Claim Missing Document
Check
Articles

Found 90 Documents
Search
Journal : Department of Naval Architecture

Analisis Teknis Pengaruh Beban Berlebih Perahu Wisata “Wiro Sableng” Rawa Pening Pada Batas Capsizing Novem, Dicky Putra; Amiruddin, Wilma; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.259 KB)

Abstract

Perahu wisata “Wiro Sableng” Rawa Pening merupakan perahu wisata tradisional yang digunakan untuk kegiatan pariwisata di Danau Rawa Pening Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kapal ini dibuat dengan cara tradisional menggunakan bahan kayu surian yang tidak diketahui faktor keselamatan terkait dengan stabilitas. Stabilitas yang dimaksud ditinjau berdasarkan kelebihan jumlah penumpang. Berdasarkan fakta ini perlu dilakukan kajian untuk mencegah kemungkinan terjadi kecelakaan karena kapal dalam kondisi capsizing. Analisis stabilitas dilakukan dengan memberikan perlakuan beban lebih pada sarat maksimum dalam kondisi layik hingga batas capsizing. Asumsi berat penumpang dalam perlakuan tersebut adalah 75 Kg perorang. Hasil penelitian menunjukkan jumlah penumpang sebelum mengalami capsizing adalah 18 orang dalam kondisi duduk, 10 orang 5 orang portside duduk 5 orang starboard berdiri, 10 orang 6 orang depan midship berdiri 4 orang belakang midship duduk, 12 orang 8 orang belakang midship berdiri 4 orang depan midship duduk, 6 orang dalam kondisi berdiri. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini sesuai denganIMO code on Intact stability A.749 (18), Ch 3-design criteria applicable to all ships.
Analisa Pengaruh Variasi Geometri Lunas Bilga Terhadap Olah Gerak dan Hambatan kapal Tradisional di Danau Toba Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic rajagukguk, mangatas yohannes; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia dan menggunakan kapal sebagai salah satu transportasi penting sebagai penghubung , kapal-kapal di Danau Toba umumnya mempunya olah gerak yang kurang baik , sehingga diperlukannya tambahan pada lambung kapal untuk memperbaiki olah gerak kapal di Danau Toba yaitu dengan penambahan lunas bilga , dan kapal yang diteliti adalah kapal penumpang tradisional KM. Horas Ronita Nainggolan , lunas bilga adalah sayap atau sirip yang tidak bergerak yang di pasang pada kelengkungan bilga di kedua sisi kapal. Lunas ini merupakan alat untuk menahan gerak oleng kapal dimana fungsinya sebagai alat penambah stabilitas kapal. Pemasangan lunas bilga harus di tempatkan sejauh mungkin dari sumbu oleng dan mengarah kearah atau sejajar sumbu tersebut,  dengan adanya penambahan lunas bilga ini akan memperbaiki gerakan kapal dengan persentasi model original terhadap setiap model pemasangan lunas dengan heaving sebesar 90,058 % , nilai pitching sebesar 80,12% , dan rolling 44,56 % , tetapi dengan penambahan lunas bilga akan menambah nilai hambatan kapal, persentasi nilai terbesar setiap model dengan model original terhadap hambatan total sebesar 9,436%, hambatan gelombang sebesar 13,10%, dan hambatan viskositas sebesar 5,16%  di Danau Toba, dan lunas bilga yang digunakan pada penelitian ini adalah bentuk segitiga, dan dapat diaplikasikan pada kapal , dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat di Danau Toba.
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN STERN FLAP PADA PERFORMA KAPAL CEPAT 60 M Sinaga, Ebin Ezer; Manik, Parlindungan; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Regulasi dari International Maritime Organization (IMO) tentang efisiensi energi menyebabkan design kapal harus memiliki hambatan sekecil mungkin agar konsumsi bahan bakar juga rendah. Beberapa modifikasi bentuk lambung kapal telah dikembangkan agar performa kapal dapat ditingkatkan menjadi lebih baik sehingga dalam penggunaannya lebih efisien.  Stern flap merupakan modifikasi bentuk lambung berupa penambahan appendage pada bagian transom bawah kapal. Aplikasi penggunaan stern flap dapat memperbaiki olah gerak kapal yang terlalu berat di belakang sehingga menyebabkan kapal memiliki kecenderungan trim buritan, meningkatkan kerja hidrodinamik dan  mengurangi hambatan yang bekerja saat kapal beroperasi. Penelitian ini menganalisa pengaruh penambahan appendage pada buritan berupa stern flap terhadap performa kapal cepat dengan menggunakan program computer berbasis Computation Fluid Dynamic (CFD. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan hasil analisa model asli yaitu  tanpa penambahan flap  dengan variasi penambahan flap pada buritan kapal. Berdasarkan hasil analisa, didapatkan peningkatan performa  kapal untuk setiap variasi stern flap dibandingkan dengan model asli. Model flap V dengan panjang flap 2% LPP dan Trailling Edge Down (TED) angle sebesar 90 merupakan variasi paling bagus. Nilai hambatan total pada setiap kecepatannya mengalami penurunan yang lebih baik dibanding model lain. Hambatan total kapal diperkecil hingga 5,53 %.
STUDI PERANCANGAN KAPAL LAYAR KATAMARAN SEBAGAI KAPAL PARIWISATA DI KEPULAUN SERIBU Saputro, Reza Andrian; Manik, Parlindungan; Hadi, Eko Sasmito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.753 KB)

Abstract

Kepulauan Seribu merupakan salah satu wilayah parisiwata laut di Indonesia bagian Barat, memiliki total luas wilayah daratan 897,71 Ha dan total luas wilayah lautan 6997,50 Km2. Dengan letak yang berdekatan dengan ibukota Negara Republik Indonesia yaitu Jakarta, tentu ini akan menjadi ha yang positif bagi wilayah Kepulauan Seribu. Oleh karena itu transportasi kapal harus dapat dimanfaatkan sebagai transportasi utamanya. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan beberapa langkah dari desain, yang merupakan perhitungan dimensi utama kapal, membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik kapal, analisis stabilitas, dan olah gerak kapal. Perencanaan lambung yang dipilih adalah jenis Catamaran (Twin Hull). Sailling Catamaran merupakan jenis kapal yang memiliki layar sebagai salah satu alat untuk menggerakkan kapal. Dengan menggunakan metode perancangan perbandingan optimasi dari kapal pembanding, didapatkan ukuran utama kapal yaitu Loa= 24,50 m, Lwl = 23,43 B = 10,05 m, H = 3,00 m, T = 1,07 m, Displacement = 53,69 ton LWT = 14,57 ton, DWT = 39,12 ton, V = 10 knot. Dan untuk hasil perhitungan hidrostatik, kapal memiliki coeffisien block (Cb) = 0,497 coeffisien midship (Cm) = 0,821 coeffisien water plan (Cwl) = 0,762 coeffisien prismatic (Cp) = 0,608 dan letak LCB = 11,58 m atau -0,67 m (dari midship). Nilai resistance yang dialami kapal sebesar 6,07 kN dan power sebesar 32,07 kW. Nilai GZ terbesar terjadi pada kondisi 4 sebesar 18,17 m. Penggunaan layar pada kapal menghasilkan gaya dorong sebesar 6,95 kN dan menghasilkan kecepatan kapal sebesar 7,93 knot.
ANALISA TEKNIS KOMPOSIT SANDWICH BERPENGUAT SERAT DAUN NANAS DENGAN CORE SERBUK GERGAJI KAYU SENGON LAUT DITINJAU DARI KEKUATAN TEKUK DAN IMPAK Hidayat, Alfikri; Yudo, Hartono; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.283 KB)

Abstract

Penggunaan bahan komposit pada dunia pekapalan belakangan ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, salah satunya penggunaan bahan limbah alami yang jarang dimanfaatkan. Namun masih kurangnya penelitian terhadap bahan komposit yang menggunakan limbah alami, oleh krena itu diperlukan pengembangan penelitian terhadap kelayakan bahan komposit limbah alami. Pada penelitian ini penulis menggunakan bahan limbah alami berupa serat daun nanas yang digunakan sebagai skin pada komposit sandwich dan serbuk gergaji kayu sengon laut yang digunakan sebagai core pada komposit sandwich. Dan penulis ingin mmengetahui kekuatan dari komposit sandwich dan masing-masing lapisan dari komposit sandwich yaitu skin dan core dengan beberapa pengujian yaitu tekuk dan impak.            Hasil dari pengujian tekuk menunjukan bahwa bahan komposit sandwich yaitu sebesar 27,7262 N/mm2, dan tegangan lentur untuk skin berpenguat serat daun nanas adalah 32,8341 N/mm2   dan tegangan lentur untuk core serbuk gergaji kayu sengon laut adalah 43,2603 N/mm2  . Dari hasil pengujian tersebut didapatkan bahwa penggunaan bahan komposit sandwich berserta skin dan corenya belum mampu untuk memenuhi standar yang diberikan oleh Biro Klasifikasi Indonesia yaitu sebesar 150 N/mm2. Hasil dari pengujian imppak juga menunjukan bahwa komposit sandwich ini belum bisa memenuhi standar yang diberikan oleh JIS. Hasil yang didapat dari pengujian impak untuk komposit sandwich adalah sebesar 0,465 Joule/mm2,untuk skin berpenguat serat daun nanas harga impak yang didapat adalah sebesar 0,655 Joule/mm2, dan untuk harga impak core serbuk gergaji kayu sengon laut adalah sebesar 0,658 Joule/mm2. Tetapi penggunaan komposit sandwich berpenguat serat daun nanas dengan core serbuk gergaji kayu sengon laut ini bisa diaplikasikan untuk komponen kapal lainnya seperti meja, jendela, pintu, lemari, dll.
PERANCANGAN BANGUNAN APUNG DAN KERAMBA DENGAN SISTEM MODULAR PONTON BERBAHAN FEROSEMEN Krismawati, Febriana Dian; Zakki, Ahmad Fauzan; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 4 (2014): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.384 KB)

Abstract

Permasalahan pembudidayaan ikan di indonesia adalah kurangnya fasilitas dan bahan yang digunakan dalam pembuatan keramba, sehingga keramba yang ada tidak memiliki umur yang panjang, serta mengalami kegagalan hasil, karena turunnya kualitas air. Sudah dikembangkan model keramba apung dari plastik, akan tetapi biayanya sangat mahal. Maka dari itu akan dilakukan penelitian perancangan keramba apung dari modular ponton berbahan ferosemen, selain lebih menghemat biaya juga akan dirancang sekaligus bangunan diatasnya sebagai pelengkap fasilitias dan bisa digunakan menjadi objek wisata. Dirancanglah bangunan apung dari modular ponton berukuran 1mx1mx1m dan dikaitkan antar ponton sehingga terbentuk bangunan – bangunan diatasnya, antara lain gudang pakan, tempat jaga dan monitoring, tempat pengolahan dan panen ikan, serta rumah makan. Jadi total ponton yang dibutuhkan ada 372 unit. Dari hasil analisa olah gerak yang dilakukan bangunan apung ini masih memenuhi standar jadi masih stabil dan aman. Variasi pembebanan yang diperhitungkan juga masih bisa ditanggung dari struktur ponton. Akan tetapi pemanfaatan sebagai objek wisata juga pasti akan memberi keuntungan yang besar. Pengalokasian bangunan ini ditempatkan di Rawa Jombor, Klaten, Jawa Tengah, dimana sudah banyak warung makan apung disana, sehingga akses untuk menikmati fasilitas-fasilitas dari bangunan ini bisa menjadi lebih mudah.
Analisa Teknis Dan Ekonomis Penggunaan Laminasi Dari Kombinsi Bambu Apus Dan Kayu Meranti Sebagai Material Alternatif Pembuatan Komponen Kapal Kayu Permana, M Saptahadi; Manik, Parlindungan; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.414 KB)

Abstract

Pengembangan teknologi balok laminasi untuk menjadi bahan alternatif pembuatan kapal kayu pada industri perkapalan. Dalam penelitian ini, balok laminasi dibuat dari kombinasi  bambu apus dan kayu meranti. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai kuat tarik sejajar, kuat tekan tegak lurus, pengaruh variasi, kelas kuat kayu berdasarkan peraturan BKI dan biaya pembuatan balok laminasi dengan variasi persentase bahan (70% kayu 30% bambu, 60% kayu 40% bambu, 50% kayu 50% bambu, 40% kayu 60% bambu, 30% kayu 70% bambu). Penelitian ini mengunakan standar SNI 03-3399-1994 untuk uji tarik dan SNI 03-3960-1995 untuk uji tekan. Hasil dari penelitian laminasi bambu apus dan kayu meranti dengan kadar air 10-14 % dan berat jenis 0,73-0,88 gr/cm3, memiliki nilai rata-rata kuat tarik sejajar sebesar 92,43-127,43 MPa dan nilai rata-rata kuat tekan tegak lurus sebesar 41,64-41,99 MPa. Variasi dengan persentase bahan mempengaruhi nilai kuat tarik, namun tidak pada nilai kuat tekan. Berdasarkan peraturan kapal kayu BKI menunjukkan bahwa laminasi bambu apus dan kayu meranti dapat dikategorikan Kelas Kuat II dan dapat dijadikan material alternatif pembuatan kapal kayu. Berdasarkan analisa ekonomi, variasi paling optimal adalah K30B70, dengan peningkatan 22,49% dari harga kayu meranti dan 34,93% dari harga bambu apus.
Analisa Efisiensi Propeller Tipe Kaplan Series Pada Kapal Tug Boat dengan Variasi Blade Area Ratio, Jumlah Daun dan Pitch Ratio Menggunakan CFD Harno, Harno; Manik, Parlindungan; Chrismianto, Deddy
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bagian dari sistem propulsi adalah alat penggerak (propeller), pemilihan alat penggerak yang baik akan mempengaruhi gaya dorong kapal. Salah satu cara pemilihan alat penggerak kapal adalah pemilihan tipe propeller maupun memberikan variasi baru pada propeller untuk menghasilkan gaya dorong yang maksimal. Kaplan series adalah salah satu jenis daun propeller yang paling banyak digunakan pada tugboat karena fungsinya untuk menghasilkan tenaga yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai thrust yang optimum, torque terendah dan efisiensi dari variasi propeller TB Pelabuhan Paket II 2X1850 HP. Variasi yang dilakukan adalah penambahan jumlah daun menjadi 5, 6, 7 daun. Memperkecil blade area ratio menjadi 0,5 dan 0,6 serta mengurangi pitch ratio menjadi 0,6 dan 0,7. Model disimulasikan menngunakan metode computational fluid dynamic pada software Ansys CFX. Hasil penelitian ini menunjukan propeller K6 60 Series pitch ratio 0,7  memiliki nilai thrust terbesar yaitu 333797 N, propeller K4 60 Series pitch ratio 0,6 mempunyai nilai torque terendah yaitu sebesar 61986,4 Nm. Nilai efisiensi paling tinggi diperoleh propeller K4 60 Series pitch ratio 0,6  yaitu sebesar 0,8727. Penambahan kort nozzle pada propeller yang memiliki thrust tertinggi mampu meningkatkan nilai thrust sebesar 810424 N  dan efisiensi sebesar 0,8178  dibanding propeller yang tidak menggunakan kort nozzle.
DESIGN STUDI PERANCANGAN WAKE EQUALIZING DUCT DALAM MENGOPTIMALKAN ALIRAN FLUIDA DIBURITAN KAPAL KRISO CONTAINER SHIP (KCS) DENGAN MTODE CFD Lubis, Andi Satriawan; Chrismianto, Deddy; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1227.633 KB)

Abstract

Pembangunan kapal menuntut efisiensi yang tinggi dan hemat energi, berbagai macam ESD ( Energi Saving Device ) untuk meminimalisikan penggunakan daya atau mengecilkan hambatan, WED (Wake Equalizing Duct ) merupakan salah satu bentuk dalam mengoptimalkan aliran fluida dibelakang kapal dan menaikan nilai efisiensi dengan menggunakan hull dari badan kapal Kriso Container Ship dan menggunakan permodelan WED dengan menggunakan Naca 0012 (National Advisory for Aeronautics) kemudian di pasangkan pada kapal Kriso Container Ship terjadi penurunan Hambatan (Rt) sebesar 12,49% dari angka hambatan awal 27,7305 menjadi 24,2658 artinya dalam pemodelan ini terjadi kenaikan angka efisiensi yang bisa menghemat bahan bakar kapal tersebut, hal ini terjadi karena dalam pemodelan dengan menggunakan WED terjadi penyatuan gelombang yang awalnya terjadi difraction menjadi terkumpul kembali dengan adanya bentuk foil yang di tempatkan pada buritan kapal sebelum propeller. Penempatan WED divariasikan terhadap sumbu poros kapal sebagai sumbu x variasi jarak menggunakan jarak dari AP ke FP atau sepanjang LPP dengan variasi 3,5%, 4%, 4,5%, 5% LPP, dan  Pemodelan menggunakan  software Rhinoceros sebagai software pemodelan secara 3D, Autocad, Delfship  dan Ansys software yang menghitung fluida terhadap fraction dan hambatan kapal dengan menggunakan metode CFD
ANALISA TEKNIS PENGGUNAAN SERAT DAUN NANAS SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN KOMPOSIT PEMBUATAN KULIT KAPAL DITINJAU DARI KEKUATAN TARIK, BENDING DAN IMPACT Hadi, Teguh Sulistyo; Jokosisworo, Sarjito; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.583 KB)

Abstract

Serat  daun nanas saat ini banyak digunakan dalam industri – industri mebel dan kerajinan rumah tangga (UKM) karena selain mudah didapat, murah, tidak membahayakan kesehatan, dapat mengurangi polusi lingkungan sehingga nantinya dengan pemanfaatan sebagai serat penguat komposit mampu mengatasi permasalahan lingkungan. Dari pertimbangan diatas maka penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan analisa teknis berupa kekuatan tarik, bending dan impak dari komposit berpenguat serat daun nanas dengan perlakuan pola anyaman variasi arah serat sudut bersilangan 0°, 11.25°, 22.50° dan 45°. Sebagai matrik resin polyester.Dari hasil pengujian spesimen dilakukan analisa kekuatan tarik, bending dan impak kemudian dibandingkan dengan nilai yang di ijinkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia sebagai tolak ukur standar ujinya. Pengujian komposit berpenguat serat daun nanas membandingkan arah serat sudut 0°, 11.25°, 22.50° dan 45°, perlakuan serat pola anyaman, fraksi volume 70% matriks polyester dan 30% serat daun nanas, dengan metode hand lay up, hasil pengujian didapat nilai kekuatan tarik tertinggi dimiliki oleh komposit dengan arah sudut 45° rata – rata kuat tariknya 34.8 Mpa dan rata – rata modulus elastisitasnya 6088.16 Mpa, sedangkan nilai kekuatan uji bending tertinggi pada sudut 22.50° dengan nilai rata – rata 144.08 Mpa dan nilai uji impact tertinggi pada sudut 45° dengan nilai 0.0375 joule/mm2. Hasil pengujian menunjukan bahwa kekuatan tarik,  modulus elastisitas dan kekuatan uji bending tertinggi dari komposit berpenguat serat daun nanas belum dapat memenuhi ketentuan peraturan kekuatan tarik dan modulus elastisitas dari BKI yang mempunyai nilai standar kekuatan tarik 100 Mpa, modulus elastisitas 7000 Mpa dan kekuatan bending 150 Mpa.
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrofi, Arnan Achmad Kurniawan Zakaria Ahmad Fauzan Zakki Akbar Triansyah Alamanda Sulistianingtyas Alfikri Hidayat, Alfikri Alif Fauzan Rachmat Anam, Muhammad Aza Syafiul Ananda Arifin Zul Zihni Andi Satriawan Lubis, Andi Satriawan Andi Trimulyono Andy Wibowo Ari Wibawa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arief Situmorang Ario Nugroho Prihutomo Ariq Fadhlurrahman Rahardjo Asfala, Davierend Astrid Wulandari Avian Putri Utami Benny A.M Napitupulu, Benny Berlian Arswendo Adietya Biwa Abi Laksana Burhannudin Senoaji Caniago, Fahlan Parezki Chandra Ahmad Venzias Citra Tri Tunggal Dewi Dame Kita Ginting Dan Fianca David Adhi Prasetyo, David Adhi Deddy Chrismianto Dede Nugraha Sentosa HS Dhawala, Pakavy Aqshall Dhea Margaretha Edwin Wijaya Eko Sasmito Hadi Endah Dyah Aprianti Fakhri, Alfian Fakhrul Arifin Febriana Dian Krismawati Firdhaus, Ahmad Gigih Niagara Good Rindo Haloho, Albert Tua Hanif Hisyam Hernanta Harno, Harno Hartono Yudo Haryo Baskoro Herman Ferdinan Philip Simanjuntak Hugo Digitec E. Sembiring Ighel Bryantama Putra Imam Pujo Mulyatno Indiaryanto, Mahendra Insanu Abdilla Cendikia Abar Ismail, Izzuddin Nadzir Ivel Afra Sevira Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kamal Kenteurachmat, Ahmad Khoirul Anam Khusnul Khotimah Kiryanto Kiryanto Kiryanto, K. Kusuma, Ghiyats Abiyyu Lubis, Bobby Parel Antonio Lumban batu, Afriando M. Iqbal Mahendra Indiaryanto Marsaut Maurit Rumapea, Marsaut Maurit Maulana, Muhammad Dhefa Muhammad Fadel Alfaressy Samosir Muhammad Ikhsan Muhammad Imam Malik Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Rahmat Darmawan Muhammad Wahyu Prihantoro Musfar, Raka Fadlyan Nainggolan, Diontius Namo Prima Sembiring Novem, Dicky Putra Nurul Huda Ocid Mursid Pani Prima Tambunan Paul CM Permana, M Saptahadi Prasetya, Blinka Hernawan Prasetyo Nugroho Pratama, Rezky Naufal Pratiwi, Ovin Ranica Prayoga, Rhizky Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Assidiq rajagukguk, mangatas yohannes Reinhard Fernando Hutapea Reza Andrian Saputro Rezky Naufal Pratama Rifandi Aditya Rino Natalia Situmorang Rizaldo, M. Fikry Rizka Cholif Arrahman Rosiana Dewi Sadewo, Guntur Saeful Huda Mursito Sahat Nico Juan Varian Sibarani Samuel Samuel Sapto Wiratno Satoto Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sembiring, Benami I G Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Sumintono, Heraldo Petra Surya Yusuf Afriansyah Syaiful Arifin Tambunan, Govinda Daniel Parasian Teguh Sulistyo Hadi, Teguh Sulistyo Tobing, Christabel Giovanny Tri Putra P Lumbantobing Tubongkasi, Yehezkiel Mizzi Nicole Tuswan Tuswan Untung Budiarto Wahyu Masykuri Al Hakim Wesly M Napitu Widya Rahman Fitriadi Widyatmoko, Ari Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yermias Rahardian Andilolo Yopi Tri Setiadi Yosafat Nugraha Putra