Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

STUDI KARAKTERISTIK GELOMBANG PADA DAERAH PANTAI MATANI SATU Umpel, Isdina Fadila; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muh. I.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilakukan di perairan pantai Matani Satu, Tumpaan, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik gelombang di perairan Matani Satu, Tumpaan, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Berbagai kegiatan masyarakat terpusat di daerah pantai Matani Satu karena sebagian besar masyarakat yang tinggal di daerah ini bermata pencarian sebagai nelayan, sehingga penggunaan lahan untuk pemukiman penduduk semakin menyebar sampai pada kawasan yang dekat dengan garis pantai. Kondisi ini mengancam penduduk yang bermukim di sekitar pantai karena pada bulan-bulan tertentu sering terjadi gelombang besar yang dapat merusak pemukiman dan infrastruktur yang berada dekat dengan pantai. Oleh karena itu diperlukannya penelitian mengenai karakteristik gelombang untuk pengamanan daerah pesisir pantai Matani Satu ini. Penelitian terhadap lokasi studi ini dimulai dengan survey ke lokasi studi, kemudian mengumpulkan data-data seperti peta lokasi pantai Matani Satu dan data angin selama 10 tahun dari BMKG yang selanjutnya akan digunakan dalam peramalan tinggi dan periode gelombang signifikan yang terjadi di daerah Pantai Matani Satu. Dari hasil perhitungan tinggi dan periode gelombang, dengan gelombang maksimum terjadi pada bulan Desember 2003 diperoleh menggunakan Metode Hind Casting adalah H = 1.2770 m dan T = 4.5279 det. Tinjauan arah gelombang dominan untuk lokasi ini adalah arah barat. Koefisien refraksi yang terjadi berkisar antara 0.9505 sampai 1.1485 dan koefisien shoaling yang terjadi berkisar pada 0.8980 sampai 1.5405. Tinggi gelombang yang didapatkan dari hasil perhitungan berkisar pada  1.0799 m sampai 1.8003 m dengan kedalaman 0.5 m sampai 25 m. Kata kunci: Pantai Matani Satu, Karakteristik gelombang, Refraksi, Shoaling, Gelombang Pecah.
ANALISIS DATA PASANG SURUT DI PANTAI SINDULANG KOTA MANADO Kurniawan, Agitha P.; Jasin, M. Ihsan; Mamoto, Jeffry D.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Sindulang merupakan salah satu pantai di kota Manado yang direncanakan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk dijadikan area proyek  reklamasi sebagai salah satu upaya pemerintah dalam pengembangan kota. Proyek reklamasi merupakan perencanaan besar maka perlu dilakukan analisis sebab pada kenyataannya setiap pantai memiliki karakteristik yang berbeda. Pasang surut merupakan salah satu yang perlu dianalisis terlebih dahulu karena memiliki berbagai jenis atau kondisi yang berbeda-beda pada setiap wilayah pantai juga sebagai acuan dari penentuan tingginya elevasi lahan yang akan direklamasi. Analisis ini dilakukan dengan tujuan menentukan komponen, tipe pasang surut, dan elevasi muka air laut yang terjadi pada Pantai Sindulang Kota Manado  menggunakan metode Admiralty dengan data 29 hari pengamatan. Berdasarkan hasil analisis diperoleh tipe pasang surut di Pantai Sindulang adalah Campuran Condong ke Harian Ganda (Mixed Tide Prevailing Semidiurnal) dengan nilai 0 < F < 2.5 dimana F = 0.180. Kata kunci:  Pantai, Sindulang, Pasang Surut, metode Admiralty
ANALISIS KARAKTERISTIK GELOMBANG DAN PASANG SURUT PADA PANTAI KIMA BAJO KABUPATEN MINAHASA UTARA Kaunang, Josua Abimael; Jasin, Moh. I.; Mamoto, Jeffry D.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Kima Bajo merupakan daerah strategis untuk pengembangan pariwisata di Sulawesi Utara. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terjadi pergeseran garis pantai selama kurun waktu 10 tahun terakhir di daerah pantai Kima bajo, hal ini ditambah dengan masalah pemukiman warga yang sering terkena limpasan air laut ( wave run off ). Oleh karena itu diperlukan analisis karakteristik gelombang dan pasang surut di pantai kima bajo untuk pengamanan dan perlindungan daerah pesisir Dalam penelitian ini perlu dilakukan pendekatan teori dan analisis transformasi gelombang yang terjadi di kawasan pantai Kima Bajo. Peramalan gelombang dihitung dengan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin selama 10 tahun dari stasiun BMG Winangun Stasiun Tondano untuk mendapatkan tinggi dan periode gelombang signifikan.Sedangan perhitungan pasang surut digunakan metode admiralty yang menguraikan data pasang surut selam 15 hari, data pasang surut didapat dari navigasi TNI AL. Dari hasil perhitungan gelombang di perairan Pantai Kima Bajo didominasi oleh gelombang arah Barat dengan gelombang maksimum terjadi pada bulan Desember 2003 dengan  H = 1.3344 m dan T = 4.37607 det. Koefisien refraksi yang terjadi berkisar antara 0.9332 sampai 1.0030. Sedangkan koefisien shoaling berkisar pada 0.9045 sampai 1.3348. Tinggi gelombang yang didapat dari hasil perhitungan berkisar pada 0.991 sampai 1.5747 m pada kedalaman 0.5 m sampai 25 m. Dan hasil perhitungan pasang surut di perairan kima bajo mempunyai tipe pasang surut harian ganda ( semi diurnal ) dengan nilai 0 < F= 0.1336 < 0.25, sedangkan muka air laut  tertinggi (HHWL) terjadi sebesar 360 cm ( +170 dari MSL ) dan muka air laut terendah terjadi sebesar 50 cm ( -140 MSL ) Kata kunci: Pantai Kima Bajo, karakteristik gelombang, Pasang surut, refraksi, shoaling, gelombang pecah, metode Admiralty
PEMODELAN ARAH ARUS AIR LAUT DI PANTAI MOINIT KECAMATAN AMURANG BARAT KABUPATEN MINAHASA SELATAN Sahalessy, Garry L.; Jansen, Tommy; Mamoto, Jeffry D.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Kecamatan Amurang Terdapat Sebuah Instansi yaitu PLTU II, yang saat ini terjadi kerusakan pada sistem pendingin. Faktornya adalah akibat sedimen laut yang menumpuk pada kolam sistem pendingin yang menimbulkan kerugian pada PLTU. Sedimen yang masuk terdorong oleh Arus air laut sampai masuk ke Kolam Penampungan Air. Dalam Penelitian  ini,  akan  dilakukan  Pemodelan dengan  software  SMS ( Surface Water Modeling System ). Dalam pembuatan pemodelan Arus air laut di PLTU II Amurang, Data yang dipakai adalah Peta Batimetri dari BIG ( Badan Informasi Geospasial ) dan Pasang surut yang didapatkan dari LANTAMAL Manado untuk pembuatan Pemodelan Arus Air Laut. Adapun Software tambahan dalam penelitian ini adalah MIKE 21 dalam pembuatan Current Rose. Dari hasil Pemodelan ini, didapatkan Pola arus pasang surut pada Teluk Amurang yang menjadi obyek studi dipengaruhi oleh keberadaan arah arus global karena perbedaan sifat fisik dan kondisi geografis samudera Pasifik dan samudera Hindia yang disebut dengan Arus Lintas Indonesia. Pada poin sampel 1 dan 5 hasil simulasi arus pasang surut menggunakan modul RMA 2 dari SMS 12.1 menunjukan adanya pengaruh ARLINDO, dimana arah arus bergerak dari utara menuju selatan. Pada poin sampel 2, 3, 4, 6 dan 7 tidak Nampak terpengaruh oleh adanya ARLINDO karena aras arus secara umum bergerak tidak teratur. Hal ini karena lokasi poin – poin tersebut dipengaruhi letak geografik Teluk Amurang yang mengakibatkan kondisi pola arus menjadi tidak mudah karena adanya tanjung dan teluk sepanjang garis pantai lokasi studi seperti yang ditunjukan pada poin sampel 2,3 dan 4. Kata Kunci: Pantai Moinit Amurang, Pemodelan Arah Arus Air Laut
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA TULAP KECAMATAN KOMBI KABUPATEN MINAHASA Kalumata, Joel Jordan; Supit, Cindy J.; Mamoto, Jeffry D.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air adalah unsur penting dalam kelangsungan hidup semua mahkluk hidup. Di Desa Tulap Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa sudah pernah direncanakan sumber penyediaan air bersih, namun belum tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat yang ada.Sistem penyediaan air bersih di Desa Tulap direncanakan untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2028. Untuk memprediksi jumlah kebutuhan air bersih maka digunakan proyeksi degan analisis regresi. Hasil survey dan analisis menunjukkan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk Desa Tulap hingga tahun rencana 2028 adalah 2005 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 1,679 liter/detik. Perpipaan dihitung dengan menggunakan persamaan Hazen-Williams dengan menggunakan pipa HDPE. Sumber air yang digunakan berasal dari mata air dengan debit sesaat sebesar ± 2,1 liter/detik, dan kebutuhan air jam puncak sebesar 2,01549 liter/detik.Dalam perencanaan ini untuk menangkap air dari mata air dibuat bronkaptering dan kemudian air dialirkan melalu pipa transmisi ke Bak Pelepas Tekan. Untuk melayani kebutuhan air bersih penduduk Desa Tulap sampai tahun 2028, dibutuhkan 21 Keran Umum. Untuk pipa yang di gunakan baik pipa transmisi dan distribusi menggunakan popa berdiameter 2,5 inch.Kata Kunci: Desa Tulap, Sistem Penyediaan, Kebutuhan Air
Studi Karakteristik Gelombang di Pantai Buloh Tateli Weru Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Rosang, Irene Christie; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muh. I.
TEKNO Vol 13, No 62 (2015): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Buloh Tateli Weru merupkan daerah yang digunakan sebagai wisata bahari dan sangat strategis sebagai kawasan industry dan pariwisata. berdasarkan pengamatan di lapangan ternyata telah terjadi banyak kerusakan dipantai Buloh berupa abrasi, erosi, ahli fungsi pelindung pantai. Kerusakan ini diakibatkan oleh faktor alam dan proses dinamika pantai seperti abrasi yang menimbulkan kekawatiran bagi masyarakat di pesisir pantai tersebut. Oleh karena itu dalam pengembangan dan pengamanan daerah pesisir serta perlindungan penduduk maka perlu mengetahui karakteristik gelombang yang terjadi di pantai tersebut. Dalam penelitian ini perlu dilakukan pendekatan teori dan analisis transformasi gelombang yang terjadi di kawasan pantai Buloh Tateli Weru. Peramalan gelombang dihitung dengan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin selama 10 tahun dari stasiun BMG Winangun Stasiun Tondano untuk mendapatkan tinggi dan periode gelombang signifikan. Dari hasil perhitungan gelombang di perairan Buloh Tateli Weru didominasi oleh gelombang arah Barat dengan gelombang maksimum terjadi pada bulan Desember 2003 dengan  H = 1.3344 m dan T = 4.37607 det. Koefisien refraksi yang terjadi berkisar antara 0.9332 sampai 1.0030. Sedangkan koefisien shoaling berkisar pada 0.9045 sampai 1.3348. Tinggi gelombang yang didapat dari hasil perhitungan berkisar pada 0.991 sampai 1.5747 m pada kedalaman 0.5 m sampai 25 m. Kata kunci: Pantai Buloh Tateli Weru, Karakteristik Gelombang, Refraksi, Shoaling, Gelombang Pecah.
PERENCANAAN BANGUNAN PENGAMAN PANTAI PADA DAERAH PANTAI BULO DESA RERER KECAMATAN KOMBI KABUPATEN MINAHASA Manuel, Afridolin; Jasin, M. Ihsan; Mamoto, Jeffry D.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 6 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Sulawesi Utara adalah salah satu provinsi yang memiliki beberapa kawasan  pantai, baik di bagian utara maupun bagian selatan. Wilayah pantai ini  merupakan  daerah yang dimanfaatkan untuk kegiatan manusia, sebagai kawasan pemukiman dan juga merupakan daerah nelayan. Gelombang merupakan faktor yang mengakibatkan kerusakan yang terjadi di daerah pantai Bulo. Tujuan penelitian ini Memilih tipe bangunan pengaman pantai yang sesuai dengan permasalahan yang terjadi di lokasi penelitian dan menghitung dimensi bangunan pengaman pantai di kawasan pantai BuloHal-hal yang diperlukan dalam perencanaan yaitu ketersedian data primer dan data sekunder. Data-data sekunder tersebut antara lain : data angin dengan periode ulang 10-100 tahun, dan data pasang surut. Kemudian data tersebut di analisis untuk mendapatkan gelombang rencana dan angkutan sedimen pantai. Berdasarkan hasil analisis, tugas akhir ini didapatkan perencanaan bangunan pengaman pantai yang digunakan adalah revetment dengan tinggi 4.42438 meter, lebar puncak 2.17 meter, kemiringan 1 : 2, dan fungsi bangunan untuk mencegah erosi. Kata kunci : Pantai Bulo, Gelombang, Pengaman Pantai.
ANALISIS PASANG SURUT DI PANTAI NUANGAN (DESA IYOK) BOLTIM DENGAN METODE ADMIRALTY Korto, Jufri; Jasin, Muh. I.; Mamoto, Jeffry D.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 6 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasang surut adalah fluktuasi muka air laut sebagai fungsi waktu karena adanya gaya tarik benda-benda di langit, terutama matahari dan bulan terhadap massa air laut dibumi. Meskipun massa di bulan jauh lebih dekat, maka pengaruh gaya tarik bulan terhadap bumi lebih besar dari pada pengaruh gaya tarik matahari. Informasi pasang surut sangat penting di dalam perencanaan pelabuhan dan perlindungan pada daerah pesisir salah satunya daerah pantai Nuangan. Secara administratif daerah pantai Nuangan berada dalam desa Nuangan pada koordinat 124° 31’ BT dan 0° 35’ LU  di kecamatan Nuangan dengan luas wilayah daerah pantai Nuangan adalah 20 km². Kecamatan Nuangan merupakan salah satu kawasan dari  delapan kawasan strategis yang diupayakan pembangunanya di Provinsi Sulawesi Utara. Daerah Pantai Nuangan memiliki potensi perkembangan yang cukup baik karena lokasinya berada dijalur jalan regional jurusan Molobog – Idumun namun hingga kini pemerintah setempat belum memiliki data dan informasi yang dapat mengungkapkan variasi muka laut dan pasang surut di daerah pantai Nuangan. Dengan metode admiralty diharapkan dapat mengetahui sifat dan karakter pasang surut di pantai Nuangan Desa Iyok sehingga dapat digunakan sebagai referensi bagi kegiatan pembangunan daerah pantai di daerah tersebut. Kata Kunci: Pasang surut, Metode Admiralty, Pantai Nuangan
ANALISIS POTENSI SUMBER DAYA AIR SUNGAI KAYUWATU WANGKO UNTUK PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK DI DESA KAROR KEC. LEMBEAN TIMUR KAB. MINAHASA Rompies, Willy Candra; Kawet, Lingkan; Halim, Fuad; Mamoto, Jeffry D.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dusun Rarumis merupakan dusun yang paling terpencil diantara beberapa dusun yang terletak di Desa Karor Kabupaten Minahasa. Dusun ini belum memiliki jaringan listrik yang memadai. Adanya sungai Kayuwatu Wangko yang terletak di dekat Dusun Rarumis, memungkinkan dimanfaatkannya sungai sebagai potensi sumber daya air untuk menghasilkan energi listrik. Oleh sebab itu diperlukan studi untuk mengetahui keandalan debit sungai sehingga ketersediaan kapasitas daya dan jenis pembangkit listrik dapat diketahui.Metode yang digunakan untuk menghitung debit adalah metode Mock dan NRECA. Data–data yang digunakan adalah data curah hujan daerah tahun 2002-2011, data evapotranspirasi tahun 2002–2011, dan peta DAS Sungai Kayuwatu Wangko. Dari data hasil perhitungan debit diambil debit andalan (Q80%) yang kemudian disajikan dalam bentuk grafik flow duration curve. Kemudian dilanjutkan dengan perhitungan daya terbangkit serta kebutuhan listrik dari penduduk untuk beberapa tahun kedepan.Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi debit andalan dari sungai Kayuwatu Wangko yang mampu menghasilkan daya terbangkit sebesar 28,224 kW. Daya ini cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik penduduk Dusun Rarumis sampai tahun 2024 yaitu sebesar 26,1 kW. Berdasarkan hasil perhitungan daya tersebut maka dapat direncanakan pembangkit listrik dengan klasifikasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro.Kata kunci: Debit andalan, metode Mock dan NRECA, PLTMH
Analisis Pasang Surut Di Pantai Bulo Desa Rerer Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa Dengan Metode Admiralty Sangkop, Novian; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muh. I.
TEKNO Vol 13, No 63 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan wilayah pantai sangatlah penting dalam mempertahankan bentuknya dimana wilayah pantai berperan khusus dalam bidang rekreasi, pelabuhan, navigasi, dan lain sebagainya. Pantai Bulo yang merupakan salah satu wilayah pantai yang berpotensi sebagai daerah wisata, teramati secara langsung di lapangan telah mengalami perubahan fisik (kerusakan) pada daerah pesisir pantai. Kerusakan ini diakibatkan oleh proses dinamika pantai yang berdampak buruk terhadap bentuk pantai tersebut. Pasang Surut atau proses naik turunnya permukaan laut (sea level) secara berkala yang disebabkan oleh adanya gaya tarik menarik benda-benda angkasa merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi wilayah pantai yang dimana dalam pengembangan dan pengamanan wilayah pantai haruslah dianalisis sebelum dilakukan kegiatan di wilayah pantai tersebut. Setiap wilayah pantai pada kenyataannya memiliki kondisi pasang surut yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komponnen, tipe pasang surut, serta elevasi muka air laut yang terjadi Pantai Bulo Desa Rerer Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa dengan Metode Admiralty dimana data pasang surut yang digunakan ialah data pengukuran yang dilakukakan selama 15 hari. Dari hasil Anilisis yang dilakukan diperoleh bahwa perairan Pantai Bulo memiliki pasang surut tipe Campuran Condong ke Harian Ganda (mixed tide prevailing semidiurnal) dengan elevasi muka air laut tinggi tertinggi (HHWL) terjadi sebesar 145 cm (+70.4 cm dari MSL) dan elevasi muka air laut rendah terendah terjadi sebesar 3 cm (-71.6 cm dari MSL) Kata kunci: pantai Bulo, pasang surut, metode Admiralty