Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN ALAT UKUR BERPIKIR KRITIS PADA KONSEP KESETIMBANGAN KIMIA UNTUK SISWA SMA Kartimi Kartimi
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v1i2.505

Abstract

Tujuan utama dari pendidikan sains adalah menyiapkan siswa memahami konsep dan meningkatkan keterampilan berpikirnya. Pendidikan sains harus banyak berbuat untuk mengembangkan cara berpikir tingkat tinggi yang salah satunya adalah berpikir kritis.  Untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mengembangkan berpikir kritis, diperlukan suatu alat evaluasi yang dapat mengukur kemampuan tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana hasil implementasi pengembangan alat ukur keterampilan berpikir kritis pada konsep kesetimbangan kimia di SMA? Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengkaji hasil implementasi pengembangan alat ukur berpikir kritis pada konsep kesetimbangan kimia untuk siswa SMA.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah ”Research and Development (R&D)” dari model Borg (1989). Lokasi penelitian di SMA yang berada di wilayah kabupaten Kuningan (daerah pegunungan), Kota Cirebon (daerah pantai), dan Kabupaten Majalengka (daerah pertanian).  Subyek dalam penelitian ini adalah siswa SMA kelas II IPA yang ditentukan secara random berjumlah 96 orang (Cirebon), 90 orang (Kuningan) dan 106 orang (Majalengka). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa butir-butir soal tes pilihan ganda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis. Data kuantitatif berupa data skor penguasaan keterampilan berpikir kritis siswa diolah secara statistik. Perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa SMA di masing-masing Kabupaten/ Kota dilakukam uji statistik dengan menggunakan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada konsep kesetimbangan kimia sekolah peringkat atas di Cirebon lebih baik dibandingkan dengan siswa yang berasal dari sekolah sedang dan bawah dan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah peringkat menengah di Majalengka  lebih baik dibandingkan dengan siswa yang berasal dari sekolah sedang dan tinggi. Secara keseluruhan kemampuan berpikir kritis siswa yang berasal dari wilayah Cirebon lebih baik dibandingkan dengan siswa yang berasal dari wilayah Kuningan dan Majalengka pada konsep kesetimbangan kimia Kata Kunci : Pengembangan alat ukur, Berpikir Kritis
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS SAINS BUDAYA LOKAL NGASEUP PADA KONSEP SISTEM REPRODUKSI MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMAN 1 MAJA Ade Idrus Hariri; Kartimi Kartimi; Asep Mulyani
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i1.961

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengasah kemampuan siswa dalam  menganalisis,  mengkritisi dan  mengaitkan  konsep  yang dipelajari di sekolah dengan  kebudayaan  lokal  yang  berkembang  di masyarakat agar siswa memperoleh pemahaman mendalam terhadap konsep yang dipelajarinya. Tujuan penelitian ini mengkaji 1) aktivitas belajar siswa, 2) peningkatan keterampilan berpikir kritis (KBK) siswa, dan 3) respon siswa terhadap penerapan pembelajaran berbasis sains budaya lokal ngaseup. Penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai Mei 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Maja. Sampel terdiri dari 30 siswa kelas XI MIPA 3 sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa kelas XI MIPA 1 sebagai kelas kontrol. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi dan angket. Data dianalisis dengan menggunakan software SPSS 17.0. Hasil penelitian menunjukan 1) aktivitas belajar siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol; 2) KBK siswa kelas eksperimen dan kontrol meningkat, rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,56 dan rata-rata N-Gain kelas kontrol sebesar 0,47. Hasil uji statistik mnghasilkan sig. 0,001 < 0,05, artinya Ho ditolak dan Ha diterima; 3) respon siswa terhadap pembelajaran berbasis sains budaya lokal ngaseup termasuk dalam kriteria sangat kuat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu 1) terdapat perbedaan peningkatan KBK siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol, 2) aktivitas belajar siswa di kelas eksperimen jauh lebih baik dari kelas kontrol, 3) siswa memberi respon positif terhadap pembelajaran berbasis sains budaya lokal ngaseup.  Kata kunci : Sains Budaya Lokal, Ngaseup, Keterampilan Berpikir Kritis.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS KONSERVASI PADA MATERI KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMPN 1 GEMPOL Yuni Asriyani Mansyur; Kartimi Kartimi; Evi Roviati
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i1.963

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi siswa SMPN 1 Gempol yang dalam proses pembelajarannya masih belum menunjukkan partisipasi aktif sehingga siswa beranggapan biologi merupakan pelajaran yang sulit difahami dan harus dihafal, serta penggunaan pendekatan pembelajaran yang kurang bervariasi yang menyebabkan hasil belajar masih di bawah KKM yang ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk (1) mengkaji aktivitas siswa (2) untuk mengkaji perbedaan hasil belajar siswa (3) untuk mengkaji respon siswa terhadap penerapan pendekatan saintifik berbasis Konservasi.Pendekatan Saintifik berbasis Konservasi merupakan suatu rancangan pembelajaran yang memberikan pengalaman secara langsung kepada siswa dan berusaha menjadikan isi pelajaran menjadi nyata dan bermakna. Siswa diberikan kebebasan dalam belajar dan berpartisipasi aktif dalam mencari dan menemukan jawaban atas pertanyaan sendiri. Siswa diarahkan agar mampu mempunyai karakter konservasi moral, budaya, lingkungan dan humanis.Metode eksperimen, desain penelitian menggunakan pertest-posttest control group desaign. Sampel penelitian siswa kelas VII A dan VII C sebanyak 30 Siswa, pada tahun ajaran 2016/ 2017. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda untuk mengetahui hasil kognitif siswa, lembar obsevasi untuk mengetahui afektif dan psikomotor siswa dan angket untuk mengetahui respons siswa terhadap penerapan pendekatan Saintifik berbasis Konservasi. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan sofware SPSS 21, melalui uji normalitas, uji hoogenitas dan uji t (uji hipotesis).Hasil penelitian menunjukkan (1) prosentase rata-rata aktivitas siswa kelas eksperimen lebih baik yaitu mendapatkan prosentase nilai rata-rata sebesar 87,50% sedangkan kelas kontrol lebih kecil yaitu 80%. (2) hasil belajar menunjukan adanya peningkatan baik kelas eksperimen ataupun kontrol akan tetapi kelas eksperimen lebih baik. Hasil uji statistik menunjukan bahwa nilai Sig (2-tailed) 0.000<0.05 artinya Ho ditolak dan Ha diterima, dengan demikian terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan eksperimen. (3) Prosentase rata-rata angket respon siswa keseluruhan sebesar 83% dengan kriteria sangat kuat.                                                                                              Kata Kunci : Pendekatan Saintifik, Konservasi, Hasil Belajar 
Instagram Assisted Portfolio Assessment to Improve Students' Creative Thinking Skills Irkhamni Abdillah; Kartimi Kartimi; Ria Yulia Gloria
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 10 No. 1 (2021): June 2021
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v10i1.7658

Abstract

The purpose of this study was to find out differences in student activities between those implemented by Instagram-assisted portfolio assessments and those not applied by Instagram-assisted portfolio assessment differences in improving students' creative thinking skills between those implemented by Instagram- assisted portfolio assessment and those not implemented by Instagram-assisted portfolio assessments. They knew students 'responses about applying Instagram-assisted portfolio assessments to improve students' creative thinking skills. The approach in this study uses a quantitative approach with the design pretest-posttest control group. The population in this study were all class X students of SMAN 1 Tanjung, numbering 238 students. Samples taken were two classes, each of which amounted to 34 students. Data collection techniques used are observation sheets, tests, and questionnaires. The study results show that students' activities applied portfolio assessment assisted Instagram with an average of 73% with good criteria while those not applied Instagram-assisted portfolio assessment 58% with sufficient measures. Instagram-assisted portfolio assessment showed an increase in creative thinking skills at experimental class the average N-Gain by 0.60 medium categories. Instagram-assisted portfolio assessment can improve students' creative thinking skills.
Enhancing Students’ Science Literacy Skills; Implications for Scientific Approach in Elementary School Kartimi Kartimi; Widodo Winarso
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 8 No. 2 (2021): October 2021
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v8i2.9175

Abstract

AbstractScience literacy skills of elementary school students in the era of 21st-century learning are indispensable, scientific literacy skills can be improved through the application of a scientific approach. This study aims to analyze the scientific literacy ability of elementary school students through the application of a scientific approach. The experimental method with a pretest-posttest group design was used in this study. Simple Random Sampling, consisting of an experimental class and a control class, was applied to elementary schools in Cirebon, Indonesia. The scientific literacy skills test (TOSLS) measures students' literacy skills, while the observational assessment measures students' responses to the scientific approach. The data analysis technique used independent sample T-Test and Mann-Whitney U. The results showed that students' learning activities in the application of scientific learning experienced an increase in scientific literacy skills with very strong criteria. Student learning activities in the experimental class have a higher percentage over the control class. The research hypothesis shows that there is a difference in the improvement of students' scientific literacy skills between the experimental class and the control class of elementary school students. Thus, the application of a scientific approach contributes to students' scientific literacy skills.Keywords: scientific literacy, scientific approach, science education. AbstrakKeterampilan literasi sains siswa sekolah dasar di era pembelajaran abad 21 sangat diperlukan. Keterampilan literasi sains dapat ditingkatkan melalui penerapan pendekatan saintifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi sains siswa sekolah dasar melalui penerapan pendekatan saintifik. Metode eksperimen dengan desain pretest-posttest group design digunakan dalam penelitian ini. Simple Random Sampling, terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol di sebuah sekolah dasar di Indonesia. Tes keterampilan literasi sains (TOSLS) mengukur kemampuan literasi siswa, sedangkan penilaian observasional mengukur respons siswa terhadap pendekatan saintifik. Teknik analisis data menggunakan independent sample T-Test dan Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa ketika diterapkan pendekatan saintifik mengalami peningkatan keterampilan literasi sains dengan kriteria sangat kuat. Aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen memiliki persentase yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hipotesis penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan literasi sains siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol siswa SD. Dengan demikian, penerapan pendekatan saintifik berkontribusi terhadap kemampuan literasi sains siswa.Kata kunci: literasi ilmiah, pendekatan ilmiah, pendidikan sains.
PEMBERDAYAAN GURU DALAM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN ABAD 21 Kartimi Kartimi; Asep Mulyani; Onwardono Rit Riyanto
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/dimasejati.v1i2.5815

Abstract

This form of devotion training aims to provide detailed guidance on designing and developing a 21st century learning in the form of e-learning. Train and design new instructors in the e-learning design orientation and provide basic concepts and information about the processes and resources involved in e-learning. Designing and managing e-learning is a new skill in the 21st century that teachers must have. The method of activities used are training, mentoring, implementation, and evaluation. Participants in the training and mentoring activities were junior high school science teachers from Cirebon, Cirebon, and Indramayu districts. Data in the form of observations and questionnaires were analyzed descriptively. The results of training and mentoring that teachers are able to use e-learning well. Teachers can create a learning space in e-learning that contains student teaching materials. The application of e-learning in each school still has limited facilities and infrastructure. The results of the questionnaire responses showed a positive response to the 21st century training and service activities.