Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Motivasi Orangtua dalam Memilih PAUD Kale, Sartika; Koten, Angelikus Nama; Margiani, Kristin; Ga Riwu, Sri Rahayu
Education For All Vol 2 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/efapls.v2i1.6645

Abstract

The problem of this study is the difference between the parents’ life and the school chosen for the child, so the aims of this study is to describe the factors that influence parents’ motivation in choosing PAUD in Gugus Pelangi, Kota Lama, Kupang. This study uses a quantitative approach with descriptive research and survey research methods. The research subjects were parents of students in PAUD in Gugus Pelangi add up 138 subjects. Data were collected using a questionnaire. The result showed that the factors that influence parents’ motivation to send their children to school is extrinsic factors are costs 80, school location and environment 69%, facilities 63%, school achievement 59%, vision and mission 47%, distance between school and house 33%. Intrinsic factor is parental understanding 59%. So these results indicate that the factor that most influences parents’ motivation in choosing schools for their children is the cost factor.
Meningkatkan Kreativitas Guru PAUD melalui Pelatihan Pembuatan Buku Cerita Bergambar untuk Anak Usia Dini Margiani, Kristin; Seran, Theodorina N; Betty, Credo G; Dongowea, Johanes A. S
Jurnal Kelimutu Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Kelimutu Journal of Community Service (KJCS)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/kjcs.v4i2.18808

Abstract

Dalam upaya menstimulasi perkembangan anak, buku cerita bergambar merupakan media yang sangat penting untuk digunakan. Diharapkan semua Lembaga PAUD perlu memiliki buku cerita bergambar sebagai salah satu jenis media yang digunakan dalam layanannya. Namun hal ini tidak sejalan dengan kenyataan yang ada di lapangan. Banyak Lembaga PAUD yang minim akan buku cerita bergambar bahkan ada pula yang tidak memilikinya. Kreativitas guru dalam menyediakan media pembelajaran untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran di PAUD sangatlah penting. Dengan keterbatasan yang dialami oleh para guru PAUD dalam menyediakan media pembelajaran dinilai berdampak negatif dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Pelatihan pembuatan bukucerita bergambar untuk meningkatkan kreativitas guru merupakan solusi tepat yang ditawarkan. Dalam pelaksanaan pelatihan ini penyampaian materi dan praktek langsung menjadi metode yang ditempuh. Hasil dari pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kreativitas bahkan pengetahuan peserta sekaligus menghasilkan media pembelajaran berupa buku cerita bergambar yang dapat langsung dimanfaatkan oleh peserta.
PENDIDIKAN SEKSUAL BERBASIS MULTIKULTURAL Tampubolon, Gokma Nafita; Kale, Sartika; Margiani, Kristin
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i3.6235

Abstract

Kasus kekerasan seksual anak menjadi perhatian dunia. Semakin banyak jumlah anak yang menjadi korban memaksa pemerhati anak harus memikirkan solusi untuk mencegah dan melindungi anak-anak. Indonesia telah menetapkan tahun 2016 sebagai tahun darurat kekerasan seksual anak. Indonesia yang merupakan negara multikultural terbesar di dunia dengan populasi penduduknya berjumlah lebih dari 200 juta jiwa, terdiri dari 300 suku yang menggunakan hampir 200 bahasa yang berbeda, tidak dapat melepaskan keberagaman ini dalam unsur pendidikannya. Oleh karena itu, pendekatan multikultural yang menghargai perbedaan dianggap cocok dalam mengembangkan pendidikan seksual yang dapat diterapkan pada semua jenjang usia, jenis kelamin, suku, agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Pendidikan seksual berbasis multikultural mengakomodasi perbedaan segala pandangan tentang cara mendidik, informasi yang layak diberikan dan siapa yang memberikan informasi
PENDIDIKAN SEKSUAL BERBASIS MULTIKULTURAL Tampubolon, Gokma Nafita; Kale, Sartika; Margiani, Kristin
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i3.6235

Abstract

Kasus kekerasan seksual anak menjadi perhatian dunia. Semakin banyak jumlah anak yang menjadi korban memaksa pemerhati anak harus memikirkan solusi untuk mencegah dan melindungi anak-anak. Indonesia telah menetapkan tahun 2016 sebagai tahun darurat kekerasan seksual anak. Indonesia yang merupakan negara multikultural terbesar di dunia dengan populasi penduduknya berjumlah lebih dari 200 juta jiwa, terdiri dari 300 suku yang menggunakan hampir 200 bahasa yang berbeda, tidak dapat melepaskan keberagaman ini dalam unsur pendidikannya. Oleh karena itu, pendekatan multikultural yang menghargai perbedaan dianggap cocok dalam mengembangkan pendidikan seksual yang dapat diterapkan pada semua jenjang usia, jenis kelamin, suku, agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Pendidikan seksual berbasis multikultural mengakomodasi perbedaan segala pandangan tentang cara mendidik, informasi yang layak diberikan dan siapa yang memberikan informasi
Exploration Of Parenting Practices In The Na Kanab Liana And Eu Nakfunu Traditions In The Boti Tribe Benu, Eno Manekan; Bali, Engelbertus Nggalu; Margiani, Kristin; Kale, Sartika; Mundiarti, Vanida
Exploration in Early Childhood Research Vol. 1 No. 2 (2024): Exploration in Early Childhood Research
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the highlights is the impressions of tradition in the lives of children as the smallest members of society. The impression of tradition can be seen from childcare practices before, during and after the tradition. Of the many interesting traditions that exist in the Boti community, there are two very unique traditions, namely the Na Kanab Liana tradition and the Eu Nakfunu tradition. This study aims to explore and describe the deeper meanings and values of the Na Kanab Liana tradition and the Eu Nakfunu tradition as well as childcare practices before, during and after the Na Kanab Liana tradition and the Eu Nakfunu tradition in the Boti community. Qualitative research methods were used using data collection techniques, in-depth interviews with 15 people (1 Boti Tribe leader, 1 traditional leader, 2 community leaders, 2 educational leaders and 9 parents), participatory observation, and analysis of other documentation that answered the research objectives. The results revealed that the Na Kanab Liana tradition and the Eu Nakfunu tradition hold high family values and togetherness in parenting. The parenting practices include experiential learning, careful monitoring of children, and early responsibility. In addition, both traditions also emphasize the importance of character building and life skills relevant to the environment in which they live. The implications of this research include a deeper understanding of the diversity of parenting practices across cultures, as well as the potential to enrich parenting practices that can be used in modern life.
Exploration Of Parenting Practices In The Na'apu Liana, Nahoni Liana And Napoitan Liana Traditions Of The Boti Tribe Afi, Ayu Patrisia; Bali, Engelbertu Nggalu; Margiani, Kristin; Seran , Theodorina Novyani; Koten, Engelikus Nama; Betty, Credo G.
Exploration in Early Childhood Research Vol. 1 No. 1 (2024): Exploration in Early Childhood Research
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childcare practices in the na'apu liana, nahoni liana, and napoitan liana traditions carried out by the Boti tribe community are ancestral heritage that is maintained to this day. This study aims to explore and describe childcare practices in the na'apu liana, nahoni liana, and napoitan liana traditions in the Boti tribe community. Qualitative research method using data collection techniques in-depth interviews with 15 people (1 Boti chief, 1 traditional leader, 2 community leaders, 2 educational leaders, and 9 parents) and participatory observation for 1 month. The results showed that childcare practices in the Boti tribe are closely related to cultural values and traditions that are rich in values and traditions. The na'apu liana tradition is a tradition carried out when pregnant women, the Boti people believe that the rituals performed in this tradition can provide special care for pregnant women with a focus on health, and spiritual preparation to welcome the presence of the baby. The nahoni liana tradition is a tradition carried out when the mother is in labor, emphasizing emotional, spiritual, and physical support to the mother and baby. Meanwhile, the napoitan liana tradition is a tradition carried out at the post-birth stage, this ritual is carried out to introduce the baby to the Boti community about the baby's presence. These findings illustrate the complexity and depth of the parenting system in Boti culture that reflects the harmony between tradition, the environment and the needs of child development.
Pelatihan Penilaian Pembelajaran PAUD Bagi Orang Tua Seran, Theodorina Novyani; Kale, Sartika; Koten, Angelikus Nama; Mundiarti, Vanida; Margiani, Kristin; Betty, Credo G.
Jurnal Kelimutu Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Kelimutu Journal of Community Service (KJCS)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The assessment conducted during the Covid-19 pandemic reflects the low knowledge and understanding of parents in assessing learning in ECCE. Learning that was originally in school was transferred to learning at home, which creates difficulties for parents, especially in relation to filling out assessment forms during the learning period at home, and most parents carry out subjective assessments during the learning period at home. The assessment from parents has not been based on the reality that happens to children, this will certainly have a major impact on the communication of children's learning assessment results. The purpose of this activity is to broaden parents' knowledge and understanding and balance parents' and teachers' opinions on ECCE learning assessment. The method used in this activity is an adult approach, specifically through training. There were 39 participants who participated in this activity. This training material explains how to assess learning in ECCE, how to create an assessment format, and how to complete the assessment format. The results of the test analysis showed that parents' knowledge and understanding of ECCE learning assessments increased by 53.33%. The participants' knowledge and comprehension score, which was initially 35.64%, increased to 89.48%. This indicates that this training was successfully carried out to increase parents' knowledge and understanding of ECCE learning assessment.
PENDIDIKAN SEKSUAL BERBASIS MULTIKULTURAL Tampubolon, Gokma Nafita; Kale, Sartika; Margiani, Kristin
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i3.6235

Abstract

Kasus kekerasan seksual anak menjadi perhatian dunia. Semakin banyak jumlah anak yang menjadi korban memaksa pemerhati anak harus memikirkan solusi untuk mencegah dan melindungi anak-anak. Indonesia telah menetapkan tahun 2016 sebagai tahun darurat kekerasan seksual anak. Indonesia yang merupakan negara multikultural terbesar di dunia dengan populasi penduduknya berjumlah lebih dari 200 juta jiwa, terdiri dari 300 suku yang menggunakan hampir 200 bahasa yang berbeda, tidak dapat melepaskan keberagaman ini dalam unsur pendidikannya. Oleh karena itu, pendekatan multikultural yang menghargai perbedaan dianggap cocok dalam mengembangkan pendidikan seksual yang dapat diterapkan pada semua jenjang usia, jenis kelamin, suku, agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Pendidikan seksual berbasis multikultural mengakomodasi perbedaan segala pandangan tentang cara mendidik, informasi yang layak diberikan dan siapa yang memberikan informasi
KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN TPACK PADA PEMBELAJARAN DI KELOMPOK B2 TK KRISTEN KARMEL KOTA KUPANG Kristin Margiani; Angelikus Nama Koten; Credo G Betty; Elisa Lawe
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 2 (2025): Edisi Khusus
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i2.24072

Abstract

Seorang guru dituntut untuk memiliki pengetahuan terkait teknologi, pedagogi, dan konten pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran yang bermakna dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan guru dalam memanfaatkan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) pada pembelajaran di kelompok B2 TK Kristen Karmel Kota Kupang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi kegiatan pembelajaran dan wawancara kepada guru kelas B2 dan kepala sekolah. Análisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru masih membutuhkan bantuan dalam pelaksanaan pembelajaran yang melibatkan teknologi. Kemampuan pedagogi guru ditunjukan dengan kemampuan menyusun perangkat pembelajaran yang dilakukan secara mandiri. Terkait konten pembelajaran, guru mampu menyusun konten pembelajaran yang sesuai dengan usía anak dan mampu menggugah rasa ingin tahu anak. Dengan demikian, penting bagi guru untuk mengikuti pelatihan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Implementasi Model Beyond Center And Circle Time Dalam Pengembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini di Kelompok Bermain Apple Tree Yuliana Imelda Taunaes; Kristin Margiani; Gokma Nafita Tampubolon; Yohana Yuniati
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i3.24435

Abstract

Model pembelajaran Beyond Center And Circle Time (BCCT) ini sangat penting bagi anak usia dini khususnya dalam Pengembangan Sosial Emosional anak karena anak-anak memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan teman sebaya, guru, dan lingkungan, sehingga mereka belajar untuk mengelola emosi, membangun kemampuan berkomunikasi, dan mengembangkan rasa tanggung jawab.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menganalisis penerapan model BCCT dalam pengembangan sosial emosional anak usia dini melalui manajemen pembelajaran BCCT . Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, yang mengumpulkan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di KB Apple Tree telah menerapkan model BCCT untuk pengembangan sosial emosional anak melalui manajemen pembelajaran, yang mencakup fase perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam tahap perencanaan guru mampu untuk membuat tujuan pembelajaran yang kompleks sesuai dengan PROTA (Program Tahunan), PROMES (Program Semester), RPPM (Rencana pelaksanaan Pembelajaran Mingguan), dan RPPH (Rencana pelaksanaan Pembelajaran Harian), kemudian dalam pelaksanaan guru dapat melakukan penataan lingkungan bermain yaitu dimana guru menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman, aman dan menarik untuk aktivitas bermain, sedangkan dalam evaluasi guru melakukan pengamatan langsung perkembangan anak secara merata dengan cara penilaian dokumentasi dan catatan perkembangan anak berupa naratif check list atau skala penilaian yang mencakup indikator sosial emosional.