Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI PENGOPERASIAN TERMINAL DITINJAU DARI ASPEK EKONOMI (Studi Kasus Terminal Mamboro Palu) Malingkas, Grace Y.
TEKNO Vol 9, No 56 (2011): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan makin bertambahnya jumlah penduduk serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, mendorong berkembangnya lalu lintas. Dengan demikian maka sector transportasi menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap suatu daerah, sehingga sarana dan prasarana transportasi harus menjadi perhatian khususnya terminal.Untuk memperkirakan perkembangan suatu terminal dapat digunakan beberapa cara salah satunya adalah analisa regresi misalnya linier, logaritme, eksponensial, dan geometri. Aspek ekonomis (Finansial) nerupakan salah satu aspek dalam menganalisa dan mengevaluasi suatu proyek. Aspek-aspek tersebut adalah Net Present Value(NPV), Net Benefit Cost Ratio (NetB/C), Internal Rate of return (IRR) yang dikenal dengan criteria investasi.Kota Palu merupakan salah satu Ibu Kota Propinsi dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, sehingga pembangunan sarana transportasi khususnya terminal yang menjadi salah satu kebutuhan penting. Terminal ini sangat berguna apa lagi ditunjang dengan letak Kota Palu yang menjadi pusat penghubung antar Propinsi di pulau Sulawesi. Untuk itu Pemerintah Kota Palu sudah membangun sebuah Terminal Induk yaitu Terminal mamboro yang dapat menunjang dan memperlancar pertumbuhan ekonomi di Kota Palu.Seiring berjalannya waktu, ternyata Terminal mamboro menjadi salah satu proyek kontroversi sebagian masyarakat Kota Palu. Oleh sebab itu perlu dilakukan evaluasi terhadap pengoperasian Terminal Mamboro agar Pemerintah segera mengatasi masalah yang dihadapi. Evaluasi dilakukan dengan memperkirakan keuntungan yang dihasilkan Terminal tersebut sampai dengan tahun 2015.
ANALISIS PENYEBAB KETERLAMBATAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PADA PERUMAHAN GRAND VICTORIAN KAIRAGI Pondaag, Nathalia Elizabeth; Malingkas, Grace Y.; Mangare, Jantje B.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi menyebabkan kerugian, pihak yang terkena dampak dari kerugian adalah yang berkaitan langsung dengan proyek yaitu kontraktor. Kontraktor mengalami kerugian waktu dan biaya karena tidak mencapai target yang diharapkan sehingga pembangunan proyek menjadi mundur atau terhambat. Para pekerja konstruksi dituntut untuk dapat meningkatkan mutu hasil pekerjaan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yaitu owner dan kontraktor agar dapat berkompetisi dan memajukan usahanya. Dari kasus diatas tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penyebab keterlambatan proyek yang ada di kota manado yaitu  pada perumahan Grand Victorian Kairagi.Penelitian ini menggunakan program software IBM Statistik SPSS 20, untuk mencari tahu faktor utama yang mempengaruhi keterlambatan proyek perumahan. Dan dari faktor keterlambatan tersebut akan diolah dalam program software IBM Statistik SPSS 20 dengan menggunakan metode Analisis descriptive dengan menggunakan metode frequencies. Analisis descriptive menjelaskan hubungan variable untuk mencari nilai rata-rata dari masing-masing penyebab keterlambatan.Dari hasil penelitian ini didapat Faktor penyebab utama yang menyebabkan keterlambatan yaitu ada pada Masalah Keuangan Kontraktor dengan Mean rata-rata 3.91. Masalah keuangan harus ditunjang dengan adanya marketing yang baik dan untuk meninjau progress yang ada di lapangan secara rutin agar dapat mengetahui pekerjaan yang sementara berjalan mengalami keterlambatan atau tidak. Kata Kunci: Keterlambatan, Keuangan, IBM Statistik SPSS 20
ANALISIS PENGELOMPOKAN DAN PENGENDALIAN RISIKO KECELAKAAN KERJA BERDASARKAN ATURAN SMK3 MENGGUNAKAN METODE RANKING PADA PROYEK PEMBANGUNAN INSTALASI RAWAT INAP RSUD MARIA WALANDA MARAMIS MINAHASA UTARA Mantiri, Deisy H. M.; Malingkas, Grace Y.; Mandagi, Robert J. M.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 10, No 2 (2020): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Risiko kecelakaan kerja tidak dapat dihindari pada proyek konstruksi yang sedang berlangsung. Sektor konstruksi memiliki hubungan erat dengan faktor Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang menjadi penyebab dan menjadi poin penting yang tidak dapat diabaikan oleh berbagai pihak, karena meliputi permasalahan dari sisi biaya, benefit ekonomi, regulasi, hubungan antar manusia dan pertanggungjawaban. Hampir semua proyek yang sudah berjalan tetap diperhadapkan dengan risiko kecelakaan dalam pekerjaan. Kondisi ini menarik untuk diteliti karena membutuhkan peran manajemen risiko yang eksplisit untuk menanggulangi atau meminimalisasi potensi risiko dalam aktivitas kerja, baik yang belum atau yang sudah dialami selama pekerjaan konstruksi.Dalam penelitian ini, pengambilan data dilakukan dengan survey awal dan wawancara di lapangan terkait dengan risiko yang sudah atau belum pernah terjadi ketika proyek dimulai. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan metode yang telah dipilih untuk memperoleh hasil analisis yang diharapkan sesuai dengan tujuan riset ini yaitu mengelompokkan risiko dan melakukan pencegahan terhadap dampak risiko yang telah terjadi.Pengelompokan risiko diurutkan berdasarkan skala indeks yaitu 1-5. Output hasil analisis ini menjadi penentu nilai ranking dari indeks risiko yang sering muncul maupun yang tertinggi. Hasil analisis data menunjukkan skala indeks 4 untuk subvariabel P19 yang merupakan nilai paling tinggi. Analisis ranking Spearman dengan alat ukur SPSS menunjukkan subvariabel P12 dengan nilai mean 2,69 merupakan yang paling tinggi. Demikian halnya dengan analisis validitas dan reliabilitas menunjukkan hasil yang valid untuk semua data yang dianalisis. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa treatment dalam pengelolaan atau pengendalian risiko yang digunakan sebagai acuan adalah OHSAS 18001:2004, dimana penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) adalah langkah terbaik untuk meminimalisir dampak risiko.  Kata kunci : risiko, faktor K3, manajemen risiko, analisis ranking, APD
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KETERLAMBATAN PEKERJAAN MENGGUNAKAN METODE PROBABILITY IMPACT GRID DAN PERANKINGAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH TERPADU FAKULTAS SYARIAH IAIN MANADO Ator, Praesillia Christien; Malingkas, Grace Y.; Mandagi, Robert J. M.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 10, No 2 (2020): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan pekerjaan dibidang proyek konstruksi seringkali terjadi baik dalam proyek besar maupun proyek menengah ke bawah. Salah satu proyek yang teridentifikasi keterlambatan pekerjaan adalah pada proyek konstruksi Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Fakultas Syariah IAIN Manado. Analisis faktor keterlambatan pada proyek konstruksi ini bertujuan untuk mengetahui faktor utama penyebab keterlambatan pekerjaan serta dapat mencari respon risiko yang cocok dan tepat untuk penanganan dalam hal meminimalisir terjadinya dampak akibat risiko keterlambatan yang terjadi. Diharapkan dalam pekerjaan selanjutnya tidak terjadi lagi pekerjaan yang terlambat sehingga muncul adanya faktor-faktor keterlambatan yang berdampak pada kualitas mutu, waktu dan biaya dari proyek konstruksi tersebut.Tujuan dari penelitian yang dilakukan ini dijadikan salah satu acuan untuk menentukan cara meminimalisir dan menghindari risiko keterlambatan. Tolak ukur dan landasan untuk melakukan analisis ini adalah data primer yaitu data hasil kuesioner yang dibagikan secara terstruktur, serta data sekunder yang diperoleh melalui laporan-laporan proyek, dokumen proyek dalam bentuk gambar dan tulisan serta dokumen umum. Analisis yang dilakukan menggunakan metode analisis Probability Impact Grid dan menggunakan metode Perankingan dengan dibantu alat ukur SPSS.Dari kedua output analisis menggunakan metode tersebut didapat kesimpulan secara masing-masing dan secara umum kedua metode tersebut. Ditemukan faktor penyebab terjadinya keterlambatan pekerjaan adalah pada variabel biaya, material dan manajemen yang dinilai tidak efisien. Maka disarankan agar memperhatikan dan meningkatkan kualitas mutu pekerja, manajemen biaya dan manajemen penjadwalan stok material agar tidak ada pekerjaan yang terhambat, dan khususnya pada manajemen biaya dan material dapat meningkatkan performa dan kualitas pekerjaan pada proyek ini. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil perankingan menggunakan SPSS konsultan RB 3.00 dan RMT 3.00, kontraktor RB 3.95 dan RMT 3.50 dan pekerja RB 3.94 dan RMT 3.78. Sementara hasil dari analisis Probability Impact Grid kontraktor RB 2.95, konsultan RB 3.00, RMT 2.25 RM 2.50 dan pekerja RB 2.95, RM 2.65. Kata kunci: factor, keterlambatan, Probability Impact Grid, perankingan, SPSS
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN DINDING PASANGAN BATA RINGAN DAN PLESTERAN PADA PEKERJAAN PROYEK OFFICE AND DISTRIBUTION CENTRE PT. SUKANDA JAYA AIRMADIDI-MINAHASA UTARA The, Londy Herianto; Tjakra, Jermias; Malingkas, Grace Y.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan pelaksanaan konstruksi yang mengikuti prosedur serta telah dirancang sesuai dengan pengetahuan atau standar yang telah diuji cobakan. Cara atau metode tersebut tidak terlepas dari penggunaan teknologi sebagai pendukung dan mempercepat proses pembuatan suatu bangunan, agar kegiatan pembangunan dapat berjalan sebagai mana mestinya sesuai dengan yang diharapkan dan lebih ekonomis dalam biaya pemakaian bahan.Konstruksi merupakan suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana. Dalam sebuah bidang teknik sipil, sebuah konstruksi juga dikenal sebagai bangunan atau satuan infrastruktur pada sebuah area atau pada beberapa area. Secara ringkas konstruksi didefinisikan sebagai objek keseluruhan bangunan yang terdiri dari bagian-bagian struktur. Konstruksi Struktur Bangunan adalah bentuk/bangun secara keseluruhan dari struktur bangunan. Konstruksi sebagai satu pekerjaan, tetapi dalam kenyataannya konstruksi merupakan satuan kegiatan yang terdiri dari beberapa pekerjaan lain yang berbeda.Dinding menjadi hal yang paling diperhatikan baik pada segi struktur. Dinding adalah suatu struktur padat yang membatasi dan kadang melindungi suatu area. Dinding dapat dibuat dari bermacam-macam material sesuai kebutuhannya, antara lain: dinding batu buatan (bata dan batako), dinding batu alam, dinding kayu: kayu, dinding beton.Bata ringan adalah batu bata yang memiliki berat jenis lebih ringan daripada bata pada umumnya. Bata ringan dikenal ada 2 (dua) jenis: Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Keduanya didasarkan pada gagasan yang sama yaitu menambahkan gelembung udara ke dalam mortar akan mengurangi berat beton yang dihasilkan secara drastis. Perbedaan bata ringan AAC dengan CLC dari segi proses pengeringan yaitu AAC mengalami pengeringan dalam oven autoklaf bertekanan tinggi sedangkan bata ringan jenis CLC yang mengalami proses pengeringan alami. CLC sering disebut juga sebagai Non-Autoclaved Aerated Concrete (NAAC). Kata kunci: Metode Pelaksanaan Konstruksi, Pasangan Bata Ringan, Pekerjaan Dinding
PEMODELAN PENGELOLAAN RISIKO PROYEK KONSTRUKSI OLEH PERUSAHAAN PELAKSANA KONSTRUKSI (STUDI KASUS PROYEK KONSTRUKSI DI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MINAHASA) Umboh, Alfian H.; Malingkas, Grace Y.; Rumayar, Audie L. E.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 11, No 2 (2021): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa Proyek Konstruksi di Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa mengalami keterlambatan dalam hal penyelesaian pekerjaan serta adanya ketidaksuaian dari standar yang ditetapkan dalam kontrak pekerjaan yang ditinjau baik dari segi kualitas maupun kuantitas yang terjadi di lapangan. Dari setiap pelaksanaan ini, tentu memiliki karakteristik risiko yang spesifik. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi risiko yang paling dominan pada tahap pelaksanaan proyek serta membuat respon risiko dalam mengelola risiko yang paling berpengaruh.Tahapan penelitian adalah identifikasi risiko lewat tinjauan lapangan kegiatan proyek dan study literatur, membuat kuesioner, penyebaran dan pengumpulan kuesioner, analisis data deskriptif, evaluasi risiko dominan yang akan dikelola, kemudian membuat respon terhadap risiko dominan dalam hal mengelola risiko.Hasil penelitian menunjukkan Resiko yang teridentifikasi pada proyek konstruksi di Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa terdapat 6 risiko yang dikelompokkan atas 9 kategori resiko. Resiko dominan hasil analisis berdasarkan skala prioritas dan respon dalam pengelolaan risiko yaitu Volume pekerjaan tidak sesuai kondisi lapangan nilai akhir 17,87, Respon risiko mengajukan addendum volume pekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan terlambat mulai nilai akhir 17,75, respon risikonya mempercepat pelaksanaan terhadap jadwal yang ditetapkan. Desain yang ada tidak lengkap nilai akhir 17,13, respon risikonya Mempercepat pelaksanaan terhadap jadwal yang ditetapkan. Mitra kerja perusahaan atau subkontraktor yang buruk nilai akhir 17,01, respon risikonya melakukan seleksi awal terhadap Mitra kerja. Perubahan desain saat pelaksanaan nilai akhir 16,64, respon riskonya mengajukan klausal change order dan Amandemen kontrak dalam perjanjian. Beda persepsi kontrak antara pemilik proyek dan kontraktor, mengenai kontrak tipe lump sum atau unit price nilai akhir 16,64, respon risikonya mengenai kontrak tipe lump sum atau unit price, bersama melakukan kesepakatan mengenai pemahaman kontrak sesuai aturan. Adanya Perubahan konstruksi yang sudah selesai nilai akhir 16,36, respon risikonya mengajukan klausal change order dan Amandemen kontrak dalam perjanjian. dan Desain sulit dimengerti nilai akhir 15,25, respon risikonya Mengajukan amandemen perpanjangan waktu pekerjaan. Kata kunci: Proyek Konstruksi, Risiko, Kuesioner, SPSS, Respon Risiko
EVALUASI IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU SESUAI SNI PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN Rompas, Asrini Novita; Dundu, Ariestides K. T.; Malingkas, Grace Y.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 11, No 2 (2021): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah setiap tahun mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk melakukan peningkatan, rehabiltasi, pembangunan dan pemeliharaan jalan di provinsi sulawesi utara karena sering terjadi kerusakan dini pada ruas jalan padahal umur rencana belum tercapai.. Masyarakat banyak yang beranggapan bahwa kerusakan jalan yang terjadi karena adanya faktor cuaca, tapi pada kenyataannya kerusakan jalan terjadi karena sumber daya manusianya yang tidak mengerti dan tidak patuh pada penerapan sistem manajemen mutu yang berdasarkan standar nasional indonesia. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi tingkat penerapan system manajemen mutu oleh pejabat pelaksana teknis kegiatan dan tim perencana dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dilapangan apakah sudah sesuai dan mengaju pada standar nasional Indonesia, Proses pengambilan sampel dilakukan dengan pengumpulan data terhadap pendapat responden dengan cara penyebaran  kuisioner kepada tim perencana dan pejabat pelaksana teknis kegiatan jalan yang berada di dinas pekerjaan umum provinsi sulawesi utara pada tahun anggaran 2018, selanjutnya dalam pengelolaan data responden digunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan skala likert dan skala guttman.Hasil Evaluasi dengan menggunakan skala likert dan skala guttman untuk 25 responden yang terbagi 15 responden pejabat pelaksana teknis kegiatan dan 10 respoden tim perencana di wilayah kantor Dinas pekerjaann Umum dan Penataan Ruang Daerah Provinsi Sulawesi diperoleh skor 21, 67 % untuk tim perencana dan 354 untuk PPTK. Maka dari hasil analisis dan pembahasan serta pengamatan langsung dilapangan terhadap implementasi system manajemen mutu berdasarkan standard nasional Indonesia untuk tim perencana dapat dikategorikan lemah dan untuk PPTK dapat dikategorikan sedang Kata kunci: biaya, rehabilitasi, peningkatan, pemeliharaan, manajemen mutu
ANALISIS LIFE CYCLE COST PADA PEMBANGUNAN GEDUNG (Studi Kasus : Proyek Bangunan Rukan Bahu Mall Manado) Kamagi, Grace Priscillia; Tjakra, Jermias; Langi, Juno E. Ch.; Malingkas, Grace Y.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 8 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Life Cycle Cost (LCC) merupakan biaya yang dibutuhkan oleh suatu bangunan selama umur rencananya. Yang termasuk biaya ini adalah biaya perencanaan dan pembangunan yang dinamakan biaya awal, biaya perawatan rutin dan perbaikan dinamakan biaya pemeliharaan, serta biaya perobohan dan daur ulang bahan-bahan yang tidak digunakan, ini dilakukan ketika bangunan sudah tidak dapat berfungsi lagi.Tujuan penelitian ini adalah menghitung Life Cycle Cost (LCC) aktual yang berdasar pada bahan bangunan yang digunakan pada saat pembangunan proyek. Dalam hal ini, bangunan yang akan ditinjau adalah 9 bangunan Rukan Bahu Mall Blok-N Manado, dan bagian bangunan yang akan dihitung life cycle cost-nya yaitu dinding, lantai serta atap dari 9 bangunan rukan tersebut.Melalui proses perhitungan untuk item pekerjaan dinding, lantai dan atap dari 9 bangunan Rukan Bahu Mall Blok-N tersebut, maka dihasilkan rincian yaitu biaya modal konstruksi (awal) Rp. 574.598.000,00, total biaya pemeliharaan untuk ketiga item Rp. 1.142.620.655,00, dan biaya pembongkaran Rp. 5.415.681,86.Kata kunci: Life Cycle Cost, biaya, bahan bangunan
ANALISIS RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN PAPUA 1 DI DISTRIK MUARA TAMI KOTA JAYAPURA PROVINSI PAPUA Mokolensang, Virginia Marcelin; Arsjad, Tisano Tj.; Malingkas, Grace Y.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) ialah untuk menghitung biaya-biaya yang diperlukan dari suatu bangunan dan dengan biaya ini bangunan tersebut dapat terwujud sesuai dengan yang direncanakan. Mengingat besar serta luasnya arti bangunan yang harus dihitung pembiayaannya maka pengetahuan akan hal-hal yang ada hubungannya denan perhitungan biaya sangat diperlukan. Ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk menyusun rencana anggaran biaya yaitu gambar konstruksi bangunan, harga bahan bangunan dan upah tenaga kerja.Penelitian tentang analisis rencana anggaran ini dilakukan pada Proyek Pembangunan Rumah Susun Papua 1 di Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua dengan mengambil perbandingan harga jika proyek dilaksanakan di Kota Manado berdasarkan survey di toko grosiran yang ada di Kota Manado.Dari hasil penelitian ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan biaya total konstruksi, yaitu: harga bahan material, dan upah tenaga konstruksi di Kota Manado lebih murah dibandingkan harga yang ada di Kota Jayapura Provinsi Papua Kata Kunci: Analisis Rencana Anggaran Biaya, Rumah Susun
Perbandingan Rencana Anggaran Biaya Antara Metode SNI Dengan Metode AHSP Pada Proyek Gedung Pendidikan Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Sam Ratulangi Ratag, Kezia Aprilia; Malingkas, Grace Y.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan sebuah konstruksi membutuhkan analisa biaya untuk memperkirakan kebutuhan pengeluaran dan mendapatkan biaya yang paling efisien untuk sebuah konstruksi.Perkiraan biaya memegang peranan penting dalam penyelenggaraan sebuah proyek konstruksi, kontraktor harus mempunyai pedoman yang ekonomis dan berlaku di Indonesia. Analisis biaya Sebagai dasar perhitungan yang digunakan dalam perencanaan anggaran biaya proyek. Di Indonesia terdapat beberapa metode untuk merencanakan harga satuan biaya anggaran proyek yaitu SNI dan AHSP. Kontraktor umumnya membuat harga penawaran berdasarkan analisa yang tidak seluruhnya berpedoman pada analisa AHSP maupun analisa SNI. Para kontraktor lebih cenderung menghitung harga satuan pekerjaan berdasarkan dengan analisa mereka sendiri yang didasarkan atas pengalaman terdahulu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi. Dalam pelaksanaan pekerjaan, kontraktor akan membuat rencana anggaran biaya sebagai dasar memasukkan penawaran terhadap suatu pekerjaan. Pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) memerlukan koefisien atau angka indeks untuk mendapatkan analisis harga satuan untuk pekerjaan tersebut, angka indeks atau koefisien dapat diperoleh melalui Analisis Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Analisis Harga Satuan Pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode apa yang paling ekonomis dan untuk menjadi acuan para kontraktor merencanakan biaya konstruksi dengan metode yang berlaku di Indonesia tidak dengan metode yang di analisa sendiri. Dalam perhitungan rencana anggaran biaya pembangunan Gedung Fakultas Teknik dengan menggunakan 2 metode maka diperoleh metode AHSP 2016 merupakan yang paling ekonomis yaitu sebesar Rp. 15.529.658.000 dan metode SNI 2020 sebesar Rp. 15.971.297.000. Kata kunci – RAB, SNI 2020, AHSP 2016
Co-Authors . Junaidi Abd. Rajab R. Dasinangon Adikavara E. T. Rapar Agryanto P. Parinding Ariestides K. T. Dundu Ariestides K. T. Dundu Asrini Novita Rompas Audie L. E. Rumayar Bachdar, Reza Rizki Kurnia Bartje F. Tombokan Bobby Rocky Kani Bonny F. Sompie Buyung, Rudy. A. H. F. Ceisya G. Keintjem Cendy Merry Tumbelaka Charen N. P. Montolalu Christina A. J. Pangkey Christy A. Labolaang D. R. O. Walangitan David H. Mewengkang David M. Walean Deane R. O. Walangitan Eris Rosita Eurene M. Rawis Fabian J. Manoppo Failen Pratasik Febrina P. Y. Sumanti Febyana Pangkey Felicia, Zefanya P. Fharel Novel Lantang Fransisko Noktavian Wowor Frendi D. Lumintang Frendy, Vania T. Grace Priscillia Kamagi Grasheila B. Tambayong Hairunisa Mokodompis Huibert Tarore Inkiriwang, Revo L. Irene G. Tumbel Jantje B. Mangare Jantje B. Mangare Jasmin Christy Natalia Mandey Jermias Tjakra Jermias Tjakra Johan p Rantung Johan P. Rantung Jolan Juliana Sumajow Juno E. Ch. Langi Kevin Imanuel Kambey Kornelia Pararuk Kristi Elsina Leatemia Langgeroni, Reni Lestiani Nova Pontoh Livia L. Luntungan Lucia I. R. Lefrandt Lucia I.R. Lefrandt Lumentah, Christin Natalia Magdalena Monica Pontoh Malifa, Yusuf Mantiri, Deisy H. M. Meylisa E. Balirante Mochtar Sibi Mokolensang, Virginia Marcelin Muh. F. Sumantri Nono, Yousantho Pingkan A. K. Pratasis Pingkan A. K. Pratasis Pondaag, Nathalia Elizabeth Pontoh, Miyabi R. Porajow, Tania G. Praesillia Christien Ator, Praesillia Christien Prince A. Sepang Rando R. V. Kare Ratag, Kezia Aprilia Rayhan Aslah Rebecca Glory Ropa Regina Lombogia Rivi K. Lantang Robert J. M. Mandagi Rolangon, Aprilia A. Rori, Widya Fanheyvel Rumboisano, Arnol Sokop, Ronald Martin Sompie, Cecilia T. Stefi Priescha Tauro Stevano Krista Kambey Sthefanus A. Lengkong Sumanti, Febrina P. Y. The, Londy Herianto Tilaar, Melisa F. Tisano Arsjad Tisano T. Arsjad Tisano Tj. Arsjad Tisano Tj. Arsjad Umboh, Alfian H. Vania Y. Moningkey Victor Michael Tyson Lempoy Victoria Mintje Vivian G. Iroth Wanta, Isty M. Wilar, Wingky P. R. Wongkar, Deny Wuisan, Felleps Yeremia B. Mokalu