Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

IDIOMATIC EXPRESSIONS IN ENCANTO MOVIE SCRIPT Tasya Pyarina; Zuindra Zuindra; Emmy Erwina
Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris Vol. 2 No. 3 (2022): Desember: Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupensi.v2i3.770

Abstract

This research aimed to investigate the meaning of idiomatic expression and to find out the types of Idiom in Encanto movie script. The researcher used McCharty and O'Dell's theory to analyze the implementation of idiomatic expression occurred in the object of this research. The qualitative research method was applied. The data were collected by watching the Encanto movie several times, determining the words, phrases, or sentences to be analyzed, and then categorizing the terms, phrases, and sentences into types of idioms based on the used theory. The result showed that there were 20 data found namely 7 Simile, 1 Binomial, 2 Proverbs, 1 Euphemism, 2 Clichés, and 6 Fixed Statement. Furthermore, this research can be a valuable information and knowledge for many people in understanding the idiomatic meaning in some media.
Phrasal Verbs in The Jakarta Post: Types and Functions in Media Discourse Muhammad, Dimas Alif; Wardana, Muhammad Kiki; Erwina, Emmy
LingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research Vol. 7 No. 1 (2026): LingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the types and functions of phrasal verbs in five selected articles from The Jakarta Post, published between August and December 2024. A qualitative descriptive approach was applied, following Miles and Huberman’s interactive model of analysis: data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The theoretical framework combines Michael Lewis’s Lexical Approach (1993) with classifications of phrasal verbs into transitive, intransitive, separable, inseparable, literal, and figurative categories. Data were drawn from online newspaper articles, while secondary data consisted of books, journals, and prior studies on phrasal verbs. The findings reveal a dominance of figurative and inseparable phrasal verbs across all articles, highlighting their vital role in journalistic discourse. These verbs simplify complex issues, enhance stylistic impact, and make articles accessible to general readers. The study suggests pedagogical implications for English language teaching, particularly in integrating phrasal verbs into classroom instruction, and calls for further research on phrasal verb usage in broader journalistic and literary contexts.
Intonasi Perasaan Senang Tuturan Bahasa Melayu Langkat dengan Menggunakan Metode Average Emmy Erwina
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.7228

Abstract

This study describes the intonation pattern of Langkat Malay speech in happy emotions. This research is an experimental phonetic study to experiment with happy speech among the ordinary people and the aristocracy in Tanjungpura, Langkat Regency, North Sumatra. Data obtained from the utterances of six informants and 40 respondents who were tested. This study uses the acoustic-phonetic theory and Praat program. The target speech in the study for happy emotions is [sәnãή benã amba mәndeήãr kabήã jo]. The research method used in this research is by using the Average method. The data obtained will be processed to determine how much the intonation of happy feelings in Malay language utterances is still used. The results showed that the average person's emotional content was higher than among the aristocrats, and there was a difference in the duration of the pronunciation. By making changes to happy emotional speech, namely decreasing several sts, the result still shows the meaning of happy emotions. Even when it is raised a few sts, the result becomes a pleasing emotional meaning.Penelitian ini mendeskripsikan pola intonasi tuturan bahasa Melayu Langkat dalam emosi senang. Penelitian ini merupakan kajian fonetik eksperimental, yaitu melakukan percobaan berupa tuturan senang pada kalangan orang kebanyakan dan kaum bangsawan yang berada di Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Data diperoleh dari tuturan enam informan dan 40 responden yang diujipersepsikan. Penelitian ini menggunakan teori fonetik akustik dan program Praat.Tuturan target dalam penelitian untuk emosi senang adalah [sәnãή benã amba mәndeήãr kabarήã jo]. Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode Average. Data yang didapatkan akan diolah sehingga mendapatkan presentase seberapa besar intonasi perasaan senang pada tuturan bahasa melayu langkat yang masih digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan emosi senang dari kalangan orang kebanyakan lebih tinggi dibandingkan dengan kalangan kaum bangsawan dan terdapat perbedaan durasi pada saat pengucapan. Dengan melakukan perubahan tuturan emosi senang, yaitu menurunkan beberapa st hasilnya masih tetap menunjukkan makna emosi senang, tetapi ketika dinaikkan beberapa st maka, hasilnya menjadi makna emosi sangat senang.
Persepsi Intonasi Tuturan Kaum Bangsawan Melayu Terhadap Emosi (Perception of the Speech Intonation of the Malay Nobility Against Emotions) Emmy Erwina
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i2.7904

Abstract

This study aims to describe the intonation perception of the Malay aristocrats' speech on emotions. This study uses an experimental phonetic study among the nobility in Tanjungpura, Langkat Regency, North Sumatra. This study uses acoustic-phonetic theory and also uses the Praat program. Data analysis used the Average method so that the percentage of Malay nobility's perception of the intonation of emotional speech was obtained. The results of this study get the percentage of data on angry emotional speech, which is 40%. For the percentage of data on the perception of the nobility towards sad emotional speech, namely all respondents.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi intonasi tuturan kaum bangsawan Melayu terhadap emosi. Penelitian ini menggunakan kajian fonetik eksperimental pada kalangan bangsawan di Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan teori fonetik akustik serta digunakan juga program Praat. Analisis data menggunakan metode Average sehingga diperoleh persentase persepsi kaum bangsawan Melayu terhadap intonasi tuturan emosi. Hasil dari penelitian ini mendapatkan persentase data terhadap tuturan emosi marah, yaitu sebesar 40%. Untuk persentase data persepsi kaum bangsawan terhadap tuturan emosi sedih yaitu seluruh responden. 
Analisis Kesalahan Pengucapan Pada Program Talk Show Di Televisi Indonesia Emmy Erwina
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2849

Abstract

This study discusses the analysis of pronunciation errors in talk shows that occur in several television stations in Indonesia. The data collected for analysis was to see whether the standard spoken language used in talk shows or not when Speaking in talk shows and the errors found in their talk shows were constructed by their language standards. This research is a phonetic study of Indonesian sounds and pronunciation only. The theoretical framework used in this study is based on error analysis theory such as Corder, Selinker and Richards. It is also based on structural linguistic theories such as those elaborated by Pike and those put forward by Kridalaksana in analyzing sound errors in Indonesian. The design of the research method used in this study is in accordance with the error analysis in analyzing the error data collected from the talk show audience survey at each television station in Indonesia. This research was conducted to analyze the errors of vowels, diphtongs, and consonants. This investigation shows that the errors found in the data are as follows: inter-language errors such as hypercorrection to take advantage of the use of standard languages caused by mother tongues such as Javanese, Batak, and Slang. AbstrakPenelitian ini membahas tentang analisis kesalahan pengucapan pada talkshow yang terjadi di beberapa stasiun televisi di Indonesia. Data yang dianalisis merupakan data yang digunakan untuk mengetahui apakah bahasa lisan standar digunakan dalam acara bincang-bincang atau tidak dan apakah kesalahan yang ditemukan dalam acara bincang-bincang dipengaruhi oleh bahasa standar yang digunakan. Penelitian ini merupakan studi fonetik tentang bunyi dan pengucapan bahasa Indonesia. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada teori analisis kesalahan seperti Corder, Selinker, dan Richards. Hal ini juga didasarkan pada teori-teori linguistik struktural seperti yang dielaborasi oleh Pike dan yang dikemukakan oleh Kridalaksana dalam menganalisis kesalahan bunyi bahasa Indonesia. Rancangan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan analisis kesalahan dalam menganalisis data kesalahan yang dikumpulkan dari survei penonton talk show di setiap stasiun televisi di Indonesia. Penelitian dilakukan untuk menganalisis kesalahan bunyi vokal, diftong, dan konsonan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan yang ditemukan pada data adalah sebagai berikut: kesalahan antarbahasa seperti hypercorrection untuk menghindari penggunaan bahasa standar yang disebabkan oleh bahasa ibu seperti bahasa Jawa, Batak, dan bahasa gaul.