Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Intonasi Perasaan Senang Tuturan Bahasa Melayu Langkat dengan Menggunakan Metode Average Emmy Erwina
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.7228

Abstract

This study describes the intonation pattern of Langkat Malay speech in happy emotions. This research is an experimental phonetic study to experiment with happy speech among the ordinary people and the aristocracy in Tanjungpura, Langkat Regency, North Sumatra. Data obtained from the utterances of six informants and 40 respondents who were tested. This study uses the acoustic-phonetic theory and Praat program. The target speech in the study for happy emotions is [sәnãή benã amba mәndeήãr kabήã jo]. The research method used in this research is by using the Average method. The data obtained will be processed to determine how much the intonation of happy feelings in Malay language utterances is still used. The results showed that the average person's emotional content was higher than among the aristocrats, and there was a difference in the duration of the pronunciation. By making changes to happy emotional speech, namely decreasing several sts, the result still shows the meaning of happy emotions. Even when it is raised a few sts, the result becomes a pleasing emotional meaning.Penelitian ini mendeskripsikan pola intonasi tuturan bahasa Melayu Langkat dalam emosi senang. Penelitian ini merupakan kajian fonetik eksperimental, yaitu melakukan percobaan berupa tuturan senang pada kalangan orang kebanyakan dan kaum bangsawan yang berada di Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Data diperoleh dari tuturan enam informan dan 40 responden yang diujipersepsikan. Penelitian ini menggunakan teori fonetik akustik dan program Praat.Tuturan target dalam penelitian untuk emosi senang adalah [sәnãή benã amba mәndeήãr kabarήã jo]. Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode Average. Data yang didapatkan akan diolah sehingga mendapatkan presentase seberapa besar intonasi perasaan senang pada tuturan bahasa melayu langkat yang masih digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan emosi senang dari kalangan orang kebanyakan lebih tinggi dibandingkan dengan kalangan kaum bangsawan dan terdapat perbedaan durasi pada saat pengucapan. Dengan melakukan perubahan tuturan emosi senang, yaitu menurunkan beberapa st hasilnya masih tetap menunjukkan makna emosi senang, tetapi ketika dinaikkan beberapa st maka, hasilnya menjadi makna emosi sangat senang.
Persepsi Intonasi Tuturan Kaum Bangsawan Melayu Terhadap Emosi (Perception of the Speech Intonation of the Malay Nobility Against Emotions) Emmy Erwina
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i2.7904

Abstract

This study aims to describe the intonation perception of the Malay aristocrats' speech on emotions. This study uses an experimental phonetic study among the nobility in Tanjungpura, Langkat Regency, North Sumatra. This study uses acoustic-phonetic theory and also uses the Praat program. Data analysis used the Average method so that the percentage of Malay nobility's perception of the intonation of emotional speech was obtained. The results of this study get the percentage of data on angry emotional speech, which is 40%. For the percentage of data on the perception of the nobility towards sad emotional speech, namely all respondents.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi intonasi tuturan kaum bangsawan Melayu terhadap emosi. Penelitian ini menggunakan kajian fonetik eksperimental pada kalangan bangsawan di Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan teori fonetik akustik serta digunakan juga program Praat. Analisis data menggunakan metode Average sehingga diperoleh persentase persepsi kaum bangsawan Melayu terhadap intonasi tuturan emosi. Hasil dari penelitian ini mendapatkan persentase data terhadap tuturan emosi marah, yaitu sebesar 40%. Untuk persentase data persepsi kaum bangsawan terhadap tuturan emosi sedih yaitu seluruh responden. 
Analisis Kesalahan Pengucapan Pada Program Talk Show Di Televisi Indonesia Emmy Erwina
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2849

Abstract

This study discusses the analysis of pronunciation errors in talk shows that occur in several television stations in Indonesia. The data collected for analysis was to see whether the standard spoken language used in talk shows or not when Speaking in talk shows and the errors found in their talk shows were constructed by their language standards. This research is a phonetic study of Indonesian sounds and pronunciation only. The theoretical framework used in this study is based on error analysis theory such as Corder, Selinker and Richards. It is also based on structural linguistic theories such as those elaborated by Pike and those put forward by Kridalaksana in analyzing sound errors in Indonesian. The design of the research method used in this study is in accordance with the error analysis in analyzing the error data collected from the talk show audience survey at each television station in Indonesia. This research was conducted to analyze the errors of vowels, diphtongs, and consonants. This investigation shows that the errors found in the data are as follows: inter-language errors such as hypercorrection to take advantage of the use of standard languages caused by mother tongues such as Javanese, Batak, and Slang. AbstrakPenelitian ini membahas tentang analisis kesalahan pengucapan pada talkshow yang terjadi di beberapa stasiun televisi di Indonesia. Data yang dianalisis merupakan data yang digunakan untuk mengetahui apakah bahasa lisan standar digunakan dalam acara bincang-bincang atau tidak dan apakah kesalahan yang ditemukan dalam acara bincang-bincang dipengaruhi oleh bahasa standar yang digunakan. Penelitian ini merupakan studi fonetik tentang bunyi dan pengucapan bahasa Indonesia. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada teori analisis kesalahan seperti Corder, Selinker, dan Richards. Hal ini juga didasarkan pada teori-teori linguistik struktural seperti yang dielaborasi oleh Pike dan yang dikemukakan oleh Kridalaksana dalam menganalisis kesalahan bunyi bahasa Indonesia. Rancangan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan analisis kesalahan dalam menganalisis data kesalahan yang dikumpulkan dari survei penonton talk show di setiap stasiun televisi di Indonesia. Penelitian dilakukan untuk menganalisis kesalahan bunyi vokal, diftong, dan konsonan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan yang ditemukan pada data adalah sebagai berikut: kesalahan antarbahasa seperti hypercorrection untuk menghindari penggunaan bahasa standar yang disebabkan oleh bahasa ibu seperti bahasa Jawa, Batak, dan bahasa gaul.
Pendampingan Penerjemahan dan Penyusunan Media Promosi Wisata Dwibahasa Berbasis Digital di Tangkahan, Sumatera Utara, untuk Meningkatkan Visibilitas Destinasi, Kunjungan Wisatawan Mancanegara, dan Pendapatan Masyarakat Lokal Emmy Erwina; Bima Prana Chitra; Lisna Sari Siregar; Widelya Shafa April; Winanda Salvira
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 02 (2024): EDISI SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat memerlukan strategi promosi yang mampu menjangkau wisatawan domestik maupun mancanegara. Ekowisata Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, memiliki potensi wisata alam yang tinggi, namun masih menghadapi keterbatasan dalam penyediaan media promosi dwibahasa dan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dalam menerjemahkan dan menyusun media promosi wisata dwibahasa berbasis digital guna meningkatkan visibilitas destinasi, menarik kunjungan wisatawan mancanegara, dan mendukung peningkatan pendapatan masyarakat lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan konsep Community-Based Tourism (CBT) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan English for Tourism, pendampingan penerjemahan, penyusunan media promosi digital, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Program melibatkan 20 peserta yang terdiri atas anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, pemandu wisata, dan pengelola destinasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan bahasa Inggris peserta meningkat dari 59,95 menjadi 84,45, sedangkan kemampuan promosi digital meningkat dari 56,15 menjadi 85,50. Tingkat kepuasan peserta mencapai rata-rata 4,65 pada skala lima, dengan 65% peserta menyatakan sangat puas dan 35% menyatakan puas terhadap pelaksanaan program. Selain peningkatan kompetensi, kegiatan ini menghasilkan berbagai media promosi wisata dwibahasa berbasis digital yang siap digunakan pada website dan media sosial destinasi. Program ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis partisipatif mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan promosi digital, meningkatkan visibilitas destinasi, serta mendukung pengembangan ekowisata yang berkelanjutan.
PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN BAHASA GAUL DI MEDIA SOSIAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS AKADEMIK MAHASISWA PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PENGUATAN LITERASI AKADEMIK DAN KUALITAS PUBLIKASI ILMIAH MAHASISWA Emmy Erwina; Arifuddin; Bima Prana Chitra; Jihan Anisah Putri; Muhammad Ali Azwa
Vernacular: Linguistics, Literature, Communication and Culture Journal Vol. 3 No. 2 (2024): January Edition 2024
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid growth of social media has transformed university students' communication practices, leading to the widespread use of slang language in everyday digital interactions. This phenomenon has raised concerns regarding its potential influence on academic writing, which requires the use of formal, coherent, and standardized language. This study aims to examine the influence of the intensity of slang language use on social media on the academic writing ability of Indonesian university students and its subsequent impact on academic literacy and the quality of students' scientific publications. The study employed a quantitative explanatory research design. Data were collected through structured questionnaires, assessments of students' academic writing, and evaluations of scientific manuscripts using validated assessment rubrics. Respondents were selected using a multistage stratified random sampling technique to ensure representation from various higher education institutions across Indonesia. The collected data were analyzed using descriptive statistics, validity and reliability testing, and Structural Equation Modeling (SEM) to examine both direct and indirect relationships among the proposed variables. The findings indicate that the intensity of slang language use on social media significantly influences students' academic writing ability. Furthermore, academic writing competence contributes positively to the development of academic literacy, which subsequently enhances the quality of students' scientific publications. The findings suggest that slang language represents a natural form of linguistic variation within digital communication; however, students require stronger linguistic awareness to distinguish between informal digital discourse and formal academic writing. This study contributes to the development of digital sociolinguistics and applied linguistics by providing empirical evidence regarding the relationship between digital language behavior and academic performance. The findings also offer practical recommendations for higher education institutions to strengthen academic literacy programs and scientific writing instruction in response to the challenges of the digital era.
Pendampingan Optimalisasi Komunikasi Digital Berbahasa Inggris bagi Pelaku UMKM Berastagi untuk Meningkatkan Pemasaran Produk pada Pasar Global Bima Prana Chitra; Emmy Erwina; Lisna Sari Siregar; Febianti Ngongo; Widelya Shafa April
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Berastagi memiliki potensi besar untuk menembus pasar global melalui pemasaran digital. Namun, keterbatasan kemampuan komunikasi digital berbahasa Inggris, khususnya dalam menyusun konten promosi, berinteraksi dengan pelanggan internasional, dan memanfaatkan platform digital, masih menjadi kendala utama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi digital berbahasa Inggris bagi pelaku UMKM Berastagi sehingga mampu memperluas jangkauan pemasaran produk ke pasar internasional. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan interaktif, praktik langsung, pendampingan intensif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi pelatihan mencakup penyusunan deskripsi produk dalam bahasa Inggris, teknik copywriting digital, komunikasi dengan pelanggan asing, serta optimalisasi media sosial dan marketplace global. Sebanyak 30 pelaku UMKM mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama tiga hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta dalam menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi pemasaran digital yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata post-test dibandingkan pre-test. Selain itu, peserta mampu menghasilkan konten promosi berbahasa Inggris yang lebih komunikatif, informatif, dan sesuai dengan karakteristik pasar internasional. Pendampingan juga meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam berinteraksi dengan calon pembeli mancanegara melalui media digital. Dengan demikian, program ini berkontribusi terhadap penguatan kapasitas sumber daya manusia UMKM dalam mendukung transformasi digital dan peningkatan daya saing produk lokal di pasar global. Keberlanjutan program melalui pendampingan berkala dan penguatan jejaring pemasaran internasional diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas terhadap peningkatan kinerja ekspor UMKM Berastagi.
Pelatihan Komunikasi Lintas Budaya Berbahasa Inggris Berbasis Hospitality bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Berastagi untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan, Kepuasan Wisatawan Mancanegara, Daya Saing Usaha, dan Pendapatan Masyarakat Lokal Yuniarti Hia; Emmy Erwina; Kiki Wardana; Siti Aisyah; Moeammar Khatam
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan wisata Berastagi merupakan salah satu destinasi unggulan di Sumatera Utara yangdidukung oleh berkembangnya sektor ekonomi kreatif, seperti usaha kuliner, suvenir, homestay,dan jasa pemandu wisata. Namun, kemampuan komunikasi berbahasa Inggris, pemahamankomunikasi lintas budaya, serta penerapan prinsip hospitality pada sebagian pelaku ekonomikreatif masih belum optimal, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan kepadawisatawan mancanegara. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkankemampuan komunikasi lintas budaya berbahasa Inggris berbasis hospitality guna meningkatkankualitas pelayanan, kepuasan wisatawan mancanegara, daya saing usaha, dan pendapatanmasyarakat lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Learningand Community Empowerment melalui tahapan analisis kebutuhan, pre-test, pelatihan, simulasi(role play), pendampingan lapangan, post-test, dan monitoring. Evaluasi dilakukanmenggunakan pendekatan deskriptif melalui perbandingan kondisi sebelum dan sesudahpelatihan. Berdasarkan data simulasi yang digunakan sebagai ilustrasi penyusunan artikel, hasilkegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta dalam komunikasi bahasa Inggris, pemahaman komunikasi lintas budaya, serta penerapan pelayanan berbasis hospitality.Peserta juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam melayani wisatawanmancanegara, kemampuan bekerja sama dengan pelaku usaha lain, serta tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pelaksanaan program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasispraktik dan pendampingan lapangan merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkankapasitas sumber daya manusia pada sektor ekonomi kreatif berbasis pariwisata. Program ini berpotensi mendukung peningkatan kualitas pelayanan, memperkuat daya saing destinasi wisata Berastagi, serta mendorong pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Pelatihan Komunikasi Bahasa Inggris Berbasis Warisan Budaya Melayu Bagi Pemandu Wisata Istana Maimoon Untuk Meningkatkan Kualitas Interpretasi Budaya Dan Kepuasan Wisatawan Mancanegara Emmy Erwina; Bima Prana Chitra; Lisna Sari Siregar; Widelya Shafa April; Winanda Salvira
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 02 (2025): EDISI SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemandu wisata memiliki peran strategis dalam membangun pengalaman wisatawan melalui penyampaian informasi yang komunikatif, akurat, dan berorientasi pada interpretasi budaya. Namun, hasil identifikasi kebutuhan pada pemandu wisata Istana Maimoon menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi Bahasa Inggris, penguasaan kosakata pariwisata, serta keterampilan menginterpretasikan warisan budaya Melayu kepada wisatawan mancanegara masih belum optimal. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan dan kepuasan wisatawan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris berbasis warisan budaya Melayu bagi pemandu wisata Istana Maimoon sehingga mampu meningkatkan kualitas interpretasi budaya dan pelayanan kepada wisatawan mancanegara. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis kebutuhan, penyusunan modul pelatihan, pelaksanaan pelatihan berbasis English for Tourism, heritage interpretation, storytelling, komunikasi lintas budaya, praktik lapangan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Berdasarkan data simulasi yang digunakan sebagai contoh analisis, rata-rata nilai peserta meningkat dari 59,50 pada tahap pre-test menjadi 84,30 pada tahap post-test. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan pada aspek kelancaran komunikasi, penguasaan materi budaya Melayu, kemampuan storytelling, pelafalan, dan kepercayaan diri peserta. Selain itu, sebagian besar peserta memberikan respons sangat puas terhadap materi, metode, dan proses pendampingan selama pelatihan. Secara keseluruhan, program pelatihan menunjukkan potensi dalam meningkatkan kompetensi komunikasi profesional pemandu wisata sekaligus memperkuat kualitas interpretasi budaya Melayu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan wisata heritage di Istana Maimoon. Ke depan, pelaksanaan program serupa perlu didukung oleh evaluasi berbasis data empiris dan pendampingan berkelanjutan agar dampaknya terhadap kepuasan wisatawan dan daya saing destinasi dapat diukur secara lebih komprehensif
Pendampingan Penerjemahan Informasi Sejarah dan Budaya Istana Maimun ke dalam Bahasa Inggris untuk Meningkatkan Aksesibilitas Informasi serta Daya Tarik Wisata Heritage Bima Prana Chitra; Emmy Erwina; Lisna Sari Siregar; Widelya Shafa April; Winanda Salvira
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 02 (2025): EDISI SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istana Maimun merupakan salah satu destinasi wisata heritage di Kota Medan yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi serta menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, keterbatasan kemampuan pengelola dan pemandu wisata dalam menerjemahkan informasi sejarah dan budaya ke dalam bahasa Inggris masih menjadi kendala dalam penyampaian informasi kepada wisatawan asing. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam menerjemahkan informasi sejarah dan budaya Istana Maimun melalui pelatihan penerjemahan berbasis praktik. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi, pelaksanaan pre-test, penyampaian materi, praktik penerjemahan, pendampingan, post-test, serta evaluasi melalui angket kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep dasar penerjemahan, penguasaan kosakata pariwisata, penggunaan tata bahasa, dan penerjemahan istilah budaya. Selain itu, peserta memberikan respons yang sangat positif terhadap materi, metode pelatihan, dan proses pendampingan yang diberikan. Program ini juga menghasilkan media informasi bilingual sederhana yang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung pelayanan informasi bagi wisatawan. Dengan demikian, pelatihan penerjemahan terbukti menjadi salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus mendukung pengembangan layanan informasi bilingual pada destinasi wisata heritage. Keberlanjutan program melalui pendampingan dan pengembangan media digital bilingual diharapkan dapat semakin memperkuat kualitas pelayanan wisata dan daya saing Istana Maimun sebagai destinasi wisata budaya