Vicky H. Makarau
Jurusan Arsitektur, FT-UNSRAT, Manado

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PUSAT PENELITIAN REKAYASA JALAN WILAYAH XV SULUT-GORONTALO DI MANADO. “ARSITEKTUR HIGH TECH” Payuyu, Riska B.; Makarau, Vicky H.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17094

Abstract

Pembangunan Nasional adalah upaya untuk meningkatkan seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang sekaligus merupakan proses pembangunan keseluruhan sistem penyelenggaraan negara untuk mewujudkan tujuan Nasional.Kemajuan infrastruktur merupakan salah satu aspek utama dalam mewujudkan pembangunan Nasional. Pentingnya infrastruktur yang memadai dapat membantu percepatan pembangunan, sehingga pertumbuhan ekonomi pun dapat berkembang dengan cepat. Pembangunan infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah  melalui Balai Jalan Dinas Pekerjaan Umum dapat mewujudkan pelaksana penyusunan teknis dan strategis pada pengembangan infrastuktur.Arsitektur High Tech adalah tema yang sesuai dengan pembangunan Pusat Penelitian tersebut, karena kemajuan dunia Teknologi dalam pembangunan infrastruktur yang selalu berkembang ke era yang lebih modern. Arsitektur High Tech adalah konsep desain yang diartikan sebagai suatu aliran gaya arsitektur modern yang membesarkan struktur dan teknologi pada suatu bangunan. Dengan demikian perpaduan konsep serta tujuan pembangunan sangat saling menunjang dimana Pusat Penelitian merupakan suatu penemuan yang teruji dan High Tech adalah suatu moderenisme dalam pembangunan.Perancangan Pusat Penelitian Rekayasa Jalan Wilayah XV Sulut - Gorontalo di Manado pada dasarnya adalah yang di butuhkan pada perkantoran yang lebih khusus untuk Balai Jalan Dinas Pekerjaan Umum, sebagai bentuk bangunan untuk Pusat Penilitian yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas pembangunan infrastruktur, baik berupa Jalan Raya, Jalan Layang, dan Jembatan.  Kata kunci : Infrastruktur, Arsitektur High Tech
REVITALISASI PASAR DAN TERMINAL DI TOWO’E TAHUNA. “ARSITEKTUR NEO-VERNACULAR” Katili, Mizwar L.; Kapugu, Herry; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17099

Abstract

Kota Tahuna merupakan ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berada di pesisir timur pulau Sangihe, yang dikenal dengan sebutan “Kota Bahari dan Budaya Religius”. Berorientasi pada jasa pengolahan perikanan dan pertanian serta destinasi wisata yang merupakan potensi unggulan daerah ini, Kota Tahuna mampu menghasilkan 7585,87 ton ikan dan hasil pertanian seperti kelapa, pala, dan cengkih 15375,46 ton per tahun, sedangkan untuk sektor pariwisata terus mengalami kemajuan setelah keberhasilan Kota Tahuna dalam penyelenggaraan Festival Tomore Sangihe atau Pesta Pegelaran Seni dan Budaya yang dilaksanakan setiap tahun guna untuk mempromosikan potensi unggulan Sangihe. Pasar dan terminal Towo’e Tahuna adalah objek yang mempunyai letak straregis karena berada dekat pusat kota, terminal ini juga memiliki andil yang besar dalam roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Menurut hasil pengamatan lapangan, terminal Towo’e Tahuna merupakan salah satu prasarana yang penting di kota Tahuna maupun Kabupaten Kepulauan Sangihe karena memiliki fasilitas umum yang kompleks bila ditinjau dari fungsi yaitu sebagai terminal angkutan umum dalam dan luar kota ( Pedesaan ), Pasar tradisional dan ada beberapa fasilitas penunjang lainnya. Meningkat kapasitas penggunaan jasa transportasi adalah faktor utama terjadi masalah pada pasar dan terminal ini. Ketersediaan area parkir tidak seimbang dengan permintaan kendaraan yang masuk. Hal ini juga disebabkan karena area parkir yang semakin sempit, Beberapa masalah lain juga seperti banyak penumpang yang masih menunggu kendaraan di sekitar area pasar. Tidak hanya itu, sirkulasi penumpang dan barang pun dapat dikatakan kacau dan masih tidak teratur. Kata Kunci : Pasar, Terminal, Pasar Tradisional, Revitalisasi, Arsitektur, Vernakular.
PLAZA OTOMOTIF DI MANADO. “ANALOGI MEKANIK DALAM ARSITEKTUR” Pattipeilohy, Nathania E. P; Makarau, Vicky H.; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17114

Abstract

Kota Manado merupakan ibukota dari Provinsi Sulawesi Utara, kota ini memiliki pertumbuhan penduduk pada 2014 berjumlah 423.257, tahun 2015 berjumlah 425.634 dan pada tahun 2016 berjumlah 427.906. Seiring dengan bertumbuhnya penduduk, maka kebutuhan penduduk pun bertambah seiring berjalan nya waktu, seperti pertumbuhan dan perkembangan ekonomi bagian perdagangan barang dan jasa (termasuk di bidang Otomotif) juga mengalami kenaikan yang di tafsir sebesar 0.5% dari tahun 2015 sampai dengan tahun2016. Bangunan Plaza Otomotif merupakan bangunan komersil yang bertujuan untuk dijadikan sebagai wadah bagi para pelaku bisnis otomotif mobil, kolektor mobil, penyedia lapangan pekerjaan baru dalam bidang otomotif, bengkel otomotif yang menaungi berbagai merk mobil, sebagai pusat untuk melakukan jual belisukucadang dari berbagai merk mobil, dan sebagai wadah bagi para komunitas mobil yang ada di Kota Manado.Penerapan analogi mekanik pada bangunan ini diharapkan mampu menghadirkan ciri khas tersendiri yang mencerminkan mesin apa adanya agar masyarakat mampu menikmati fasilitas yang ada sesuai dengan fungsi utama dari bangunan ini.Kata kunci : Otomotif, Plaza Otomotif, Kota Manado, Analogi Mekanik
AMPHIBICAL CITY HOTEL DI MANADO. Aquascape Architecture Dalinda, Rayleighjan W.; Erdiono, Deddy; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17264

Abstract

Amphibical City Hotel merupakan bangunan yang menyediakan jasa pelayanan akomodasi penginapan yang lengkap dengan sarana rekreasi. jenis hotel ini biasanya banyak menarik para  wisatawan, pebisnis dan pegawai swasta maupun negeri yang datang bertugas diluar kota.Kota Manado adalah Ibukota dari Provinsi Sulawesi yang merupakan kota kedua terbesar di pulau Sulawesi, berdasarkan Dinas Pariwisata, kota Manado memiliki 84 obyek pariwisata dimana 78 obyek diantaranya merupakan obyek pariwisata buatan. Manado lebih dikenal dengan keindahan taman bawah lautnya pariwisata mendapat perhatian khusus dan menjadi salah satu misi dari pemerintahan Kota Manado. Pengembangan sektor pariwisata diyakini mampu memberi efek bagi kesejahteraan daerah dan mewujudkan manado sebagai Kota Ekowisata sebagai tujuan turis di ujung utara sulawesi.Tema yang di terapkan dalam proses perancangan diambil dari keterkaitan antara objek amphibical hotel dengan lokasi yaitu “Aquascape Architecture” tema ini mengangkat dan menampilkan sebuah hasil gubahan masa yang memiliki posisi sebagian masa bangunan berada didarat dan sebagian masa bangunan berada di air layaknya hewan amfibi. Penerapan tema ini diharapkan mampu menjadi sebuah akomodasi penginapan yang unik di Kota Manado, dapat menarik minat wisatawana dengan panorama pemandangan dari kamar bawah laut serta menjadi icon bangunan pariwisata di Kota Manado serta dapat meningkatkan perekonomian daerah di bidang pariwisata.Kata kunci : Amphibical, City Hotel, Aquascape Architecture
REDESAIN PASAR TRADISIONAL AIRMADIDI. Pendekatan Arsitektur Vernakular Kontemporer Soputan, Pricilia F. F.; Mononimbar, Windy; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17989

Abstract

Keberadaan pasar tradisional di Indonesia bukan semata urusan ekonomi, namun mencakup isi ruang dan relasi sosial, warisan dan budaya. Bahkan kehadiran pasar tradisional merupakan bukti peradaban yang berlangsung sejak lama mengingat nilai historinya begitu melekat. Pasar Tradisional seringkali dianggap sebagai salah satu prasarana yang membawa citra buruk bagi estetika kota. Kondisi Pasar Tradisional Airmadidi saat ini memprihatinkan dalam hal kebersihan dan rendahnya tingkat kenyamanan, serta kurangnya fasilitas sarana dan prasarana yang sudah tidak layak. Walaupun demikian, minat masyarakat untuk berbelanja di pasar ini tidak berkurang meskipun saat ini pembangunan pasar modern di Kabupaten Minahasa Utara sedang berkembang pesat. Harga barang yang murah dan bersaing yang ditawarkan dalam lingkup pasar tradisional menjadi pilihan solusi berbelanja dari sebagian masyarakat. Banyak pedagang dari dalam dan luar Kabupaten Minahasa Utara bergantung dari hasil dagangannya dipasar ini. Oleh karena keberadaan Pasar Tradisional Airmadidi yang sangat penting dalam perkembangan perekonomian kota, maka perlu dilakukan Redesain Pasar Tradisional Airmadidi. Dengan tidak menghilangkan bagian-bagian yang menjadi ciri khas dari objek, dengan tema Arsitektur Vernakular Kontemporer diharapkan dapat mengatasi hal-hal yang menjadi permasalahan pada objek dan dapat mengangkat kembali citra pasar menjadi suatu ikon atau ciri khas Pasar Tradisional Airmadidi, serta memberikan kemajuan perekonomian di Kabupaten Minahasa Utara. Kata Kunci : Redesain, Pasar Tradisional, Vernakular Kontemporer
DESAIN TERMINAL PELABUHAN ANTAR PULAU DAN PARIWISATA DI MANADO. Dekonstruksi Program dalam Arsitektur Yan, Willybrordus; Erdiono, Deddy; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19306

Abstract

Manado merupakan salah satu kota yang sedang berkembang dalam hal ekonomi maupun lainnya. Daya tarik kota Manado akan pariwisata laut menjadi tujuan utama para turis datang ke kota Nyiur Melambai ini. Sehingga perhubungan laut dengan fasilitas yang memadai sangat memberikan nilai tambah dalam pelayanan. Pelabuhan ini juga bukan hanya berperan dalam hal pariwisata tetapi juga sebagai alat penyebertangan ke daerah lain, serta sebagai sarana untuk berdagang sehingga peran pelabuhan Manado sangat vital bagi daerah disekitarnya, maka dari itu dengan adanya Pelabuhan Wisata dan Antar pulau yang di rencanakan akan memberikan fasilitas yang memadai dalam menampung segala aktifitas dalam hal kepelabuhanan. Pelabuhan Manadi juga memiliki nilai sejarah yang perlu dipertahankan, karena perkembangan zaman orang-orang mulai melupakan sejarah, maka dari itu Pelabuhan Wisata dan Antar Pulau ini di lengkapi dengan fasilitas Museum yang berfungsi mengangkat eksistensi pelabuhan dan daerah sekitarnya seperti kampung Arab, kampung Cina dan kawasan komersial menjadi tujuan wisata selain wisata lautnya. Dengan menggunakan pendekatan Dekonstruksi Program sehingga mampu menghadirkan pelabuhan dengan perpaduan fungsi yang kreatif dan falitas yang baik sehingga memberikan kenyamanan dalam penggunannya.Kata kunci : Dekonstruksi Program , Manado, Pelabuhan Wisata, Pelabuhan Antar Pulau,.
RESORT DI DANAU TONDANO. Floating Architecture Sumarandak, Michelle M.; Rogi, Octavianus H. A.; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19308

Abstract

Setiap tahun jumlah wisatawan yang berkunjung ke Minahasa mengalami peningkatan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. namun, peningkatan jumlah wisatawan tersebut tidak diimbangi dengan kehadiran sarana prasarana pendukung yang baik. Salah satu sarana yang dimaksud adalah fasilitas akomodasi.            Melihat kurangnya fasilitas akomodasi di Minahasa, maka penulis tertarik untuk merencanakan pembangunan Resort di Danau Tondano mengingat Danau Tondano merupakan salah satu daya tarik wisatawan untuk datang ke Minahasa. Perancangan Resort di Danau Tondano ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk mengakomodasikan wisatawan yang datang berkunjung ke Minahasa.            Dalam perancangan Resort di Danau Tondano ini menggunakan konsep “Floating Architecture” dimana konsep utama dari perancangan ini adalah penerapan struktur yang sesuai dengan pemahaman Floating Architecture sehingga menghasilkan sebuah rancangan yang dapat meminimalisir kerusakan lingkungan mengingat lokasi dari perancangan ini terletak di Danau Tondano. Kata kunci: Resort, Danau Tondano, Floating Architecture
OCEANARIUM DI MANADO. Waterscape Architecture Paramitha, Indtani; Rondonuwu, Dwight M.; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20829

Abstract

Oceanarium merupakan sebuah tempat penangkaran ikan-ikan dan hewan-hewan air laut yang ditempatkan dalam suatu Akuarium raksasa yang dibuat menyerupai habitat aslinya. Kota Manado sebagai kota pariwisata mengalami peningkatan kujungan wisatawan  mancanegara dan domestik tiap tahunnya. Tujuan yang paling banyak diminati yaitu Taman Nasional Bunaken yang  memiliki biodiversitas kelautan  salah satu yang tertinggi di dunia. Namun untuk menikmati keindahan bawah laut Taman Nasional Bunaken wisatawan harus menyelam langsung untuk  menikmati keanekaragaman hayati laut tersebut. Sebuah gedung Oceanarium pada umumnya menuntut sebuah tempat dengan suasana yang berunsur air yang bersifat buatan dan dapat di terapkan dengan tema Waterscape Architecture. Tujuan dari perancangan Oceanarium ini untuk memudahkan wisatawan dalam menikmati kekayaan alam bawah laut Taman Nasional Bunaken tanpa harus menyelam, juga menjadi sarana pendidikan non-formal bagi masyarakat yang ingin mengenal kekayaan alam bawah laut Taman Nasianonal Bunaken lewat rancangan yang representatif sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pilihan sarana rekreasi masyarakat dan menjadi objek utama pariwisata di Kota Manado. Pendekatan dalam proses perancangan ini melalui kajian tipologi objek, konsep tematik, dan pendekatan terhadap analisa tapak dan lingkungan dilakukan dengan metode deskriptif dengan tahapan pengumpulan data, analisis data, dan transformasi konsep. hasil dari proses perancangan terdiri dari layout, siteplan, denah, tampak, potongan, perspektif, dan gambar tambahan lainnya. Dimana tema Waterscape Architecture diterapkan pada site plan kawasan oceanarium yang mengambil bentuk alur air yang mengalir dari satu tempat ke tempat lain. Faktor yang berkontribusi terhadap karakter air seperti pengaturan, perpindahan, penahan, pencahayaan, dan warna diterapkan pada massa bangunan dan ruang luar pada pernacangan oceanarium sebagai penerapan tema waterscape architecture.Kata kunci : Oceanarium, Kota Manado, Waterscape Architecture
PUSAT PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN MINAT ANAK DI MANADO. Ekspresi Bentuk Munir, Meylita F.; Makarau, Vicky H.; Sondakh, Julianus A. R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20839

Abstract

Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap orang. Tanpa ilmu seseorang tidak bisa mengerti atau melakukan sesuatu. Masa nak-anak merupakan masa yang sangat penting, karena pada masa inilah intelektual anak mengalami pertumbuhan yang amat pesat yang tak akan pernah teralami lagi pada masa berikutnya. Sejak awal perkembangannya, anak perlu diberikan rangsangan-rangsangan berupa psikososial dan pendidikan agar kelak anak tersebut menjadi manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, sudah sepantasnya pendidikan harus menjadi perhatian utama kita, karena bangsa ini akan menjadi kuat salah satunya adalah adanya sumber daya manusia yang baik dan berkualitas. Maka dari itu perkembangan kreatifitas dan minat anak perlu di salurkan sejak dini.Kreatifitas dan bakat pada diri anak perlu dipupuk dan dikembangkan. Karena dengan Karena dengan kreativitas dan bakat yang dimilikinya itu mereka dapat menjadi pribadi-pribadi yang kreatif. Sebagai pribadi yang kreatif ,kelak mereka bukan saja dapat meningkatkan kualitas pribadinya,tetapi juga dapat meningkatkan kualitas kehidupan bangsa dan negara.Sistem pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan disegala bidang, yang memerlukan jenis-jenis keahlian dan keterampilan serta dapat meningkatkan kreativitas, produktivitas, mutu, dan efisiensi kerja.(Kata kunci : Pendidikan, Anak, Kreatif)
DESAIN TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN AMURANG. Optimalisasi Sistem Struktur Rangka Ruang (Space Frame Structure) Pangaila, Andro A.; Rondonuwu, Dwight M.; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21155

Abstract

Terminal Penumpang Pelabuhan adalah fasilitas Pelabuhan didaratan. Terminal Penumpang Pelabuhan mewadahi aktifitas penumpang baik itu keberangakatan maupun kedatangan serta pengguna sebagai penjemput maupun pengantar. Kota Amurang sebagai Daerah Berkembang membutuhkan pengembangan dari segala sisi untuk kemajuan Daerah, salah satunya pengembangan Pelabuhan, pengembangan pelabuhan yang dimaksud yaitu  pengembangan Terminal Penumpang. Namun dalam Pengembangan Terminal Penumpang saat ini masih terdapat kukurangan dalam pengembangan fasilitas yang mampu menunjang aktivitas penumpang dan pengguna. Sehingga dibutuhkan Rancangan Desain Terminal Penumpang Amurang yang baru. Dengan menerapakan tema “Optimalisasi Sistem Struktur Rangka Ruang (Space Frame Structure)”. Optimalisasi Sistem struktur rangka ruang merupakan konsep dengan penekanan dan manipulasi pada element struktur sehingga menarik pengguna dan juga memberikan rasa aman dan nyaman. Tujuan dari perancangan Desain Terminal Penumpang Pelabuhan Amurang adalah untuk mewadahi aktifitas penumpang baik yang akan datang maupun berangkat dan pengguna antar – jemput dengan melengkapi fasilitas Terminal Penumpang pelabuhan Amurang, juga menarik minat kapal – kapal untuk bersandar Dan mimiliki prospek beberapa tahun kedepan. Pendekatan dalam perancangan melalui kajian tipologi objek, konsep tematik dan pendekatan pada analisa tapak dilakukan dengan metode perancangan proses desain generasi II. Dari hasil evaluasi ini diperoleh bentukan baru (Reimaging Representating) dan dievaluasi kembali sesuai dengan kriteria yang ingin dicapai. Proses dilakukan berulang – ulang secara terus menerus (cylical/spiral) sampai pada keputusan untuk berhenti dalam perancangan (Decision To Stop Design). Penerapan konsep peracangan menghasilkan Implemetasi tema Struktur Rangka Ruang (Space Frame) diterapkan pada struktur atas (Upper Structure) dengan bentukan yang dinamis dan mengekspose Struktur Space Frame untuk menambah kesan kokoh, kuat dan bernilai estetika. Ruang Dalam Meliputi Layout Plan, Site plan, Denah Bangunan, Utilitas Bangunan, Potongan Bangaunan Dan Interior. Untuk Ruang Luar Meliputi Site Plan, Tampak Bangunan, Tampak Site, Eksterior Dan Perspektif.Kata Kunci : Terminal Penumpang Pelabuhan, Optimalisasi Sistem Struktur Rangka Ruang (Space Frame Structure)