Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Need Analysis of Pre-Laboratory Development to Support Experimental Activities in Science Learning Marfuatun Marfuatun; Riandi Riandi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 8 No. 3 (2022): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v8i3.1292

Abstract

The purpose of this study was to identify the implementation of the experimental method in science learning and the obstacles faced by teachers, as well as to identify the application of pre-lab in science learning. Research design was survey which is non-experimental quantitative research. The participants were 26 teachers who teach subjects in the sciences, namely Chemistry, Biology, Physics, and Science as integrated subjects. Data were collected through online questionnaires using google forms and were analyzed descriptively. The results show that experimental activities have not been fully applied to science learning. Most teachers provide the tools and materials needed in learning activities in the laboratory and provide work procedures to students. The constraints that are faced by teachers in applying the experimental method are related to facilities and infrastructure, student characters, and experiment time allocation. Most of the teachers have also carried out pre-lab activities, but they are still dominated by lectures from the teacher. This study also explored the pre-lab model to be developed, almost all teachers agreed if the pre-lab was developed in the form of virtual learning. The forms of media that teacher’s interest in for pre-lab activities are videos and android applications
STRUKTUR MORFOLOGI, KOMPOSISI KIMIA DAN RESISTANSI LAPISAN TIO2-CU SEBAGAI LAPISAN AKTIF PADA SEL SURYA FOTOELEKTROKIMIA Rita Prasetyowati; Hadriansyah Ahmad; - Marfuatun
Jurnal Fisika Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i2.3822

Abstract

Peningkatan efisiensi sel surya titania terus dikembangkan. Salah satunya adalah memodifikasi titania yang berfungsi sebagai lapisan aktif. Lapisan titania dapat disisipi dengan logam Cu. Penyisipan logam Cu pada TiO2 dilakukan melalui pembuatan nanokomposit TiO2-Cu dengan metode sol-gel. Lapisan TiO2-Cu yang terbentuk dikarakterisasi dengan SEM (Scanning Electron Microscopy) untuk mengetahui struktur morfologi permukaan, EDX (Energy dispersive X-ray spectroscopy) untuk mengetahui komposisi bahan. Sedangkan resistansi lapisan diukur menggunakan Jembatan Wheatstone. Berdasarkan hasil SEM dapat ditunjukkan bahwa struktur morfologi permukaan lapisan TiO2-Cu tidak berbeda secara signifikan dengan lapisan TiO2, yaitu cukup homogen dan memiliki ukuran butir (grain) yang hampir sama. Tetapi dari hasil EDX diperoleh bahwa lapisan TiO2-Cu yaitu lapisan TiO2 yang disisipi logam tembaga mengandung  unsur Ti sebanyak 59,8%, unsur O sebanyak 40,02% dan unsur Cu sebanyak 0,19%. Sedangkan lapisan TiO2 saja mengandung unsur Ti sebanyak 54,25% dan unsur O sebanyak 45,75%. Penyisipan logam tembaga pada lapisan titania dapat menurunkan resistansi listrik lapisan. Nilai resistansi lapisan TiO2 adalah 7,714 kilo ohm. Sedangkan nilai resistansi lapisan TiO2-Cu adalah 6,624 kilo ohm.
Pengembangan Media Pembelajaran Inquiry Pre-Lab berbasis Aplikasi Construct 2 untuk Praktikum Asam-Basa Marfuatun Marfuatun; Ahmad Miftakhurrohman
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 10, No 2 (2022): December 2022
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v10i2.47878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kelayakan media pembelajaran inquiry pre-lab praktikum asam-basa, dan (2) mengetahui respons peserta didik terhadap media pembelajaran inquiry pre-lab praktikum asam-basa. Penelitian ini merupakan penelitian desain dan pengembangan (DDR) dengan model pengembangan Richey Klein tipe 1. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 2 Magelang pada materi asam-basa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penilaian aplikasi inquiry pre-lab yang telah dikembangkan ditinjau dari aspek kognitif, afektif, fisik, dan kekhasan produk mendapatkan skor rata-rata sebesar 101,6 dengan kategori sangat baik, (2) uji coba terbatas aplikasi inquiry pre-lab yang telah dikembangkan ditinjau dari aspek kognitif, afektif, dan fisik mendapatkan persentase respons peserta didik sebesar 94,7% dengan kategori sangat kuat.
Panah Waktu: Sebuah Tinjauan Epistemologi Pada Entropi Marfuatun
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i1.42593

Abstract

Panah waktu merupakan pandangan asimetris terhadap waktu atau waktu hanya punya satu arah saja. Segala sesuatu yang telah dijalani menjadi masa lalu yang bersifat tetap dan tidak dapat diubah, serta hanya dapat diakses melalui memori atau dokumentasi yang tertulis. Penjelasan panah waktu dapat dijelaskan melalui pendekatan kimia, yaitu dengan hukum kedua termodinamika. Pada artikel ini penulis mengkaji kaitan antara panah waktu dan entropi dalam tataran epistemologi melalui pendekatan termodinamika, kosmologis, dan psikologis. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah kajian pustaka dengan menggunakan dokumen, serta artikel jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa berdasarkan hukum kedua termodinamika, waktu menuju kondisi tertentu yang bersifat tidak dapat balik dan hanya menuju masa depan. Berdasarkan pendekatan kosmologis, panah waktu dikaitkan dengan alam semesta yang mengembang seiring waktu. Pada pendekatan psikologis, panah waktu berkaitan dengan penjelasan bahwa manusia mampu mengingat masa lalu dengan baik, namun tidak mampu memprediksi masa depan dengan tepat. Ketiga pandangan panah waktu tersebut dijelaskan melalui konsep entropi bahwa dalam ruang tertutup, entropi akan selalu meningkat sehingga sangat sulit untuk kembali ke kondisi awal yang derajat entropinya lebih kecil
Identifikasi Logam Berat Kromium di Tiga Sungai yang Melintasi Kota Yogyakarta dan Potensi Fitoremediasinya Tien Aminatun; Anna Rakhmawati; Kun Sri Budiasih; Marfuatun Marfuatun; Baso Samsu Rijal; Abdullah Nashih Amin; David Meilana Nur Arifin; Ajeng Septiana Putri
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.620-631

Abstract

Winongo, Gajah Wong, dan Code adalah tiga sungai yang melintasi Yogyakarta. Banyak industri yang membuang limbah ke ketiga sungai ini, sedangkan Cr adalah logam berat yang banyak terdapat pada limbah industri. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk melihat potensi fitoremediasi Cr, tetapi umumnya pada limbah cair industri, bukan pada perairan langsung. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi logam berat Kromium (Cr) di ketiga sungai serta potensi fitoremediasinya. Sampel air dan sedimen diambil dari hulu, tengah dan hilir, kemudian kandungan Cr dianalisis dengan Spektrofotometri UV-Vis di Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Untuk melihat potensi fitoremediasinya dilakukan eksperimen dengan eceng gondok (Eichornia crassipes) dan kayu apu (Pistia stratiotes) di greenhouse FMIPA UNY. Pengukuran kualitas air diujikan ke Laboratorium BBTKL-PP. Hasil penelitian menunjukkan ketiga sungai teridentifikasi cemaran Cr tetapi masih di bawah ambang baku mutu menurut Peraturan Gubernur DIY Nomor 20 Tahun 2008 tentang Baku Mutu Air di Provinsi DIY Kelas 1. Potensi eceng gondok dan kayu apu sebagai fitoremediator air sungai yang tercemar Cr tidak tampak jelas karena konsentrasi Cr pada ketiga sungai masih rendah di bawah ambang baku mutu (<0.05 mg/L), akan tetapi dilihat dari performa tanaman maka kedua gulma ini berpotensi untuk menjadi fitoremediator di sungai yang tercemar Cr.