Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : El-Mashlahah

POLITIK ISLAM PERSFEKTIF MAQASHID SYARIAH maimunah, maimunah
eL-Mashlahah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.859 KB) | DOI: 10.23971/el-mas.v8i1.974

Abstract

Beranjak dari permasalahan yang sering menjadi wacana di tengah-tengah masyarakat yang sebagian merasakan bahwa sistem politik di Indonesia lebih sesuai dengan corak kekhalifahan dengan alasan untuk menegakkan syariat di bumi nusantara ini. Hal ini tentunya sedikit banyak akan menimbulkan reaksi dari sebagian masyarakat yang lain yang merasa tidak senang kalau hal tersebut diwujudkan karena notabene mereka yang non muslim, sehingga dalam penelitian ini penulis ingin mengungkapkan pentingnya pemikiran politik Islam ditinjau dari perspektif Maqâshid al-syarî’ah, maka masalah dalam penelitian ini adalah apakah politik ada dalam Islam dan bagaimana eksistensi politik Islam di Negara Indonesia dalam perspektif Maqâshid al-syarî’ah. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui keberadaan eksistensi politik dalam Islam dan kemungkinan penerapan politik Islam di Negara Indonesia perspektif Maqâshid al-syarî’ah.Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang menggunakan metode deduktif dan deskriptif. Teknik analisis referensi yang digunakan adalah teknik analisis isi, pendekatan usul fikih serta pendekatan historis.Hasil penelitian ini menunjukkan: pertama, politik dalam Islam atau lebih dikenal dengan nama siyasah telah ada dan berkembang sejak awal Islam dan terus berkembang hingga sekarang. Kedua, penerapan politik Islam di Indonesia secara nilai dan prinsip telah ada dalam dasar-dasar Negara Indonesia walaupun tidak sepenuhnya bisa diterapkan, karena kemajemukan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia baik dari segi agama maupun budaya. Hal ini disebabkan karena hifz ummah sebagai gagasan perkembangan dari Maqâshid al-syarî’ah dipandang lebih utama untuk menjaga keutuhan dan kesatuan negara republik Indonesia.
POLITIK ISLAM PERSFEKTIF MAQASHID SYARIAH maimunah, maimunah
eL-Mashlahah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.859 KB) | DOI: 10.23971/el-mas.v8i1.974

Abstract

Beranjak dari permasalahan yang sering menjadi wacana di tengah-tengah masyarakat yang sebagian merasakan bahwa sistem politik di Indonesia lebih sesuai dengan corak kekhalifahan dengan alasan untuk menegakkan syariat di bumi nusantara ini. Hal ini tentunya sedikit banyak akan menimbulkan reaksi dari sebagian masyarakat yang lain yang merasa tidak senang kalau hal tersebut diwujudkan karena notabene mereka yang non muslim, sehingga dalam penelitian ini penulis ingin mengungkapkan pentingnya pemikiran politik Islam ditinjau dari perspektif Maqâshid al-syarî’ah, maka masalah dalam penelitian ini adalah apakah politik ada dalam Islam dan bagaimana eksistensi politik Islam di Negara Indonesia dalam perspektif Maqâshid al-syarî’ah. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui keberadaan eksistensi politik dalam Islam dan kemungkinan penerapan politik Islam di Negara Indonesia perspektif Maqâshid al-syarî’ah.Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang menggunakan metode deduktif dan deskriptif. Teknik analisis referensi yang digunakan adalah teknik analisis isi, pendekatan usul fikih serta pendekatan historis.Hasil penelitian ini menunjukkan: pertama, politik dalam Islam atau lebih dikenal dengan nama siyasah telah ada dan berkembang sejak awal Islam dan terus berkembang hingga sekarang. Kedua, penerapan politik Islam di Indonesia secara nilai dan prinsip telah ada dalam dasar-dasar Negara Indonesia walaupun tidak sepenuhnya bisa diterapkan, karena kemajemukan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia baik dari segi agama maupun budaya. Hal ini disebabkan karena hifz ummah sebagai gagasan perkembangan dari Maqâshid al-syarî’ah dipandang lebih utama untuk menjaga keutuhan dan kesatuan negara republik Indonesia.
Co-Authors Achmadi Achmadi Adawiyah, Nur Rabiatul Adifta, Engsas Diniati Alfiah , Nurul Hanifatul Alfiah, Nurul Alfianto, Muhammad Gilang Anggraeni, Maulina Rizky Anggraini, Yola Putri Anisa Putri Anita Setyowati Srie Gunarti Annisa Mahfuzah Anwar Made Apriani, Lili Dwi Aribowo Aribowo Aziz Setyawan Hidayat, Aziz Setyawan Aziz, Barliansyah Awaluddin Azzahra, Annisa Ari Bahrin Bahrin Baroqah, Lailatul Benrahman Cholis Sa’dijah Citra Marina, Citra Damayanti, Nofita Darmawan, Iman Budi Delfita, Ovemy Dewi Susanti Dwi Yulianto Endang Purwaningsih Erlinda , Reza Ena Erwin Pane, Erwin Farhaani , Padyan Fata Nidaul Khasanah Fauzandi, Fachri Ilman Fitria Suryatini Fitriyawany Fitriyawany Ghiffari, Afwan Hadi Reka Utama, Muhamad Herlawati Herlawati Hermantyo, Aulia Maharani Hikmah, Ainul Hurrahma, Mifta Ikhsan, Iqbal Farhan Ilamsyah Ilamsyah, Ilamsyah Ilham, Muhamad Irfandi, Awalia Irwan Raharja Jalinus, Jalinus Jamaliah, Imma jawahir, Jawahir Julaiwa, Siti Hawa Kartini Kartini Khainingsih, Fadilah Gustin Kurniawan , Febri Laksono, Aji Pujo Larasakti , Oqi Dyah lestari, winda Lintang, Anindita Masnia, Fakhriatul Mayangsari, Febry Mega Hayuningtyas Erwanti, Mega Hayuningtyas Meta Lica, Dika Putri Misbah Misbah Muhammad Yani, Muhammad Mulyana, Herlan Nur, Septia Pamungkas , Catur Prabowo, Restu Pradipta Agustina, Pradipta Purwanto Purwanto Putri Yuanita Putri, R.Iska Meili Rahmadya Trias Handayanto Retno Nugroho Whidhiasih Rini Dian Anggraini Sakti , Dio Laksmana Samsiana , Seta Santi, Indira Sartim Sartim, Sartim Setiyaningsih, Wiwik Setiyowati, Supami Wahyu Siahaan, Refania Sianipar, Saut Marodjahan Sisworo Suhadah, Mutia Suhermi, Suhermi Syahbudin Hasibuan Syarifah Nur Siregar Titi Solfitri Utomo, Sidik Priyo Wahyu Wahyu Wahyuni, Zulfa Whidiasih, Retno Nugroho Widiastuti, Ariska Putri Yanuarni, Reni Yenita Roza Yufentya, W Eggy Yuliana, Upi Yusuf Hadi, Yusuf Zada, Naufal Ammar