlakuan K3.Pemberian pupuk NPK Yara-Mila 16-16-16 berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 4 dan 6 MST. Tinggi tanaman yang tertinggi umur 6 MST adalah 218.64 cm pada perlakuan Y2. Interaksi antara kedua perlakuan menunjukkan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 4 MST, yaitu 16.93 helai pada perlakuan K1Y1. Kata Kunci : Kotoran Sapi, Pupuk NPK Yara-Mila, hasil
Karakter Fisiologis Benih Kakao (Theobroma cacao L.) Pada Beberapa Kondisi Suhu Dan Media Simpan Yang Berbeda Rosdiana, Eva; Maharany, Rina
Agrium Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i2.2859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu simpan yang sesuai terhadap karakter fisiologis benih kakao, media simpan yang sesuai terhadap karakter fisiologis benih kakao, dan suhu simpan yang sesuai pada media simpan yang digunakan terhadap karakter fisiologis benih kakao. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan dan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam model uji multilokasi dengan rancangan kelompok lengkap teracak terdiri atas 2 faktor, suhu penyimpanan terdiri atas tiga: suhu kamar (25-270C), suhu AC (18-200C), suhu refrigerator (13-150C), dan media simpan terdiri atas: serbuk gergaji, serbuk sabut kelapa dan abu tempurung kelapa. Hasil penelitian menunjukkan, penyimpanan pada suhu kamar menggunakan media simpan serbuk gergaji menghasilkan kadar air terendah, DHL terendah dan Laju respirasi tertinggi.
Uji Karakteristik Sifat Mekanik Biodegradable Polybag Berbasis Limbah Tanaman Kelapa Sawit (TKKS Dan Pelepah) Maharany, Rina; Yosephine, S, Ingrid Ovie
Agrium Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i1.3847

Abstract

Perkebunan sawit telah menjadi perkebunan terbesar di Indonesia, salah satunya terdapat di Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara menyatakan bahwa luas areal perkebunan kelapa sawit tahun 2016 adalah 417.809 ha dengan produksi TBS mencapai 5.775.631,82 ton, dan akan dihasilkan limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) sebesar 23.250 ton/hari pada PKS berkapasitas 50 ton/jam. Material organik baik berupa limbah padat kelapa sawit sangat banyak tersedia dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Bahan-bahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biodegradable polybag yang  dapat digunakan sebagai media tanam untuk bibit tanaman semusim maupun tahunan. Penggunaan biodegradable polybag ini merupakan sebuah solusi dalam mengatasi  permasalahan lingkungan seperti akumulasi polybag plastik setelah pembibitan dan menghambat pertumbuhan tanaman akibat pelepasan polybag yang salah. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi polybag organik yang telah dikembangkan sebelumnya dengan bahan utama limbah TKKS dan pelepah kelapa sawit, serta menentukan komposisi terbaik dari bahan baku tersebut dan melakukan pengujian kualitas sesuai dengan standar mutu kompos SNI. Kata kunci; Biodegradable Polybag, TKKS, Pelepah, Sifat Mekanik
Pengaruh Aplikasi Kompos Hijauan Mucuna bracteata Dan mikoriza Terhadap Kadar Hara P Dan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Wahyuni, Mardiana; Maharany, Rina; Cahya Hasyanah Dlm, Aulia
Agrium Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i2.2850

Abstract

Respon Pemberian Biochar Tandan Kosong Kelapa Sawit Dan Pupuk NPK Pada Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Wahyuni, Mardiana; Maharany, Rina; Putri Sundari, Eka; AG, Rosnina
Agrium Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i2.5328

Abstract

Penelitian ini telah dijalankan di kebun percobaan STIPAP Medan pada bulan Februari–Juni 2020. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 Faktorial yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 4 ulangan, sehingga total sampel keseluruhan 36 bibit. Parameter yang diamati adalah tinggi bibit, lingkar batang, jumlah daun, jumlah kadar klorofil daun. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan analisis of varience (ANOVA) dengan uji beda nyata 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi biochar tandan kosong kelapa sawit dan pupuk majemuk memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi batang, lingkar batang, jumlah daun, kadar klorofil daun, sedangkan interaksi antara aplikasi biochar tandan kosong kelapa sawit dan pupuk majemuk tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan.
Perbaikan Sifat Biologi Tanah Perkebunan Karet (Havea brasiliensis) Dengan Menggunakan Teknik Biopori Rina Maharany
Agrium Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v16i2.1937

Abstract

The estimation of the International Rubber Study Group (IRSG) is estimated to be a lack of rubber supply in the period of the next two decades. For this reason, the government has set the target of developing Indonesian rubber production at 3-4 million tons/year by 2025. The production target can only be achieved if at least 85% of the currently less productive rubber plantation area is successfully rejuvenated with various technologies to improve soil productivity and using superior rubber clones.Biopori hole is a vertical hole into the ground to increase the rate of infiltration of rainwater. This research was done in rubber land Jaharun B of village, sub district of Galang, Deli Serdang district, on Februari until Agustus 2017. This research was used Randomized Blok Design Non Factorial with 4 dose of rubber litter treatment is K1 : Control, K2 : 3 kg, K3 : 3.5 kg, K4 : 4 kg.      The addition of rubber litter treatment by biopori was able to repair the biology characteristic of soil for all parameters {(C-organic (%), N-total (%), C/N and amount of soil microbial)}with the addition of rubber litter is 3.5 kg. The more given of rubber litter into the ground, it can to repair the chemical characteristic of soil in rubber plantation.  Keyword : Biopori, Biology Charateristic of Soil, Productivity in Rubber Plantation
Pertumbuhan Setek Bibit Kopi Robusta Dengan Berbagai Komposisi Media Kompos Kulit Kopi Dan Perbedaan Jumlah Ruas Rosdiana, Eva; Galuh Pratita, Dian; Rahayu, Sri; Maharany, Rina; Kusumaningtyas, Rizky Nirmala
Agrium Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i2.12423

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi media kompos sekam kopi dan jumlah pucuk optimum terhadap pertumbuhan bibit stek kopi. Politeknik Negeri Jember menjadi tempat penelitian ini. Rancangan acak kelompok faktorial (RBD) dengan dua komponen adalah pendekatan eksperimental yang digunakan. Komponen pertama adalah komposisi media kompos sekam kopi yang terdiri dari K0 = 1:1:1 (tanah, pasir, pupuk kandang), K1 = 0:1:1, K2 = 0:2:1, dan K3 = 0:1:2 (tanah, pasir, kompos sekam kopi). R1 = Bagian 1, R2 = Bagian 2, R3 = Bagian 3, dan R4 = Bagian 4 merupakan komponen yang kedua. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat nyata antara semua parameter (jumlah daun, lebar daun, tinggi pucuk, dan panjang akar) dengan komposisi media kompos sekam kopi dengan perbandingan 0:1:2 (K3) pada waktu pengamatan 104, 118, dan 132 HST. Semua parameter (jumlah daun, lebar daun, tinggi tajuk, dan panjang akar) berpengaruh nyata dengan perlakuan menggunakan nomor batang atas kedua (R2) pada pengamatan 104 hst, 118 hst, dan 132 hst. Jumlah tunas tidak berpengaruh pada sifat media kompos sekam kopi
Efektivitas Pematahan Dormansi Dan Komposisi Media Organik Terhadap Pertumbuhan Bibit Sengon (Paracerianthe falcataria (L) Nielsen Rosdiana, Eva; Rahayu, Sri; Maharany, Rina
Agrium Vol 19 No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i3.8744

Abstract

Sengon merupakan industri hutan tanaman yang menghasilkan kayu dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Sengon termasuk biji yang berbiji keras, maka perlu mematahkan dormansi penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri dari 4 level dan faktor kedua terdiri dari empat standar, yang diulang tiga kali. Faktor pertama dimasukkan ke dalam air biasa dengan suhu antara 270-28oC selama 24 jam (P0), benih dalam oven dengan suhu 400 C selama 24 jam (P1), dan benih yang direndam dalam air panas (suhu 80oC ) selama lima menit (P2), benih direndam dalam air garam H2SO4 80% selama 15 menit (P3). Faktor kedua adalah media pohon yaitu tanah pucuk+pasir (K0), pucuk+pasir+pupuk kambing (K1), pucuk+pasir+pupuk ayam (K2), pucuk+pasir+kompos (K3). Pengamanan dewan direksi terdiri dari tanaman, tanaman itu basah kuyup, tahu kering, tanaman, akar, Diameter Batang. Hasil pengamatan pada masing-masing variabel sisi dianalisis dengan menggunakan ANOVA untuk dilanjutkan dengan uji coba lanjutan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dormansi P2 memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan panjang akar, diketahui triwulan I memberikan pengaruh yang nyata pada parameter berat tanaman basah, namun kenyataan berbeda pada parameter tinggi tanaman dan panjang akar. berat tanaman kering. Terdapat interaksi pengaruh P1K1 terhadap berat basah.
Co-Authors A. Tanggul Sutan Haji ABDUL RAUF Ade Junesa AG, Rosnina AG, Rosnina Aldo Dana Asneri Ahmad Lubis Ananda Afriandi Ananda, Aulia Anggun Riskananda Syahren Aries Sukariawan Aries Sukariawan Asep Rahmat Hidayat Atminingsih Atminingsih Bifrans Andre Batubara Bob Bonapasogit Hutagaol Brefty Meysi Afrilia F Cahya Hasyanah Dlm, Aulia Delyana R Pulungan Delyana R. Pulungan Diana Elfrida Marpaung Dimas Napitupulu Dina Arfianti Saragih Dina Arfianti Saragih Dinni Saqina Dion Nantoyo Eka Bobby Febrianto, Eka Bobby Eka Boby Febrianto Elisa Khairanis Fahrizal Fahrizal Giyanto Giyanto Guntoro Guntoro, Guntoro Harahap, Rizky Musarif Ika Ucha Pradifta Rangkuti Ingrid Ovie Yosephine J. Bambang Rahadi W Junaidi Junaidi Khairul Alfazar Khairul Imam Khoirul Fuadh, Sukri Khoirul Fu’adh, Sukri Kusumaningtyas, Rizky Nirmala Marbun, Yohanes Jaya Mentari Maria Heviyanti Marpaung, Ozi Rizal Maulina, Viny Megawati Siahaan Muhammad Kahfi Adam Muhammad Syawaluddin Hasibuan Muhammad Syawaluddin Hasibuan Murdhiani Murdhiani Murdhiani Murdhiani Murdhiani Murdhiani Murdhiani Mutiara Cahyani Najib, Zaki Abdullah Ningsih, Tuty Nurhida Yani Lubis Pada Mulia Raja Pratita, Dian Galuh Purjianto Putri Sundari, Eka Rafi Irmawan Rahmad Dian Rahmad Syah Putra Reza Ade Nugraha Ritna Wahyuni Ritonga, Rizky Rastra Fahrezi Roosmawati, Febriana Rosdiana, Eva Rudi Gunawan Saddam Al Ghazali Sairul Hafiz Ikhwana Sakiah Sakiah Sayyid Murtadhah Nst1 Sianturi, Paris Silvia Anzitha Sitanggang, Elprida Kristina Sri Murti Tarigan SRI RAHAYU T. Sabrina Tifany Aulia R Hasibuan Tifany Zia Aznur Triansyah, Angga Tuty Ningsih W Simbolon Wagino Wahyuni, Mardiana