Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan Kualitas Sistem dan Informasi dengan Kepuasan Pengguna Simkes di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Ngawi: The Relationship Of System Quality And Information With Simkes User Satisfaction In Karanganyar Health Center, Ngawi District Kelvin Ferniawan; Sri Sugiarsi; Trismianto Asmo Sutrisno
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v4i2.191

Abstract

Sistem informasi manajemen kesehatan (SIMKES) merupakan aplikasi berbasis komputer yang dirancang untuk mengelola seluruh data rekam medis. SIMKES di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Ngawi masih terdapat masalah terkait data pasien yang belum terisi lengkap, sering terjadi trouble data. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kualitas sistem dan kualitas informasi dengan kepuasan pengguna SIMKES. Populasi penelitian ini adalah Observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pengguna SIMKES yang berjumlah 58 orang. Sampel sebanyak 58 orang yang ditentukan dengan menggunakan rumus sampel jenuh. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji correlation product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan kualitas sistem dengan kepuasan pengguna yang signifikan ( p : 0.001), ada hubungan yang signifikan kualitas informasi dengan kepuasan pengguna yang signifikan (p : 0.001). Simpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan kualitas sistem dan kualitas informasi dengan kepuasan pengguna SIMKES.
HUBUNGAN UNSUR-UNSUR EUCS DENGAN KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) DI RSU ADELLA SLAWI Lambang Adi Prayoga; Sri Sugiarsi; Trismianto Asmo Sutrisno
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v6i1.193

Abstract

Abstrak Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan aplikasi berbasis komputer yang dirancang untuk memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan rumah sakit. SIMRS di RSU Adella Slawi masih memiliki masalah terkait data yang dihasilkan oleh SIMRS belum akurat dalam menampilkan laporan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan unsur-unsur EUCS dengan kepuasan pengguna. Rancangan penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini merupakan seluruh pengguna SIMRS yang berjumlah 150 orang dengan sampel 60 orang yang ditentukan dengan tekniksimple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai signifikansi pada variabel content, accuracy, timeliness dengan nilai sig. < 0,05 , sehingga terdapat hubungan yang signifikan pada variabel content, accuracy, timeliness dengan kepuasan pengguna. Serta nilai signifikansi pada variabel format dan ease of use dengan nilai sig. > 0,05 , sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan pada variabel format dan ease of use dengan kepuasan pengguna. Saran peneliti bagi rumah sakit perlu menambahakan laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pengguna, serta menu tersebut dapat terupdate secara otomatis, menambahkan validasi data pada sistem, dan menambahkan menu bantuan (help menu) yang didalamnya terdapat petunjuk penggunaan bagi pengguna baru. Kata kunci: Rumah Sakit, SIMRS, Kepuasan
Analisis Hubungan Waktu Tunggu dan Kepuasan Pasien di Tempat Pendaftaran Rawat Jalan RSUD dr. R. Soetijono Blora Sri puji lestari; Sri Sugiarsi
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i3.195

Abstract

Pendahuluan: Waktu tunggu merupakan masalah yang sering menimbulkan keluhan dari pasien di beberapa fasilitas kesehatan. Waktu tunggu yang panjang secara konsisten dapat menyebabkan ketidakpuasan pasien. Lama waktu tunggu memberikan pengaruh yang besar kepada pasien terhadap tingkat kepuasan mereka karena berhubungan dengan mutu pelayanan atau pengobatan sehingga harus diperhatikan oleh penentu kebijakan. Berdasarkan studi pendahuluan 80 % mengeluhkan tentang ketidakpuasan pelayanan di loket pendaftaran karena lamanya menunggu panggilan petugas pendaftaran. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap 20 pasien rawat jalan yang melakukan pendaftaran di TPPRJ RSUD Dr. R. Soetijono Blora diperoleh rata – rata waktu tunggu pasien adalah 75 menit. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan waktu tunggu dengan Kepuasan pasien di RSUD Dr. R. Soetijono Blora. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui pendekatan observasional analitik. Menggunakan rancangan Cross Sectional dengan jumlah sampel 97 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner dan lembar observasi, sedangkan penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, untuk mengetahui hubungan waktu tunggu dengan kepuasan pasien dilakukan dengan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukan nilai p-value sebesar 0.001 lebih kecil dari nilai α (alpha) = 0.05, Maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara waktu tunggu dengan kepuasan pasien pasien di RSUD Dr. R. Soetijono Blora. Saran : RSUD Dr. R. Soetijono disarankan untuk penambahan jumlah loket pendaftaran pasien dan pengadaan fasilitas anjungan pendaftaran pasien secara mandiri serta lebih giat melakukan promosi kesehatan untuk mengedukasi pasien akan manfaat dan kelebihan daripada pendaftarakan online dari pada pendaftaran onsite untuk upaya mengingkatkan kepuasan serta memperpendek waktu tunggu di tempat pendaftaran RSUD Dr. R. Soetijono Blora
Factors Influencing User Behavior in Hospital Management Information System at the Emergency Department of Dr. Moewardi Regional Hospital Putri Utami Yuniati; Sri Sugiarsi; Rohmadi; Harjanti
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i3.200

Abstract

AbstractAccording to Minister of Health Regulation Number 82 Year 2013, Hospital Management Information System (HMIS) is a communication technology information system that processes and integrates the entire hospital service process flow in the form of coordination networks, reporting, and administrative procedures to obtain precise and accurate information, and it is part of the Health Information System. Behavior is closely related to a system; a system is considered successful if users do not reject it. To prevent users from rejecting a system, it is necessary to establish good technical quality of information technology systems (Jogiyanto, 2007). To assess the quality of HMIS, research and evaluation related to user behavior of HMIS are necessary. Research on information technology user behavior includes several models, one of which is The Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Dr. Moewardi Regional General Hospital has long implemented web-based HMIS. HMIS at Dr. Moewardi Regional Hospital has been operational since 2018 in the Outpatient, Inpatient, and Emergency units, hence the need for HMIS evaluation. The objective of this study is to determine the factors influencing user behavior in hospital management information systems at the Emergency Installation of Dr. Moewardi Regional Hospital. The study population consists of HMISusers in the Emergency Department. Data analysis was conducted using multiple linear regression method, yielding the following results: variabels that partially positively influence HMIS user behavior are performance expectancy with sig T-test value 0.024 < 0.05; effort expectancy with sig T�test value 0.008 < 0.05; facilitating conditions with sig T-test value 0.021 < 0.05. The variabel of Social Influence does not partially influence HMIS user behavior with sig T-test value 0.088 > 0.05. Simultaneously, the variabels of performance expectancy, effort expectancy, Social Influence, and facilitating conditions positively influence HMIS user behavior with sig F-test value 0.000 < 0.05.Keywords: HMIS, UTAUT model
ANALISIS HUBUNGAN KELENGKAPAN REKAM MEDIS DENGAN KETEPATAN WAKTU PELEPASAN VISUME ET REPERTUM DI RSUD dr. SOEHADI PRIJONEGORO SRAGEN Nafilatus Sholihah; Sri Sugiarsi
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v6i1.201

Abstract

Visume et Repertum (VeR) merupakan surat keterangan medis yang sifatnya diperuntukkan untuk kebutuhan peradilan berupa laporan tertulis yg dibuat oleh dokter yang memuat hasil pemeriksaan. Barang bukti medis, atas permintaan tertulis dari penyidik untuk kepentingan peradilan, dan dibuat atas dasar sumpah jabatan. Pembuatan VeR yang tidak sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO) dapat mengakibatkan tertundanya persidangan. Tujuan penelitian mengetahui hubungan kelengkapan rekam medis dengan ketepatan waktu pelepasan VeR di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan korelatif, dengan jumlah populasi dan sampel sama, yaitu pemintaan VeR pasien Rawat Jalan pada bulan Februari sampai November 2023 sebanyak 50 kasus. Cara pengumpulan data dengan observasi dan dokumentasi. Analisa data menggunakan analisis Univariat dan Bivariat. Hasil penelitian diketahui rekam medis lengkap dengan penyelesaian VeR tepat waktu 22%, rekam medis tidak lengkap namun penyelesaian VeR tepat waktu 40% dan rekam medis tidak lengkap dengan penyelesaian VeR tidak tepat waktu 38%, sedangkan rata- rata waktu penyelesaian VeR adalah 9 hari kerja, hal ini tidak sesuai dengan SPO yaitu 7 hari kerja. Berdasarkan uji Fisher’s Excatc Tets didapatkan nilai p value 0.003, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kelengkapan rekam medis dan ketepatan waktu pelepasan VeR di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Visume et Repertum (VeR) is a medical certificate that is intended for judicial purposes in the form of a written report made by a doctor containing the results of an examination. Medical evidence, at the instance of written request from the investigator for the benefit of justice, and made on the basis of an oath of office. Making a VeR that is not in accordance with the Standard Operating Procedure (SOP) can result in delays in the trial. The purpose of the study was to determine the relationship between the completeness of medical records and the timeliness of VeR release at RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. The type of research is quantitative with a correlative approach, with the same population and sample, namely with the request for VeR out patients from February to November 2023 as many as 50 cases. Data collection methods using observation and documentation. Data analysis using Univariate and Bivariate analysis. The results showed that complete medical records with timely completion of VeR were 22%, incomplete medical records but timely completion of VeR were 40% and incomplete medical records with untimely completion of VeR were 38%, while the average completion time of VeR was 9 working days, this was not in accordance with the SOP which was 7 working days. Based on Fisher's Excatc Tets test, the p value is 0.003, it can be concluded that there is a significant relationship between the completeness of medical records and the timeliness of VeR release at RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.
REKAM MEDIS ELEKTRONIK ANALISIS KEAMANAN SISTEM REKAM MEDIS ELEKTRONIK UNTUK MENJAMIN PRIVASI PASIEN DI RUMAH SAKIT MITRA IDAMAN KOTA BANJAR MOCHAMAD FAHMI MOCHAMAD FAHMI; SRI SUGIARSI; ERNA Adita Kusumawati
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i2.202

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga keamanan dan privasi data pasien dalam sistem rekam medis elektronik (RME) di Rumah Sakit Mitra Idaman Kota Banjar. Dengan adopsi teknologi RME yang semakin luas, perlindungan terhadap informasi medis menjadi krusial untuk menghindari akses tidak sah dan manipulasi data. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi implementasi keamanan sistem RME serta persepsi dan pengalaman pengguna dan pasien terkait keamanan dan privasi data medis mereka. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada berbagai informan, termasuk pengelola layanan RME, pengguna sistem, dan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RS Mitra Idaman Kota Banjar telah mengimplementasikan langkah-langkah keamanan yang solid melalui penggunaan kontrol akses ketat, teknologi jaringan yang aman, enkripsi data, serta audit dan backup data yang rutin. Pengguna dan pasien menyadari pentingnya penggunaan username dan password yang kuat serta transparansi dalam pengelolaan dan akses terhadap data medis mereka. Implikasi dari penelitian ini adalah peningkatan kesadaran dan kepercayaan pengguna dan pasien terhadap keamanan sistem RME di rumah sakit. Temuan ini juga memberikan landasan bagi penyedia layanan kesehatan untuk terus meningkatkan sistem keamanan dan privasi data, serta memberikan edukasi yang lebih baik kepada pengguna dan pasien tentang pentingnya menjaga kerahasiaan informasi medis.
ANALISIS KUALITATIF PENDOKUMENTASIAN REKAM MEDIS RAWAT INAP KASUS CRANIOTOMY DI RSUD DR MOEWARDI SURAKARTA Dewi Ariani; Sri Sugiarsi; Astri Sri Wariyanti
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i2.205

Abstract

Mutu rekam medis baik secara kuantitas maupun secara kualitas sangat mendukung untuk standarisasi akreditasi rumah sakit. Penelitian ini menggunakan rancangan mixed method. Penelitian kuantitatif digunakan untuk menganalisis kelengkapan dan kekonsistensian pencatatan rekam medis, sedangkan penelitian kualitatif dilakukan untuk mencari informasi terkait faktor penyebab pencatatan rekam medis yang tidak konsisten ditinjau berdasarkan aspek man, material, mechine dan methode.Hasil penelitian pendokumentasian rekam medis rawat inap kasus craniotomy di RSUD Dr Moewardi Surakarta di tinjau dari analisis kualitatif adalah konsistensi penulisan diagnosis pada saat masuk, dirawat dan pulang, dari 56 dokumen rekam medis rawat inap kasus craniotomy didapatkan 50 dokumen rekam medis (89,28%) konsisten dan 6 dokumen rekam medis (10,72%) tidak konsisten. Konsistensi pencatatan perkembangan pasien, rekam medis rawat inap kasus craniotomy didapatkan 54 dokumen rekam medis (96,4%) konsisten dan 2 dokumen rekam medis (4,5%) tidak konsisten. Konsistensi pencatatan hal-hal penting selama perawatan dan pengobatan, rekam medis rawat inap kasus craniotomy didapatkan 52 dokumen rekam medis (92,9%) konsisten dan 4 dokumen rekam medis (7,1%) tidak konsisten. Konsistensi pencatatan informed consent, rekam medis rawat inap kasus craniotomy didapatkan sejumlah 46 dokumen rekam medis (82,1%) konsisten dan 10 dokumen rekam medis (17,90%) tidak konsisten. Pencatatan kejadian yang berpotensi menimbulkan tuntutan ganti rugi, rekam medis rawat inap kasus craniotomy tidak ditemukan adanya pencatatan kejadian yang berpotensi menimbulkan ganti rugi. Faktor penyebab pencatatan rekam medis yang tidak konsisten pada kasus craniotomy dilihat dari segi Man yaitu kurangnya ketelitian PPA yang disebabkan karena kelelahan PPA dalam melayani banyaknya pasien. Material tidak ada kendala dalam pencatatan rekam medis yang konsisten. Machine kurangnya laptop atau komputer di ruang nurse station dan belum adanya lembar penilaian konsistensi pencatatan rekam medis. Methode belum mempunyai SPO terkait review konsistensi pencatatan rekam medis.
Analisis Perbedaan Tarif Riil dengan Tarif INA-CBGs Pasien Rawat Inap Pada Kasus Odontectomy Di RSUD Dr Moewardi Surakarta Riyanti Tyas Wanandi; Sri Sugiarsi; Erna Adita Kusumawati
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i3.206

Abstract

Dalam pelaksanaan pengklaiman rawat inap di RSUD Dr. Moewardi masih terdapat kesenjangan tarif antara tarif riil dengan tarif INA-CBGs. Pasien rawat inap pada kasus odontectomy juga termasuk dalam sepuluh besar tindakan rawat inap tahun 2022 dan semester 1 tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbedaan antara tarif riil dengan tarif INA-CBGs pasien rawat inap kasus odontectomy. Rancangan penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan komparatif. Populasi penelitian ini adalah lembar klaim individual pasien keluaran E-klaim pasien rawat inap pada kasus odontectomy bulan Januari sampai dengan Juni Tahun 2023 sejumlah 310 dokumen. Sampel yang diambil adalah sampel jenuh artinya seluruh populasi digunakan untuk sampel yaitu 310 dokumen. Pengumpulan data dengan menggunakan Check list. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan secara menyeluruh terdapat 274 kasus memiliki selisih negatif dan 36 kasus memiliki selisih positif. Rata-rata tarif riil pasien rawat inap kasus odontectomy sebesar Rp. 10.229.267,93, sedangkan rata-rata tarif INA-CBGs pasien kasus odontectomy sebesar Rp. 833.7291,94. Jika diperhitungkan secara keseluruhan maka total tarif riil rumah sakit lebih besar dari total tarif INA-CBGs dengan selisih negatif Rp 552.412.559 maka rumah sakit bisa dikatakan mengalami kerugian. Simpulan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan tarif riil dengan tarif INA-CBGs pasien rawat inap kasus odontectomy di RSUD Dr. Moewardi Surakarta sehingga disarankan pihak manajemen rumah sakit melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap klaim pasien kasus odontectomy
Perbedaan LOS Pasien BPJS dan Non BPJS pada Kasus Stroke Di RSUD Cilacap SRI ERAWATI; Sri Sugiarsi; Trismianto Asmo Sutrisno
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i2.217

Abstract

World Health Organization mencatat bahwa penyakit tidak menular secara kolektif bertanggung jawab atas 71% dari semua kematian di seluruh dunia. Dalam setiap tahunnya kasus baru Stroke mencapai 13 dan menjadi penyebab kematian kedua setelah Ischaemic heart disease dan menjadi peringkat ketiga penyebab disability. Di RSUD Cilacap terdapat dua sistem pembayaran biaya pasien, yaitu prospective payment system untuk pasien BPJS dan Fee For Sevice untuk pasien Non BPJS. Penelitian ini bertujuan mengetahui Perbedaan LOS Pasien BPJS dan NON BPJS Pada Kasus Stroke di RSUD Cilacap. Jenis penelitiannya adalah analitik komparatif, dengan menggunakan data sekunder pasien Stroke tahun 2022 dari SIMRS, dengan jumlah populasi 584 pasien dan 234 pasien sampel. Teknik pengambilan sampel menggunkan simple random sampling. Hasil peneiltian dilakukan Uji hipotesis menggunakan Uji Mann Whitney menunjukkan bahwa diperoleh nilai sig.(2-tailed) 0.181, sehingga disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan LOS pasien BPJS dan Non BPJS pada kasus Stroke, hal ini menggambarkan bahwa pelayanan di RSUD Cilacap pada pasien Stroke dilakukan secara memenuhi dimensi mutu efektif, efisien, dan adil
Hubungan Kelengkapan Informasi Penunjang Dengan Keakuratan Kode Diagnosis Pneumonia Pada Rekam Medis Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit dr. Soedono Madiun Nina Asih Sulistyaningrum; Sri Sugiarsi; Sri Mulyono
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v6i2.134

Abstract

In determining the diagnosis code, supporting information is needed, because the more complete the supporting information, the more accurate and precise the resulting code will be. Based on a preliminary study of 10 medical records of inpatients diagnosed with pneumonia at dr. Soedono Madiun shows a rate of incomplete supporting information of 30% and inaccuracy of 20%. The aim of the study was to determine the relationship between the completeness of supporting information and the accuracy of the pneumonia diagnosis code in the medical records of inpatients at dr. Soedono Madison. The research design used was analytic observational. The population in this study were 350 medical records of inpatients diagnosed with pneumonia. The sample size is 66 medical records. The sampling technique uses simple random sampling and is assisted by Excel using the rand and rank functions. The research instrument uses observation guidelines. Data processing techniques by collecting, editing, coding, entering, processing, and cleaning. Univariate and bivariate data analysis. The statistical test used is the Fisher Exact Test. The results of the completeness of the supporting information were 47 (71,2%) complete, 19 (28,8%) incomplete, and the accuracy of the pneumonia diagnosis code was 59 (89,4%), 7 (10,6%) inaccurate. In conclusion, there is a relationship between the completeness of supporting information and the accuracy of the pneumonia diagnosis code in the medical records of inpatients at Dr. Soedono Madiun with a value of p = 0,001.