Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR DAN PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG ANAK DI TEMPAT PENITIPAN ANAK PADA STAF GRIYA ANAK SURABAYA Etha Rambung; Hanna T. Hasianna Silitonga; Melania Rahadiyanti; Dyah Kusuma Wardhani; Gusto B. Yakobus Messakh; Irene Sisilia Filipin Nggebu
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 1 (2020): JULI
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v4i1.522

Abstract

Griya anak adalah tempat penitipan anak dan sekaligus pendidikan anak usia dini di Kecamatan Rungkut, Surabaya. Griya anak memiliki visi menjadi partner orang tua yang terpercaya dalam mendidik anak-anak sehingga berkembang dan bertumbuh sesuai tingkat perkembangannya baik secara fisik, mental, psikologis dan spiritual. Permasalahan yang ditemukan pada Griya Anak adalah terbatasnya pengetahuan staf tentang penyakit menular anak, tumbuh kembang anak dan belum ada ruang peralihan dari luar ke dalam ruang Griya Anak untuk meminimalisir terjadinya infeksi dari luar. Kegiatan ini bertujuan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi Griya Anak dengan memberikan edukasi cara pencegahan penyakit menular pada anak, cara memantau tumbuh kembang anak, dan membuat ruang peralihan untuk pencegahan infeksi dari luar. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah penyuluhan, diskusi, pendampingan, membuat desain dan membuat ruangan pencegahan infeksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan staf untuk deteksi dini penyakit menular dan gangguan tumbuh kembang anak serta pencegahannya dan tersedianya ruang pencegahan infeksi di Griya Anak.
Perancangan Proyek Rumah Makan dan Rest Area Tongas Asri dengan Pendalaman Healing Architecture Feline Victoria; Dyah Kusuma Wardhani
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 3, No 2 (2022): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2022.v3i2.3375

Abstract

Rumah Makan dan Rest area Tongas Asri berada tepat di Jalan Tongas (Jalan Pantai Utara) Km. 84, Tongas, Probolinggo, Jawa Timur yang merupakan area strategis karena berada pada Jalan Pantai Utara yang memiliki traffic tinggi, terdiri dari kendaraan yang menuju dan berasal dari Pulau Bali, dan kendaraan wisatawan yang menuju dan berasal dari Gunung Bromo. Saat mencapai Rumah Makan dan Rest area Tongas Asri, kendaraan yang tiba sudah melakukan perjalanan selama 1-10 jam. Untuk mengembalikan stamina pengemudi yang sudah mengemudi selama 2 jam, dan untuk mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas yang dapat membahayakan keselamatan dan nyawa wisatawan diperlukan rest area yang dapat menunjang aktivitas istirahat tersebut. Ekplorasi desain rumah makan dan rest area dengan pendalaman Healing architecture, diharapkan mampu membantu memaksimalkan proses istirahat dari para pengunjung, dengan memanjakan panca indera para pengunjung. Dalam eksplorasi desain dengan pendalaman healing architecture ini dilakukan beberapa tahapan yaitu melalui wawancara dan pengamatan, studi literatur & tipologi, serta mendesain dengan menggunakan pendekatan design thinking agar hasil desain sesuai dengan kebutuhan pengguna dan dapat menjawab permasalahan. Terdapat beberapa cara untuk mencapai restorative environment dalam proyek ini, seperti nature connectedness, penggunaan material alami, penggunaan restorative gardens, desain yang memanjakan indera pengunjung, serta upaya untuk memaksimalkan penchayaan dan penghawaan alami.
Evaluasi Performa Panel Surya Terintegrasi Bangunan berdasarkan Standar Greenship: Menuju Bangunan Sekolah Net Zero Energi Susan Susan; Dyah Kusuma Wardhani; Yusuf Ariyanto; Daniel Martomanggolo Wonohadidjojo; Eric Harianto
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 8 No. 1 (2022): Vol. 8 No. 1 (2022): EIJA August-October edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/eija.v8i1.1442

Abstract

generated from a variety of sources, both renewable and nonrenewable. Switching from nonrenewable to renewable energy sources is one of many strategies that can be used to achieve net-zero buildings. In Indonesia, this strategy is very feasible due to its abundant renewable energy resources, particularly solar energy. This research presents a school building as the proposed case. The school, SCK Citra Garden, is chosen as the pilot project due to its access to solar radiation and its minimum shading conditions. Using Helioscope software, BIPV modelling was simulated on its roof, and the electrical energy output from BIPV was calculated. The substitution percentages of BIPV energy output for conventional electrical energy consumed by the building were then measured. This percentage was compared to the National Energy Mix target and Greenhouse Gas Standard to assess its performance towards net-zero school buildings. The result shows that BIPV has a good performance. Even though the substitution percentage is still below the national energy mix target, it exceeds the greenhouse gas standard target for on-site renewable energy tools.
PERANCANGAN PROYEK SDN TAMBAKREJO 02 DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE DESIGN OLEH KONSULTAN ORPHIC DESIGN Michael Ivan Nurcahyaa; Dyah Kusuma Wardhani
KREASI Vol. 7 No. 1 (2021): KREASI
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v7i1.3730

Abstract

SDN Tambakrejo 02 merupakan sekolah dasar yang berlokasi di Semarang Barat yang ditengahi oleh Lembaga KeSeMat Lembaga ini merupakan Lembaga pencinta alam yang memiliki cita-cita agar sekolah memberikan dampat positif bagi para siswa-siswi dan lingkungan sekitarnya,Secara khusus Lembaga KeSeMat menginginkan penambahan perpustakaan pada sekolah. Melihat keinginan dan permasalahan klien maka dengan penerapan sustainable design sebagai solusi dan melihat peluang untuk turut berontribusi dalam menghadapi isu permasalahan lingkungan yang ada di masyarakat Dikutip dari Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia, Lea Aviliani Aziz, dengan meningkatnya kebutuhan desain interior, maka desain yang diberikan harus memberikan dampak yang baik untuk masyarakat awam, yaitu salah satunya dengan menggunakan desain yang sustainable. Orphic Design yang akan menangani desain ini, membentuk layanan usaha dibagi menjadi desain arsitektur dan desain interior dengan guidelines sustainable dari Global Reporting Initiative (GRI). Dalam merancang sekolah tersebut Standar GRI yang digunakan juga merupakan sub topik mengenai Material dan Energi, karena dengan menerapkan 2 sub topik tersebut diharapkan dapat terbentuk desain berkelanjutan dan berdampak bagi pengguna SDN Tambakrejo 02 secara positif.
Perancangan Proyek Co-Working Space Di Surabaya Dengan Menggunakan Pendekatan Visual Art PERANCANGAN PROYEK CO-WORKING SPACE DI SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN VISUAL ART Jonathan Kurniawan; Gervasius Herry Purwoko; Dyah Kusuma Wardhani
KREASI Vol. 5 No. 2 (2020): KREASI
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v5i2.3736

Abstract

Setiap lapangan usaha memiliki pengaruh yang besar terhadap perekonomian Indonesia serta menentukan kemajuan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang. Begitu pula dengan konsultan desain interior. Namun terdapat beberapa masalah yang ada pada konsultan desain interior, dimana kualitas layanan serta desain yang dirancang tidak memberikan solusi yang tepat dan mempunyai harga yang cukup mahal sehingga menyebabkan ketidakpuasan klien. Sementara itu masyarakat juga mulai mengganggap bahwa mural art hanya sebuah gambar yang ada di dinding jalan. Perancangan proyek co-working space di Surabaya dengan menggunakan visual art berupa mural oleh Jon Project dibuat sebagai solusi alternatif untuk desain interior co-working space untuk masa mendatang serta akan menjadi portofolio bisnis penulis di masa mendatang sebagai pemilik dari perusahaan Jon Project yang bergerak di bidang layanan jasa konsultasi desain interior. Pada projek ini terdapat suatu permasalahan dimana kurangnya gambar kerja site existing karena site tersebut merupakan tanah kosong sehingga penulis mengalami dalam menentukan bagian fasad bangunan tersebut. Sementara itu klien juga ingin membuat co-working tersebut memiliki konsep modern dan memiliki suasana yang berbeda dari tempat-tempat komersial pada umumnya sehingga penulis merasa ada kesempatan untuk membuat suatu co-working space yang memiliki design unik dan dapat menarik para pelanggan yang akan berkunjung ke co-working space tersebut.
WEBSITE BERBASIS KONSEP SENSE OF PLACE PASAR KREATIF KAWASAN PARIWISATA Astrid Kusumowidagdo; Cicilia Larasati Rembulan; Melania Rahadiyanti; Dyah Kusuma Wardhani; Stevanus Christian Anggrianto
Share: Journal of Service Learning Vol. 9 No. 1 (2023): FEBRUARY 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1234.476 KB) | DOI: 10.9744/share.9.1.39-49

Abstract

Preservasi Sense of Place atau keunikan lokal pada pasar pariwisata dengan produk-produk kreatif penting dilakukan untuk pembangunan pariwisata Indonesia. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memotret keunikan lokal dari berbagai daerah dan menyajikannya secara modern dalam bentuk website. Harapannya, website ini dapat memudahkan calon turis untuk mengenal keindahan pariwisata Indonesia. Proses aktivitas dilakukan dalam dua tahap yaitu proses eksplorasi pasar kreatif dan proses desain website. Proses eksplorasi pasar kreatif dilakukan secara kualitatif pada lokasi-lokasi pasar di seluruh Indonesia dan proses desain website dilakukan dengan proses design thinking untuk menghasilkan website yang dapat optimal dipergunakan. Hasil dari perancangan website telah melalui uji coba terbatas dan mendapatkan nilai cukup baik. Proses pengabdian masyarakat melalui website berbasis konsep sense of place pasar kreatif kawasan pariwisata telah tuntas dikerjakan. Beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti yaitu eksplorasi pengembangan website dari segi fitur-fitur, misalnya penambahan lokasi-lokasi lain di Indonesia untuk melengkapi website ini. Selain itu perlu ada diversifikasi pengabdian dalam bentuk perancangan teknologi terkait obyek, seperti aplikasi yang dapat meningkatkan penjualan industri kreatif dan meningkatkan awareness pada pariwisata Indonesia. Selanjutnya, dapat dikembangkan fitur interaktif, berbasis virtual reality yang dapat menggambarkan kondisi asli sehingga pengunjung dapat menikmati pengalaman visual langsung, dan dapat pula dilengkapi dengan event yang aktual.
Sense Of Place Pasar Barang Antik Triwindu: Eksplorasi Faktor Fisik Dan Sosial Pada Kompleks Arsitektur Komersial Di Surakarta Dyah Kusuma Wardhani; Astrid Kusumowidagdo; Thomas Kaihatu; Melania Rahadiyanti
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 34 No 1 (2019): Februari
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v34i1.526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keunikan tempat atau sense of place dari Pasar Barang Antik Triwindo Surakarta, khususnya pada faktor fisik dan sosialnya. Penelitian kualitatif ini dilaksanakan dengan pengambilan data melalui focus group discussion pengunjung, studi literatur dan dokumen, observasi dan dokumentasi visual. Informan dalam  focus group discussion berjumlah 11 orang yaitu pengelola, pengunjung dan juga pedagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor faktor-faktor  fisik  pembentuk sense of place Pasar Triwindu  adalah arsitektur dan kawasan (fasad bangunan menggambarkan arsitektur rumah Jawa, kawasan Ngarsopuro yang unik, ornamen ukiran khas Jawa pada fasad, patung Roro Blonyo pada gerbang pasar dan patung topeng pada halaman), interior (pengelompokan area berdasarkan jenis barang dagangan, display barang dagangan pada elemen ruang dinding, pembatas lapak, tangga dan plafon, batas lapak pada lantai, signage, lebar koridor), dan varian produk dagangan. Sedangkan faktor sosial adalah history dan memory, narasi pohon sawo kecik, karakter pedagang dan pengunjung, aktivitas even kuliner dan promosi.
DESAIN INTERIOR DENGAN TEMA PANTAI PADA THE THREE MUSKETEERS CAFE PATISSERIE Laurensia Kartika; Astrid Kusumowidagdo; Dyah Kusuma Wardhani
KREASI Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v2i2.519

Abstract

Sebagai salah satu provinsi yang ada di Indonesia, Jawa Timur memiliki industri yang besar. Salah satunya adalah kota Surabaya yang mempunyai banyak kegiatan industri, dari yang sedikit diminati sampai yang sangat diminati banyak orang. Salah satu industri yang diminati banyak orang adalah industri makanan dan minuman. Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi di kota Surabaya, maka sifat konsumtif masyarakat Surabaya juga meningkat. Oleh karena itu, banyak cafe-cafe baru di Surabaya untuk memenuhi sifat konsumtif masyarakat Surabaya, salah satunya adalah The Three Musketeers Cafe Patisserie. The Three Musketeers Cafe Patisserie merupakan sebuah cafe yang menyuguhkan aneka patisserie dan dessert, western food, dan minuman (coffee dan non-coffee). The Three Musketeers Cafe Patisserie memiliki target market kelas menengah keatas, komunitas anak muda, ibu-ibu arisan dan keluarga. The Three Musketeers Cafe Patisserie memiliki keunggulan yaitu menggunakan konsep desain interior dengan nuansa yang berbeda-beda. Beberapa nuansa yang akan dipakai adalah homey, natural, dan fun. Selain itu The Three Musketeers Café Patisserie ini memiliki spesialisasi pada patisserie yaitu ’fresh from oven’, memiliki sistem open bar dan open cold kitchen dengan adanya conveyor (display bergerak) untuk mendisplay aneka patisserie, serta memiliki layanan parkir gratis. The Three Musketeers Cafe Patisserie ini didirikan pada bangunan bekas rumah tinggal yang mana memiliki 1,5 lantai. Perancangan desain interior yang digunakan cafe patisserie ini didasarkan pada berbagai problem yang ada di site maupun yang dialami oleh usaha. Desain interior cafe memakai konsep “Colourful Beach” yaitu desain dengan tema pantai dengan perpaduan suasana homey, natural, dan fun. Gaya pantai memiliki karakter yaitu terdapat jendela dan pintu kaca yang besar serta adanya skylight, warna yang dipakai pastel dan netral, furniture dengan serat natural seperti kayu dan rotan, dan memiliki elemen dekoratif yang berhubungan dengan pantai. Sedangkan suasana homey didapat dari pencahayaan yang optimal dan menggunakan warna-warna netral dan pastel. Suasana natural didapat dari material yang sebagian besar dipakai adalah kayu dan rotan. Suasana fun didapat dari penggunaan berbagai macam elemen dekoratif pantai, memakai permainan plafon, serta adanya bagian ruang yang memiliki lantai dengan motif air dan pasir.
PERANCANGAN INTERIOR HOCOOP (COFFEE AND EATERY) DENGAN TEMA MANUAL BREWING WITH NATURAL STYLE Ervina Hodinata; Astrid Kusumowidagdo; Dyah Kusuma Wardhani
KREASI Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v2i2.523

Abstract

HOCOOP (Coffee and Eatery) adalah bidang usaha food and beverage yang bergerak dalam bidang coffee shop dan menawarkan konsep sustainable coffee shop sebagai inovasi utamanya. HOCOOP (Coffee and Eatery) berlokasi di Surabaya, tepatnya di tengah kota yang akses jalannya ramai dan mudah di jangkau oleh kendaraan umum serta dekat dengan pusat keramaian. Mengingat usaha food and beverage mengkonsumsi energi lima kali lipat lebih besar dari pada bidang industri lainnya maka, HOCOOP (Coffee and Eatery) mengusung konsep sustainable coffee shop. Konsep yang diterapkan diharapkan dapat berdampak pada upaya untuk mengurangi penggunaan energi dalam operasional coffee shop dan daur ulang sisa bahan produksi hingga kerja sama dengan organisasi masyarakat untuk menambah keterampilan serta pendapatan ekonomi mereka. Selain menawarkan produk kopi, HOCOOP (Coffee and Eatery) juga menyediakan produk makanan seperti toast, pasta, dan pastry serta minuman yang tidak mengandung kopi seperti jus, milkshake, dan flavored latte. HOCOOP (Coffee and Eatery) juga melengkapi diri dengan menyediakan jasa roasting biji kopi dan penjualan alat brewing. Dalam perancangan arsitektur interior HOCOOP (Coffee and Eatery) menggunakan beberapa aspek sustainable seperti penyediaan banyak bukaan untuk pencahayaan dan penghawaan alami serta memanfaatkan material alami sebagai elemen pendukung konsep sustainable coffee shop yang diterapkan. Selain itu dalam hal desain, coffee shop menggunakan tema Brewing Experience with Natural Style, tema ini diterapkan dengan mengaplikasikan proses pengolahan biji kopi pada layout serta ambience yang digunakan.
PERANCANGAN INTERIOR RESTORAN DAN SPA CLUB HOUSE SAMATHA DI BALI Felicia Yuanita Santoso; Astrid Kusumowidagdo; Dyah Kusuma Wardhani
KREASI Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v3i1.534

Abstract

Pada zaman modern sekarang, bisnis property sedang marak berkembang di Indonesia. Bisnis property tidak hanya di bidang jual beli tanah ataupun rumah, namun juga membangun bangunan baru yang berguna untuk masyarakat. Kota Malang adalah kota terbesar kedua di wilayah Jawa Timur setelah kota Surabaya. Perkembangan property di kota Malang masih terus berkembang hingga saat ini. Kota Surabaya merupakan jantung kota propinsi Jawa Timur yang memiliki banyak potensi perkembangan kota terutama berinvestasi di sektor property. F.E.I Interior Design Studio adalah sebuah konsultan desain yang bergerak di bidang desain interior yang menerima segala bidang proyek seperti komersial, residensial, dan hospitality yang terspesialisasi pada proyek restoran dan kafe dengan adanya layanan tambahan yaitu custom desain furnitur. Proyek Club House Samatha merupakan salah satu proyek dari F.E.I Interior Desain Studio yang terletak di pulau Bali. Bangunan yang terdiri dari empat lantai yang memiliki berbagai macam fasilitas, diantaranya adalah toko retail, restoran, dan spa. Bagian yang dirancang oleh perusahaan merupakan restoran dan spa. Klien menginginkan adanya unsur kultur Bali dalam desain interiornya. Konsep dari perancangan untuk club house Samatha ini adalah Tropical Paradise. Konsep desain interior untuk Club House Samatha Citra Kuta pada restoran dan spa dengan adanya kultur Bali dalam desain dan membuat sirkulasi menjadi lebih baik. Konsep ini terdiri dari elemen konsep Tropical dengan perpaduan kultur Bali dan juga konsep sirkulasi pada restoran dan spa club house Samatha.