Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penggunaan Gadget Dengan Perilaku Prakonsepsi Pada Wanita Usia Subur faridah, umi; Hidayah, Noor; Wibowo, Irman Ahmad; Elsera, Chori
TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/triage.v11i1.989

Abstract

Preconception health care is care that refers to biomedical, behavioral, and social preventive interventions that can increase the chances of having a healthy baby. Preconception has an important role in preventing short-term and long-term adverse health impacts for women and their offspring. Reproductive health outcomes will be achieved by focusing on and improving preconception health. it also has the potential to reduce cases of women and babies dying, and many more suffering long-term disabilities, caused by pregnancy and childbirth. Therefore, preconception care is important or necessary to further reduce maternal, newborn, and child mortality. Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are the main indicators of the level of public health. The time approach for collecting data for this research uses survey research with a cross-sectional approach design. There is a relationship between the use of gadgets and preconception behavior at MTs NU Nurul Huda Kudus. The OR value obtained = 6.167 and the P value was 0.05
Prevalensi Post-Partum Blues pada Hari Kedua Pasca Persalinan di RSU’AISYIYAH Klaten Wulandari Nur Fatimah; Elsera, Chori; Permata Sari, Devi; Agustiningrum, Ratna
TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/triage.v12i2.1731

Abstract

Postpartum blues merupakan kondisi suasana hati yang muncul akibat penyesuaian diri terhadap persalinan, yang muncul antara hari pertama hingga keempat belas pasca persalinan, dan mencapai puncaknya pada hari ketiga hingga kelima. Gejala dari post partum blues meliputi perasaan khawatir berlebih, sedih, gangguan tidur, merasa tidak berguna maupun hilangnya nafsu makan. Ibu dan keluarga umumnya tidak menyadari gangguan tersebut dan tidak dilaporkan sehingga tidak terdiagnosa serta tidak mendapat perhatian dari petugas kesehatan. Pada akhirnya, hal ini menimbulkan tantangan signifikan yang dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih parah, khususnya depresi post partum dan psikosis post partum. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik postpartum blues pada ibu nifas di RSU Aisyiyah Klaten. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan ukuran sampel 64 orang, terdiri dari post partum spontan dan sectio caessarea (SC), dengan menggunakan teknik pengambilan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden antara lain usia responden yaitu diantara 20-35 tahun sebanyak 90.6%, responden yang tidak bekerja mayoritas sebanyak 71.9%, paritas mayoritas yaitu multipara (>1 kali) sebanyak 51.6%, status kehamilan responden mayoritas direncanakan sebanyak 60.9%, dukungan suami mayoritas menemani saat persalinan sebanyak 92.2%, aktivitas olahraga responden mayoritas kadang-kadang sebanyak 70.3%, dan jenis persalinan mayoritas Sectio Caessarrea (SC) sebanyak 76.6%. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di RSU’Aisyiyah Klaten tentang Prevalensi Post Partum Blues Pada Hari Kedua Pasca Persalinan terdapat 3.1 % yang mengalami risiko depresi post partum dan sebagian dalam pada tingkat normal sebanyak 96.9%.
Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pada Lansia Yang Mengalami Hipertensi Di ILP Desa Temuireng Marwanti, Marwanti; Setyowati, Dewi; Elsera, Chori; Sawitri, Endang; Supardi, Supardi
TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/triage.v12i2.2070

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah tekanan darah yang abnormal terjadi saat kondisi tekanan darah sistolik dan diastolik meningkat yang bisa diderita oleh berbagai usia, terutama yang paling rentan adalah usia lanjut, peningkatan tekanan darah dalam jangka waktu yang panjang dapat merusak pembuluh darah di organ jantung, ginjal, otak, mata, dan dapat mengakibatkan stroke, infark miokard, gagal ginjal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pada Lansia Yang Mengalami Hipertensi Di Integrasi Layanan Primer (ILP) Desa Temuireng. Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan sejumlah 60 lansia yang mengalami hipertensi diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil : Karakteristik responden paling banyak berusia 60-70 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan sejumlah 48 responden (80%), tidak sekolah sejumlah 39 responden (65%), IRT sejumlah 31 responden (51,7%), lama menderita hipertensi >5 tahun sejumlah 50 responden (83,3%), status menikah sejumlah 46 responden (76,7%), berdasarkan gambaran kepatuhan minum obat hipertensi responden paling banyak tidak patuh sejumlah 47 responden (78,3%). Kesimpulan : Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepatuhan minum obat pada lansia yang mengalami hipertensi di Integrasi Layanan Primer (ILP) Desa Temuireng sebagian besar tidak patuh sejumlah 47 responden (78,3%).