Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Optimisme Mahasiswa: Kebutuhan Web-Based Acceptance and Commitment Therapy Untuk Meningkatkan Optimisme Fia Nurul Fauziah; Eka Wahyuni
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 10 No 2 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.995 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.102.04

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat optimisme mahasiswa dan kebutuhan untuk mengembangkan Web-based Acceptance and Commitment Therapy (ACT) sebagai strategi untuk meningkatkan optimisme mahasiswa. Convenience sampling yang digunakan untuk mengumpulkan data pada 283 mahasiswa. Instrumen yang digunakan yaitu Life Orientation Test – Revised (LOT-R) dan angket kebutuhan media Web-based ACT. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat optimisme mahasiswa di Jakarta yaitu sedang (16.6 dari total skor 24). Secara keseluruhan 44 mahasiswa (16%) memiliki tingkat optimisme rendah, 159 mahasiswa (56%) memiliki tingkat optimisme sedang, 80 mahasiswa (28%) memiliki tingkat optimisme tinggi. Perempuan memiliki tingkat optimisme yang lebih tinggi daripada laki-laki (16.7 vs 16.3). 158 mahasiswa (63%) merasa sangat perlu adanya media web bantu diri (self-help web) untuk meningkatkan optimisme agar mahasiswa dapat meningkatkan optimisme. Diketahui juga bahwa pengembangan Web-based ACT juga sangat penting untuk membantu meningkatkan optimisme mahasiswa. Abstract This study aims to determine the level of student optimism and the need to develop Web-based Acceptance and Commitment Therapy (ACT) as a strategy to increase student optimism. Convenience sampling was used to collect data on 283 students. The instruments used are the Life Orientation Test-Revised (LOT-R) and the ACT Web-based media needs questionnaire. The results showed that the level of student optimism in Jakarta was moderate (16.6 out of a total score of 24). Overall 44 students (16%) had a low level of optimism, 159 students (56%) had a moderate level of optimism, 80 students (28%) had a high level of optimism. Women had higher levels of optimism than men (16.7 vs 16.3). 158 students (63%) felt the need for a self-help web to increase optimism so that students could increase their optimism. It is also known that the development of Web-based ACT is also very important to help increase student optimism.
Hubungan Antara Efikasi Diri (Self Efficacy) dengan Kepuasan Hidup (Life Satisfaction) Mahasiswa Tessa Nabila; Eka Wahyuni
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 10 No 2 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.032 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.102.08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan positif antara efikasi diri dan kepuasan hidup pada mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sample yaitu incidental sampling. Sample penelitian berjumlah 361 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini menggunakan alat ukur dalam bentuk kuesioner yaitu General Self Efficacy Scale untuk variabel efikasi diri dan Multidimensional Students’ Life Satisfaction Scale untuk variabel kepuasan hidup. Pada variabel efikasi diri mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta memiliki tingkat efikasi diri sedang dan ditandai dengan jumlah persentase 64% dengan aspek tertinggi yaitu pada aspek effort dengan persentase 32%. Sedangkan pada variabel kepuasan hidup berada pada kategori sedang dan digambarkan dengan persentase 50% dan aspek tertinggi ada pada family dengan persentase sebesar 23%. Semua uji coba dalam penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi .05. Secara umum terdapat hubungan antara efikasi diri dengan kepuasan hidup dengan hasil uji korelasionel yaitu hasil .398 uji korelasi ini masuk pada kategorisasi rendah sehingga hubungan antara kedua variabel tidak begitu signifikan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang tidak signifikan antara efikasi diri dengan kepuasan hidup mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan
Peningkatan Kompetensi Teknologi dan Informasi Guru Bimbingan dan Konseling Wening Cahyawulan; Aip Badrujaman; Hilma Fitriyani; Michiko Mamesah; Eka Wahyuni; Djunaedi Djunaedi
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2019): Februari
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.962 KB) | DOI: 10.31960/caradde.v1i2.76

Abstract

Kompetensi teknologi dan informasi bagi guru bimbingan dan konseling/konselor merupakan kompetensi yang perlu dimiliki. Hal ini dikarenakan, kompetensi teknologi dan informasi akan membantu guru bimbingan dan konseling/konselor melaksanakan administrasi bimbingan dan konseling yang cenderung memakan waktu, seperti analisis hasil asesmen. Pengabdian pada masyarakat dilakukan dengan metode pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknologi guru bimbingan dan konseling/konselor di wilayah DKI Jakarta. Pengabdian pada masyarakat melibatkan 28 orang guru bimbingan dan konseling di wilayah DKI Jakarta. Berdasarkan hasil pelaksanaan pengabdian pada masyarakat, diperlukan adanya pendampingan bagi peserta ketika menerapkan kompetensi teknologi dan informasi dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah masing-masing
PELATIHAN KETERAMPILAN SOSIAL DALAM MENGATASI KECEMASAN SOSIAL ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM BAGI PEMBINA LPKA KELAS II JAKARTA Susi Fitri; Eka Wahyuni
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.928 KB)

Abstract

Abstract This community service aims to develop the abilities of the coaches at LPKA in helping students overcome their social anxiety by training students' social skills using a previously developed guidebook. The second objective is to test the validity of the content of the guide for trainers at LPKA class II Jakarta. Children in LPKA are in a condition of getting stigma and negative views from the community, causing anxiety due to the stigma experienced, especially inmates before being released. In addition, the violence that may arise in life in LPKA also causes anxiety in students. The social anxiety experienced by children includes the fear of fellow foster children when they just enter, as well as the shame of meeting again with the surrounding community when they leave. Children think society is bad because they talk bad things about themselves so children want to live in a new place so they no longer interact with neighbors when they go out. Another anxiety that is felt is when you meet again with the victim or the victim's family. The child is worried that there will be reprisals from the victim's family. Children have doubts about whether society will accept them back. Every day, children have difficulty sleeping and are easily agitated. Children tend to keep their aggressive behavior from appearing and maintain their attitude. Children worry about being the talk of friends, neighbors, or relatives. This community service activity method is in the form of social skills training and trials of training guidelines that have been developed previously. The participants of this activity are the II Jakarta LPKA coaches. The results of the assessment of the guide were a score of 82% based on the content feasibility aspect, a score of 81.2% for the linguistic aspect, and 81% on the presentation aspect, 83.9% on the graphic aspect. Overall, the trainers find this handbook for trainers worthy of use. While the process assessment in P2M activities, the trainer assessed that the instructor was able to answer participants' questions, mastered the material and was able to involve participants. Meanwhile, for this activity, participants consider this activity to be in accordance with their needs, useful and the implementation of the activity is considered to have achieved the training objectives. Abstrak Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan kemampuan para pembina di LPKA dalam membantu anak didik mengatasi kecemasan sosial mereka dengan melatih keterampilan sosial anak didik dengan menggunakan buku panduanyang telah dikembangkan sebelumnya. Tujuan kedua melakukan Uji validitas isi panduan pada pembina di LPKA kelas II Jakarta. Anak di LPKA berada dalam kondisi mendapatkan stigma dan pandangan negatif dari masyarakat sehingga menimbulkan rasa cemas sebagai dampak dari stigma yang dialami terutama narapidana menjelang bebas. Selain itu kekerasan yang mungkin muncul dalam kehidupan di LPKA juga menimbulkan kecemasan pada anak didik. Kecemasan sosial yang dialami anak di antaranya ketakutan pada sesama anak binaan ketika baru masuk, juga merasa malu bertemu kembali dengan masyarakat sekitar ketika mereka keluar. Anak menganggap masyarakat jahat sebab membicarakan hal yang buruk tentang dirinya sehingga anak ingin tinggal di tempat yang baru agar tidak lagi berinteraksi dengan tetangga sekitar ketika mereka keluar. Kecemasan lain yang dirasakan adalah ketika bertemu kembali dengan korban atau keluarga korban. Anak khawatir jika ada pembalasan dari keluarga korban. Anak merasa ragu apakah masyarakat menerima mereka kembali. Secara keseharian, anak mengalami sulit tidur dan mudah resah. Anak cenderung menjaga agar perilaku agresifnya tidak muncul dan lebih menjaga sikap. Anak khawatir menjadi bahan pembicaraan teman, tetangga, atau saudara. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini berbentuk pelatihan mengenai keterampilan sosial dan uji coba panduan pelatihan yang telah dikembangkan sebelumnya. Peserta dalam kegiatan ini adalah para pembina LPKA kelas II DKI Jakarta. Hasil dari penilaian terhadap panduan adalah nilai 82% berdasarkan aspek-aspek kelayakan isi, nilai 81,2% untuk aspek kebahasaan, dan 81% dalam aspek penyajian, 83,9% dalam aspek grafik. Secara keseluruhan para pembina menilai buku panduan bagi pembina ini layak digunakan. Sedangkan penilaian proses dalam kegiatan P2M para pembina menilai bahwa para instruktur mampu menanggapi pertanyaan peserta, menguasa materi dan mampu melibatkan peserta. Sedangkan terhadap kegiatan ini para peserta menilai kegiatna ini sesuai dengan kebutuhan mereka, berguna dan penyelenggaraan kegiatn dianggap telah mencapai tujuan pelatihan.
Gambaran tingkat mikroagresi pada siswa penghayat kepercayaan Nurfauzy Abdillah; Susi Fitri; Eka Wahyuni
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/177100

Abstract

Mikroagresi merupakan penghinaan verbal atau perilaku singkat dan umum sehari-hari, baik disengaja atau tidak disengaja, dengan mengkomunikasikan penghinaan dan penghinaan ras yang negatif, penghinaan yang berpotensi memiliki dampak psikologis yang berbahaya atau tidak menyenangkan pada orang atau kelompok sasaran.  Mikroagresi terjadi di berbagai kelompok budaya dan dapat bervariasi berdasarkan penanda identitas interseksional seperti jenis kelamin, kelahiran, ras, agama, dan orientasi seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat mikroagresi pada siswa penghayat kepercayaan di SMA/SMK se-Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif.  Subyek penelitian adalah siswa penghayat kepercayaan di SMA/SMK se-jabodetabek dengan teknik non-probability sampling dengan bentuk purposive sampling. Sehingga sampel yang diambil sebanyak 22 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument Microaggressions Against Religious Individuals Scale (MARIS) yang diadaptasi dari Zhen Hadassah Cheng. Skala yang digunakan pada penelitian ini ialah skalalikert dengan pilihan jawaban dari tidak pernah sampai lebih dari 10 kali. Analisa data hasil penelitian menggunakan teknik deskriptif persentase.  Berdasarkan analisa data, dapat disimpulkan bahwa sebanyak 19 orang atau 86.4% dalam kategori rendah, 2 orang atau 9.1% dalam kategori sedang dan 1 orang atau 4.5% dalam kategori cenderung tinggi.Dampak dari mikroagresi  yang  terjadi terus-menerus dapat menciptakan efek psikologis  yang  negatif.
Gambaran Kritik Diri (Self-Criticism) Pada Mahasiswa Dewita Ramadani; Eka Wahyuni; Dede Rahmat Hidayat
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/176700

Abstract

kritik diri adalah perasaan menyalahkan diri sendiri karena sesuatu yang tidak mereka terima di kehidupan nyata hingga mengutuk pemikiran serta menimbulkan depresi. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk melihat bagaimana gambaran kritik diri pada mahasiswa S1 Universitas Negeri Jakarta angkatan 2018-2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan jenis penelitian survei. Penelitian survei dilakukan terhadap mahasiswa S1 Universitas Negeri Jakarta Angkatan 2018-2021. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket The Forms Of Self-Criticising/Attacking & Self-Reassuring Scale (FSRCS) yang dikembangkan oleh Gilbert dan sudah di adaptasi, melalui google form. Pengambilan sampel menggunakan metode non-probabilitas dengan Teknik accidental sampling. Hasilnya menunjukkan bahwa gambaran terhadap tiga aspek kritik diri mahasiswa S1 Universitas Negeri Jakarta terhadap 186 responden angkatan 2018-2021 berada dalam kategori sedang yaitu pada aspek inadequate self  sebanyak 116 orang atau 62%, aspek reassured self sebanyak 134 orang atau 72% dan aspek hated self sebanyak 154 orang atau 83%. Sedangkan rata-rata skor secara keseluruhan dilihat dari masing-masing aspek 186 mahasiswa S1 Universitas Negeri Jakarta angkatan 2018-2021 berada pada aspek inadequate self dengan skor 23,1 yaitu mahasiswa merasa dirinya tidak memadai ketika menghadapi suatu kegagalan atau kemunduran yang di alaminya. Disarankan untuk penelitian berikutnya perlu dikembangkan variabel atau intervensi moderator yang lain, sehingga nantinya dapat membantu mahasiswa dalam meminimalisir kritik diri yang ada pada dirinya.
Self-compassion as protective factor against emotion regulation difficulties, self-criticism and daily hassle among female college students Eka Wahyuni; Wening Cahyawulan; Karsih karsih; Arga Satrio Prabowo
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/177500

Abstract

Female college students face several daily hassles along with their responsibility as a student especially during learning from home policy. The purpose of this study was to explore the role of self-compassion as a protective factor against emotion regulation difficulties and self-criticism among female students with consideration of their daily hassles. The correlative investigation model was employed in this study. The study sample was 870 female university students aged 17 to 24 years old. The correlation analysis indicated that daily hassle was positively correlated with emotion regulation difficulties and self-criticism. On the hand, emotion regulation difficulties, self-criticism, and daily hassle are negatively correlated with self-compassion. The path analysis indicated that increased daily hassle was directly associated with lower self-compassion, which in turn was associated with higher emotion regulation difficulties and self-criticism. Self-compassion was found to have a direct link to emotion regulation difficulties and self-criticism. Cultivation of self-compassion may have benefits for female college students to cope with their daily hassles.
Evaluasi program bimbingan dan konseling bidang sosial dengan teknik Contex, Input, Proses, Produk (CIPP) di sekolah menengah kejuruan Chandra Budiman; Aip Badrujaman; Eka Wahyuni
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/181300

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai evaluasi program bimbingan dan konseling bidang sosial di sekolah dengan Teknik CIPP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas dan keefektifan program bimbingan dan konseling di sekolah. design penelitian yang digunakan adalah Teknik  gabungan antara metode kuantitatif dan metode kualitatif atau pendekatan mixed-method. Dalam penelitian ini menggunakan Teknik Analisa data kualitatif dan analisis data deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan perihal pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling bidang sosial di SMKN 34 Jakarta dengan teknik evaluasi CIPP (Contex, Input, Proses, Produk) secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa evaluasi program layanan bimbingan dan konseling bidang social dalam katagori Baik. Dengan hasil yang baik ini guru bimbingan dan konseling SMKN 34 Jakarta harus tetap konsisten untuk memperbaiki kekurangan yang ada agar hasil yang didapatkan dapat lebih maksimal dan sesuai dengan apa yang diharapkan.
PENDEKATAN COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY (CBT): LITERATUR REVIEW UNTUK MENGATASI STRES AKADEMIK PESERTA DIDIK Suprianto Baen; Eka Wahyuni
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v9i2.11050

Abstract

The purpose of this research is to find out the causes of academic stress in students and the impact of applying the cognitive behavioral therapy approach to dealing with academic stress. The method used in this study is in the form of a literature review study, articles are searched through the database using Google Scholar is a web search engine run by Google that indexes scientific literature such as journal articles, academic books, conferences, found using the keywords "academic stress","Cognitive Behavior Therapy”, and “CBT to deal with academic stress”, which were published from 2018 to 2023 and were written in English and Indonesian. Based on data synthesis, 30 selected articles were studied and inputted which were prepared by reviewers for analysis. design, along with the results and conclusions of each paper. Qualitative research, and review articles are included to have a broader picture of this subject. The occurrence of academic stress on students is first the condition (Covid-19) then the occurrence of online learning which according to students is difficult to follow because of various problems such as exams, class rankings, homework, expectations, future achievements, and impacts on health such as suffering from illness headaches, difficulty concentrating, feeling excessive anxiety about everything, easily agitated, even consuming alcohol and drugs excessively. Second, student stress is influenced by personal desires that are not in line with the conditions of the learning environment, such as a dense school curriculum. , making decisions, continuing studies, majors, teachers and friends who have a variety of characters, and experience this on average at the high school level and are female, and the effectiveness of cognitive-behavioral therapy in increasing the locus of control of students who experience academic stress can be seen through the statements contained in the homework that the counselee has given in each session.
Analisis pembelajaran jarak jauh berbasis online saat pandemi Covid-19 terhadap mindful self-care pada mahasiswa Nina Fitriyani; Eka Wahyuni; Wirda Hanim
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2021): TERAPUTIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.52781

Abstract

Pembelajaran jarak jauh berbasis online pada masa Pandemi COVID-19 merupakan solusi yang baik untuk dilakukan agar proses pembelajaran tetap dilaksanakan. Namun, pada proses pelaksanaannya mengalami kendala dan kelemahan. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pembelajaran jarak jauh berbasis online pada masa pandemi COVID-19 terhadap mindful self-care pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling UIN Banten. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan wawancara pada lima mahasiswa Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Hasil dalam penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa kurang memiliki mindful self-care disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian lanjutan dengan metode berbeda disarankan pada penelitian ini.