Agus Triantoro
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Published : 65 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search
Journal : Jurnal GEOSAPTA

STUDI PEMANFAATAN CAMPURAN BOTTOM ASH BATUBARA DENGAN SERBUK KAYU DAN ARANG TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BIOBRIKET DITINJAU DARI PARAMETER KUALITAS Agus Triantoro; Adip Mustofa; Aggraini Wahyu Saputri
Geosapta Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i1.10235

Abstract

Sisa hasil pemanfaatan batubara sebagai bahan bakar pada PLTU menghasilkan limbah  fly ash dan bottom ash dalam jumlah yang cukup banyak dan belum ada pemanfaatan dari limbah PLTU, jadi dikawatirkan dapat menimbulkan dampak yang berbahaya bagi lingkungan sekitar. Limbah yang banyak dimanfaatkan saat ini adalah fly ash, sedangkan untuk bottom ash masih minim pemanfaatannya. Biobriket campuran bottom ash batubara dan arang tempurung kelapa bisa menjadi alternatif bahan bakar baik digunakan untuk rumah tangga maupun industry kecil. Keunggulan yang dimiliki biobriket ini adalah murah dan ekonomis karena dapat untuk memproduksinya dapat dilakukan dengan sederhana dan mudah, panas yang dihasilkan nantinya juga cukup tinggi, serta bottom ash batubara yang tersedia cukup melimpah yang berasal dari beberapa PLTU yang ada di Kalimantan Selatan. Arang tempurung kelapa berasal dari hasil dari pengolahan tempurung kelapa yang di proses menjadi arang dan potensi tempurung kelapa di Kalimantan Selatan cukup banyak. Serbuk kayu merupakan sisa olahan dari kayu yang dibuat bahan bangunan atau mebel. Beberapa hal yang menjadi permasalahan dalam pemanfaatan biobriket bottom ash  adalah adanya bau yang kurang enak saat pembakaran, proses penyalaan yang lama serta ketahanan briket yang masih kurang sehingga mudah pecah. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil  kualitas  biobriket terbaik yang berasal dari  bottom ash yang dicampur bersama serbuk kayu dan arang tempurung kelapa, yang didasarkan pada ukuran partikel serta komposisi biobriket. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan uji analisa yang dilakukan di laboratorium. Parameter kualitas  uji yang digunakan yaitu  kandungan moisture, kandungan volatile matter, kandungan ash, calorific value, uji pembakaran  dengan yang dilihat dari  komposisi biobriket dan variasi ukuran partikel. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan biobriket terbaik terdapat  pada ukuran partikel 80 mesh dengan kandungan bottom ash 40%, arang tempurung kelapa 20%, serbuk kayu 20% perekat 15% serta persentase kapur 5% dengan  hasil analisa parameter kualitas untuk kandungan inherent moisturenya adalah 5,77%,   kandungan Ash 10,74%, Volatile Matter 42,77%, Kalori 6.624,56 Kkal/kg serta waktu  pembakaran yang dibutuhkan adalah 247 detik Kata kunci : Bottom ash, Biobriket, arang, Serbuk kayu
PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA DAN PERMODELAN PIT PADA PT GLOBAL INDONESIA MANDIRI, KABUPATEN TAPIN, KALIMANTAN SELATAN Muhammad Rizwan Rozali; Uyu Saismana; Marselinus Untung Dwiatmoko; Agus Triantoro; Fauzan Nuzuliansyah
Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v1i01.735

Abstract

PT Global Indonesia Mandiri (GIM) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penambangan batubara, Di dalam melakukan kegiatan penambangannya PT Global Indonesia Mandiri memerlukan desain tambang sebagai pedoman atau pegangan agar dapat mencapai sasaran dan tujuannya. PT GIM untuk memenuhi sasaran dan tujuannya itu maka memerlukan design pit dan perhitungan cadangannya sebagai pedoman. Hal yang diperlukan untuk itu di antaranya adalah ; perhitungan sumberdaya, permodelan endapan batubara, design pit, perhitungan cadangan tertambang dan penentuan batas pit limit yang dalam hal ini adalah batas IUP PT Global Indonesia Mandiri sehingga didapat kondisi dan gambaran untuk perencanaan tambang yang baik. Perhitungan sumberdaya dan cadangan batubara, permodelan endapan batubara dan penentuan batas penambangan mengacu pada batas IUP PT Global Indonesia Mandiri serta perancangan pit mengacu kepada data rekomendasi geoteknik yang telah ditentukan perusahaan.Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah sumberdaya pada daerah IUP PTGlobal Indonesia Mandiri sebesar 3,474,424 ton, permodelan batubara berupa kontur roof dan floor serta perancangan pit sehingga didapat cadangan batubara tertambang pada Pit A sebesar 904,242.85 ton dengan SR 14.57 dan Pit B sebesar 1,512,072.46 ton dengan SR 8.67.
STUDI GEOTEKNIK RANCANGAN LERENG PENAMBANGAN EMAS DI PIT NORTH KUNING PT KASONGAN BUMI KENCANA KALIMANTAN TENGAH Dedy Handoko Simatupang; Agus Triantoro; Romla Noor Hakim
Geosapta Vol 5, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1665.157 KB) | DOI: 10.20527/jg.v5i1.5715

Abstract

ABSTRAKLereng merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam penambangan terbuka. Adanya perubahan geometri lereng dapat menimbulkan resiko terhadap kestabilan lereng. Kegiatan penambangan selalu berkaitan dengan lereng seperti penggalian akan menyebabkan terjadinya perubahan gaya-gaya dan mengakibatkan terganggunya kestabilan lereng dan akhirnya terjadi longsor, maka perlu adanya pendekatan khusus yang dilakukan untuk analisis kestabilan lereng. Metode yang digunakan untuk mendapatkan nilai faktor keamanan (FK) adalah Metode Kesetimbangan Batas dengan pendekatan Bishop dan Janbu untuk sayatan model memanjang (sepanjang garis sayatan) dan model setengah (membagi dua sayatan menjadi hanging wall dan foot wall) dalam kondisi setengah jenuh . Nilai faktor keamanan untuk batas aman minimum yang digunakan adalah 1,3, untuk batas potensi longsor atau kritis adalah 1,0 – 1,29 dan untuk batas tidak aman adalah < 1,0.Pada kasus pit North Kuning terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terhadap nilai faktor keamanan (FK) seperti : jenis model yang digunakan, geometri lereng, muka air tanah dan ketebalan oksdasi. Dari hasil FK yang didapat diperlukan upaya mencegah terjadinya longsor dengan cara desain ulang geometri lereng.Kata-Kata Kunci : Faktor Keamanan, Pit North Kuning, Hanging wall, Foot wall, Kesetimbangan Batas
EVALUASI MANAJEMEN TUMPUKAN BATUBARA PT KALIMANTAN PRIMA PERSADA JOBSITE PORT SUNGAI PUTING Raka Lesmana Sumarno; Agus Triantoro; Romla Noor Hakim; Marselinus Untung Dwiatmoko
Geosapta Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i1.2924

Abstract

PT Kalimantan Prima Persada jobsite port sungai puting memiliki masalah dengan desain tumpukan batubara pada area Stockpile conveyor K, desain yang telah ada dinilai belum optimal untuk pemuatan batubara kedalam tongkang, sehingga menyebabkan ketidaktercapaian waktu pemuatan tongkang berkapasitas 7.700 Ton yaitu selama 6 jam 30 menit.Dari hasil pengolahan data perbaikan desain Stockpile dibuat dengan 2 opsi yaitu opsi desain A dan opsi desain B.  Desain A dibuat dengan penyesuaian terhadap produktivitas pendekatan statistik alat support, sedangkan desain B dibuat dengan penyesuaian produktivitas pendekatan maksimal alat support yang pernah dicapai. Dimensi tumpukan katagori sedang desain A dan B sama yaitu dengan panjang 25,58 meter dan lebar 15,90 meter, hanya tinggi yang berbeda yaitu 6 meter untuk desain A dan 6,5 meter untuk desain B. sedangkan untuk katagori kecil desain A dan B juga memiliki dimensi yang sama yaitu dengan panjang 9,20 meter dan lebar 4,74 meter, namun berbeda tinggi tumpukan yaitu 5 meter untuk desain A dan 6 meter untuk desain B. untuk kapasitas tumpukan katagori sedang desain A yaitu 1.265,19 Ton, sedangkan untuk desain B 1.364,39 Ton. Untuk kapasitas tumpukan katagori sedang desain A yaitu 116,71 Ton sedangkan desain B 138,16 Ton. Dengan demikian perlu adanya pemilihan desain perbaikan yang tepat dan mudah diaplikasikan untuk digunakan pada area Stockpile conveyor K. Kata-kata kunci: Stockpile, Desain Stockpile, Produktivitas,Tongkang 
ANALISIS KUALITAS PEMBAKARAN BRIKET BATUBARA DENGAN METODE KARBONISASI BERDASARKAN PARAMETER KUALITAS BRIKET, UKURAN PARTIKEL DAN KOMPOSISI Didi Kasi Setiawan; Agus Triantoro; Annisa Annisa
Geosapta Vol 4, No 01 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i01.4433

Abstract

Briket batubara merupakan bahan bakar padat yang mempunyai kelayakan teknis dan ketersedian batubara cukup banyak di Indonesia. Permasalahan yang sering di jumpai dalam penggunaan briket batubara sebagai bahan bakar energi adalah lamanya penyalaan, aroma yang tidak sedap pada saat dibakar, dan daya rekat briket yang tidak bagus sehingga briket mudah pecah. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu mengetahui pengaruh komposisi dan ukuran partikel briket batubara terhadap kualitas pembakaran serta kualitas briket batubara. Dalam hal ini, diperlukan analisis laboratorium yang hasilnya dapat digunakan untuk mengklasifikasikan tingkatan kualitas briket batubara.Metode analisis yang digunakan untuk kualitas briket yaitu American Society for Testing and Materials (ASTM) meliputi pengujian moisture, ash content, volatile matter, calorific value, fixed carbon dan karbonisasi untuk peningkatan kualitas, meliputi moisture, volatile matter serta calorific value. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa proses karbonisasi batubara dapat menurunkan kandungan kualitas batubara inherent moisture adb (17,1 % - 6,38%) dan meningkatkan nilai calorific value cal/g adb (5462 - 6261), waktu nyala api (0:23:14 – 0:47:06), waktu nyala bara (0:44:56 – 1:23:10) serta durasi pembakaran (1:08:10 – 2:10:16). Kata-kata kunci: Briket, Batubara, Karbonisasi, Kualitas Batubara.
KAJIAN TEKNIS COAL WASHING PLANT DI PT BAHARI CAKRAWALA SEBUKU, KABUPATEN KOTABARU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Ferry Ariadi Wardhany; Agus Triantoro; Romla Noor Hakim
Geosapta Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i2.5165

Abstract

Coal Washing plant bertujuan untuk memisahkan dari material pengotornya dalam upaya meningkatkan kualitas batubara. Dalam proses pabrik pencucian batubara terjadi perubahan nilai parameter kualitas batubara di washingplant sehingga perlu diketahui parameter kualitas batubara apa saja yang mengalami perubahan dan bagaimana pengaruh antara satu parameter dengan parameter lainnya.Dense Medium Separation (DMS) merupakan metode pemisah mineral dan batubara berdasarkan spesifik gravity yang dikenal juga dengan proses sink and float (tenggelam dan terapung). Spesifik gravity media yang digunakan untuk pemisahan DMS merupakan spesifik gravity medium yaitu terletak diantara spesifik gravity mineral tenggelam dan terapung. Media ini bercampur dengan air dan membentuk media ini digunakan magnetit. DMS digunakan untuk pemisahan batubara dengan syarat tidak boleh ada material halus karena jika material ini bersatu dengan air akan membentuk suspensi yang tinggi dan lebih kental. Proses ini menghasilkan dua produk yaitu Sink Produk yaitu batubara yang berat (tidak diinginkan) dan Float Produk yaitu batubara yang ringan (yang diinginkan).Adapun perbedaan yang terjadi pada parameter kualitas batubara dalam pencucian yaitu total moisture, ash content, total sulphur dan calorific value. setelah dilakukan analisa antara batubara plantfeed dengan batubara washing menunjukkan bahwa  yang mempengaruhi proses pencucian batubara ialah bertambahnya nilai  rata-rata total  moisture sebesar 3,87%, berkurangnya nilai persentase rata-rata ash content sebesar 12,06%,  naiknya nilai  rata-rata calorific value ar sebesar 1062 cal/gr dan calorific value adb sebesar 1276 cal/gr serta penggunaan spesific gravity yang tepat digunakan agar bertujuan untuk meningkatkan nilai kualitas batubara tersebut. Kata-kata Kunci : Plantfeed,  Coal Wasingplant,  Parameter  Kualitas Batubara
PERENCANAAN SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PIT 35 PT MULTI HARAPAN UTAMA BLOK TELUK DALAM OPERATION Anggriano Sagar; Agus Triantoro; Uyu Saismana; Zuan Eka Prawita
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4209

Abstract

PT Multi Harapan Utama (PT MHU) selaku pemegang PKP2B untuk melakukan kegiatan penambangan batubara yang beroperasi pada daerah tambang di Teluk Dalam. Penambangan batubara PT MHU menggunakan sistem tambang terbuka (open pit) yang pada kegiatan penambangan akan menghasilkan daerah bukaan tambang pada permukaan kerja (front) penambangan, sehingga selama kegiatan penambangan akan menghadapi masalah air, kondisi inilah yang mengharuskan PT MHU melakukan penanganan masalah air tambang (mine drainage dan mine dewatering). Salah satu cara yang digunakan untuk mengeluarkan air dari dalam tambang ialah dengan sistem pemompaan akan tetapi air yang akan dipompakan sudah bercampur dengan material lumpur. Sedangkan cara untuk mencegah air limpasan masuk ke area penambangan dapat diatasi dengan pembuatan saluran.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis kemampuan pompa berdasarkan Head atau julang yang ada di tiap triwulan penambangannya yang berbeda-beda sehingga dapat memberikan rekomendasi pemilihan unit pemompaan yang baik atau sesuai dengan kebutuhan tambangnya. Pemilihan unit pompa dilakukan terhadap 6 (Enam) tipe pompa merek Multiflo, meliputi Mf-120, Mf-140, Mf-160, Mf-180, Mf-290, Mf-360. Setelah dilakukan penelitian dan perhitungan pemilihan unit pompa yang digunakan, maka hasil yang diperoleh adalah pada Triwulan I menggunakan pompa tipe MF-140 dengan lama waktu pemompaan 3 hari, Triwulan II menggunakan pompa tipe MF-180 dengan lama waktu pemompaan 2 hari, Triwulan III menggunakan pompa tipe MF-180 dengan lama waktu pemompaan 2 hari, dan Triwulan IV menggunakan pompa tipe MF-180 dengan lama waktu pemompaan 2 hari. Selain itu pembuatan dimensi sumuran yang di asumsikan mampu dalam menampung jumlah debit air hariannya selama 1 tahun penambangan atau 4 (empat) triwulan. Kata-kata kunci: Mine Dewatering, Debit, Pompa, Dimensi   
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI CADANGAN BATUGAMPING BERBASIS WEB PADA PT PAMA INDO MINING Ahmad Syahid; Nurhakim Nurhakim; Agus Triantoro
Geosapta Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i2.3899

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produksi semen PT Indocement Tunggal Prakasa, Tbk, sebagai kontraktor PT. Pama Indo Mining melaksanakan kegiatan pemboran eksplorasi dengan melakukan kegiatan pemboran untuk pendataan bahan galian endapan  batugamping di daerah blok B, dimana bahan galian tersebut beserta perhitungan cadangan merupakan acuan pokok bagi perencanaan suplai bahan baku untuk keperluan produksi pabrik.Metode yang dipakai dalam penaksiran kadar adalah dengan metode blok, permodelan endapan batugamping dan penaksiran kadar dilakukan secara komputerisasi. Daerah penelitian seluas 49 Ha telah dibor secara acak dengan jumlah 16 titik bor dan  spasi bervariasi. Daerah penelitian di buat blok 3D dengan dimensi 20 x 20 x 10 meter.Berdasarkan hasil estimasi dari permodelan endapan batugamping dalam bentuk didapat kadar CaO yang relatif tinggi (high grade) rentang kadar 50%-60% dengan kadar rata-rata 50.07% terdapat memusat pada desain endapan dengan estimasi cadangan sebesar 39.630.400 ton. Kadar CaO yang relatif sedang (medium grade) rentang kadar 40%-50% dengan kadar rata-rata 48.71% terdapat lebih ke arah timur pada desain endapan dengan estimasi cadangan sebesar 10.105.000 ton. Kadar CaO yang rendah (low grade) rentang kadar 30%-40% dengan kadar rata-rata 38.07% terdapat lebih ke arah barat pada desain endapan dengan estimasi cadangan sebesar 7.010.800 ton. Dengan total keseluruhan cadangan batugamping yang terdapat pada PT Pama Indo Mining adalah sebesar 56.746.200 ton dengan kadar CaO rata-rata 46,28%. Dari hasil tersebut dilakukan pembuatan sistem informasi berbasis website agar memudahkan komunikasi, pengerjaan serta terkumpulnya data-data dalam satu database. Kata Kunci : Batugamping, Block Model, Cadangan, Sistem Informasi
OPTIMALISASI SISTEM DEWATERING PT ENERGI BATUBARA LESTARI Muhammad Rizani Zain; Agus Triantoro; Marselinus Untung Dwiatmoko
Geosapta Vol 5, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1345.079 KB) | DOI: 10.20527/jg.v5i1.5716

Abstract

ABSTRAK PT Energi Batubara Lestari saat dilakukan penelitian menggunakan tempat penampungan air sementara pada pit selatan blok 2 tanpa dimensi khusus. Untuk itu perlu dibuat sump untuk mengatasi masalah air limpasan yang masuk ke front kerja dan mengelola air yang berpotensi masuk ke pit. Oleh karena itu diperlukan sebuah penelitian untuk membuat sebuah perencanaan sistem dewatering tambang yang baik dan bisa diaplikasikan pada pit ini. Pada penelitian ini, perhitungan curah hujan rencana menggunakan metode Gumbel, perhitungan intensitas hujan dihitung menggunakan metode mononobe, perhitungan debit limpasan menggunakan metode rasional, penentuan luas catchment area dengan menggunakan Minescape 4.118, perhitungan kapasitas dan ketahanan sump juga kebutuhan jumlah pompa menggunakan metode water balance, dan perhitungan debit pompa dengan menggunakan metode discharge.Hasil perhitungan curah hujan rencana periode 2 tahun adalah 85,48 mm, hasil perhitungan intensitas hujan adalah 29,27 mm/jam. Luas catchment area untuk pit awal adalah 64,33 Ha. Hasil perhitungan debit limpasan untuk sump adalah 4,77 m3/detik. Pada sump dengan penggunaan 1 unit pompa HH-150iSS dari desain awal sump terdapat volume awal 46.000 m3 yang bertahan sump 1,89 jam kemudian sump awal diperbesar mengunakan software Minescape 4.118 menjadi 54.000 m3. Maka volume sump yang dibutuhkan 54.000 m3 dengan 2 buah pompa HH-150iSS agar bertahan 3,31 jam jika terjadi curah hujan maksimum.Kata-kata kunci: Intensitas curah hujan, catchment area, sump, pompa, water balance.
STUDI REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA PT BHUMI RANTAU ENERGI DI RANTAU KALIMANTAN SELATAN Agus Triantoro
Geosapta Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i2.3904

Abstract

Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. Kegiatan reklamasi tambang harus di rencanakan dengan seksama agar nantinya lahan bekas tambang dapat di manfaatkan secara optimal oleh pemerintah maupun masyarakat sekitar tambang. Berdasarkan hal tersebut diatas maka perlu adanya studi dan perencanaan mengenai reklamasi lahan bekas tambang batubara di PT Bhumi Rantau Energi (BRE) agar nantinya lahan tersebut dapat di kembalikan lagi sesuai fungsinya. Metode penelitian yang digunakan berdasarkan pada parameter fisik, kimia dan informasi yang berhubungan dengan penelitian dilakukan dengan cara metode pemetaan, survei, pengharkatan, wawancara, analisis laboratorium, analisis studio menggunakan software. Luas area bukaan pit tambang selama umur tambang 19 tahun adalah sebesar 742,85 ha. Kegiatan reklamasi dimulai dari tahun ke-2 pada lokasi pit yang sudah selesai di lakukan penambangan. Kegiatan reklamasi menyisakan satu void seluas 73,73 ha. Tanaman yang digunakan untuk kegiatan revegetasi adalah tanaman jenis produksi dan tanaman Multi Purpose Trees Species (MPTS). Kata kunci : Reklamasi, revegetasi, pit, void
Co-Authors Abbas Abbas Abdul Khair Abdurrahman Hanafi Achmad Achmad Adip Mustofa Afif Irfandy Afrizi Rahman Aggraini Wahyu Saputri Agung Dwi Prasetyo Agus Arie Yudha Ahmad Syahid Aji Ahdinata Akhmad Jailani Alpian Nafarin Andi Riduansyah Andi Syaputra Andreas Bayu Bangalino Andrew Carnegie Hernan Andri Toding Angga Al Rasyid Anggriano Sagar Annisa Annisa Annisa Rizky Nur Adzmi Ary Murgiantoro Ary Rizki Novandy Daniel Silalahi Deddy J. Sitio Dedy Handoko Simatupang Devrin Aprilius Munthe Dewangga Jabal Putra Didi Kasi Setiawan Dimas Saputra Eka Sandi Prakasa Yuda Eko Santoso Evri Ferdiansyah Fauzan Nuzuliansyah Ferry Ariadi Wardhany Fikri, Hafidz Noor Frans Sutrisno Lebangan Freddy Aditya I Gede Mahardika Putra I Putu Sugiarta I Wayan Murdiana Imam Imam Irham Nurhafidz Jery Indrawan Jhon Tohom Y.P Kartini Kartini Lofty Rinaldi Sirnipson M. Advan Kamarullah M. Rian Musadat Mahdi Salam Marselinus Untung Dwiatmoko Mazhar Satryo Muhammad Ali Syaefudin Muhammad Fawzi Muhammad Hafidz Daniah Muhammad Rizani Zain Muhammad Rizwan Rozali Muhammad Yusuf Muslaini Muslaini Nadya Yessica Noor Wahidatul Jannah Nur Rochim Nurhakim Nurhakim Oki Prastio Paulina Natalia Putri, Karina Shella Raka Lesmana Sumarno Rakhman Silvika Maksum Riswan Riswan Rizki Tri Cahyana Rizky Andhika Romla Noor Hakim Romla Noor Noor Hakim Sari Melati, Sari Sigit Prasetyo Subianto Subianto Suryadi Suryadi Syafira Dian Sari Thoni Riyanto Tri Okta Maulana Uyu Saismana Wahyu Nur Hidayat Wahyu Permadi Winda Winda Yosua Dinata Olla Zuan Eka Prawita