Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) sebagai Antikanker Payudara Dwitiyanti, Dwitiyanti
Pharmaceutical Sciences and Research Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guava leaves are used as a cytotoxic. Previous research has demonstrated that guava leaves contained 61.71% of quersetin and has potential as an cytotoxic. The aim of this study was to determine the cytotoxic activity of 70% ethanol extract of guava leaves against cancer cells T47D. The method used direct counting (viable cell count) to obtained LC50 value. This study used a test solution with six concentrations that were 130.62; 67.98; 35.98; 18.43; 9.56 and 5 µg/ml. The LC50 value from the 70% ethanol extract of guava leaves was 27.54 µg/ml. The results suggested the extract of guava leaves has cytotoxic activity against T47D cells
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KECAPI (Sandoricum koetjape (Burm.f.) Merr.) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) DENGAN INDUKSI KARAGENIN: ANTI-INFLAMMATORY ACTIVITY TEST OF ETHANOL EXTRACT 70% LEAVES OF CAPITALS (Sandoricum koetjape (Burm.f.) Merr.) IN MALE MICE (Mus musculus) WITH CARRAGEENAN-INDUCTION Dwitiyanti; Riska Dwi Astuti; Hayati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.358

Abstract

Kulit batang kecapi diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi. Salah satu kandungan senyawa metabolit pada daun dan batang kecapi adalah flavonoid. Flavonoid pada daun kecapi diduga memiliki efek antiinflamasi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi ekstrak daun kecapi melalui parameter penurunan volume eksudat, penurunan jumlah leukosit, persentase monosit, persentase neutrofil, dan persentase limfosit eksudat pada  udem hewan uji yang diinduksikan karagenin. Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok I (kontrol normal), kelompok II (kontrol negatif diberi Na-CMC 1%), kelompok III (kontrol positif diberi Na-Diklofenak 10 mg/kgBB), kelompok IV (uji I diberi dosis 25 mg/kgBB), kelompok V (uji II diberi dosis 50 mg/kgBB), kelompok VI (uji III diberi dosis 100 mg/kgBB). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kantung udara (air pouch). Udema pada mencit diinduksikan dengan menyuntikan karagenin 1% secara subkutan. Pada hari keenam Suspensi ekstrak kental dan pembanding diberikan secara oral. Kemudian, setelah satu jam  induksi karagenin. Setelah 24 jam, dilakukan pengukuran sesuai parameter. Data yang telah didapat diuji secara statistik dengan one-way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Hasil yang didapatkan dari penelitian bahwa ekstrak etanol dengan dosis 50 mg/kgBB dan dosis 100 mg/kgBB mencit dapat menurunkan volume eksudat, jumlah leukosit eksudat, persentase neutrofil, persentase monosit dan persentase limfosit (p<0,05). Aktivitas antiinflamasi ekstrak juga setara dengan kontrol positif yaitu Na-Diklofenak dengan dosis 10 mg/kg BB mencit.
Aktivitas Ekstrak Etanol 70% Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam.) dalam Penurunan Kadar Gula Darah Tikus Diabetes Gestasional Yang Diinduksi Streptozotocin Dwitiyanti, Dwitiyanti; Efendi, Kriana; Rachmania, Rizky Arcinthya; Septiani, Riri
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v4i1.84

Abstract

Biji Buah Nangka (Artocarpus heterophyllus L.) dilaporkan memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemia. Pada penelitian ini bertujuan menguji ekstrak etanol 70% biji nangka dan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai penurun kadar gula darah tikus diabetes gestasional yang diinduksi streptozotocin. Hewan uji tikus betina bunting galur Sprague dawley dibagi 6 kelompok perlakuan, masing-masing terdiri dari 4 ekor tikus. Kelompok I (kontrol normal), kelompok II (kontrol negatif), kelompok III (kontrol positif) diberi metformin dosis 51.37 mg/kgBB, kelompok IV (Dosis Uji 100 mg/kgBB), kelompok V (Dosis Uji 200 mg/kgBB) dan kelompok VI (Dosis Uji 400 mg/kgBB), kelompok IV,V dan VI diberi sediaan uji biji buah nangka secara oral. Tikus diinduksi terlebih dahulu dengan streptozotocin agar tikus mengalami hiperglikemia, kemudian diberi perlakuan sediaan uji selama 14 hari. Pengambilan darah dilakukan pada hari ke-14, untuk menghitung kadar glukosa darah menggunakan fotometer klinikal. Hasil uji ANOVA satu arah menunjukkan adanya perbedaan antar kelompok perlakuan. Semua kelompok sediaan uji ekstrak biji buah nangka memiliki aktivitas menurunkan kadar glukosa darah terhadap tikus diabetes gestasional. Hasil uji Tukey penurunan kadar glukosa darah menunjukan kelompok uji sediaan biji nangka dosis 400 mg/kg BB sebanding dengan kelompok positif yang diberikan Metformin 51.37 mg/kgBB.
Edukasi Penggunaan Obat yang Aman saat Berpuasa: Meningkatkan Kesadaran Masyarakat di Desa Binaan Fakultas Farmasi dan Sains UHAMKA Siska, Siska; Dwitiyanti, Dwitiyanti; Sunaryo, Hadi; Widayanti, Ari; Wardani, Elly; Prisiska, Fahjar
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 01 (2025): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v8i01.11570

Abstract

Fasting during Ramadan is an obligatory act of worship for Muslims, but for individuals with certain health conditions, fasting while undergoing drug therapy can be confusing. This community service activity (PKM) aims to provide education to the community on the correct way to consume drugs while fasting. This activity was carried out in the Foster Village of the Faculty of Pharmacy and Science UHAMKA, Bintara RT 007, Bekasi City, West Java. This activity involved three pharmacists as speakers. The methods used for implementing community service activities include lectures, question and answer sessions, and interactive discussions. The results of community service from the activity showed a significant increase in community knowledge about the correct use of drugs during fasting. This PKM is expected to increase public awareness and understanding of the correct use of drugs, so that they can carry out fasting more optimally and safely.
KOMBINASI EKSTRAK ETANOL RIMPANG Zingiber officinale Roscoe DENGAN Zn SEBAGAI HIPOLIPIDEMIA PADA MENCIT DIABETIKDIET TINGGI KOLESTEROL Sunaryo, Hadi; siska, siska; Dwitiyanti, Dwitiyanti; R, Rizky Arcinthya
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 11 No. 1: Maret 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v11i1.1398

Abstract

Hiperlipidemia  sering  dijumpai  pada  penderita  diabetes  mellitus  (DM),  sehingga terapi hiperglikemia dan hiperlipidemia sering menggunakan kombinasi  obat DM dan obat penurun kolesterol. DM maupun hiperkolesterolemia akan meningkatkan stress  oksidatif  yang  dapat  memacu  terbentuknya  LDL  teroksidasi  (LDL-oks). Terapi  pasien  DM  dengan  hiperlipidemia perlu  penambahan  antioksidan.  Jahe merupakan  rimpang  asli  Indonesia  yang  memiliki  potensi  antioksidan.  Efek antioksidan  yang  dimiliki  jahe  ini  dapat  ditingkatkan  dengan  penambahan  zinc. Tujuan  penelitian  ini  untuk  membuktikan  efektivitas  kombinasi  ekstrak  etanol rimpang jahe (Zingiber officinale  Roscoe) dengan Zink (Zn)  sebagai hipolipidemia, dengan pengukuran LDL teroksidasi dan kolesterol total pada mencit diabetik yang diberi  diet  tinggi  kolesterol.  Penelitian  ini  menggunakan  48  ekor  mencit,  dibagi menjadi  8  kelompok.  Kelompok  tersebut  terdiri  dari   kelompok  kontrol  normal, kontrol  negatif,  dan  kontrol  positif  serta  kelompok  variasi  dosis  uji  yaitu ekstrak rimpang jahe dosis 37,5 mg/kg BB,  zink  20 mg/kgBB,  dosis 1 (37,5 mg/kg BB) + Zn  (20  mg/kg  BB),  dosis  2  (75  mg/kgBB)  +  Zn  (20  mg/kg  BB),  dosis  3  (150 mg/kgBB)  +  Zn  (20  mg/kg  BB)  tiap  kelompok  diberikan  zat  uji  selama  14 hari kemudian  dilakukan  pengukuran  kadar  glukosa  darah,  LDL  dan  kolesterol  total. Hasil  dari  penelitian ini,  kombinasi ekstrak  jahe  gajah  dengan  zink  dapat menurunkan  kadar  kolesterol  total  dan  LDL  sebanding  dengan  atorvastatin  dosis 0,114 mg/20g BB mencit.
Pengaruh Pemberian Fraksi Etil Asetat Ekstrak Etanol 70% Herba Pegagan Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Tikus Putih Jantan Dwitiyanti, Dwitiyanti; Sediarso, Sediarso; Kusuma, Ade Andar
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v12i2.3757

Abstract

Luka bakar merupakan respon kulit dan jaringan subkutan terhadap suhu untuk memperbaiki jaringan akibat luka bakar digunakan pegagan. Herba pegagan mempunyai khasiat untuk memperbaiki jaringan granulasi kulit dan penyembuh luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fraksi etil asetat herba pegagan terhadap penyembuhan luka bakar. Hewan uji yang dipakai adalah tikus putih jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan. Kelompok I (kontrol normal), kelompok II (kontrol negatif), kelompok III (kontrol positif) dilukai dan diberi povidon iodium, kelompok IV, V dan VI dilukai dan diberi fraksi etil asetat ekstrak etanol herba pegagan 0,37%, 0,93% dan 1,49%. Punggung tikus diinduksi dengan logam panas dengan suhu 105oC. Pengamatan dilakukan 2 hari sekali selama 14 hari. Data yang didapat diuji secara statistik dengan uji ANOVA dua arah yang dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasilnya adalah kelompok konsentrasi 0,93% dan konsentrasi 1,49% memiliki khasiat setara dengan kelompok kontrol positif.  
UJI AKTIVITAS INHIBITOR XANTIN OKSIDASE DARI EKSTRAK POLISAKARIDA JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus (Jacq.) P.Kumm) DAN JAMUR KANCING (Agaricus bisporus (J.E.Lange) Imbach) SECARA IN VITRO Wahyudi, Priyo; Zaelani, Bohir Abdul Qodir; Dwitiyanti, Dwitiyanti; Maharani, Nursyifa
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 14 No. 1: Maret 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v14i1.9827

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus (Jacq.) P.Kumm dan jamur kancing (Agaricus bisporus (J.E. Lange) Imbach) merupakan jenis jamur yang dapat dikonsumsi dan digunakan sebagai obat. Jamur tiram putih dan jamur kancing mengandung berbagai senyawa berkhasiat, salah satunya polisakarida yang memiliki aktivitas antioksidan dan inhibitor xantin oksidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas inhibitor xantin oksidase pada pembentukan asam urat secara in vitro dari ekstrak polisakarida jamur tiram putih dan jamur kancing . Jamur diekstraksi menggunakan air pada suhu 100oC selama 3 jam dan diperoleh rendemen ekstrak polisakarida jamur tiram putih sebesar 1,79%. Metode congo-red digunakan untuk identifikasi polisakarida. Penelitian ini menggunakan 5 variasi konsentrasi ekstrak polisakarida jamur tiram putih yaitu 1, 10, 100, 1000, dan 10.000 µg/mL. Pembacaan absorbansi aktivitas xantin oksidase menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 570 nm. Nilai absorbansi yang didapat menunjukkan banyaknya hidrogen peroksida yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 10.000 µg/mL ekstrak polisakarida jamur tiram putih dan jamur kancing  memiliki persentase penghambatan xantin oksidase sebesar 24,24% dan 45,36%. Pada penelitian ini dapat dibuktikan bahwa semakin tinggi konsentrasi maka semakin besar persentase penghambatan xantin oksidase.
Membangun kesadaran: strategi komunikasi, informasi, dan edukasi untuk mengatasi penyakit degeneratif di Pulau Pari Kepulauan Seribu Siska, Siska; Dwitiyanti, Dwitiyanti; Widayanti, Ari; Efendi, Kriana; Yati, Kori
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22900

Abstract

Abstrak Penyakit degeneratif sering terjadi di masyarakat, termasuk di Pulau Pari Kepulauan Seribu. Tindakan untuk mencegah dan mengobati penyakit tersebut membutuhkan pendekatan yang kuat dalam komunikasi, informasi, dan pembelajaran. Artikel ini menjelaskan program pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran warga Pulau Pari Kepulauan Seribu tentang penyakit degeneratif. Kegiatan ini diarahkan oleh seorang apoteker yang juga menjadi dosen di Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi dan Sains Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (PSPA FFS UHAMKA), melalui metode penyuluhan, kampanye, dan pembentukan kelompok diskusi. Sebanyak 20 warga dari Pulau Pari Kepulauan Seribu turut serta dalam program ini, menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap penyakit degeneratif. Dampaknya adalah bahwa masyarakat memiliki pemahaman dan kesadaran yang lebih baik tentang penyakit degenerative (t stat > t kritis). Masyarakat kini dapat mulai mengenali tanda-tanda pertama penyakit dan menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan kontribusi dalam menurunkan angka kejadian penyakit degeneratif di Pulau Pari Kepulauan Seribu serta dapat dijadikan contoh bagi daerah lain dalam upaya pencegahan penyakit tersebut melalui komunikasi yang efektif antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Kata kunci: KIE, pengabdian; penyuluhan; penyakit degeneratif AbstractDegenerative diseases, including Pari Island in the Thousand Islands, often occur in society. Actions to prevent and treat these diseases require a robust communication, information, and education approach. This article describes a community service program to increase awareness of the residents of Pari Island about degenerative diseases. The activities are led by a pharmacist who is also a lecturer in the Pharmacy Profession Study Program at the Faculty of Pharmacy and Science at Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (PSPA FFS UHAMKA), through counseling methods, campaigns, and the formation of group discussion. Twenty participants from Pari Island joined this program, showing increased community understanding and awareness of degenerative diseases. The impact is that the community has a better experience and awareness of degenerative diseases (t stat > t critical). The community can recognize the early signs of diseases and adopt a healthier lifestyle. This activity can contribute to reducing the incidence of degenerative diseases on Pari Island. It can be used as an example for other areas in efforts to prevent these diseases through effective communication between healthcare professionals and the community. Keywords: KIE; devotion; counseling; degenerative disease