Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA ANTARA YANG MENERAPKAN METODE DISCOVERY DENGAN YANG MENERAPKAN METODE INQUIRY PADA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT elis lisnawati; indah nursuprianah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.173 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v3i2.53

Abstract

Kegiatan pembelajaran matematika yang biasa berlangsung di sekolah pada umumnya menggunakan metode pembelajaran biasa (konvensional), yang kurang melibatkan siswa,   sehingga   siswa   menjadi   pasif.   Salah   satu   pembelajaran   yang   dapat membiasakan siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran adalah metode discovery dan  inquiry.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  seberapa  besar  hasil belajar siswa yang menggunakan metode discovery dan metode inquiry, serta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan metode metode discovery dan metode inquiry. Penelitian ini berbentuk kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Populasi peneletian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Darul Musyawirin yang berjumlah 360 siswa, berdasarkan teknik purposive sampling didapat dua kelas yang dijadikan sampel penelitian yaitu kelas VII F sebagai kelas eksperimen I yang diajarkan menggunakan metode discovery dan kelas VII I sebagai kelas eksperimen II dengan metode inquiry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen I yang menerapkan metode discovery adalah 72,4103. Sedangkan nilai rata-rata kelas kelas eksperimen II yang menerapkan metode inquiry adalah 64,0769. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test (uji non parametrik) ternyata diperoleh hasil Asymp.Sig.(2-tailed)0,000. artinya Terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa antara yang menerapkan  metode discovery  dengan  yang  menerapkan metode inquiry. Kata kunci     : Metode discovery, metode inquiry dan hasil belajar 
PENGARUH PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI TERHADAP KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL BIDANG DATAR (Studi Kasus Kelas VII di SMP Negeri 1 Cidahu Kabupaten Kuningan) iim rohimah; indah nursuprianah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.617 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v5i1.680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; bagaimana pemahaman konsep geometri tentang segitiga dan segi empat (kedudukan dua garis, sifat-sifat garis sejajar, besar sudut, jenis sudut). Untuk mengetahui bagaimana kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal Bidang Datar (persegi, persegi panjang, segitiga, jajargenjang)  tentang sifat-sifat, luas, dan keliling persegi, persegi panjang, segitiga, jajargenjang, dan penggunaannya dalam pemecahan masalah. Banyak konsep matematika lebih mudah dipahami jika disajikan dengan bahasa geometri. Untuk dapat mempelajari geometri dengan baik, siswa harus dituntut untuk menguasai kemampuan dasar geometri, keterampilan dasar dalam belajar geometri terdiri dari: kemahiran visual, lisan, melukis, logika, dan aplikasi. Pemahaman konsep geometri dalam penelitian ini yaitu paham/mengerti akan materi geometri itu sendiri, dimana materi geometri itu sendiri membahas tentang hubungan titik, garis, sudut, bidang dan benda-benda ruang serta sifat-sifatnya.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII SMP Negeri 1 Cidahu yang terdiri dari 10 kelas dengan jumlah 402 siswa. Sedangkan  pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan mengambil satu kelas dari 10 kelas yaitu kelas  VII E yang berjumlah 37 siswa. Hasil penelitian, setelah dilakukan pegolahan data berdasarkan program bantuan SPSS versi 16 diperoleh nilai uji hipotesis menunjukkan bahwathitung sebesar 4,294. Pada derajat bebas (df) = 35, nilai  t  tabel pada taraf signifikansi 5% adalah 2,030. Dapat disimpulkan bahwa thitung>ttabel yaitu 4,294  >2,030 yang berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemahaman konsep geometri  terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal bidang datar. Didapat korelasi antara pemahaman konsep geometri dengan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal bidang datar (r) adalah 0,587, dan koefisien determinasi (R) sebesar 0,345. Kata kunci: Pemahaman Konsep, Geometri, Bidang Datar, Menyelesaikan Soal-Soal Bidang Datar
HUBUNGAN POLA BERPIKIR LOGIS DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA (Studi Kasus di SMA N 1 Rajagaluh Majalengka) indah nursuprianah; Fitriyah fitriyah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.66 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v1i2.294

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika di SMA Negeri 1 Rajagaluh, bahwa dalampembelajaran dikelas lebih menekankan pada kecerdasan logis-matematis, yaitu dengan membiasakan anakmenggunakan pola berpikir logis dalam setiap melakukan kegiatan belajarnya. Dengan berpikir logisdiharapkan siswa mampu memahami konsep-konsep, melakukan refleksi, abstraksi, formalisasi, dan aplikasi.Namun tidak demikian yang terjadi di SMA Negeri 1 Rajagaluh, siswa kurang mampu memahami konsepkonsep,dayanalarsiswarendah,dansiswakurangmampumenyelesaikansuatupermasalahanyangkompleks.Halinilahyangmenjadi permasalahan dalam penelitian penulis, adakah hubungan pola berpikir logis denganhasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA N 1 Rajagaluh, dengan tujuan untukmengetahui kemampuan pola berpikir logis siswa kelas XII SMA Negeri 1 Rajagaluh, mengetahui hasil belajarmatematika siswa kelas XII di SMA Negeri 1 Rajagaluh, dan mengetahui hubungan keduanya pada siswa kelasXII di SMA Negeri 1 Rajagaluh.Metode penelitian skripsi ini yaitu dengan pendekatan kuantitatif berjenis korelasional. Populasi target dalampenelitian ini adalah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Rajagaluh Kab. Majalengka yang berjumlah 305 siswa.Sampel dalam penelitian ini adalah satu kelas yaitu kelas XII IPA 2 yang berjumlah 36 siswa. Adapun teknikyang digunakan yaitu dengan menggunakan teknik purposive sampling, peneliti hanya mengambil 30 siswa dari36 siswa untuk dijadikan sampel karena sudah representatif. Variabel dalam penelitian ini adalah pola berpikirlogis dengan Hasil belajar matematika siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dandokumentasi. Setelah data diperoleh, analisis data menggunakan uji korelasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pola berpikir logis yang dimiliki siswa tinggi dengan memperolehnilai rata-rata 76,13. Hasil belajar matematika siswa menunjukkan kategori sangat baik berdasarkan skor rataratahasil belajar matematika siswa yaitu sebesar 81,73. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,876 menunjukkanhubungan yang sangat kuat. kemudian nilai koefisien korelasi dengan menggunakan analisis uji hipotesisdiperoleh thitung = 9,610 sedangkan ttabel = 1,701. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa thitung> ttabel, maka berdasarkan kriteria uji H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya ada hubungan yang signifikanantara pola berpikir logis dengan hasil belajar matematika siswa SMA Negeri 1 Rajagaluh.Kata Kunci : logis matematis, kompleks
PERBANDINGAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM BELAJAR MATEMATIKA ANTARA YANG MENGGUNAKAN METODE JIGSAW DENGAN METODE INKUIRI TERBIMBING DI KELAS VII SMP SATU ATAP NEGERI TALUN KABUPATEN CIREBON ineu andriani; indah nursuprianah; mumun munawaroh
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.181 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v4i2.28

Abstract

Kepercayaan diri merupakan suatu hal terpenting bagi siswa khususnya dalam belajar matematika. Apabila individu tersebut memiliki kepercayaan diri yang rendah maka akan mempengaruhi hasil belajarnya. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang di anggap sulit bagi siswa di sekolah, hal inilah yang menjadi ketakutan siswa sehingga kepercayaan diri menjadi rendah ketika belajar matematika. Oleh sebab itu,  guru  dapat  menggunakan metode  active  learning  yang  membuat  pembelajaran matematika menjadi menyenangkan dan tidak hanya berpusat pada guru saja melainkan berpusat juga pada siswa, sehingga dapat menumbuhkan dan mengembangkan kepercayaan diri siswa. Metode active learning diantaranya metode Jigsaw dan metode inkuiri  terbimbing.  Dari  kedua  metode  tersebut  peneliti  akan  membandingkan dan menganalisis metode manakah yang baik bagi kepercayaan diri siswa dalam belajar matematika. Setelah itu, hasilnya terdapat perbedaan dari kedua metode tersebut.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain “One Shot Case Study”. Dari hasil analisis diperoleh sebesar 62% kepercayaan diri siswa yang menggunakan metode Jigsaw sedangkan metode inkuiri terbimbing sebesar 65%. Dari kedua metode tersebut diperoleh bahwa kepercayaan diri siswa berada pada kategori sama yaitu kategori tinggi. Untuk uji t diperoleh bahwa sig.2 (tailed) 0,026 < 0,05 sehingga H0 ditolak dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kepercayaan diri siswa dalam belajar matematika antara yang menggunakan metode Jigsaw dengan metode inkuiri terbimbing.Kata Kunci: Kepercayaan Diri, Metode Jigsaw, dan Metode Inkuiri Terbimbing
PEMETAAN HOTS SISWA BERDASARKAN STANDAR PISA DAN TIMSS UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Tini Hartini; Muhamad Ali Misri; Indah Nursuprianah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.473 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v7i1.2795

Abstract

The purpose of this research was to mapped the higher order thinking skills of students in solving PISA and TIMSS standards based test item based on indicators that had been compiled, as one of the effort to determine the right thing to do to increase the quality of education. The indicators in this research were the ability of analysis, evaluation, and creation. This research use a descriptive qualitative and quantitative approach. The data collection methods in this research were documentation, test, and interview. From 71 students spread across many Junior High Islamic Scoolls in Cirebon city, 2 students classified as having high order thinking skills with moderate level. Students in moderate level are found to be able to perform analysis, evaluation, and creation well in resolving some of the problems. Furthermore, 69 students are not able to perform analytical skills, evaluation, and creation well in solving all the problems, so they are considered to have low level in high order thinking skill. The difference of the student’s ability due to the lack of motivation students and teachers in improving the ability of HOTS in learning. An increase in HOTS of students can be done to improve standards evaluation, improve the quality of the process and the result of learning, as well as increase the motivation students and teachers. This research can be applied to measure student’s high order thinking skill in order to increase  the quality of education according to international standards.
[Window Title] DAEMON Tools Shell Extensions Helper [Main Instruction] DAEMON Tools Shell Extensions Helper has stopped working [Content] Windows is checking for a solution to the problem... [Cancel] indah nursuprianah; mahsusin mahsusin mahsusin
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.5 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v1i1.278

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah proses pembelajaran matematika di SMP/MTs pada umumnya masih banyakyang menggunakan cara konvensional seperti ekspositori, driil, demonstrasi dan ceramah. Kebanyakan guru dalamkegiatan pembelajarannya dimulai dengan ceramah, menerangkan pokok materi, memberikan contoh caramenyelesaikan soal dan memberikan tugas rumah. Pembelajaran seperti ini masih ada kelemahan, terutama padapokok-pokok bahasan yang memerlukan media atau alat peraga.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui data tentang penggunaan alat peraga model Pythagoras pada pokokbahasan teorema Pythagoras di kelas VIII SMP Negeri 4 Pamarican Kabupaten Ciamis, untuk mengetahui datatentang kemampuan matematika siswa pada pokok bahasan teorema Pythagoras di kelas VIII SMP Negeri 4 PamaricanKabupaten Ciamis dan untuk mengatahui data tentang pengaruh penggunaan alat peraga model Pythagoras terhadapkemampuan matematika siswa pada pokok bahasan teorema Pythagoras di kelas VIII di SMP Negeri 4 PamaricanKabupaten Ciamis.Salah satu komponen untuk meningkatkan pembelajaran adalah dengan menggunakan media alat peraga.Bagaimanapun juga media alat peraga memegang peranan penting dalam proses pembelajaran terutama padapelajaran matematika dimana media alat peraga matematika dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuanmatematika siswa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan teknik pengumpulan data melaluiangket dan tes. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Pamarican tahunpelajaran 2010/2011 sebanyak empat kelas dan berjumlah 180 siswa, yang masing-masing kelas berjumlah 45 siswaterpilih kelas VIII B sebagai kelas eksperimen.Berdasarkan analisis data, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan alat peraga model Pythagoras sebesar61.1% dengan kategori baik terletak pada rentang 55% - 74%, kemampuan rata-rata matematika siswa pada pokokbahasan teorema pythagoras di kelas VIII SMP Negeri 4 Pamarican Kabupaten Ciamis sebesar 77.00. dan pengaruhsebesar nilai z = -6.559 dan Sig. 0,000 < 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.Artinya terdapat pengaruh penggunaan alat peraga model Pythagoras terhadap kemampuan matematika siswa padapokok bahasan teorema Pythagoras di kelas VIII di SMP Negeri 4 Pamarican Kabupaten Ciamis. Kata Kunci : Pythagoras
PENGARUH PEMAHAMAN KONSEP ARITMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR SISWA (Studi Kasus pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan Kabupaten Brebes ) ninis hayatun nisa; indah nursuprianah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.931 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v2i2.39

Abstract

Aritmatika merupakan bagian dari matematika yang mempelajari tentang operasi dasar bilangan (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian). Penguasaan pada keempat operasi dasar tersebut mutlak diperlukan untuk mempelajari aljabar. Berpikir aljabar merupakan jembatan antara aritmatika dengan aljabar. Ketika seorang siswa sudah menguasai aritmatika, tentu tingkat pengetahuannya akan beralih pada tingkatan yang lebih rumit, misalnya dalam hal ini aljabar. Dalam transisi dari aljabar menuju aritmatika, siswa akan mengalami proses berpikir aljabar. Sehingga selain berpengaruh pada aljabar, aritmatika juga memiliki pengaruh pada proses berpikir aljabar.Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  (1)  untuk  mengetahui  tingkat  pemahaman  siswa  kelas  VII  SMP  Negeri  1Ketanggungan Kabupaten Brebes pada konsep aritmatika, (2) untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir aljabar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan Kabupaten Brebes, (3) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemahaman konsep aritmatika terhadap kemampuan berpikir aljabar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan Kabupaten Brebes.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan Kabupaten Brebes yang berjumlah 324 siswa dengan sampel sebanyak 35 siswa yang terkumpul dalam satu kelas yaitu kelas VII F yang dimbil secara purposive sampling melalui pertimbangan guru matematika kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan.Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata nilai pemahaman konsep aritmatika sebesar 51,86 sedangkan rata-rata nilai kemampuan berpikir aljabar siswa sebesar 57,49. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan α = 0,05, diperoleh koefisien korelasi (R) = 0,543, artinya keeratan pengaruh pemahaman konsep aritmatika terhadap kemampuan berpikir aljabar sebesar 54,3%. Koefisien determinasi (R Square) diperoleh sebesar 0,295, artinya terdapat pengaruh pemahaman konsep aritmatika terhadap kemampuan berpikir aljabar siswa sebesar 29,5%, sedangkan sisanya sebesar 70,5% ditentukan oleh faktor lain. Persamaan regresi Ŷ = 25,937 + 0,607 X, dari persamaan tersebut koefisien regresi sebesar 0,607 menyatakan bahwa setiap satu penambahan (peningkatan) pemahaman konsep aritmatika. Kata Kunci : Konsep aritmatika, berpikir aljabar 
Manual Remodelling of AF4 and O2 Electrodes in Schizophrenia Redi Gunawan; Indah Nursuprianah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.134 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v8i2.5596

Abstract

Manual recreation of AF4 and O2 electrodes in schizophrenia. This study aims to: a) Know the EEG signals in the brain in humans, b) find out how manual rearrangements of the AF4 electrode and O2 electrode in schizophrenic patients and c) find out how the interpolation method compares at the AF4 and O2 electrodes in schizophrenic patients.Rearrangement of AF4 and O2 electrode manuals in schizophrenic patients, there are various ways, namely (a) graph of results of analysis, (b) enlarge graph, (c) create intervals and intersection points, (d) fitting in matlab and (e) analysis.There is a difference between the interpolation method of Newton degree 4th polynomial with the Lagrange degree 4th polynomial interpolation method which is the percent error by using Newton degree 4th when the graph is at the beginning until it is at the top is still stable with the mean value of error 14.118 % as well as the polynomial error with using Lagrange degree 4 is much better than Newton's 4th order with an average percent error of 4.69 %. While there is an equation between Newton degree 1 interpolation method with interpolation method of Lagrange degree 1 polynomial on electrode O2 value of error 0%
PEMODELAN MATEMATIKA MANFAAT JUMLAH RAKAAT SHALAT PADA PEMBAKARAN KALORI DALAM TUBUH indah nursuprianah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.322 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v6i2.2182

Abstract

Salah is a grand Muslim worship that starts with takbir and ends by salam.Salat is also the most important worship after syahadah. The command of salat is stated in Noble Quran, Al Ankabut chapter (Surah): verse of 45. In addition to the following command of salah, in fact the peaceful (tumakninah) salah benefits healthy. Calorie burning in every rakaat (the repetition of a unit in salah) of salah, is able to build healthy body. One rakaat is able to burn around 25 calories. So that, the more rakaat in salah, the more calories burnt in our bodies. Total of burnt calories during salah with tukmaninah in a day is 525 calorie with the following assumptions: 5 times of obligatory (fardhu) salah, 17 rakaats and 2 sunnah (optional) salah 4 rakaats without sunnah rawatib salah. Based on some researches, there are a lot of advantages of salah for physical and mental health. Through this research, the writer has attempted to review the advantage of motion of tukmaninah salah over calorie burning in bodies. The research also indiacates how to create mathematical modelling of the advantage of total rakaat of salah over calorie burning in bodies that eventually affect to health. Key words: Mathematical modelling, number of rakaah, calorie burning in body
Ethnomathematics Eksploration of The Traditional Game of Congklak Nurzahro Tusolihah; Muhamad Ali Misri; Indah Nursuprianah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v11i2.10300

Abstract

Congklak is a traditional game that has a long history and contains philosophies in its development. The aim of this study is to explore congklak from ethnomathematics side so that they can know the cultural value of traditional congklak games and their connection to mathematics, describe the mathematical elements contained in congklak and to find out the role of congklak in mathematics learning. This research uses qualitative research approach with type of ethnographic research supported by literature research methods. Data collection techniques that researchers do use interviews, observations, documentation, and literatur studies. This research instrument is the researcher himself using recorder aids, cameras, and stationery. The results of ethnomathematic exploration in traditional congklak games are seen from the mathematical elements, namely there are arithmetic, geometry, graphs, and probability. Cultural elements in congklak are honesty (sportive), accuracy, patience, and sharing. Congklak in mathematic learning act as ethnomatematics-based learning media. The results of this study are as information for teachers to make congklak as a medium of mathematics learning both as conventional and digital games