Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

OPTIMISASI PARAMETRIK FASAD BILAH HORIZONTAL TERHADAP PENCAHAYAAN ALAMI DENGAN METRIK USEFUL DAYLIGHT ILLUMINANCE (UDI) DI KOTA LHOKSEUMAWE Atthaillah, Atthaillah; Mangkuto, Rizki Armanto
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 7 No 1 (2020): June
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v7i1a7

Abstract

Abstrak_ Studi ini melakukan optimasi pengaruh rotasi (α) dan lebar bilah (l) pada fasad bilah horizontal untuk pencahayaan alami yang optimal di Kota Lhokseumawe.  Sebuah ruang belajar sekolah dasar hipotetik tanpa konteks dimodelkan secara komputasional kemudian diuji dengan metrik UDI.  Metode optimasi dengan Genetic Algorithm (GA) dengan Galapagos digunakan untuk mendapatkan solusi-solusi rotasi dan lebar bilah yang optimal terhadap pencahayaan alami.  Mesin simulasi Radiance dan Daysim digunakan yang dihubungkan dengan perangkat permodelan parametrik dengan aplikasi Rhinoceros dan Grasshopper melalui ­plugins Ladybug Tools.  Optimasi dilakukan untuk mendapatkan nilai UDIo.avg (100-2000 Lux) paling maksimal.  Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh rotasi dan lebar bilah yang berbeda-beda untuk setiap orientasi di Kota Lhokseumawe.  Ada dua orientasi yang dapat dirasionalkan hasil optimasi dari GA yaitu Utara dengan nilai α=90 dengan beberapa nilai lebar bilah yaitu l=0,20m, l=0,22m, l=0,43 dan l=0,45m mendapatkan nilai UDIo.avg=100%, serta hadapan Timur dengan satu kombinasi yaitu α=-80, l=0,30m dengan UDIo.avg=99,29%.  Sementara, sisi Selatan dan Barat direkomendasi untuk memilih kombinasi solusi-solusi optimal yang sangat variatif oleh GA yang disajikan pada penelitian ini.  Lebih lanjut, hadapan Utara dan Selatan mendapatkan solusi optimal dengan diferensiasi sudut yang kecil terhadap sudut 90 derajat dari bilah horizontal.  Solusi-solusi optimal yang variatif dari sudut rotasi dan lebar bilah yang didapatkan dengan metode GA dapat menguntungkan untuk menciptakan desain fasad yang terlihat tidak seragam untuk setiap orientasi atau bahkan pada satu orientasi.Kata kunci : Optimisasi; Pencahayaan Alami; Desain Fasad; Bilah Horirizontal; Useful Daylight Illuminance. Abstract_ This study examined the effects of optimizing rotation (α) and width (l) of the horizontal blades for optimal daylighting in Lhokseumawe. A hypothetical elementary classroom, without any context, was computationally designed and examined using UDI metric.  Optimization Genetic Algorithm (GA) method with Galapagos were used to obtain the rotation solution and optimal daylighting.  Moreover, Radiance and Daysim simulation engines connected to parametric platform of Rhinoceros and Grasshopper using Ladybug Tools as mediating tools were administered for the analysis.  The optimization was aimed at maximum UDIo.avg (100-2000 Lux).  Result revealed rotation and width of the horizontal blades contributed differently to every orientation in Lhokseumawe.  Two orientations were succeeded to be rationalized based on GA opmization results, first, North showed α=90 and some blades’ width of l=0,20m, l=0,22m, l=0,43 and l=0,45m resulted in UDIo.avg=100%.  Second, East orientation for the combination of α=-80, l=0,30m resulted in UDIo.avg=99,29%.  Further, South and West to maintained solutions from the GA optimization results as presented in this paper.  In addition, North and South sides suggested a small differentiation for its rotation from full horizontal blades, which was 90 degrees.  Various optimum design solutions, for rotation and width of the blades,  from the GA benefitted to create non-uniform façade design for different or even at the similar orientation.  Keywords :  Optimization; Daylighting; Façade Design; Horizontal Blades; Useful Daylight Illuminance.This study conduct an optimization for rotation (α)  and width (l)  of horizontal blades for an optimal daylighting in Lhokseumawe.  A hypothetical classroom for elementary school, without any context, was computationally modeled and examined using UDI metric.  Optimization utilizing Genetic Algorithm (GA) using Galapagos was a tool to explore for rotational and width of the blades for an optimal daylighting inside the room.  Further, Radiance and Daysim were main simulation engines for daylighting through parametric platform of Rhinoceros and Grasshopper using Ladybug Tools as mediating tools to connect to the daylighting simulation engines.  The optimization was aimed at maximum UDIo.avg (100-2000 Lux).  Result revealed rotation and width of the horizontal blades contributed differently to every orientation in Lhokseumawe.  Two orientations were succeeded to be rationalized based on GA opmization results, first, North showed α=90 and some blades’ width of l=0,20m, l=0,22m, l=0,43 and l=0,45m resulted in UDIo.avg=100%.  Second, East orientation for the combination of α=-80, l=0,30m resulted in UDIo.avg=99,29%.  Further, South and West to maintained solutions from the GA optimization results as presented in this paper.  In addition, North and South sides suggested a small differentiation for its rotation from full horizontal blades, which was 90 degrees.  Various optimum design solutions, for rotation and width of the blades,  from the GA benefitted to create non-uniform façade design for different or even at the similar orientation.   
SIMULASI PENCAHAYAAN ALAMI SIANG HARI TERHADAP DESAIN FASAD (STUDI KASUS: GEDUNG LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS MALIKUSSALEH) Pinem, Leo Sani Muslim; Atthaillah, Atthaillah; Fahrizal, Effan; Saputra, Eri; Badriana, Badriana
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 9 No 1 (2022): June
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v9i1a6

Abstract

Abstrak_ Pencahayaan Alami Siang Hari (PASH) perlu diterapkan pada bangunan sebagai langkah awal penghematan energi pada bangunan dan peningkatan kinerja pengguna. Untuk mencapai PASH yang baik perlu dihadirkan desain fasad yang dapat mengoptimasi PASH. Penelitian ini dilakukan pada Gedung Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia. . Selanjutnya, studi ini mengadopsi Climate Based Daylight Modeling (CBDM) dengan metrik Useful Daylight Illuminance (UDI) sebagai kriteria PASH. Metrik PASH tersebut hanya efisien dan akurat dilakukan dengan metode simulasi komputasional. Studi ini menggunakan Daysim yang merupakan mesin simulasi PASH tahunan yang dikembangkan dari mesin simulasi Radiance. Mesin simulasi tersebut diakses melalui piranti Grasshopper dan Ladybug Tools. Hasil simulasi pada lantai 1 didapat nilai rata-rata UDI <100 Lux = 27,55%, UDI 100-2000 Lux = 62,89% dan terakhir UDI >2000 = 9,51%. Sedangkan Hasil simulasi pada lantai 2 didapat nilai rata-rata UDI <100 Lux = 26,01%, UDI 100-2000 Lux = 65,56% dan terakhir UDI >2000 = 8,38%. Hasil menunjukkan bahwa ada beberapa ruangan yang sama tidak mendapatkan PASH yaitu ruangan yang terletak di bagian dalam dan terhalangi oleh ruangan terluar. Sehingga hal ini perlu dilakukan optimasi kondisi PASH dengan cara memodifikasi desain fasad pada gedung laboratorium tersebut dengan tujuan kinerja PASH pada gedung menjadi lebih baik. Kesimpulan kategori yang didapat untuk PASH dari Gedung Laboratorium Teknik Elektro adalah 64,23% dan termasuk dalam Kategori Baik Kata kunci : Pencahayaan Alami Siang Hari; Simulasi Komputasi, Pemodelan PASH Berbasis Iklim; Desain Fasad; Iluminasi Cahaya Matahari Bermanfaat. Abstract_ Daylighting is required for a building as an initial step for energy saving and improvement of its users’ performance. To achieve good daylighting, it requires a proper façade design. This research investigated the Laboratory of Electrical Engineering building of Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia. Next, this study adopted Climate Based Daylight Modeling (CBDM) utilizing Useful Daylight Illuminance (UDI) metric as the criteria for the daylight performance. The metric calculation is only efficient and accurate using computational simulation. Also, this study utilized Daysim, the Radiance derivative, as the annual daylight simulation engine. The engine was accessible through the interface of Grasshopper and Ladybug Tools. The simulation results on the 1st floor obtained an average value of UDI <100 Lux = 27.55%, UDI 100-2000 Lux = 62.89% and UDI> 2000 = 9.51%. While the simulation results on the 2nd floor obtained an average value of UDI <100 Lux = 26.01%, UDI 100-2000 Lux = 65.56% and UDI> 2000 = 8.38%. Results showed several internal spaces had not obtained the daylight at all caused by its adjacent perimeter spaces that blocked the daylight. Therefore, it is required to optimize the façade design of the building by altering the façade of the laboratorium building for better daylight performance inside the spaces. The conclusion of the category obtained for PASH from investigated the Laboratory of Electrical Engineering building is 64,23% and is included in the good category Keywords: Daylighting; Computational Simulation; Climate Based Daylight Modeling; Facade Design; Useful Daylight Illuminance.
OPTIMIZATION OF ASYMMETRIC BILATERAL COMPLEX FENESTRATION SYSTEMS IN STATE ELEMENTARY SCHOOL CLASSROOMS IN INDONESIA Ramadhani, Dhafira; Mangkuto, Rizki Armanto; Triyogo, R.; Atthaillah
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 10 No 2 (2023): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v10i2a7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja pencahayaan alami siang hari (PASH) dengan menggunakan sistem penetrasi kompleks (CFS) bilateral asimetris di ruang kelas hipotetis yang terletak di dua kota tropis di Indonesia, yaitu Bandung dan Lhokseumawe, yang masing-masing terletak di sebelah selatan dan utara garis khatulistiwa. Bandung merupakan kota tropis diatas pegunungan, sedangkan Lhokseumawe merupakan kota pesisir. Optimalisasi dilakukan untuk keempat orientasi mata angin. Kinerja PASH ruang kelas dinilai dengan menggunakan metrik aUDI250-750lx, aUDI100-3000lx, sDA300/50%, dan ASE1000.250. Kondisi awal menunjukkan performa pencahayaan siang hari yang tidak memadai ditunjukkan oleh nilai aUDI100-3000lx yang rendah (di bawah 80%) dan nilai ASE1000,250 yang tidak memuaskan (di atas 10%). Untuk memenuhi standar performa pencahayaan siang hari yang baik, penelitian ini menggunakan metode simulasi komputasi untuk kondisi tahunan. Selanjutnya, algoritma RBFOpt digunakan melalui Opossum untuk melakukan optimasi. Berdasarkan hasil optimasi, integrasi CFS ke dalam selubung bangunan menghasilkan peningkatan kinerja PASH di kedua lokasi.
Tahap Identifikasi Awal Keaslian Artefak Budaya pada Elemen Struktur Rumoh Aceh Suhartina, Wijayanti; Atthaillah, Atthaillah; Mirsa, Rinaldi; Iqbal, Muhammad; Badriana, Badriana
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 11 No 1 (2024): June
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v11i1a3

Abstract

The presence of traditional Acehnese houses, known as rumoh Aceh, is becoming increasingly scarce, particularly those that are still used as community residences. Currently, rumoh Aceh can be classified into three categories: those that are still inhabited, those that are abandoned, and replicas. Replicas of rumoh Aceh can be found as venues for cultural activities during certain times or used as museums. This research examines the use of rumoh Aceh as residences, as well as those that are no longer inhabited and replicas that are used as museums. The study aims to ensure the originality of rumoh Aceh by observing its structural elements. It is important to note that in the future, rumoh Aceh may only be found as replicas. The aim is to observe the quality of the replicated object compared to the non-replicated Aceh rumoh object. The survey method and visual documentation were used to observe these elements based on the literature. The study compared the structural elements of non-replica houses with those of replica houses. It was discovered that the replica of rumoh Aceh, specifically rumoh Cut Nyak Meutia, lacked some essential structural elements. This finding is significant, particularly in the context of preserving the values and completeness of cultural artifacts for replication efforts.
Kenyamanan Termal pada Bangunan Berventilasi Alami di Iklim Tropis Iqbal, Muhammad; Atthaillah, Atthaillah; Safyan, Adi; Indriani, Lena; Sina, Aura Mutiara
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 11 No 2 (2024): December
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v11i2a3

Abstract

Energy consumption in buildings plays a crucial role in determining efficiency and environmental impact. Natural ventilation offers a solution to reduce energy consumption by utilizing outdoor airflow to enhance thermal comfort without significant energy use. This study examines the effects of weather conditions, including temperature, humidity, and wind speed, on the thermal comfort of occupants in naturally ventilated buildings with single-sided openings. Data were collected through measurements of indoor and outdoor weather conditions over 21 days and a perception survey involving 138 respondents, using randomly selected questionnaires. The results indicate that indoor temperature is highly influenced by incoming wind flow, with a strong correlation between outdoor relative humidity and indoor temperature (R = 0.90). A majority of respondents (90.58%) expressed a preference for cooler indoor conditions, indicating discomfort within the building. The study also found consistency in user thermal comfort preferences based on the Thermal Sensation Vote (TSV) and Thermal Comfort Vote (TCV) scales. Recommendations include further investigations into variations in window size, window orientation, and the impact of solar radiation to improve indoor temperature and humidity control, enhancing thermal comfort for building occupants.
Usulan Pembaruan Tabel Faktor Langit pada SNI 03-2396-2001 tentang Pencahayaan Alami pada Bangunan Hakim, Fahmi Nur; Atthaillah, Atthaillah; Mangkuto, Rizki Armanto
Jurnal Permukiman Vol 16 No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2021.16.61-68

Abstract

Pencahayaan alami siang hari (PASH) ialah unsur krusial untuk dipertimbangkan pada desain bangunan karena dua manfaat besar yaitu efisiensi energi dan peningkatan kinerja dan kesehatan pengguna. Di Indonesia hanya terdapat satu regulasi yang mengatur tentang PASH dalam bangunan, yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI) SNI 03-2396-2001. Selain belum pernah diperbarui kembali sejak dipublikasikan, terdapat sejumlah persoalan dalam SNI 03-2396-2001, antara lain penggunaan model langit seragam yang tidak lagi relevan serta adanya kesalahan nilai-nilai faktor langit (FL) pada tabel yang dicantumkan standar tersebut. Untuk itu, penelitian ini mengusulkan penggunaan model langit berawan standar CIE yang masih berlaku saat ini, serta mengamati nilai galat dari FL pada berbagai kasus uji dalam SNI 03-2396-2001 dan kasus uji 5.11 dalam dokumen CIE 171:2006. Metode analitik digunakan untuk menghitung nilai FL dan mengetahui nilai galat untuk model langit seragam pada SNI 03-2396-2001 terhadap langit berawan standar CIE. Hasil yang didapat menunjukkan perbedaan nilai FL yang signifikan untuk kasus H/D < 1,0, dengan galat maksimum sebesar 163% untuk H/D = L/D = 0,1, serta 34% pada kasus uji 5.11 dalam dokumen CIE 171:2006, sehingga dapat menimbulkan kesalahan yang serius dalam praktik desain bangunan.
Inisiasi Inovasi Rumah Reflektif Surya untuk Hunian Berkelanjutan dengan Kenyamanan Termal di Aceh Iqbal, Muhammad; Atthaillah, Atthaillah; Mardhiah, Ainol; Paramita, Beta
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i1.21604

Abstract

Rumah merupakan kebutuhan dasar manusia yang wajib terpenuhi, namun, kondisi pada masyarakat yang kurang mampu membuat mereka tidak mendapatkan akses rumah yang layak. Salah satu provinsi di Indonesia yang masih menghadapi masalah ketersediaan rumah yang layak adalah Aceh yang angka kemiskinannya masih relatif tinggi dibandingkan dengan provinsi yang lain. Kondisi perubahan iklim yang membuat suhu yang terus meningkat membuat hunian juga terdampak langsung sehingga hunian yang memiliki kenyamanan termal yang baik juga menjadi tantangan tersendiri. Kegiatan ini memperkenalkan teknologi rumah reflektif surya sebagai salah satu solusi untuk menyediakan rumah yang layak huni dan nyaman secara termal di Aceh yang diinisiasi di Kota Lhokseumawe dan Aceh Timur. Pada tahap inisiasi, beberapa metode pendekatan dilakukan untuk mencari calon penerima manfaat (CPM) dan dapat menjamin kegiatan memitigasi risiko-risiko pada tahap pembangunan ke depannya. Pendekatan langsung ke CPM dan aparatur desa dilakukan lewat komunikasi yang intensif serta memastikan partisipasi CPM dapat terlaksana dengan baik. Hal ini penting karena konsep pembangunan rumah Raflesia dilakukan dengan metode gotong royong antara akademisi dan masyarakat. Dari kegiatan awal, ditemukan 11 (sebelas) CPM, di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Timur, yang telah bersedia menerima bantuan rumah reflektif surya dan berkomitmen untuk menyelesaikan pada pembangunan rumah pada tahun 2025. Diharapkan kegiatan awal ini dapat mengurangi potensi kegagalan dalam pelaksanaan pembangunan nantinya.
PENGARUH FUNGSI POHON TERHADAP KENYAMANAN TERMAL TAMAN KOTA LHOKSEUMAWE (Studi Kasus : Lapangan Hiraq) Rezi, Thio Alfah; Iqbal, Muhammad; Saputra, Eri; Atthaillah, Atthaillah
Jurnal Energi Elektrik Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Energi Elektrik
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v14i1.21492

Abstract

Pesatnya perkembangan Lhokseumawe dengan industrialisasi dan peningkatan populasi telah mengubah tata guna lahan dan memperburuk kualitas lingkungan, memicu Urban Heat Island akibat suhu tinggi, polusi udara dari lalu lintas padat, dan minimnya vegetasi. Taman kota sebagai ruang terbuka hijau adalah salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, terutama mengendalikan kenyamanan termal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pohon terhadap kenyamanan termal di Taman Lapangan Hiraq Lhokseumawe. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif evaluatif dengan pendekatan kuantitatif, di mana data mengenai suhu, kelembapan, dan kecepatan angin dikumpulkan melalui pengukuran langsung di lapangan. Analisis Key Performance Index (KPI) juga digunakan untuk menilai fungsi pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan termal di Lapangan Hiraq secara umum tergolong "hangat," dengan suhu rata-rata 33.3°C, kelembapan 63%, dan kecepatan angin 2.478 m/s. Keberadaan pohon terbukti signifikan dalam mengendalikan suhu, kelembapan, dan kecepatan angin, dengan perbedaan mencolok antara area yang ternaungi dan tidak. Kesimpulannya, pohon memiliki peran penting dalam menciptakan kenyamanan termal di taman kota, meskipun kondisi ideal secara keseluruhan di Lapangan Hiraq belum tercapai.
Implementasi Pembangunan Rumah Reflektif Surya sebagai Hunian Berkelanjutan di Aceh Iqbal, Muhammad; Atthaillah; Paramita, Beta; Mardhiah, Ainol; Dastur, Muhammad; Akhyar, Nurul
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i02.24986

Abstract

Program pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Aceh menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan biaya dan kondisi iklim tropis yang semakin panas. Salah satu solusi inovatif adalah penerapan teknologi rumah reflektif surya, yaitu rumah dengan material metal yang dilapisi cat reflektif untuk menurunkan suhu permukaan, sehingga meningkatkan kenyamanan termal dengan biaya relatif terjangkau. Metode kegiatan mencakup survei pendahuluan, pemilihan calon penerima manfaat berdasarkan kriteria ekonomi dan teknis, uji performa material, serta pembangunan rumah dengan melibatkan kontraktor lokal dan gotong royong masyarakat calon penerima manfaat. Hasil implementasi menunjukkan mayoritas penerima manfaat merasa cocok dan sangat berterima kasih atas pembangunan rumah reflektif surya tersebut karena rumah tersebut memberikan kenyamanan secara termal, proses pengerjaan yang cepat dan kuat serta desain yang menarik. Selain itu, kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan kolaborasi antara Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dengan Universitas Malikussaleh (Unimal) ini juga memberikan dampak sosial berupa pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas kontraktor lokal. Program ini berpotensi di replikasi sebagai model pembangunan hunian berkelanjutan untuk masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah Indonesia lainnya.
ANALISA KENYAMANAN TERMAL ADAPTIF PADA RUMAH TINGGAL TIPE 36 DI PERUMAHAN KETAPING RESIDENCE PADANG PARIAMAN Riskillah, Richi Yulistia; Olivia, Sisca; Atthaillah, Atthaillah; Husain, Said; Saputra, Eri
Arsitekno Vol. 8 No. 1 (2021): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v8i1.3643

Abstract

Rumah merupakan tempat terjadinya aktivitas manusia dalam sehari-hari, dalam melakukan aktivitas di dalam rumah diperlukan kenyamanan bagi pengguna. Kenyamanan termal merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan. Penelitian ini dilakukan untuk memahami kondisi termal pada rumah tinggal sederhana dengan metrik adaptive comfort. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendapatkan data tingkat kenyamanan termal. Rumah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Perumahan Kataping Residence, merupakan perumahan dengan jumlah unit bangun pada 1 tahap yaitu 145 unit dengan satu jenis bangunan yaitu tipe 36. Perumahan ini merupakan perumahan skala besar yang dibangun pada daerah Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman dengan desain menggunakan jendela adaptif. Dalam penggunaannya penghuni menggunakan penghawaan buatan untuk mendapatkan kondisi termal yang baik. Penelitian ini menggunakan metode simulasi dengan teknik parametrik menggunakan Rhinoceros, Grasshopper, Ladybug, dan Honeybee, serta menggunakan data cuaca Kota Padang Pariaman. Simulasi dilakukan 24 jam dalam sehari selama 1 (satu) tahun, dengan menggunakan 2 (dua) rumah contoh yang berbeda arah orientasinya. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rumah dengan rata-rata tidak nyaman terjadi pada rumah contoh 2, dengan arah bagian barat merupakan orientasi paling tidak nyaman.