Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENDIDIKAN SEKSUAL BERBASIS MULTIKULTURAL Tampubolon, Gokma Nafita; Kale, Sartika; Margiani, Kristin
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i3.6235

Abstract

Kasus kekerasan seksual anak menjadi perhatian dunia. Semakin banyak jumlah anak yang menjadi korban memaksa pemerhati anak harus memikirkan solusi untuk mencegah dan melindungi anak-anak. Indonesia telah menetapkan tahun 2016 sebagai tahun darurat kekerasan seksual anak. Indonesia yang merupakan negara multikultural terbesar di dunia dengan populasi penduduknya berjumlah lebih dari 200 juta jiwa, terdiri dari 300 suku yang menggunakan hampir 200 bahasa yang berbeda, tidak dapat melepaskan keberagaman ini dalam unsur pendidikannya. Oleh karena itu, pendekatan multikultural yang menghargai perbedaan dianggap cocok dalam mengembangkan pendidikan seksual yang dapat diterapkan pada semua jenjang usia, jenis kelamin, suku, agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Pendidikan seksual berbasis multikultural mengakomodasi perbedaan segala pandangan tentang cara mendidik, informasi yang layak diberikan dan siapa yang memberikan informasi
KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN TPACK PADA PEMBELAJARAN DI KELOMPOK B2 TK KRISTEN KARMEL KOTA KUPANG Kristin Margiani; Angelikus Nama Koten; Credo G Betty; Elisa Lawe
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 2 (2025): Edisi Khusus
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i2.24072

Abstract

Seorang guru dituntut untuk memiliki pengetahuan terkait teknologi, pedagogi, dan konten pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran yang bermakna dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan guru dalam memanfaatkan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) pada pembelajaran di kelompok B2 TK Kristen Karmel Kota Kupang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi kegiatan pembelajaran dan wawancara kepada guru kelas B2 dan kepala sekolah. Análisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru masih membutuhkan bantuan dalam pelaksanaan pembelajaran yang melibatkan teknologi. Kemampuan pedagogi guru ditunjukan dengan kemampuan menyusun perangkat pembelajaran yang dilakukan secara mandiri. Terkait konten pembelajaran, guru mampu menyusun konten pembelajaran yang sesuai dengan usía anak dan mampu menggugah rasa ingin tahu anak. Dengan demikian, penting bagi guru untuk mengikuti pelatihan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Implementasi Model Beyond Center And Circle Time Dalam Pengembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini di Kelompok Bermain Apple Tree Yuliana Imelda Taunaes; Kristin Margiani; Gokma Nafita Tampubolon; Yohana Yuniati
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i3.24435

Abstract

Model pembelajaran Beyond Center And Circle Time (BCCT) ini sangat penting bagi anak usia dini khususnya dalam Pengembangan Sosial Emosional anak karena anak-anak memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan teman sebaya, guru, dan lingkungan, sehingga mereka belajar untuk mengelola emosi, membangun kemampuan berkomunikasi, dan mengembangkan rasa tanggung jawab.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menganalisis penerapan model BCCT dalam pengembangan sosial emosional anak usia dini melalui manajemen pembelajaran BCCT . Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, yang mengumpulkan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di KB Apple Tree telah menerapkan model BCCT untuk pengembangan sosial emosional anak melalui manajemen pembelajaran, yang mencakup fase perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam tahap perencanaan guru mampu untuk membuat tujuan pembelajaran yang kompleks sesuai dengan PROTA (Program Tahunan), PROMES (Program Semester), RPPM (Rencana pelaksanaan Pembelajaran Mingguan), dan RPPH (Rencana pelaksanaan Pembelajaran Harian), kemudian dalam pelaksanaan guru dapat melakukan penataan lingkungan bermain yaitu dimana guru menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman, aman dan menarik untuk aktivitas bermain, sedangkan dalam evaluasi guru melakukan pengamatan langsung perkembangan anak secara merata dengan cara penilaian dokumentasi dan catatan perkembangan anak berupa naratif check list atau skala penilaian yang mencakup indikator sosial emosional.