Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Rancang bangun alat pemanen madu lebah tanpa sengat (Trigonasp.) Muhammad Idkham; Purwana Satryo; Maulidi Maulidi
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol 2 No 2 (2023): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/sjme.v2i2.491

Abstract

Madu merupakan salah satu sumber daya alam yang berasal dari hewan lebah dan memiliki berbagai manfaat bagi manusia. Di Indonesia, lebah penghasil madu yang sering dibudidayakan adalah jenis lebah Trigonasp atau biasa dikenal sebagai lebah tanpa sengat dikarenakan memudahkan petani dalam proses pemanenan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan rancang bangun alat pemanen madu lebah tanpa sengat (Trigonasp) menggunakan pompa elektrik. Prosedur penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan desain alat pemanen madu lebah tanpa sengat menggunakan software Solid Works 2017. Selanjutnya dilakukan pengujian fungsional dan struktural alat menggunakan tiga jenis madu diantaranya madu kuning, madu hitam, madu Apis dorsata, dan air menggunakan mesin pompa air elektrik dan wadah hasil panen tipe saring dengan sistem sedotan pada kantong tempat tersimpannya madu lebah tanpa sengat dengan membandingkannya dengan tipe pemanenan konvensional menggunakan suntikan serta menghitung perbandingan kinerja alat pemanen konvensional dan alat pemanen madu lebah tanpa sengat. Parameter pada penelitian ini meliputi karakteristik viskositas, analisa teknik, dan analisis kesesuaian desain. Hasil dari penelitian didapat bahwa nilai viskositas terkecil terdapat pada madu kuning yaitu 198.8 cP dan terbesar pada madu hitam yaitu 253.4 cP. Nilai debit aliran paling besar terdapat pada alat pemanen pompa elektrik untuk madu kuning sebesar 4.16 liter/jam, kecepatan aliran terbesar didapat pada konvensional untuk madu kuning yaitu 26.035 cm/detik dan kapasitas kerja paling besar untuk madu didapat pada jenis madu kuning pada pompa elektrik dengan nilai sebesar 4.17 liter/jam.
Performance of Automatic Watering System for Bean Sprout Based on Microcontroller ATmega 328p Muhammad Idkham; Siti Mechram; Danang Abiyyudanah; Wirda Syadara; Muhammad Dhafir; Syafrizal Syafrizal
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 14, No 2 (2025): April 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i2.613-622

Abstract

Technological advancements in agriculture are crucial to meeting the increasing global food demand. Mung bean sprout (Vigna radiata) cultivation requires efficient irrigation to ensure optimal growth. This study designs and evaluates an automatic irrigation system based on the ATmega 328P microcontroller to address the challenge of watering every four hours. The system integrates water flow sensors, relays, and solenoid valves controlled by C-based software in the Arduino IDE. Nine different irrigation test combinations were conducted to determine the most effective strategy. Each treatment had three levels and was tested in triplicate. Data analysis was performed using ANOVA (α = 0.05), followed by the DMRT test to evaluate treatment interactions. Results indicate that the system operates consistently in regulating water flow, improving irrigation efficiency, and reducing human intervention. The best performance was achieved using 50 liters of water with a shower nozzle, yielding the highest production capacity. The system improves irrigation efficiency, prevents over- and under-watering, and enhances crop yield. Analysis shows that water quantity and spraying method influence the yield ratio value in a complex pattern. The W2N3 combination produced the highest value (3.6), while W1N1 had the lowest (2.4). Overall, their interaction significantly affects irrigation effectiveness. Keywords: Agricultural automation, Automatic irrigation, Microcontroller ATmega 328P, Mung bean sprouts (Vigna radiata), Performance testing.
Peningkatan Omset Melalui Perbaikan Teknologi Produksi Petani Tauge (Vigna Radiata) Skala Home Industry Dengan Sistem Penyiraman Otomatis Berbasis Timer Idkham, Muhammad; Dhafir, Muhammad; Safrizal
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 1 No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 1 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v1i1.14

Abstract

Pengabdian ini didasarkan pada situasi di lapangan yang menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat di desa Lam Alue Cut Kecamatan Kutabaro Kabupaten Aceh Besar berprofesi sebagai petani tauge (Vigna radiata). Proses penyiraman dengan periode 4 jam sekali tersebut dirasa menjadi kendala yang sangat berat oleh mitra petani tauge, dimana mitra tidak bisa meninggalkan tempat usaha mereka lebih dari 4 jam, selain itu mitra juga tidak bisa istirahat seperti idealnya orang tidur normal di malam hari, pengakuan mereka dalam kurun waktu tertentu dapat mengganggu kesehatan mereka karena kurang tidur di malam hari. Oleh karena itu perlu sebuah piranti yang dapat memberikan jalan keluar (problem solving), penyiraman secara konvensional digantikan dengan sebuah teknologi penyiraman kecambah secara otomatis, (Affrida et al., 2022), (Hamdi, 2019) dan (Wulandari et al., 2020). Tujuan pengabdian penerapan mekanisme penyiraman otomatis berbasis timer untuk peningkatan efisiensi waktu dan kesejahteraan. Target yang dicapai adalah sistem penyiraman otomatis hasil perancangan yang tepat digunakan pada penyiraman pada proses produksi tanaman tauge, dimana dapat diatur kapan waktu dimulai, durasi dan frekuensi penyiraman, sehingga dapat meningkatkan efisiensi waktu pengelolaan usaha mitra, peningkatan kapasitas produksi, berdampak dalam meningkatkan pendapatan usaha mitra pengabdi. Metode yang digunakan berupa pengarahan, penyuluhan dan pelatihan (training) secara tutorial, pembagian brosur dari tim pengabdi kepada mitra home industri petani tauge dalam pemasangan, penyetelan serta mengoperasikan sistem penyiraman otomatis di lapangan dilanjutkan dengan diskusi. Teknologi penyiraman otomatis hasil rancangan telah mampu bekerja dengan baik untuk kebutuhan air tanaman tauge, mesin ini dapat diatur durasi dan frekuensi waktu pemberian air selama 24 jam berbasis timer.
Assessment of Robusta Coffee Quality Using Parameters of Specialty Coffee Association by Analytical Hierarchi Process (AHP) Method Safrizal, Safrizal; Safmila, Yuliani; Jannar, Miftahul; Yusmanizar, Yusmanizar; Idkham, Muhammad
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 4 (2025): August 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i4.1282-1290

Abstract

Understanding differences of the interests and tastes of each consumer are the basis for developing Robusta coffee in Aceh. This study aims to obtain consumer preferences on Robusta coffee in term of quality parameters of the Specialty Coffee Association (SCA). Robusta coffee samples were obtained from three places, namely Tangse, Lamno and Bener Meriah. Post-harvest handling of coffee beans included dry and wet processes. Preparation of test samples was carried out by following the SCA protocol, coffee testing was carried out by 3 professional panelists (Q-Grader). Consumer preferences was analyzed using the analytic hierarchical process (AHP) method. The results of the study indicated that the taste of Robusta coffee with a weight value 0.36 is preferred over other parameters. Based on the taste test on respondents, the best coffee based on ranking using the AHP method is Lamno coffee with wet processing which has a preference level of 0.0429. The results is in accordance with the cupping test assessment and the taste assessment which lies in the assessment of the best coffee, namely Lamno coffee with wet processing achieving a total cupping score of 75.25. Using the Analytical Heirarchy Process (AHP) method Lamno Robusta coffee with wet processing is the best based on the quality parameters from the SCA.   Keywords: AHP, Coffee, Lamno, Robusta, Tangse.
Analisis beban kerja operator pada pengoperasian trailer pivot II menggunakan traktor roda dua dengan roda besi termodifikasi di lahan miring Safrizal, Safrizal; Zulkhairi, Zulkhairi; Syafriandi, Syafriandi; Dhafir, Muhammad; JA, Sudarma; Idkham, Muhammad
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol. 1 No. 1 (2022): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain penggandengan trailer pivot pada traktor roda dua sudah dilakukan penambahan roda bantu dibawah tempat duduk operator dan penambahan pin pivot, dimana hal ini agar memudahkan operator memanuver trailer yang digandengkan pada traktor saat melintasi lahan yang bergelombang dan belokan. Namun penggandengan ini masih memiliki kelemahan, diantaranya kurang ergonomis pada tempat duduk operator, penempatan kaki operator yang belum bisa menyesuaikan dengan setiap operator dan tidak ada sistem pengereman yang akan mengakibatkan trailer tidak dapat berbelok dengan sempurna di lahan miring, begitu pula dengan penggunaan roda traktor yang dapat menyesuaikan dengan berbagai lahan miring dan tidak menyebabkan kesulitan pada saat penggangkutan hasil panen, oleh karena itu perlu dilakukan modifikasi lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis beban kerja operator pada pengoperasian trailer pivot II menggunakan traktor roda dua dengan roda besi termodifikasi di lahan miring sawit. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif. Tahapan pengujian dilakukan pada lahan datar (0°) dan lahan miring (10°, 30°) dengan pengambilan data awal yaitu data antropometri, data denyut jantung baik pada saat steptest dan saat pengoperasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengoperasian traktor dengan trailer pivot II menggunakan roda besi termodifikasi pada beberapa variasi kemiringan lahan (0°, 10°, dan 30°) masing-masing menunjukkan nilai Inscrease Ratio of Heart Rate (IRHR) sebesar 1,04-1,07, 1,07-1,19 dan 1,10-1,24 dengan tingkat beban kerja rata-rata “Ringan”. Sedangkan energi rata-rata yang dikeluarkan operator per berat badan dalam mengendarai trailer pivot II pada di lahan datar diperoleh nilai rata-rata yaitu 1,18–1,45 kkal/kg.jam. Pada lahan miring 10° mempunyai nilai 1,40–2,10 kkal/kg.jam. Sedangkan pada lahan 30° adalah 1,62–2,34 kkal/kg.jam.
Rancang bangun alat pemanen madu lebah tanpa sengat (Trigonasp.) Idkham, Muhammad; Satriyo, Purwana; Maulidi, Maulidi
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol. 2 No. 2 (2023): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madu merupakan salah satu sumber daya alam yang berasal dari hewan lebah dan memiliki berbagai manfaat bagi manusia. Di Indonesia, lebah penghasil madu yang sering dibudidayakan adalah jenis lebah Trigonasp atau biasa dikenal sebagai lebah tanpa sengat dikarenakan memudahkan petani dalam proses pemanenan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan rancang bangun alat pemanen madu lebah tanpa sengat (Trigonasp) menggunakan pompa elektrik. Prosedur penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan desain alat pemanen madu lebah tanpa sengat menggunakan software Solid Works 2017. Selanjutnya dilakukan pengujian fungsional dan struktural alat menggunakan tiga jenis madu diantaranya madu kuning, madu hitam, madu Apis dorsata, dan air menggunakan mesin pompa air elektrik dan wadah hasil panen tipe saring dengan sistem sedotan pada kantong tempat tersimpannya madu lebah tanpa sengat dengan membandingkannya dengan tipe pemanenan konvensional menggunakan suntikan serta menghitung perbandingan kinerja alat pemanen konvensional dan alat pemanen madu lebah tanpa sengat. Parameter pada penelitian ini meliputi karakteristik viskositas, analisa teknik, dan analisis kesesuaian desain. Hasil dari penelitian didapat bahwa nilai viskositas terkecil terdapat pada madu kuning yaitu 198.8 cP dan terbesar pada madu hitam yaitu 253.4 cP. Nilai debit aliran paling besar terdapat pada alat pemanen pompa elektrik untuk madu kuning sebesar 4.16 liter/jam, kecepatan aliran terbesar didapat pada konvensional untuk madu kuning yaitu 26.035 cm/detik dan kapasitas kerja paling besar untuk madu didapat pada jenis madu kuning pada pompa elektrik dengan nilai sebesar 4.17 liter/jam.
Pelatihan Pembuatan Minuman Sari Buah dan Teh Belimbing Wuluh Di Gampong Cucum, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar Hartuti, Sri; Idkham, Muhammad; Dhafir, Muhammad; Agustina, Raida; Juanda, Juanda
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 1 No 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 1 Nomor 2,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v1i2.19

Abstract

Belimbing wuluh merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Gampong Cucum Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar. Beberapa cara pemanfaatan buah belimbing wuluh yang paling populer di masyarakat Aceh adalah pembuatan asam sunti. Selain asam sunti, belimbing wuluh dapat dijadikan minuman sari buah dengan mengurangi rasa asam. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan mampu mengenalkan dan mengembangkan belimbing wuluh menjadi beragam produk olahan yang memiliki nilai jual tinggi, yaitu berupa minuman sari buah dan minuman teh belimbing wuluh. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah dengan metode penyuluhan secara tutorial, diskusi, pembagian brosur serta demonstrasi alat dan produk olahan belimbing wuluh. Hasil dari kegiatan ini adalah respon positif dari peserta dalam mengikuti pelatihan dan adanya minat yang tinggi dari para peserta untuk memanfaatkan belimbing wuluh menjadi minuman sari buah dan teh belimbing wuluh sebagai produk olahan yang diminati oleh konsumen.
Kajian Kelayakan Usaha Industri CPO Asam Tinggi Kapasitas 2 Ton/Hari Di Desa Pasar Bembah Kecamatan Air Napal Bengkulu Utara Intara, Yazid Ismi; Revanza, Noval; Koto, Hidayat; Idkham, Muhammad
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 2 (2024): Volume No. 17, No. 2, Oktober 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i2.37712

Abstract

Abstrak. Pabrik CPO asam tinggi merupakan usaha pengolahan brondolan sawit menjadi CPO asam tinggi sebagai bahan bakar biodiesel di Desa Ps. Bembah Kecamatan Air Napal Bengkulu Utara. Penelitian bertujuan melakukan analisis ekonomi pada pabrik sawit masyarakat yang berfokus terhadap kajian kelayakan berdirinya usaha pabrik CPO asam tinggi. Metode yang digunakan mengkaji aspek non finansial (Aspek pasar, teknis, manajemen, serta sosial dan lingkungan), dan aspek finansial untuk menentukan kelayakan pendirian pabrik CPO asam tinggi dengan kriteria investasi yaitu NPV, IRR dan PP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian kelayakan usaha industri CPO asam tinggi ditinjau dari aspek non finansial dikategorikan layak karena jumlah permintaan dan pendapatan lebih besar dari jumlah pengeluaran, selain itu pendirian pabrik CPO asam tinggi memberikan manfaat yaitu dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar dan memberikan dampak postif kepada petani sawit karena dapat menjual brondolan sawit dengan harga yang tinggi tanpa adanya sortasi serta limbah CPO dapat dijual sehingga menguntungkan bagi pemilik usaha, dan limbah tidak mencemari lingkungan sekitar pabrik. Sedangkan untuk aspek finansial dikategorikan layak dengan kriteria investasi yang menunjukan bahwa nilai NPV sebesar (Rp 66.483.480 0), IRR (8,48% 0) dan Payback Period ( 8 bulan), lebih cepat dibandingkan umur proyek.Feasibility Study Of High Acid CPO Industry Business For 2 Tons/Day Capacity In Pasar Bembah Village, Air Napal District, North BengkuluAbstrak. The high acid CPO factory is a business processing palm fruit pulp into high acid CPO as biodiesel fuel. The research aims to conduct an economic analysis of community palm oil mills on studying the feasibility of establishing high acid CPO mill business. The method used examines non-financial aspects (market, technical, management, and social and environmental aspects), and financial aspects to determine the feasibility of establishing high acid CPO factory with investment criteria namely NPV, IRR and PP. The results research showed that the feasibility study of the high acid CPO industry business in terms of non-financial aspects was categorized as feasible because the amount of demand and income was greater than the amount of expenditure, besides that the establishment of high acid CPO factory provides benefits, namely it can create jobs for the surrounding community and have positive impact. to palm oil farmers because they can sell palm fruit pulp at high price without sorting and CPO waste can be sold. Meanwhile, the financial aspect was categorized as feasible with investment criteria: value the NPV (Rp. 66.483.480 0), IRR (8.48% 0) and Payback Period (8 months), faster than the life of the project.
Performance of Automatic Watering System for Bean Sprout Based on Microcontroller ATmega 328p Idkham, Muhammad; Mechram, Siti; Abiyyudanah, Danang; Syadara, Wirda; Dhafir, Muhammad; Syafrizal, Syafrizal
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i2.613-622

Abstract

Technological advancements in agriculture are crucial to meeting the increasing global food demand. Mung bean sprout (Vigna radiata) cultivation requires efficient irrigation to ensure optimal growth. This study designs and evaluates an automatic irrigation system based on the ATmega 328P microcontroller to address the challenge of watering every four hours. The system integrates water flow sensors, relays, and solenoid valves controlled by C-based software in the Arduino IDE. Nine different irrigation test combinations were conducted to determine the most effective strategy. Each treatment had three levels and was tested in triplicate. Data analysis was performed using ANOVA (α = 0.05), followed by the DMRT test to evaluate treatment interactions. Results indicate that the system operates consistently in regulating water flow, improving irrigation efficiency, and reducing human intervention. The best performance was achieved using 50 liters of water with a shower nozzle, yielding the highest production capacity. The system improves irrigation efficiency, prevents over- and under-watering, and enhances crop yield. Analysis shows that water quantity and spraying method influence the yield ratio value in a complex pattern. The W2N3 combination produced the highest value (3.6), while W1N1 had the lowest (2.4). Overall, their interaction significantly affects irrigation effectiveness. Keywords: Agricultural automation, Automatic irrigation, Microcontroller ATmega 328P, Mung bean sprouts (Vigna radiata), Performance testing.