Vicky H. Makarau
Jurusan Arsitektur, FT-UNSRAT, Manado

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ARSITEKTUR HIGH TECH PADA BANGUNAN OTOMOTIF Watung, Georgy S.V.; Makarau, Vicky H.
MEDIA MATRASAIN Vol 10, No 3 (2013)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bidang otomotif dewasa ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, dengan bertambahnya jumlah kendaraan di kota manado ini bangunan-bangunan yang menampung aktifitas otomotif juga semakin dibutuhkan. Saat ini desain arsitektur tidak bisa terlepas dari pengaruh teknologi dan perilaku manusia yang cenderung mengikuti perkembangan jaman juga ikut mempengaruhi keiinginan mereka untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas yang berteknologi tinggi dan mempermudah aktifitas diberbagai tempat yang mereka kunjungi. Disinilah peran dari para arsitek dan desainer dibutuhkan, yaitu dengan merancang suatu tempat yang dapat memenuhi kebutuhan konsumerisme manusia akan teknologi terkini dan kemudahan fasilitas. Arsitektur high tech memiliki karakter yang transparan dengan penggunaan material baja dan kaca, menunjukan struktur dari bangunan, serta menggunakan kecanggihan teknologi untuk menunjang pengoprasian dari bangunan high tech itu sendiri. Penggunaan warna mencolok untuk elemen bangunan agar perbedaan fungsi menjadi hal yang jelas.
PUSAT REHABILITASI PASCA-STROKE (Penerapan Prinsip-prinsip Healing Environment) Waworundeng, Jessica N.; Kindangen, Jefrey I.; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6444

Abstract

Kemajuan peradababan manusia sudah semakin berkembang pesat disegala bidang kehidupan. Ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Kesibukan yang luar biasa membuat manusia lalai terhadap kesehatan tubuhnya, sehingga banyak ditemukan berbagai penyakit yang menyerang manusia. Salah satu penyakit yang banyak menyerang manusia adalah penyakit akibat gangguan saraf yaitu stroke. Di kota Manado jumlah penderita stroke mengalami peningkatan sebesar 0.04% per tahun. Kurangnya fasilitas rehabilitasi pasca stroke membuat angka kesembuhan penderita stroke sangat kecil. Pusat Rehabilitasi Pasca-stroke di Manado di buat sebagai alternatif pemecahan masalah yang ada. Untuk mewujudkan gagasan ini, maka diterapkan model proses desain generasi II yang terdiri dari dua fase. Fase pertama yaitu pengembangan wawasan komprehensif dengan pendekatan konvensional berupa kajian tipologi objek serta kajian tapak dan lingkungan. Fase kedua yaitu berupa Executed Image-Present-Test Cycle. Penerapan prinsip-prinsip Healing Environment adalah tema yang digunakan dalam desain Pusat Rehabilitasi Pasca-stroke. Pengertian healing environment itu sendiri ialah penyembuhan atau terapi yang memanfaatkan suasana ruang yang memulihkan baik pada ruang dalam maupun ruang luar dengan menggunakan unsur-unsur yaitu tekstur, warna, skala ruang dan bentuk ruang. Tujuan dari penerapan prinsip-prinsip healing environment ini adalah terjadinya keseimbangan tubuh, pikiran dan jiwa. Melalui elemen-elemen perancangan arsitektural, dapat diciptakan sebuah lingkungan binaan yang dapat mendukung proses penyembuhan penderita stroke. Hasil yang berupa penyajian gambar – gambar arsitektural , yang bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang kualitas perancangan Pusat Rehabilitasi Pasca-stroke di Manado dengan implementasi tema penerapan prinsip-prinsip Healing Environment. Kata kunci : Pusat Rehabilitasi Pasca-stroke, Stroke, Healing Environment
WALE BUDAYA DI TONDANO. “IMPLEMENTASI ARSITEKTUR VERNAKULAR MINAHASA” Timpal, Greyni A. J.; Makarau, Vicky H.; Wuisang, Cynthia E. V.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.15365

Abstract

Minahasa merupakan salah satu etnis yang ada di Sulawesi Utara, Indonesia. Minahasa memiliki daya tarik di bidang pariwisata, bahasa, kuliner, kerajinan tangan, arsitektur, musik, pertanian dll yang bahkan semuanya itu bisa memajukan bidang edukasi/pendidikan serta ekonomi. Kehidupan yang harmonis antar sub-suku dan kearifan lokal masyarakat mengidentifikasi bahwa masih adanya nilai-nilai kebudayaan tradisional yang melekat dalam kehidupan masyarakat Minahasa. Namun, jaman sekarang ini telah terjadi pergeseran nilai-nilai budaya tradisional akibat perubahan gaya hidup dan pola pikir masyarakat modern. Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlu menghadirkan suatu wadah yang dapat mengangkat kembali nilai-nilai kebudayaan tradisional Minahasa lewat upaya pelestarian, pengembangan serta pembinaan dalam mempertahankan kesenian dan kebudayaan serta kearifan lokal yang ada di Minahasa. Untuk itu dihadirkanlah Wale Budaya yang berlokasi di Tondano, sebagai Ibukota Kabupaten Minahasa dimana sebagian masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat mereka dan tidak mengesampingkannya. Tema Implementasi Arsitektur Vernakular Minahasa diangkat untuk menerapkan perancangan objek Wale Budaya dengan mengangkat kembali nilai budaya Minahasa yang kini sudah mulai pudar serta menerapkan desain tradisional Minahasa. Kata Kunci : Minahasa, Wale, Budaya, Vernakular, Tondano
MALL OTOMOTIF MANADO (High Tech Architecture) Watung, Georgy S. V.; Makarau, Vicky H.; Van Rate, Johannes
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6657

Abstract

Pada desain Mall Otomotif di Manado menggunakan tema Arsitektur High Tech. Mall yang  awalnya merupakan suatu pusat perbelanjaan di tempat terbuka berubah menjadi pusat perbelanjaan pada bangunan  tertutup dengan mengutamakan kenyamanan pengunjung. Arsitektur High Tech adalah konsep desain yang diartikan sebagai suatu aliran gaya arsitektur yang bermuara pada ide gerakan arsitektur modern yang membesar-besarkan struktur dan teknologi pada suatu bangunan. Dengan ciri khasnya, Arsitektur High Tech menjadi pilihan untuk menjawab tantangan perancangan Mall Otomotif ini dengan transparansi, fleksibilitas perletakan unsur utilitas, dan ekspresi teknologi dapat memberikan identitas unik pada suatu bangunan. Oleh karena itu, masalah dalam desain Mall ini adalah belum tersedianya bangunan khusus untuk mewadahi berbagai macam kegiatan yang mewadai minat masyarakat Manado terhadap bidang Otomotif serta bagaimana menghadirkan suatu bangunan  yang dapat menarik minat masyarakat agar datang berkunjung. Tujuannya adalah menghadirkan  suatu bangunan dalam memfasilitasi minat masyarakat pada bidang otomotif selain dapat mengekspresikan bidang otomotif melalui bentuk dan penerapan tema juga dapat menarik pengunjung serta mendukung fungsi komersial bangunan. Untuk menghasilkan objek desain Mall ini maka  dilakukan pendekatan perancangan dengan pendekatan tipologis bentuk bangunan mall, pendekatan tematik High Tech Architecture, serta pendekatan lokasi dan tapak dengan tujuan menghadirkan suatu objek mall di manado untuk menampung kegiatan jual beli dan pameran. Kata kunci: Arsitektur High Tech, Otomotif
ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN DALAM PENGEMBANGAN PERMUKIMAN DI KOTA TOMOHON Tulung, Dandy F.; Poluan, Roosje J.; Makarau, Vicky H.
MEDIA MATRASAIN Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk kawasan perkotaan di Kota Tomohon mengakibatkan peningkatan kebutuhan masyarakat seperti Kawasan permukiman. Seiring dengan adanya pertumbuhan jumlah penduduk, menyebabkan penambahan jumlah kawasan terbangun, untuk itu perlu diidentifikasi daya dukung lahan di Kota Tomohon. Tujuan penelitian untuk menganalisis daya dukung lahan dan menganalisis arahan pengembangan permukiman berdasarkan daya dukung lahan di Kota Tomohon. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara survey langsung untuk melihat kondisi eksisting dan pengambilan data sekunder di instansi yang berkaitan. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis spasial dan analisis proyeksi geometri guna mendapat hasil proyeksi 20 tahun kedepan. Dari hasil analisis didapatkan hasil daya dukung lahan kelas 1 (kawasan pengembangan) memiliki luas ratio tutupan lahan eksisitng 99.42% atau 535.97 Ha, kelas 2 (kawasan kendala I) 8.48% atau 291.76 Ha, kelas 3 (kawasan kendala II) 7.63% atau 551.52 Ha, kelas 4 untuk ratio tutupan lahannya 0%, ditetapkan sebagai kawasan lindung dan limitasi. Diketahui kebutuhan luas lahan permukiman pada tahun 2039 di Kota Tomohon adalah 48.04 Ha dan luas daya dukung lahan yang masih dapat dikembangkan sebagai kawasan permukiman ada pada kelas 2 dan kelas 3 dengan total luasanya adalah 2320.12 Ha sehingga Kota Tomohon masih dapat memenuhi kebutuhan lahan untuk pengembangan permukiman.
ANALISIS SISTEM PERSAMPAHAN DI KECAMATAN AMURANG TIMUR DAN KECAMATAN TUMPAAN Tampinongkol, Reynaldo; Mononimbar, Windy; Makarau, Vicky H.
MEDIA MATRASAIN Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah masih menjadi salah satu masalah utama di Kabupaten Minahasa Selatan, khususnya pada kawasan perkotaan Amurang dan Tumpaan. Kecamatan Tumpaan dan Amurang Timur merupakan pintu masuk ke kawasan perkotaan Turangga terlihat banyak sampah-sampah berserakan di pinggir jalan, pinggir pantai, di badan sungai bahkan di kawasan pertokoan. Hal ini diduga selain disebabkan oleh masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan, juga karena sistem pengelolaan persampahan oleh pemerintah yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Sistem persampahan di Kecamatan Amurang Timur dan Kecamatan Tumpaan. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode analisis deskriptif untuk mendapatkan gambaran dan fakta-fakta akurat terkait penelitian dan analisis distribusi frekuensi dilakukan dengan tujuan mengolah data dengan perhitungan statistik sederhana. Dari hasil analisis yang dilakukan didapati, pertama teknik operasional persampahan Kecamatan Amurang Timur dan Kecamatan Tumpaan secara keseluruhan belum maksimal karena terdapat beberapa desa/kelurahan yang belum tersedia tempat pewadahan sampah komunal, pengumpulan dan pengangkutan sampah, untuk di kawasan permukiman dan sebagaian masyarakat di pesisir pantai di semua kelurahan/desa belum tersedia pewadahan tong/TPS dan pelayanan pengangkutan sampah sehingga masyarakat masih membakar sampah, membuang sampah di selokan/sungai  membuang sampah di pantai yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Kemudian yang Kedua faktor-faktor yang mempengaruhi sistem pengelolaan sampah yang masih terdapat masalah seperti budaya dan perilaku masyarakat, timbulan dan karakteristik sampah, sarana pengumpulan, pengangkutan, pengelolaan, pembuangan akhir sampah, biaya yang tersedia, dan peraturan daerah.
Penerapan Konsep Water Sensitive Urban Design Pada Kawasan Permukiman di Danau Tondano (Studi Kasus : Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa): Application of Water Design Concepts in Settlement Areas in Lake Tondano (Case Study: Eris District, Minahasa Regency) Yasinta, Afiifa Ayudiah; Warouw, Fela; Makarau, Vicky H.
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2022): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v11i2.45981

Abstract

Abstrak Kecamatan Eris adalah salah satu wilayah administrasi yang berada di kawasan sekitar Danau dan merupakan salah satu kawasan permukiman yang turut memberikan dampak penurunan kualitas air Danau akibat aktivitas manusia yang bermukim di kawasan Sempadan Danau, maksud dari penelitian ini adalah untuk menggunakan konsep Water Sensitive Urban Design sebagai upaya meminimalisir dampak dari permasalahan perairan yang terjadi di Danau Tondano dan Kecamatan Eris. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik fisik Kecamatan Eris karena dalam konsep WSUD harus memerhatikan karakteristik fisik wilayah Penelitian untuk penggunaan elemen yang sesuai dengan karakteristik fisik . dan tujuan kedua analisis elemen WSUD berdasarkan karakteristik fisik yang sudah teridentifikasi. Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik analisis Spasial dan aeknik Analisis Deskriptif . Berdasarkan hasil analisis bahwa Kecamatan Eris dapat menggunakan elemen Swales &Buffer Strips, Check Dams, Dry Ponds, Bioretensi, Grass pollutant traps dan Porous Pavement. Kata Kunci : Penurunan Kualitas air Danau Tondano, Water Sensitive Urban Design, Kecamatan Eris Abstract Eris district is one of the administrative areas located in the area around the lake and one of the residential areas that have an impact on decreasing the uality of Lake water due to human activities living in the Lake border area. The purpose of this research is to use the concept of Water Sensitive Urban Design to minimize the impact of water problems that occur in Lake Tondano and Eris District. The purpose of this study is to identify the physical characteristics of Eris Sub-District because the WSUD concept must pay attention to the physical characteristics of the research area for the use of elements that are in accordance with the physical characteristics, and the Analysis of WSUD elements based on the identified physical characteristics. Data analysis technique in this research is using spatial analysis technique and descriptive analysis technique. Based on the Results of the Analysis that Eris District can use Elements of Swales & Buffer Strips, Check Dams, Dry Ponds, Bioretention, Grass Pollutant Traps and Porous Pavement. Keyword: Tondano Lake water quality degradation, Water Sensitive Urban Design, Eris Distric
RE-DESIGN TAMAN BUDAYA DI MANADO KOMPLEKSITAS GEOMETRI La Putju, Ralviando A.; Makarau, Vicky H.; Tungka, Aristotulus
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i2.14104

Abstract

Wilayah Sulawesi Utara tidak hanya kaya akan sumber daya alamnya, tetapi juga kaya akan seni dan budaya yang masih tetap dipertahankan masyarakat setempat. Kehadiran Taman Budaya di Manado adalah salah satu implementasi amanat konstitusi yang secara yuridis dibentuk berdasarkan Keputusan Mendikbud RI. Dalam perkembangannya Taman Budaya tersebut telah mengalami perubahan dan penyesuaian kembali dalam keberlangsungan peradaban kebudayaan yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yaitu merupakan lembaga pelestarian, pembinaan, pemanfaatan, dan penyebar luasan kebudayaan yang salah satunya adalah bidang kesenian. Dalam meredesign Taman Budaya di Manado memakai pendekatan Tematik “Komplesitas Geometri” yang memberi identitas tersendiri bagi kota manado dan juga menghadirkan suatu bentuk Arsitektur yang maksimal, tidak hanya kualitas tetapi juga kuantitas. Dalam redesain ini pula dituntut mampu mengoptimalkan perkembangan daerah di Manado dalam upaya pelestarian Budaya di Sulawesi Utara. Kata kunci: Taman Budaya di Manado, Redesign, Kompleksitas Geometri
PEDESTRIAN MALL DI STADION MAESA TONDANO (SIMBIOSIS MUTUALISME) Tumbelaka, Stevanus Vailen; Makarau, Vicky H.; Rondonuwu, Dwight M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17082

Abstract

Kota Tondano adalah ibu kota Kabupaten Minahasa  yang terletak di tepi Danau Tondano dan memiliki suhu yang cukup sejuk. Tondano memiliki banyak peluang dalam upaya pengembangan daerah di bidang perdagangan, industri, pariwisata dan olahraga.Dilihat dari kondisi kota Tondano saat ini, belum adanya wadah yang dapat memenuhi kebutuhan berbelanja dan rekreasi masyarakat, salah satunya adalah perdagangan retail yang dikemas dalam bentuk Pedestrian Mall.Untuk menciptakan suatu pusat perbelanjaan dengan konsep Pedestrian Mall, dibutuhkan lokasi strategis dan faktor-faktor yang dapat memaksimalkan peran Mall dalam satu kota. Maka, digunakan tema “Arsitektur Simbiosis Mutualisme”. Salah satu objek yang memiliki peluang untuk memberikan keuntungan lebih pada Pedestrian Mall di Tondano adalah Stadion Sepak Bola Maesa. Melalui tema tersebut, Pedestrian Mall dan Stadion Maesa yaitu dua objek yang berbeda akan rancang dalam satu kawasan yang saling menguntungkan. Kata kunci : Kota Tondano, Pedestrian Mall, Stadion Sepak Bola, Arsitektur Simbiosis Mutualisme
MUSEUM BUDAYA TORAJA DI TANA TORAJA. SEMIOTIKA DALAM ARSITEKTUR Patoding, Friska S.; Waani, Judy O.; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17086

Abstract

Di era globalisasi yang menuntut daya saing tinggi, dampak langsung globalisasi yang mencairkan batas-batas geopolitik suatu negara telah nyata membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan politik, ekonomi dan sosial budaya (John Naisbitt, 1944). Prediksi itu secara gradual juga melanda Indonesia yang ditandai oleh internalisasi paham kesejagatan seperti universalisme, humanisme, ideologi politik, sistem ekonomi dan ekologi, sebagai akibat logis dari interaksi antar budaya. Untuk mengantisipasi dampak dari kesejagatan tersebut, perlu adanya upaya perlindungan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya Indonesia baik dalam skala nasional maupun regional antara lain salah satunya melalui institusi kultural seperti museum.    Museum budaya merupakan salah satu wadah kebudayaan yang kehadirannya perlu diperhitungkan, karena cukup memberikan andil yang besar antara lain menyimpan dan melestarikan benda-benda seni dan budaya yang ditemukan terkandung makna yang dalam yang sanggup mengungkapkan peradaban manusia dari masa ke masa, merupakan wadah yang dapat memberikan inspirasi dalam perkembangan dunia pendidikan, merupakan wadah kebanggaan dan prestise bangsa yang juga merupakan promosi dalam perkembangan dunia pariwisata, dan merupakan wadah rekreatif, dimana dari penataan koleksi yang baik dapat membangkitkan emosi dari pengunjung.                                 Tana Toraja yang merupakan salah satu Kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan memiliki potensi kepariwisataan yang cukup besar dan telah dikenal psampai keluar negeri dengan titik berat pada objek-objek : rekreasi, ekonomi, sejarah, seni dan budaya. Karena kebudayaan Tana Toraja yang masih sangat kental maka diharapkan kehadiran Museum Budaya di Tana Toraja ini bisa mewadahi peninggalan-peninggalan kebudayaan dan tradisi dari daerah ini serta hasil kreatifitas dan produktifitas para seniman dan pengrajin untuk mendapat perhatian serta perawatan sebagai upaya pelestarian kebudayaan nasional. Perancangan Museum Budaya Toraja di Tana Toraja ini menggunakan pendekatan tema perancangan “Semiotika dalam Arsitektur”. Konsep utama perancangan ini adalah penerapan nilai dan filosofi simbol-simbol serta tanda (semiotika) dari rumah adat Toraja yaitu bentukan atap Tongkonan, ukiran-ukiran dan dari budaya Toraja ke dalam bentuk fisik bangunan yaitu museum budaya Toraja.Kata kunci           : Semiotika, Museum Budaya, Tana Toraja