Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

FITOREMEDIASI PADA MEDIA TANAH YANG MENGANDUNG Cu DENGAN TANAMAN KANGKUNG DARAT Haruna, Elvira T; Isa, Ishak; Suleman, Nita
Sainstek VOL 06, NO 06, 2012
Publisher : Jurnal Sainstek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.337 KB)

Abstract

One of the restoration of contaminated environmental quality method is using phytoremediation techniques. That is recovery contaminated environment using plants. This research studied the ability of kangkung darat (Ipome reptans) to absorb metallic copper and to find out which part of the Kangkung Darat that absorb most of the metal Cu, also to know the difference between absorption and kangkung darat are harvested at 2, 4 and 6 weeks. The research activities are carried out by planting kangkung darat in a contaminated soil media and in the flush of copper metal with a solution of Cu mg / L two times a day. Samples of kangkung darat have been taken from accordance with plant age (2, 4 and 6 weeks), and plant parts (roots, stems and leaves). Used in Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) Simatzu type AA to measure the content of Cu in the sample. Results obtained from this study that Cu accumulation in plants is mainly found in the roots. On the kangkung darat were 2 weeks of Cu contained as much as 5.3403 ppm in the roots, stems and leaves of 2.6637 5.1117. At the age of 4 weeks in a row at the root, stem leaves are 10.6998, 5.8281 and 2.0666 ppm. Mean, at the age of 6 weeks at the root of 10.4605, the leaves on the stem 7.7839 and 9.1863 ppm. From the research results can be concluded that kangkung darat could be used as fitoremediator Cu metal contaminated soil.
Esterifikasi dan Transesterifikasi Stearin Sawit untuk Pembuatan Biodiesel Nita Suleman; Abas; Mardjan Paputungan
Jurnal Teknik Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Teknik
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.571 KB) | DOI: 10.37031/jt.v17i1.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan mellihat kualitas biodiesel yang dihasilkan dari Stearin sawit. Proses pembuatan biodiesel dilakukan dengan dua tahap yakni esterifikasi dan transesterifikasi. Pada tahap esterifikasi digunakan katalis asam H2SO4 dan pelarut metanol. Kemudian pada tahap transesterifikasi digunakan katalis KOH dan pelarut metanol dengan variasi katalis 1, 2, 3, 4 dan 5% (b/v). Hasil menunjukkan pada tahap esterifikasi kandungan asam lemak bebas (FFA) berkurang dari 2,85% menjadi 0,56% pada suhu 600C. Pada tahap transesterifikasi dihasilkan % yield tertinggi pada variasi persen katalis 1% (b/v) sebesar 75,74% Berasarkan hasil uji kualias biodiesel yang terdiri dari uji densitas, viskositas, bilangan iod, bilangan penyabunan, angka setana, titik kabut, dan bilangan asam telah memenuhi standar mutu biodiesel yang telah ditetapkan pada SNI-04-7182-2006.
DESKRIPSI PEMAHAMAN KONSEPTUAL SISWA PADA MATERI HIDROLISIS GARAM Karmila Nusi; Lukman Abdul Rauf Laliyo; Nita Suleman; Romario Abdullah
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 12, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v12i1.9228

Abstract

Hidrolisis Garam merupakan salah satu konsep yang relatif dianggap sulit dan membingungkan bagi siswa. Salah satu sebabnya adalah karena konsep ini, berkaitan dengan konsep asam-basa, sebagai konsep prasyarat yang harus dikuasai siswa sebelum mempelajari Hidrolisis Garam. Materi Hidrolisis Garam yang dipelajari siswa kelas XI IPA di SMA dimaksud, mencakup konsep asam basa, persamaan reaksi, konsep mol, serta rumus-rumus perhitungan pH. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konseptual Hidrolisis Garam siswa kelas XI SMA di Gorontalo. Deskripsi penelitian ini dilakukan secara kualitatif, dari hasil analisis data 81 siswa sebagai subjek penelitian. Subjek ditentukan secara random dari beberapa SMA di Gorontalo. Data dikumpulkan mengunakan tes pilihan ganda Hidrolisis Garam, yang dikerjakan subjek secara tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menentukan sifat asam, basa, dan netral suatu senyawa, mencapai rata-rata 47%. Hasil ini makin menurun, di mana hanya ditunjukkan rata-rata 42% siswa yang dapat menentukan sifat garam yang mengalami hidrolisis. Demikian pula, hanya rata-rata 34% siswa yang dapat reaksi hidrolisis dari berbagai jenis garam ditinjau dari jenis reaksi dan dari hidrolisis (sebagian, total dan tidak terhidrolisis). Dan, hanya rata-rata 38% siswa yang dapat menentukan pH larutan garam yang terhidrolisis. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa yang cenderung mengalami miskonsepsi pada materi hidrolisis garam.
Teknik pengolahan Limbah Cair Tahu dengan Penambahan Bakteri Bio treatment Nita Suleman; Nurhayati Lambayu
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.753 KB)

Abstract

Bio treatment Waste adalah koloni bakteri probiotik aktif Lactobacillus, Thiobacillus, Pseudomonas, Nitrobacter Sp, Nitrosomonas Sp, bakteri hidrolisis, bakteri acido, bakteri aceto, bakteri methano, bakteri confidential anaerob lainnya serta mengandung enzim enzim pengurai dan mikroorganisme lainnya yang dapat mengurai beban cemaran air limbah. Efektivitas penambahan Bio treatment ini terdiri dari tahap pengujian BOD, COD, dan TSS, sebelum dan sesudah pengolahan. Pengolahan limbah dimasukkan kedalam reaktor anaerobik dengan menambahkan bakteri Bio treatment 500mL/hari. Tahap pengujian BOD COD, dan TSS dilakukan dengan analisis titrimetri dan gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Bakteri Bio treatment ini memberikan hubungan yang signifikan terhadap hasil pengolahan limbah cair tahu. Efektivitas BOD 55%, efektivitas COD 50%, dan efektivitas TSS 58%.    
Pengaruh Model Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) Berbantukan Media Animasi Terhadap Kemampuan Kognitif Siswa Pada Materi Asam Basa Di SMA Negeri 2 Tilamuta Nita Suleman
Prosiding Amal Insani Foundation Vol. 2 (2023): PROSIDING NASIONAL
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56721/prosalif.v2.2023.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) Berbantukan Media Animasi Terhadap Kemampuan Kognitif Siswa Pada Materi Asam Basa di SMA Negeri 2 Tilamuta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan populasi 40 siswa yang terdiri dari kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 SMA Negeri 2 Tilamuta. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data tes kemampuan kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data tes kemampuan kognitif kelas eksperimen yakni kelas XI IPA 1 rata-rata sebesar 79.75 dan kelas kontrol yakni kelas XI IPA 2 rata-rata sebesar 74.75. Hipotesis diuji menggunakan uji t diperoleh hasil analisis kemampuan kognitif thitung > ttabel (-0.94 >1.69) sehingga dapat disimpulkan terdapat Pengaruh Model Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) Berbantukan Media Animasi Terhadap Kemampuan Kognitif Siswa Pada Materi Asam Basa di SMA Negeri 2 Tilamuta.
Adsorption Power of Activated Charcoal from Coconut Shells on Lead Metal (Pb) in Well Water Mardjan Paputungan; Nita Suleman; Yulia Rahman Yunus
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 11 (2023): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i11.4387

Abstract

This research aims to determine the results of the characterization and ability of activated charcoal (activated with KOH) to absorb lead metal (Pb). The procedure used is the process of carbonizing coconut shells in an airtight container at a temperature of 300ºC. Activation of coconut shell charcoal was carried out by immersing the charcoal powder in a KOH solution with variations of 1 M, 3 M, and 5 M. Characterization of activated charcoal powder was carried out on pore morphology using SEM-EDX, and XRD to identify the crystal phase, and AAS to determine the concentration lead metal (Pb). Based on the research results, the morphology of the charcoal before activation had a lot of impurities and the pores tended to be closed. After activation, the impurities disappeared and the pores were open. The crystal phase before and after activation was identified as 23.40% and 14.3% (calculated to be low), with the specific peak at 2θ, namely the corner area of 10º-80º. The adsorption capacity and efficiency obtained on activated charcoal with a KOH concentration of 1 M was 0.00194 mg/g and 23.66%, on activated charcoal the concentration of 3 M KOH was 0.00407 mg/g and 49.61%, the concentration of activated charcoal KOH 5 M is 0.00757 mg/g and 92.36%. Thus, the greater the KOH concentration, the greater the adsorption capacity and efficiency.
Adsorption Power of Activated Charcoal from Coconut Shells on Lead Metal (Pb) in Well Water Mardjan Paputungan; Nita Suleman; Yulia Rahman Yunus
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 11 (2023): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i11.4387

Abstract

This research aims to determine the results of the characterization and ability of activated charcoal (activated with KOH) to absorb lead metal (Pb). The procedure used is the process of carbonizing coconut shells in an airtight container at a temperature of 300ºC. Activation of coconut shell charcoal was carried out by immersing the charcoal powder in a KOH solution with variations of 1 M, 3 M, and 5 M. Characterization of activated charcoal powder was carried out on pore morphology using SEM-EDX, and XRD to identify the crystal phase, and AAS to determine the concentration lead metal (Pb). Based on the research results, the morphology of the charcoal before activation had a lot of impurities and the pores tended to be closed. After activation, the impurities disappeared and the pores were open. The crystal phase before and after activation was identified as 23.40% and 14.3% (calculated to be low), with the specific peak at 2θ, namely the corner area of 10º-80º. The adsorption capacity and efficiency obtained on activated charcoal with a KOH concentration of 1 M was 0.00194 mg/g and 23.66%, on activated charcoal the concentration of 3 M KOH was 0.00407 mg/g and 49.61%, the concentration of activated charcoal KOH 5 M is 0.00757 mg/g and 92.36%. Thus, the greater the KOH concentration, the greater the adsorption capacity and efficiency.
Penentuan Kondisi Optimum Proses Blanching Terhadap Mutu Tepung Kelapa (Desiccated Coconut) Paputungan, Mardjan; Monoarfa, Wanda; Suleman, Nita
Jambura Journal of Chemistry Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v5i1.17135

Abstract

Tepung kelapa merupakan kelapa parut kering yang diolah dari daging buahnya. Kelapa memiliki kandungan serat 58% lebih tinggi dibandingkan dengan tepung terigu. Penelitian ini bertujuan mengetahui suhu dan waktu blanching yang optimum untuk menghasilkan komponen mutu yang baik bagi produksi tepung kelapa di PT. Tri Jaya Tangguh Gorontalo. Variasi suhu blanching yang digunakan ialah 80°C, 85°C, 90°C, dan variasi waktu blanching 5, 10, 15, 20, 25 menit. Parameter yang digunakan adalah Rendemen total, uji organoleptic, uji pH, kadar protein, kadar lemak, kadar asam lemak bebas (FFA), kadar serat kasar, dan kadar air. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan yang terbaik adalah pada sampel suhu 80°C selama 10 menit yang menghasilkan komponen mutu rendemen total 49,98%, organoleptic warna dan aroma (3,00) dengan kriteria cukup disukai oleh panelis, pH 6,30, kadar air 3,02%, kadar protein 6,01%, kadar serat kasar 62,64%, kadar FFA 0,14%, dan kadar lemak 62,07%. Data tersebut sudah sesuai dengan SNI 01-3715-2000 sehingga dapat di katakan tepung kelapa dengan perlakuan suhu 80°C selama 10 menit merupakan perlakuan terbaik untuk menghasilkan produk tepung kelapa dengan mutu yang berkualitas.
KINETIKA REAKSI HIDROLISIS PATI DARI BIJI DURIAN (Durio Zibethinus Murr) DAN BIJI NANGKA (Artocarpus Heterophyllus Lamk) MENGGUNAKAN KATALISATOR ASAM ASETAT (CH3COOH ). Yulianti, Yulianti; Suleman, Nita; Paputungan, Mardjan; Alio, La
Jambura Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2024): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v6i1.17094

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mempelajari laju konversi hidrolisis pati dari biji durian (Durio zibethinus murr) dan biji nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) menjadi glukosa. Pada hidrolisis menggunakan analisis kuantitatif dengan metode luff schoorl dengan bantuan katalisator asam asetat (CH3COOH) pada berbagai variasi suhu yaitu 70,80,90oC dan waktu 1,2,3,4,5, dan 6 jam. Hasil penelitan menunjukkan bahwa orde reaksi hidrolisis pati menjadi glukosa adalah orde I, hal ini didukung dengan analisis k yang relatf konstan pada suhu 70,80,90oC dan waktu 6 jam pada pati biji durian yaitu krata-rata = 0,0117 jam-1, dari data ini kadar pati yang didapatkan pada biji durian adalah 68,61% dengan konversi 3,48% glukosa dan pada biji nangka krata-rata = 0,0100 jam-1 dengan kadar pati 79,01% dengan konversi 3,36% glukosa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa laju konversi hidrolisis pati menjadi glukosa adalah r = k[pati]1. Kata kunci: Glukosa, pati biji durian, pati biji nangka, laju konversi.
Implementation of Problem-Solving Learning Model to Improve Problem-Solving Skills of MAN 1 Kota Gorontalo Students Pikoli, Masrid; Amu, Siti Fadila Muhtar; Suleman, Nita
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol 12, No 4 (2024): August 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v12i4.11646

Abstract

This study aims to improve problem-solving skills in thermochemistry material for 11th Grade MIPA (Mathematics and Natural Science) 2 class of MAN (Islamic Senior High School) 1 Kota Gorontalo students. This study is a class action research conducted in two cycles. The subjects of this study were all students of 11th Grade MIPA 2 class of MAN 1 Kota Gorontalo, which amounted to 40 students.  Data collection methode include tests and observations, while data analysis involves qualitative descriptive study. Data was obtained from the test results of students' problem-solving skills and the result of observing teacher and student activities through observation sheets. The results show that problem-solving learning model can improve students' problem solving skills, where the ability to understand the problem from 72% in Cycle I increased to 90.8% in Cycle II. The ability to plan problem-solving increased from 73.5% in Cycle I to 87.7% in Cycle II. The ability to execute the plan increased from 69.8% to 86.6% in cycle II, while the ability to rechek increased from 57.5% in Cycle I to 77.7% in Cycle II. Then, teacher activity increased from 65.71% in Cycle I to 85.71% in Cycle II. Moreover, student activity increased from 61.62% in Cycle I to 80.12% in Cycle II.