Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Percepatan Durasi Terhadap Biaya Dan Waktu Pada Pembangunan Gedung Rehabilitasi Narkoba Di Kota Tomohon Kevin Imanuel Kambey; Grace Y. Malingkas; Febrina P. Y. Sumanti
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk pelaksanaan suatu proyek konstruksi di dalamnya pasti memerlukan suatu perencanaan, penjadwalan dan pengendalian yang baik. Penjadwalan proyek sendiri menjadi salah satu konflik utama yang sering dihadapi dalam sebuah proyek konstruksi. Dalam mewujudkan pelaksanaan suatu proyek dapat berhasil, pengunaan sumber daya secara efektif dan efisien sangat diperlukan. Dengan demikian, tindakan harus diambil agar proyek tersebut dapat berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Tindakan yang dapat diambil adalah dengan mengoptimalkan cara bagaimana kita melakukan percepatan durasi pelaksanaan suatu proyek dengan mempertimbangkan pentingnya biaya yang akan timbul dan dapat memilih durasi dan biaya yang paling efisien. Dalam Penelitian ini akan menganalisis percepatan durasi pada proyek pembangunan Gedung Rehabilitasi Narkoba di Kota Tomohon, dengan alternatif penambahan jumlah tenaga kerja. Untuk melakukan penelitian ini digunakan Analisis Durasi dengan menggunakan Critical Path Method, dan Analisis durasi-biaya menggunakan metode Crashing untuk menghitung cost slope. Dari perhitungan percepatan waktu dan biaya proyek dapat dilihat bahwa percepatan waktu yang paling optimal dan efisien adalah pada waktu percepatan sebesar 207 hari. Dilihat dari hubungan durasi-biaya untuk biaya total proyek didapat durasi dan biaya yang paling efisien terjadi pada durasi 207 hari dengan biaya total proyek sebesar Rp. 8.837.174.850,62. Kata kunci: percepatan, durasi, Crashing, Critical Path Method, efisien
Analisis Efektivitas Pengendalian Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proyek Konstruksi Dengan Metode Fine Dan Fault Tree Analysis Pada Pembangunan Christian Center Tahap II Eris Rosita; Deane R. O. Walangitan; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi adalah kegiatan yang berisiko tinggi, terutama dalam hal kecelakaan kerja. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian risiko yang efektif selama pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko yang ada pada proyek serta pengendalian risiko kecelakaan kerja yang dapat dilakukan untuk meminimalisir risiko tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data primer berupa penyebaran kuesioner, observasi lapangan dan data sekunder berupa data umum proyek. SPSS 25 digunakan untuk uji validitas data primer. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode Fine untuk mengidentifikasi tingkat risiko dan mengembangkan model Fault Tree yang dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian risiko. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan gedung Christian Center Manado Tahap II. Penelitian ini berfokus pada pekerjaan bekisting, pekerjaan pembesian, dan pekerjaan pengecoran. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat risiko kecelakaan kerja pada proyek konstruksi gedung Christian Center Manado Tahap II berada pada tingkat risiko < 20 atau acceptable. Untuk mengurangi risiko bahaya, kontraktor dapat melakukan tindakan-tindakan khusus seperti memberikan penyuluhan sesering mungkin agar berhati-hati dalam bekerja serta memprioritaskan keselamatan dan kesehatan kerja, mengadakan safety talk sebelum memulai pekerjaan, memastikan pekerja menggunakan alat pelindung diri yang sesuai pada setiap pekerjaan, memasang tanda-tanda K3 di area kerja, memantau situasi di lapangan melalui petugas K3. Kata kunci: analisis risiko, SMK3, fault tree analysis
Analisis Penjadwalan Proyek Menggunakan Metode PDM Dengan Menggunakan Konsep Cadangan Waktu Pada Proyek Pembangunan Rumah Susun Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara David H. Mewengkang; Febrina P. Y. Sumanti; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan penjadwalan proyek konstruksi merupakan salah satu hal yang sangat penting karena mencakup perencanaan semua jenis pekerjaan yang diperlukan dalam merealisasikan proyek dan kapan waktu pelaksanaan setiap pekerjaan tersebut. Jadwal pelaksanaan proyek dirancang supaya semua pekerjaan dapat berjalan lancar dan proyek boleh diselesaikan sesuai dengan waktu penyelesaian yang direncanakan. Penjadwalan proyek menggunakan metode Precedence Diagram Method (PDM) dapat dilakukan dengan menggunakan 4 konstrain yang ada pada jaringan PDM. Jadwal proyek memiliki rangkaian kegiatan yang tumpang tindih, sehingga penyusunan jadwal menggunkan diagram preseden pada Microsoft Project akan lebih sederhana dan mudah di pahami. Hasil penelitian menunjukan nilai cadangan waktu pada situasi awal proyek adalah positif (+) 7 hari, sedangkan nilai cadangan waktu hingga minggu ke-23 pelaksanaan pekerjaan adalah negatif (-) 38. Analisis erosi cadangan waktu hingga minggu ke -23 pelaksanaan pekerjaan manunjukan laju kecepatan erosi sebesar (642.86%) dari laju penyelesaian pekerjaan (45.92%), selain itu nilai CW hingga minggu ke-23 pelaksanaan pekerjaan sudah mengalami pengurangan hingga mencapai angka negatif (-) 548.86%, sedangkan volume pekerjaan proyek masih menyisakan 54.08% yang didapat dari 100% dikurangi laju penyelesaian pekerjaan (45.92%). Kata kunci: Precedence Diagram Method, Microsoft Project, cadangan waktu
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Perilaku Aman (Safety Behavior) Pekerja Pada Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Kota Manado Christy A. Labolaang; Grace Y. Malingkas; Febrina P. Y. Sumanti
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembangunan pada bidang konstruksi memang tidak lepas dari masalah kecelakaan kerja. Dalam mengantisipasi dan mengurangi angka kecelakaan kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang aman, efisien dan produktif, pemerintah mewajibkan setiap perusahaan konstruksi untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Perilaku aman merupakan salah satu langkah pencegahan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengethui gambaran perilaku aman (safety behavior) pekerja terhadap SMK3 pada pembangunan Balai Kesehatan Ibu dan Anak Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif lalu dianalisa dengan menggunakan metode analisis univariat yang diolah dengan menggunakan software SPSS. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa dari 35 pekerja, 74,3% pekerja memiliki pengetahuan yang baik mengenai K3, 88,6% pekerja memiliki sikap yang baik terhadap penerapan SMK3, dan 80% pekerja memiliki tindakan yang baik dalam penerapan SMK3. Hal ini menunjukkan faktor pengetahuan memiliki pengaruh yang penting terhadap pembentukan perilaku aman pekerja dalam melaksanakan pekerjaanya secara aman. Hasil penilaian perilaku pekerja proyek pembangunan Balai Kesehatan Ibu dan Anak Kota Manado terhadap penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja rata-rata tergolong dalam kategori baik dengan persentase sebesar 88,4%. Kata kunci - perilaku aman, safety behavior, SMK3, SPSS
Perbandingan Anggaran Biaya Pada Proyek Pengecoran Jalan Dalam Kota Kobakma Kabupaten Mamberamo Tengah Provinsi Papua Terhadap Pelaksanaan Di Kota Manado Rebecca Glory Ropa; Deane R. O. Walangitan; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan sebuah konstruksi memerlukan analisa biaya untuk memperkirakan kebutuhan biaya dan mendapatkan biaya paling efisien untuk sebuah konstruksi. Estimasi biaya memegang peranan penting dalam melaksanankan proyek konstruksi, kontraktor harus memiliki pedoman yang ekonomis dan berlaku di Indonesia. Analisis biaya sebagai dasar perhitungan untuk merencanakan anggaran proyek. Di Indonesia ada beberapa metode untuk merencanakan harga satuan biaya anggaran proyek yaitu SNI. Kontraktor biasanya menetapkan harga penawaran berdasarkan analisis yang tidak seluruhnya berpedoman pada analisa SNI. Kontraktor lebih cenderung menghitung harga satuan pekerjaan berdasarkan dengan analisisa mereka sendiri yang didasarkan atas pengalaman terdahulu dalam menyelesaikan pekerjaan konstruksi. Dalam melaksanakan konstruksi, kontraktor akann membuat rencana anggara biaya sebagai dasar memasukkan penawaran terhadap suatu pekerjaan. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) memerlukan koefisien atau angka indeks untuk memperoleh analisis harga satuan perkerjaan tersebut, angka indeks atau koefisien tersebut dapat diperoleh melalui Analisis Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Analisis Harga Satuan Pekerjaan. Penelitian tentang analisis rencana anggaran ini mengambil perbandingan harga di Kota Kobakma dan di Kota Manado. Untuk di Kota Manado daftar harga satuan pokok mengacu pada BPJN Sulut 2022 dan dilakukan survey pada supplier. Dari hasil penelitian ini ada beberapa factor yang mempengaruhi perbandingan harga yaitu: harga bahan dan material, upah dan alat. Kata kunci: Perbandingan Rencana Anggaran Biaya, pengecoran jalan, SNI 2022
Analisis Penjadwalan Proyek Menggunakan Metode PDM Dengan Menggunakan Konsep Cadangan Waktu Pada Proyek Pembangunan Balai Kesehatan Ibu Dan Anak Kota Manado Sthefanus A. Lengkong; Tisano Tj. Arsjad; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan pada proyek konstruksi merupakan hal yang sangat penting karena bermanfaat untuk memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek agar proyek dapat berjalan dengan lancar dan selesai dengan waktu yang optimal sesuai dengan sasaran dan tujuan proyek. Pengendalian proyek sangat penting dalam proses pekerjaan proyek sehingga dibutuhkan metode pengendalian proyek salah satunya yaitu metode PDM (Precedence Diagram Method). Penelitian ini menggunakan metode Precedence Diagram Method (PDM) yang memberikan gambaran jaringan kerja yang lebih sederhana dan pekerjaan yang lain dapat dikerjakan tanpa menunggu pekerjaan pendahulunya selesai 100%. Penjadwalan proyek menggunakan perangkat lunak (Software) berupa Microsoft excel, Microsoft project dan lain sebagainya. Program Microsoft Project membantu mengolah dan mendapatkan jadwal proyek dengan metode Gantt Chart beserta lintasan kritisnya. Konsep cadangan waktu merupakan konsep yang mengatur kurun waktu proyek yang belum diperuntukkan (uncommitted) bagi kegiatan tertentu, sehingga dapat dipakai untuk memecahkan masalah proyek dalam aspek jadwal. Jadwal proyek memiliki rangkaian kegiatan yang tumpang tindih, sehingga penyusunan jadwal menggunakan diagram preseden pada Microsoft project akan lebih sederhana dan mudah dipahami. Analisis konsep cadangan waktu dilakukan pada situasi awal proyek, dapat berguna sebagai acuan dalam pengendalian jadwal proyek. Nilai CW pada jalur pada minggu terakhir (minggu ke-18) bernilai nol. Hasil penelitian menunjukkan nilai cadangan waktu pada situasi awal proyek adalah 0 hari, dan nilai cadangan waktu pada minggu terakhir pelaksanaan pekerjaan masih bernilai 0 hari karena tidak terjadi keterlambatan dalam proyek Pembangunan Balai Kesehatan Ibu Dan Anak Kota Manado ini. Kata kunci: Precedence Diagram Method, cadangan waktu, Microsoft Project
Metode Pelaksanaan Konstruksi Pondasi Bor Pile Pada Bangunan Hanggar Proyek Rehabilitasi Pasar Bersehati Manado Kornelia Pararuk; Grace Y. Malingkas; Jantje B. Mangare
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Bersehati Manado merupakan salah satu pasar tradisional yang telah berusia cukup lama dan membutuhkan rehabilitasi untuk memastikan keamanan, keberlanjutan, dan efisiensi operasional. Salah satu aspek penting dalam proses rehabilitasi adalah konstruksi pondasi bangunan hanggar yang kuat dan tahan lama. Metode pelaksanaan konstruksi bor pile menjadi fokus dalam skripsi ini untuk mengatasi tantangan dalam membangun pondasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode pelaksanaan konstruksi bor pile pada bangunan hanggar di Proyek Rehabilitasi Pasar Bersehati Manado. Penelitian dilakukan dengan melakukan studi pustaka dan pengamatan dilapangan untuk memahami prinsip-prinsip dasar konstruksi bor pile serta mengidentifikasi faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pelaksanaan konstruksi bor pile pada bangunan hanggar Proyek Rehabilitasi Pasar Bersehati Manado melibatkan beberapa tahapan. Tahap pertama adalah persiapan, di mana dilakukan pemetaan lokasi dan perencanaan konstruksi. Tahap kedua adalah pemboran, di mana dilakukan pengeboran lubang untuk memasukkan pile secara vertikal ke dalam tanah. Tahap ketiga adalah pemasangan pile, di mana pile dipasang ke dalam lubang bor dan diisi dengan material penyangga yang tepat. Tahap terakhir adalah pengujian dan pemadatan, di mana dilakukan pengujian beban dan pemadatan tanah di sekitar pile. Selain itu, beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan konstruksi bor pile adalah karakteristik tanah di lokasi proyek, pemilihan alat dan peralatan yang sesuai, pengendalian kualitas material, serta pengawasan yang ketat selama proses konstruksi. Dengan menerapkan metode pelaksanaan konstruksi bor pile yang tepat, diharapkan pondasi bangunan hanggar di Proyek Rehabilitasi Pasar Bersehati Manado dapat dibangun dengan baik dan dapat memberikan keamanan serta keberlanjutan yang dibutuhkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para profesional dan praktisi di bidang konstruksi untuk memahami dan mengimplementasikan metode pelaksanaan konstruksi bor pile secara efektif. Kata kunci: metode, konstruksi, pondasi bor pile
Perataan Sumber Daya (Cash Flow) Proyek Konstruksi Menggunakan Aplikasi Microsoft Project Pada Pembangunan Gedung Balai Kesehatan Ibu Dan Anak Kota Manado Prince A. Sepang; Tisano Tj. Arsjad; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari proyek konstruksi ialah untuk mencapai target penyelesaian proyek yang sesuai dengan waktu, anggaran dan mutu yang telah ditentukan. Realita di lapangan menunjukan bahwa pelaksanaan sebuah proyek tidak bisa dipastikan dapat terlaksana berdasarkan perencanaan yang telah disusun. Salah satu bagian yang merupakan pokok dalam hal ini adalah manajemen suber daya. Sumber daya yang digunakan dalam suatu proyek dan memiliki pengaruh yang besar adalah biaya, sehingga diperlukan manajemen terhadap biaya dalam rangka meminimalisir terjadinya over budget. Salah satu teknik pengolahan sumber daya dalam suatu proyek adalah dengan metode peretaan sumber daya. Pemerataan sumber daya mampu menghindari kemungkinan buruk yang berkemungkinan untuk terjadi pada aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan fluktuasi yang tajam pada cash flow proyek. Perencanaan cash flow yang baiktentunya akan berujung pada capaian keuntungan optimal bagi kontraktor. Prinsip penyesuaian sumber daya yang tepat adalah dengan tidak menggangu pekerjaan yang berada pada jalur kritis. Penundaan pekerjaan yang berada pada jalur kritis ini akan mengakibtkan bertambahnya waktu pelaksaan proyek sehungga proyek tidak dapat terselesaikan tepat waktu. Microsoft Project memiliki keterkaitan dengan siklus hidup proyek. Microsoft Project berperan dalam fase perencanaan, fase pikiran, fase penjadwalan, fase perorganisasian, serta fase pengontrolan. Dengan Microsoft Project maka kontraktor dapat melakukan perataan biaya pada proyek sehingga dapat memprediksi dan mengontrol cash flow proyek. Kata kunci: perataan sumber daya, cash flow proyek, Microsoft Project
Perbandingan Rencana Anggaran Biaya Pada Pekerjaan Rehabilitasi Gedung Kantor Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu Dengan Menggunakan Metode BOW, SNI, Dan Perhitungan Kontraktor Eurene M. Rawis; Jermias Tjakra; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v21i86.52408

Abstract

Untuk merencanakan suatu anggaran proyek, estimator harus mempunyai pedoman metode yang ekonomis dan jelas berlaku di Indonesia. Keuntungan yang diperoleh seorang estimator tergantung pada kecakapannya membuat perkiraan biaya. Bila penawaran harga yang diajukan di dalam proses lelang terlalu tinggi, kemungkinan besar estimator akan mengalami kekalahan. Sebaliknya bila memenangkan lelang dengan harga terlalu rendah, akan mengalami kesulitan dibelakang hari oleh karena itu perkiraan biaya memegang peranan penting dalam penyelengaraan proyek untuk merencanakan dan mengendalikan sumber daya seperti material, tenaga kerja, pelayanan maupun waktu. Di Indonesia terdapat metode untuk merencanakan harga satuan biaya anggaran proyek yaitu BOW (Burgelijke Openbare Werken), SNI dan Perhitungan Kontraktor. Kontraktor umumnya membuat harga penawaran berdasarkan analisis yang tidak seluruhnya berpedoman pada analisis BOW (Burgelijke Openbare Werken), SNI, bahkan para kontraktor lebih cenderung menghitung harga satuan pekerjaan berdasarkan dengan analisis mereka sendiri yang didasarkan atas pengalaman terdahulu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode apa yang paling ekonomis dan untuk menjadi acuan para estimator merencenakan biaya konstruksi dengan ke 3 (tiga) metode tersebut diatas yang berlaku di Indonesia tidak dengan metode yang di analisis sendiri. Dalam perhitungan rencana anggaran biaya Rehab pembangunan Gedung BPBAT Tatelu tahun 2021 dengan menggunakan 3 metode maka diperoleh metode Perhitungan Kontraktor merupakan yang paling ekonomis yaitu sebesar Rp. 2.363.414.720 lalu metode SNI 2016 sebesar Rp. 2.433.257.183 dan yang paling mahal metode BOW sebesar Rp. 4.570.689.327. Kata kunci: Rencana Anggaran Biaya, BOW, SNI, perhitungan kontraktor
Penerapan Metode Lean Project Management Dalam Perencanaan Proyek Konstruksi Pembangunan Sarana/Prasarana Air Baku Bendungan Lolak Lanjutan Charen N. P. Montolalu; Ariestides K. T. Dundu; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53767

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek seringkali ditemukan kendala bahkan dapat juga mengalami kegagalan, hal tersebut terjadi karena perencanaan dari proyek yang kurang matang. Sesuatu hal yang tidak menambah nilai dan terjadi sebaliknya yakni menambah biaya disebut dengan waste (pemborosan). Tidak efektifnya faktor yang beperan dalam pelaksanaan proyek (man, method, material, machine, environment) dapat menjadi pemicu keterlambatan dalam penyelesaian proyek. Maka dari itu diperlukan suatu perencanaan proyek dengan metode Lean Project Management merupakan metode yang diterapkan secara berkelanjutan untuk meminimalisir dan mencegah adanya waste (pemborosan) bersamaan dengan mengefisiensi proses untuk meningkatkan value (nilai). Berdasarkan 8 jenis waste dalam proyek konstruksi, didapatkan hasil waste yang dapat terjadi antara lain waiting, defect, dan excessive transportation. Akar penyebab terjadinya waste tersebut antara lain pipa HDPE terlambat datang, cuaca yang buruk, mesin tidak terawat, penyimpanan material jauh, dan terkendala pembebasan lahan. Selanjutnya untuk hasil estimasi waktu dengan metode Critical Chain Project Management (CCPM) didapat pecepatan selama 15 hari. Kata kunci: perencanaan proyek, Lean Project Management, waste, Critical Chain Project Management
Co-Authors . Junaidi Abd. Rajab R. Dasinangon Adikavara E. T. Rapar Agryanto P. Parinding Ariestides K. T. Dundu Ariestides K. T. Dundu Asrini Novita Rompas Audie L. E. Rumayar Bachdar, Reza Rizki Kurnia Bartje F. Tombokan Bobby Rocky Kani Bonny F. Sompie Buyung, Rudy. A. H. F. Ceisya G. Keintjem Cendy Merry Tumbelaka Charen N. P. Montolalu Christina A. J. Pangkey Christy A. Labolaang D. R. O. Walangitan David H. Mewengkang David M. Walean Deane R. O. Walangitan Eris Rosita Eurene M. Rawis Fabian J. Manoppo Failen Pratasik Febrina P. Y. Sumanti Febyana Pangkey Felicia, Zefanya P. Fharel Novel Lantang Fransisko Noktavian Wowor Frendi D. Lumintang Frendy, Vania T. Grace Priscillia Kamagi Grasheila B. Tambayong Hairunisa Mokodompis Huibert Tarore Inkiriwang, Revo L. Irene G. Tumbel Jantje B. Mangare Jantje B. Mangare Jasmin Christy Natalia Mandey Jermias Tjakra Jermias Tjakra Johan p Rantung Johan P. Rantung Jolan Juliana Sumajow Juno E. Ch. Langi Kevin Imanuel Kambey Kornelia Pararuk Kristi Elsina Leatemia Langgeroni, Reni Lestiani Nova Pontoh Livia L. Luntungan Lucia I. R. Lefrandt Lucia I.R. Lefrandt Lumentah, Christin Natalia Magdalena Monica Pontoh Malifa, Yusuf Mantiri, Deisy H. M. Meylisa E. Balirante Mochtar Sibi Mokolensang, Virginia Marcelin Muh. F. Sumantri Nono, Yousantho Pingkan A. K. Pratasis Pingkan A. K. Pratasis Pondaag, Nathalia Elizabeth Pontoh, Miyabi R. Porajow, Tania G. Praesillia Christien Ator, Praesillia Christien Prince A. Sepang Rando R. V. Kare Ratag, Kezia Aprilia Rayhan Aslah Rebecca Glory Ropa Regina Lombogia Rivi K. Lantang Robert J. M. Mandagi Rolangon, Aprilia A. Rori, Widya Fanheyvel Rumboisano, Arnol Sokop, Ronald Martin Sompie, Cecilia T. Stefi Priescha Tauro Stevano Krista Kambey Sthefanus A. Lengkong Sumanti, Febrina P. Y. The, Londy Herianto Tilaar, Melisa F. Tisano Arsjad Tisano T. Arsjad Tisano Tj. Arsjad Tisano Tj. Arsjad Umboh, Alfian H. Vania Y. Moningkey Victor Michael Tyson Lempoy Victoria Mintje Vivian G. Iroth Wanta, Isty M. Wilar, Wingky P. R. Wongkar, Deny Wuisan, Felleps Yeremia B. Mokalu