Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemberdayaan Komunitas Wanita Tani dalam Mendukung Desa Songgon sebagai Sentra Durian di Kabupaten Banyuwangi Dwi Erwin Kusbianto; Hasbi Mubarak Suud; Subhan Arif Budiman; Ika Purnamasari; M Rondhi; Ebban Bagus Kuntadi; Rokhani Rokhani
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.3.478-486

Abstract

Songgon is known as a favorite durian-producing village in Banyuwangi Regency. However, in the last 3 years, durian farmers have been suffering because they failed to experience a bumper harvest. The purpose of this service is to initiate the restoration of the image of Songgon Village as the center of Banyuwangi durian through the provision of quality local Songgon durian seeds. The partner of this community service is the wives of farmers in the village or also called Wanita Tani. Community service methods was using counseling and educational methods, along with training in seedling cultivation skills, followed by assistance in seedling care. A series of activities carried out include: 1) Increasing financial literacy to Women Farmers so that in the future they can face crises if crop failure recurs in the future; 2) Empowerment of farm women in terms of producing rootstocks (durian seedlings from seeds) for side income of Farm Women during the service activities; 3) Grafting training with rootstocks that have been produced and the scion comes from the local durian of each farmer's garden; The results of the activity are introduction people about financial literacy for the target group; Increased skills in the form of the ability to produce seeds independently; As well as the formation of a community with one of the inventories in the form of a planting hole maker that can be rented out to durian farmers in Songgon Village. However, this service has not been able to increase the income of farm women directly because there has been no sale of the seeds produced, but institutional initiation in marketing seeds has been carried out.
Proses Adopsi Inovasi POC Asam Amino oleh Kelompok Tani Margo Mulyo di Desa Kamal, Arjasa, Jember Diah Andika Wangi Ika; Rokhani Rokhani
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 2 (2025): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i2.1398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses adopsi inovasi pupuk organik cair (POC) asam amino pada Kelompok Tani Margo Mulyo di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut memiliki potensi pada subsektor pertanian, khususnya tanaman pangan, yaitu padi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adopsi inovasi POC asam amino berlangsung melalui lima tahapan, yaitu: (1) Tahap pengetahuan, ketika petani memperoleh informasi mengenai manfaat dan cara pembuatan POC asam amino; (2) Tahap persuasi, ketika petani mulai menunjukkan sikap positif terhadap inovasi; (3) Tahap keputusan, ketika petani memutuskan untuk mencoba menggunakan POC asam amino; (4) Tahap implementasi, ketika petani mulai membuat dan menerapkan inovasi di lahan pertanian mereka; dan (5) Tahap konfirmasi, ketika petani terus menggunakan POC asam amino secara berkelanjutan. Penerapan POC asam amino berkontribusi terhadap peningkatan kesuburan tanah secara berkelanjutan yang berdampak pada stabilitas dan potensi peningkatan hasil produksi padi. Selain itu, penggunaan POC asam amino meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit sehingga risiko gagal panen dapat ditekan. Dari aspek sosial, adopsi inovasi ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengelolaan input pertanian ramah lingkungan serta memperkuat kerja sama kelompok tani.
Hubungan Peran Penyuluh Swadaya dan Motivasi Petani dalam Budidaya Cabe Jamu (Piper retrofractum) di Lahan Pekarangan Mifthahul Jannah; Rokhani Rokhani; Sri Subekti; Nurul Dwi Novikarumsari
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 33 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v33i1.408

Abstract

Pengembangan budidaya cabe jamu (Piper retrofractum) di lahan pekarangan menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendukung penyediaan bahan baku industri obat tradisional. Keberhasilan pengembangan komoditas tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis budi daya, tetapi juga oleh peran penyuluh swadaya dalam mendorong motivasi petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh swadaya, tingkat motivasi petani, serta hubungan antara peran penyuluh swadaya dengan motivasi petani dalam budi daya cabe jamu di lahan pekarangan Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional. Seluruh anggota Perkumpulan Petani Cabe Jamu Indonesia (PPCJI) Desa Andongsari yang berjumlah 24 orang dijadikan responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara terstruktur, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh swadaya berada pada kategori sedang dengan persentase 62,50%, sedangkan motivasi petani berada pada kategori tinggi sebesar 75,00%. Analisis Rank Spearman menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,447 dengan nilai signifikansi 0,028 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara peran penyuluh swadaya dengan motivasi petani. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas peran penyuluh swadaya berkontribusi terhadap meningkatnya motivasi petani dalam mengembangkan budi daya cabe jamu di lahan pekarangan.