Agus Triantoro
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Published : 65 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search
Journal : Jurnal GEOSAPTA

STUDI PENGARUH PENGGUNAAN CAIRAN SURFAKTAN WETTING AGENT PADA PROSES BARGING BATUBARA I Wayan Murdiana; Agus Triantoro; Adip Mustofa
Geosapta Vol 4, No 01 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i01.4436

Abstract

Di Indonesia, kususnya di wilayah Kalimantan selatan merupakan salah satu wilayah yang memiliki banyak sumberdaya batubara. Batubara adalah salah satu energy alternative di Indonesia yang cukup besar cadangannya. Dalam pemanfaatannya, batubara harus diketahui terlebih dahulu kualitasnya, kualitas batubara merupakan faktor dalam pengambilan keputusan oleh pihak konsumen untuk memilih produk yang dihasilkan oleh produsen. Untuk dapat mengetahui serta memperoleh data kualitas batubara yang dihasilkan selama proses produksi perlu dilakukan kegiatan pengukuran kualitas batubara antara lain total sulfur (TS), ash content (AC), volatile matter (VM), inherent moisture (IM), fixed carbon (FC), calorific value (CV), dan total moisture (TM).Metode analisa yang digunakan untuk kualitas batubara adalah America Society for Testing (ASTM) meliputi pengujian, menghitung Total Moisture (TM) batubara yang sebelum dan setelah disemprot dengan cairan surfaktan wetting agent dan menghitung ash Sampel batubara sebelum dan setelah disemprot dengan cairan surfaktan wetting agent.Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan bahwa rata-rata TM batubara sebelum disemprot dengan cairan surfaktan wetting agent adalah 37,762% dan TM batubara setelah disemprot engan cairan surfaktan wetting agent adalah 36,105%. Sedangkan rata-rata nilai ash batubara sebelum disemprot dengan cairan surfaktan wetting agent adalah 5,78% dan nilai ash setelah disemprot dengan cairan surfaktan wetting agent adalah 5,58%. Kata-kata kunci: Batubara, Surfaktan Wetting agent.
EVALUASI PEMBORAN LUBANG LEDAK PADA TAMBANG LIMESTONE Oki Prastio; Agus Triantoro; Riswan Riswan; Kartini Kartini; Jhon Tohom Y.P
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4212

Abstract

Pembongkaran material di Pit Limestone dan Development PT Pama Indo Mining dilakukan dengan kegiatan peledakan. Sebelum kegiatan peledakan, dilakukan kegiatan pemboran untuk penyediaan lubang ledak dengan geometri dan pola tertentu. Penggunaan alat bor harus dioptimalkan agar alat bor tidak sering mengalami kondisi standby yang akan berpengaruh terhadap produktifitas operator serta menyebabkan efektifitas dari alat bor tersebut rendah.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisa waktu kerja operator yang didapatkan melalui time sheet harian operator, menganalisa faktor-faktor yang menyebabkan utilitasi alat bor rendah dan menganalisa kebutuhan alat yang sesuai dengan target pembongkaran material pada pit Limeston dan Development tahun 2015 yang akan dicapai serta mengamati kondisi dari alat bor tersebut dengan menganalisa gangguan yang sering terjadi pada alat bor.Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dari target produksi  perusahaan tahun 2015 di Pit Limestone dan Development sebesar 3.191.000 Ton, dengan target  8 lubang ledak per jam untuk 2 unit alat, untuk mencapai  target lubang ledak maka diperlukan perbaikan efisiensi kerja menjadi  60 % dari sebelumnya yaitu 51% dengan mengurangi waktu stanby  dari sebelumnya 6 jam menjadi 4 jam.Faktor yang menyebabkan produktifitas alat bor rendah yaitu faktor Engine Low Power pada unit alat bor furukawa 02 19,69% travel maintenance 20,83%. Sedangkan untuk furukawa 03 pergantian bit 28,85% serta pergantian Shift 27,08%. Setelah dilakukan evaluasi kinerja alat bor dan evaluasi jam kerja efektif, maka alat bor yang diperlukan untuk mencapai target produksi Limestone yaitu berjumlah 2 unit alat bor dengan meningkatkan efisiensi alat bor menjadi 60% dengan jumlah lubang yang harus dibor sebanyak 16.620 lubang/tahun dengan kedalaman 72 meter/jam. Kata-kata kunci : Evaluasi pemboran, effective utilization, produktifitas, target lubang.
PERENCANAAN TAMBANG PADA LOKASI PIT EAST DAN PIT WEST DI PT WINGS SEJATI JOBSITE PT BANGUN NUSANTARA JAYA MAKMUR Akhmad Jailani; Agus Triantoro; Romla Noor Hakim
Geosapta Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i2.5167

Abstract

Rencana PT Wings Sejati membuka lokasi penambangan baru merupakan latar   belakang   penulis   melakukan   penelitian   mengenai   perencanaan tambang. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan pit dan batas penambangan, menghitung jumlah overburden dan batubara tertambang, membuat tahapan penambangan, rancangan disposal bulanan dan menghitung keperluan alat.Penelitian dikerjakan dengan bantuan software komputer. Pit yang akan dibuat ada dua yaitu Pit East dan Pit West. Batas penambangan, cadangan tertambang, dan volume OB ditentukan dengan nilai Stripping Ratio (SR) 10 untuk Pit East dan 13 untuk Pit West. Rancangan pit dan timbunan mengacu pada rekomendasi geometri lereng. Perhitungan volume menggunakan software komputer. Tahapan penambangan mempertimbangkan target produksi perusahaan yaitu 30.000 ton/bulan dan kemampuan produksi tiap alat. Perhitungan kebutuhan alat gali muat dan alat angkut berdasar pada data alat yang tersedia di perusahaan.Hasil penelitian dengan SR 10 untuk Pit East dan 13 untuk Pit West didapatkan batas penambangan Pit East sampai 82 mdpl dengan luas pit 4.68 ha dengan cadangan batubara 59 ribu Ton dan volume OB 600 ribu BCM, batas penambangan Pit West sampai 99 mdpl dengan luas pit 2.68 ha dengan cadangan batubara 18 ribu Ton dan volume OB 260 ribu BCM. Pit yang dapat ditambangan hanya dalam waktu 3 bulan. Pada bulan November OB yang dibongkar sejumlah 272.861 BCM dengan batubara berjumlah 13.046 TON, pada bulan Desember jumlah OB yang dibongkar sejumlah 304.031 BCM dengan batubara sejumlah 30.302 TON, pada Bulan Januari jumlah OB yang dibongkar sejumlah 271.910 BCM dengan batubara sejumlah 34.809 TON. Kapasitas Disposal OB di bulan November sejumlah 272.945 BCM, kapasitas Disposal OB di bulan Desember sejumlah 263.817 BCM dan Bank soil sejumlah 40.512 BCM, kapasitas Disposal OB di bulan Januari sejumlah 273.991 BCM.  Keperluan alat berjumlah 6 alat gali muat CAT 336, 12 buah ADT 740, 7 buah DT HINO dan 4 alat support (dozer). Kata-kata kunci: Perencanaan, Pit, Overburden, Stripping Ratio.
SIMULASI COAL BLENDING PADA KEGIATAN BARGING BATUBARA DI PT DUA SAMUDERA PERKASA Frans Sutrisno Lebangan; Agus Triantoro; Uyu Saismana; Annisa Annisa
Geosapta Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i1.2927

Abstract

PT Dua Samudera Perkasa adalah salah satu usaha pengelolaan pelabuhan, merupakan usaha yang sangat mendukung kelancaran dan kecepatan distribusi hasil tambang. Adanya permintaan produk batubara yang tidak dimiliki, sehingga perusahaanpun berinisiatif untuk melakukan pencampuran batubara. Tujuannya adalah agar produk batubara dari perusahaan tersebut dapat terjual sesuai dengan permintaan pembeli.Upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pemisahan terhadap beberapa tipe batubara yang berbeda kualitasnya yang disediakan oleh PT Dua Samudera Perkasa. Mencoba melakukan simulasi coal blending dengan menggunakan perhitungan dengan cara teoritik untuk mengetahui nilai kualitas serta kuantitas batubara yang diinginkan oleh pembeli. Permintaan pembeli untuk nilai kualitas batubara adalah CV 5.500 Kcal/Kg, TM ≤ 38%, TS ≤ 1%, dan Ash  ≤ 8%, serta dengan kuantitas sebesar 55.000 ton.Dari hasil simulasi blending untuk semua tipe batubara yaitu dari tipe 1 hingga tipe 4 batubara, maka didapatkan pada simulasi tipe 1 dan tipe 3 menghasilkan 2 produk batubara, pada tipe 1 dan tipe 4 menghasilkan 5 produk batubara, dan pada simulas tipe 2 dan 4 menghasilkan 4 produk batubara dengan nilai calorific value, total moisture, total sulphur dan Ash yang sesuai dengan kriteria pembeli dan 9 produk lainnya tidak sesuai dengan kriteria permintaan pembeli. Dari semua produk yang telah didapatkan, maka diperoleh juga hasil simulasi yang paling direkomendasikan, yaitu pada simulasi batubara tipe 1 dan tipe 4 dengan nilai kalori 5.300 kcal/kg dan penggunaan batubaranya untuk tipe 1 sebesar 41.733 ton dan tipe 4 sebesar 13.267 ton, sehingga didapatkan harga dasar Rp. 259.859/ton. Dilihat dari harga dasar yang diperoleh dengan harga jual yang telah ditetapkan perusahaan sebesar Rp. 355.000/ton maka perusahaan memperoleh keuntungan maksimal sebesar Rp. 95.141/ton. Kata-kata kunci: Batubara, Tipe Batubara, Blending, Simulasi. 
ANALISIS PENGARUH TOTAL RESISTANCE TERHADAP KECEPATAN ALAT ANGKUT DUMP TRUCK HD 785 DALAM KEGIATAN PENGANGKUTAN OVERBURDEN PADA JALAN ANGKUT PIT S12GN MENUJU DISPOSAL MOA PADA PT KITADIN SITE EMBALUT, KALIMANTAN TIMUR Daniel Silalahi; Agus Triantoro; Romla Noor Hakim
Geosapta Vol 5, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1286.879 KB) | DOI: 10.20527/jg.v5i1.5671

Abstract

ABSTRAKKelancaran kegiatan pengangkutan overburden berhubungan dengan erat dengan kondisi jalan angkut yang dilaluinya. Selain geometri jalan angkut yang ideal, hambatan gulir dan hambatan kemiringan pada jalan angkut akan mempengaruhi kecepatan alat angkut yang melintasi jalan tersebut. Semakin besar total resistance (grade resistance dan rolling resistance) yang dialami alat angkut maka kecepatan alat angkut tersebut akan semakin kecil. Penelitian dilakukan pada jalan angkut overburden dari pit S12GN menuju disposal MOA di PT Kitadin site Embalut. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh total resistance terhadap kecepatan alat angkut HD 785 dan berhubungan pada produktivitas pengangkutan  alat angkut tersebut.Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah menganalisis dan mengevaluasi pengaruh total resistance terhadap kecepatan alat angkut HD 785 berdasarkan standar teoritis melalui pembacaan grafik “travel performance curve power mode” (Handbook Komatsu, 2007 :4A-31) serta melakukan simulasi perbaikan total resistance pada jalan angkut guna meningkatkan produktivitas pengangkutan overburden.Berdasarkan hasil penelitian, produktivitas aktual alat angkut HD 785 dengan kondisi geometri jalan angkut aktual adalah 106,36 BCM/jam, kemudian setelah dilakukan simulasi perbaikan total resistance berupa grade resistance dan rolling resistance pada jalan angkut sebagai berikut: grade maksimum teoritis sebesar 8%, dan rolling resitance 75,10 lb/ton untuk jalan angkut bermuatan dan 63,40 lb/ton untuk jalan angkut kosongan sesuai nilai rolling resistance aktual terkecil dilapangan. Setelah dilakukan simulasi perbaikan total resistance pada jalan angkut maka kecepatan alat angkut meningkat menjadi 18,4 Km/jam saat kondisi bermuatan dan 25 Km/jam untuk kondisi kosongan sehingga  produktivitas HD 785 meningkat menjadi 119,67 BCM/jam..Kata-kata Kunci : Grade resistance, rolling resistance, produktivitas
STUDI KARAKTERISTIK DAN KUALITAS BIOBRIKET CAMPURAN BOTTOM ASH BATUBARA DENGAN ARANG TEMPURUNG KELAPA Agus Triantoro; Adip Mustofa; Muhammad Hafidz Daniah
Geosapta Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.277 KB) | DOI: 10.20527/jg.v6i1.7824

Abstract

Biobriket campuran bottom ash batubara dan arang tempurung kelapa merupakan bahan bakar padat alternatif yang mempunyai kelayakan teknis untuk digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga, industri kecil ataupun menengah. Biobriket ini juga mempunyai keuntungan ekonomis karena dapat diproduksi secara mudah dan sederhana, memiliki nilai kalor yang tinggi, dan ketersediaan bottom ash batubara cukup banyak di Indonesia khususnya di Kalimantan Selatan sehingga dapat bersaing dengan bahan bakar lain. Bottom ash berasal dari sisa pembakaran batubara pada PLTU sedangkan arang tempurung kelapa merupakan hasil dari olahan tempurung kelapa yang di proses menjadi arang dan keterdapatannya di Kalimantan Selatan banyak melimpah. Beberapa permasalahan yang kerap di jumpai briket bottom ash batubara adalah lamanya penyalaan, bau yang tidak sedap pada saat dibakar dan briket mudah pecah. Tujuan dari penelitian Mengetahui kualitas terbaik biobriket  campuran bottom ash batubara dan  arang tempurung kelapa berdasarkan komposisi campuran, dan ukuran partikel. Metode penelitian dilakukan dengan uji eksperimen. Parameter uji eksperimen adalah karakteristik briket yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar volatile matter, nilai kalor, waktu pembakaran dan kecepatan pembakaran dengan variasi komposisi bahan baku dan binder serta variasi ukuran partikel arang tempurung kelapa dan bottom ash batubara. Kualitas biobriket terbaik adalah biobriket tipe F dengan komposisi bottom ash batubara 25 %, tempurung kelapa 55 %  dan damar 15 %  serta kapur 5 % dengan  hasil analisa Inherent Moisture 5,77%, Ash 10,74%, Volatile Matter 42,77%, Kalori 6.624,56 Kkal/kg serta durasi pembakaran 247 detik Kata kunci : Bottom ash, Briket, arang
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENIRISAN TAMBANG TERBUKA BATUBARA Karina Shella Putri; Uyu Saismana; Agus Triantoro
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4204

Abstract

Pit penambangan PT Darma Henwa, Tbk memiliki tiga daerah tangkapan hujan yang masing-masing memiliki satu sump yaitu Sump I, Sump II, dan Sump III. Sejalan dengan kemajuan tambang, pada lokasi Sump III dilakukan kegiatan penggalian batubara sehingga air yang seharusnya masuk ke Sump III dialirkan menuju Sump I. Hal ini menyebabkan air yang masuk melebihi daya tampung Sump I. Penelitian ini juga mengevaluasi Sump II,  untuk mencegah meluapnya air dari Sump II menuju Sump I.Metode yang digunakan untuk pengolahan data curah hujan rencana dan intensitas curah hujan adalah Log Person tipe III dan Mononobe. Sedangkan perhitungan debit limpasan permukaan, debit saluran, daya tampung sump menggunakan Persamaan Rasional, Manning, dan Water Balance. Luas daerah tangkapan hujan dan volume aktual sump didapatkan dengan bantuan software Autodesk LDD 2004.Curah hujan harian rencana maksimum daerah Asam Asam sebesar 110,52 mm dengan intensitas curah hujan sebesar 268,07 mm/jam. Debit total yang masuk yaitu 15,28212 m3/detik untuk Daerah Tangkapan Hujan I dan 4,16392 m3/detik untuk Daerah Tangkapan Hujan II. Volume maksimal Sump I (504,85 m3) memiliki ketahanan selama 0,55 menit dan volume maksimal Sump II (538,31 m3) memiliki ketahanan selama 2,17 menit. Penambahan volume untuk Sump I menjadi 5.915,5 m3 dan Sump II menjadi 1.610,5 m3. Pompa Volvo Penta SE-405 pada 1700 rpm memiliki kapasitas 0,0778 m3/detik pada total head 52,214 m dengan efisiensi 76% dan daya poros sebesar 54 kW. Pompa Multiflo MF 160 pada 1700 rpm memiliki kapasitas 0,0254 m3/detik pada total head 24,107 m dengan efisiensi 25% dan daya poros sebesar 46 kW. Terdapat 1 parit yang perlu perbaikan dimensi. Kata-kata kunci: Sump, Log Person, Mononobe, water balance, head
PERENCANAAN SISTEM PENYALIRAN TAMBANG BATUBARA PADA PIT BRAVO PT PRO SARANA CIPTA Dewangga Jabal Putra; Agus Triantoro; Rakhman Silvika Maksum
Geosapta Vol 4, No 01 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i01.4432

Abstract

PT Pro Sarana Cipta pada saat dilakukan penelitian belum memiliki sump dan sistem penyaliran yang memadai. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi masalah air limpasan yang masuk ke dalam front kerja dan dapat menganggu aktifitas penambangan yang dilakukan pada pit Bravo.Pada penelitian ini, perhitungan curah hujan rencana menggunakan metode Gumbel, perhitungan intensitas hujan dihitung dengan menggunakan metode Monobe, perhitungan debit limpasan menggunakan metode Rasional, perhitungan kapasitas dan ketahanan sump juga kebutuhan pompa menggunakan metode water balance, dan penentuan luas cacthment area serta pembuatan rencana sistem penyaliran menggunakan software Autocad Land Desktop 2009.Hasil perhitungan curah hujan rencana diperoleh nilai curah hujan rencana untuk periode  ulang 5 tahun yaitu 156,07 mm, intensitas curah hujan per jam sebesar 22,42 mm/jam dengan debit limpasan sebesar 1,90 m3/detik. Luas cacthment area sebesar 34 Ha. Air yang terakumulasi sesuai pompa yang direkomendasikan yaitu kombinasi pompa multiflo 160 dan pompa multiflo 180 sebesar 1.598,4 m3/hari. Desain volume sump sebesar 1.858,63 m3. Sump berbentuk trapesium, panjang 28 m kedalaman 4 m, panjang dasar (alas) 18,47  m  dan  lebar  20 m. Rancangan elevasi inlet 23 mdpl elevasi outlet 46 mdpl dengan panjang pipa 104,56 m. Kata Kunci : Curah Hujan Rencana, Intensitas Hujan, Debit Limpasan, Cacthment Area, Pompa, Sump
PENGARUH KOMPOSISI BRIKET BATUBARA NON-KARBONISASI TERHADAP PARAMETER KUALITAS DAN KARAKTERISTIK PEMBAKARAN Syafira Dian Sari; Agus Triantoro; Riswan Riswan
Geosapta Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i2.5164

Abstract

Briket batubara merupakan bahan bakar padat yang mempunyai kelayakan teknis untuk digunakan sebagai bahan bakar, untuk menghasilkan briket batubara dengan kualitas yang baik maka perlu dilakukan analisis terhadap parameter kualitas dan karakteristik pembakaran dari briket yang telah diolah. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan briket batubara yang diharapkan memiliki kualitas yang dapat menunjang penggunaan energi panas yang dihasilkan dari briket.Metode analisis yang digunakan adalah melakukan pengujian di laboratorium meliputi pengujian kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, nilai kalori dan karbon tertambat. Serta melakukan pembakaran briket untuk mengetahui waktu nyala api, waktu nyala bara dan waktu pembakaran.Hasil analisis parameter kualitas dengan kadar air terendah terdapat pada komposisi A (ukuran partikel batubara 0,40 mm), kadar air sebesar 9,69%. Kadar abu terendah terdapat pada komposisi A (ukuran partikel batubara 0,40 mm), kadar abu sebesar 3,50%. Kadar zat terbang tertinggi terdapat pada komposisi A (ukuran partikel batubara 2,38 mm), kadar zat terbang sebesar 61,90%. Nilai kalori tertinggi terdapat pada komposisi C (ukuran partikel batubara 0,40 mm), nilai kalori sebesar 6586,5 kkal/kg. Karbon tertambat tertinggi terdapat pada komposisi C (ukuran partikel batubara 0,40 mm), nilai karbon tertambat sebesar 37,97%. Serta waktu pembakaran briket terlama didapat pada komposisi C (ukuran partikel batubara 2,38 mm) dengan waktu nyala api 50 menit 31 detik, waktu nyala bara 1 jam 25 menit 45 detik dan waktu pembakaran 2 jam 16 menit 16 detik. Kata-kata Kunci : Batubara, Briket, Non-Karbonisasi, Kualitas, Ukuran Partikel
OPTIMALISASI RECOVERY JIG UNTUK PRODUKSI TIMAH DI KEPULAUAN RIAU Rizky Andhika; Agus Triantoro; Marselinus Untung Dwiatmoko
Geosapta Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.656 KB) | DOI: 10.20527/jg.v6i1.7747

Abstract

Pada kapal isap produksi sebagai alat penggalian dan pencucian timah menggunakan alat berupa jig yang terbagi 2 jig primer dan jig sekunder yang memiliki tingkat recovery kurang. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengingkatkan kadar recovery pada jig.Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan produksi pada kapal isap produksi, melakukan perhitungan recovery pada masing-masing jig, sertta rekomendasi untuk meningkatkan recoverynya dengan cara merubah pengaturan pada jumlah pukulan dan panjang pukulan jig.Hasil perhitungan produksi pada kapal isap produksi bulan Februari  38,8 t dan bulan Maret  25,3 t. Perhitungan recovery pada jig adalah 97,03 %, ditingkatkan dengan cara pengaturan ulang jig yang dilakukan pengaturan jig pada variabel jumlah pukulan dan panjang pukulannya.  Kata-kata kunci: produksi kapal isap produksi, recovery jig, panjang pukulan jig, dan jumlah pukulan jig
Co-Authors Abbas Abbas Abdul Khair Abdurrahman Hanafi Achmad Achmad Adip Mustofa Afif Irfandy Afrizi Rahman Aggraini Wahyu Saputri Agung Dwi Prasetyo Agus Arie Yudha Ahmad Syahid Aji Ahdinata Akhmad Jailani Alpian Nafarin Andi Riduansyah Andi Syaputra Andreas Bayu Bangalino Andrew Carnegie Hernan Andri Toding Angga Al Rasyid Anggriano Sagar Annisa Annisa Annisa Rizky Nur Adzmi Ary Murgiantoro Ary Rizki Novandy Daniel Silalahi Deddy J. Sitio Dedy Handoko Simatupang Devrin Aprilius Munthe Dewangga Jabal Putra Didi Kasi Setiawan Dimas Saputra Eka Sandi Prakasa Yuda Eko Santoso Evri Ferdiansyah Fauzan Nuzuliansyah Ferry Ariadi Wardhany Fikri, Hafidz Noor Frans Sutrisno Lebangan Freddy Aditya I Gede Mahardika Putra I Putu Sugiarta I Wayan Murdiana Imam Imam Irham Nurhafidz Jery Indrawan Jhon Tohom Y.P Kartini Kartini Lofty Rinaldi Sirnipson M. Advan Kamarullah M. Rian Musadat Mahdi Salam Marselinus Untung Dwiatmoko Mazhar Satryo Muhammad Ali Syaefudin Muhammad Fawzi Muhammad Hafidz Daniah Muhammad Rizani Zain Muhammad Rizwan Rozali Muhammad Yusuf Muslaini Muslaini Nadya Yessica Noor Wahidatul Jannah Nur Rochim Nurhakim Nurhakim Oki Prastio Paulina Natalia Putri, Karina Shella Raka Lesmana Sumarno Rakhman Silvika Maksum Riswan Riswan Rizki Tri Cahyana Rizky Andhika Romla Noor Hakim Romla Noor Noor Hakim Sari Melati, Sari Sigit Prasetyo Subianto Subianto Suryadi Suryadi Syafira Dian Sari Thoni Riyanto Tri Okta Maulana Uyu Saismana Wahyu Nur Hidayat Wahyu Permadi Winda Winda Yosua Dinata Olla Zuan Eka Prawita