Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The Use of Mind-Mapping in Paragraph Writing Learning with Critical Thinking Stimulus for Students Krisnawati, Vera; Marahayu, Nila Mega; Budi Utami, Shofi Mahmudah; Martha, Nia Ulfa
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 2 (2023): August 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v12i2.59480

Abstract

This classroom action research aims to (1) improve the quality of the learning process to write paragraphs with a critical thinking stimulus using the mind mapping method and (2) improve the ability to write paragraphs with a critical thinking stimulus using the mind mapping method. The research subjects are students taking Indonesian courses in science and social science majors at Universitas Jenderal Soedirman. Data sources include lesson plans, photos, test results, a list of scores, field notes, and notes on interview results. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, tests, and documents. The achievement indicator is 75%. The research procedure includes preparation, initial survey, cycle implementation, observation, and reporting. Mastery of critical thinking skills in writing paragraphs is also reflected through a long continuous process starting from the ability of students to build references and social relationships such as cooperation with other students, communicating with others, tolerance, respecting the opinions of others, and being open to criticism from others. Other aspects observed encompass the ability of students to acquire confidence that is essential to possess the ability and capability to complete learning tasks. Furthermore, students can master the teaching materials that they have studied at least 75% of what should be achieved per the specific instructional objectives intended.
Implikasi Retardasi Mental terhadap Tumbuh Kembang dalam Kajian Psikolinguistik Soleha, Naswa Resy Nurhasani; Martha, Nia Ulfa
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i1.4269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi anak penderita retardasi mental, peran orang tua, serta pengaruh LAD terhadap kemampuan berbahasa anak. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif studi kasus dengan menggunakan model Miles dan Huberman dimana melalui beberapa tahan mulai dari merangkum data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menemukan bahwa anak yang menderita retardasi mental memang benar akan mengalami gangguan berbahasa, hal ini disebabkan melalui faktor internal dan faktor eksternal sehingga dibutuhkan bantuan orangtua dan lingkungan sekitar untuk membantu anak tersebut berkomunikasi dan menerima informasi dalam ruang lingkup kebahasaan. Pada kasus IK ditemukan bukti konkrit mengenai permasalahan keterbatasan perkembangan intelektual dan fisik penderita retardasi mental. Pentingnya peran orang tua dan lingkungan sekitar adalah urgensi dari penyelesaian masalah yang dialami oleh penderita sehingga di masa yang akan datang diharapkan terciptanya media pembelajaran bagi penderita retardasi mental yang sesuai dengan indikator penderita retardasi mental.
Pengukuran Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas X SMA Negeri di Purwokerto Dewi, Adinda Rismaya; Sudaryanto, Memet; Martha, Nia Ulfa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i1.3312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keterampilan menulis puisi siswa kelas X SMA Negeri di Purwokerto menggunakan instrumen berupa rubrik penilaian yang valid dan reliabel. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel diperoleh melalui teknik random sampling yang melibatkan 330 siswa kelas X SMA Negeri di Purwokerto. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes unjuk kerja menulis puisi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan mengonversi skor menjadi nilai untuk menentukan nilai tertinggi, nilai terendah, dan nilai rata-rata lalu dikategorikan. Penilaian terhadap puisi karya siswa menghasilkan nilai tertinggi 100, nilai terendah 53, dan nilai rata-rata 76 yang masuk ke dalam kategori baik. Meskipun siswa menunjukkan keterampilan yang baik dalam menulis puisi, diperlukan penguatan terhadap kriteria penilaian kekuatan citraan (imajinasi) agar keterampilan menulis puisi siswa dapat berkembang secara lebih komprehensif. Hasil pengukuran dapat digunakan oleh guru Bahasa Indonesia kelas X tingkat SMA sebagai pedoman dalam merancang strategi pembelajaran menulis puisi yang lebih efektif sesuai dengan kebutuhan siswa.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Drama Berbasis Cerita Rakyat Banyumas: Analysis of the Needs for Developing Drama Teaching Materials Based on Banyumas Folk Tales Nurul Lutfiyah; Memet Sudaryanto; Nia Ulfa Martha
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 5 No. 03 (2025): Research Articles, December 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v5i03.7375

Abstract

This study aims to analyze the need to develop drama teaching materials based on Banyumas folklore, as an effort to provide materials that are relevant to students' needs and characteristics. This study uses the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model. The focus of the study is the needs analysis stage, the first part of the ADDIE development model. The population in this study was all high school students in the Purwokerto area who received drama material in Indonesian Language subjects. From this population, the study collected samples from two schools: SMAN 5 Purwokerto and SMAN 3 Purwokerto. The results showed that students had a positive perception of drama learning and gained meaningful learning experiences, especially in aspects of self-expression, social interaction, and mental strengthening. However, the available teaching materials remained general, did not cover the full range of drama theory, and did not include examples grounded in local culture. Students also indicated a need for more comprehensive teaching materials that cover affective, psychomotor, and cognitive aspects. Furthermore, students have a favorable view of Banyumas folktales as a learning resource, particularly because their geographical and cultural proximity makes it easier for them to understand the values and moral messages conveyed in these tales. These findings confirm the need to develop drama teaching materials based on Banyumas folktales to provide contextual, meaningful, and student-centered learning.
Studi Kasus Perencanaan Pembelajaran Kewirausahaan Berbasis Teknologi di SMAN 2 Purwokerto Andry Reva Raja Saputra; Lalita Melasarianti; Nia Ulfa Martha
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v5i1.6071

Abstract

In the current era, technology assists human roles in life. The important role of technology leads humanity toward an unlimited modern world. Moreover, technology is present to facilitate and support the world of education. This includes engaging learning videos, the presence of e-books (digital books) and e-modules (digital modules), and the emergence of interactive applications. The presence of increasingly advanced technological innovations in learning will facilitate both students and teachers. Supported by digital learning resources, students become more creative and active during learning, and adequate facilities make technology-based learning enjoyable, with students accepting it wholeheartedly. One example is at SMA Negeri 2 Purwokerto, where the facilities already meet general standards and certainly address students' needs. This research uses a qualitative method with a case study approach. The population used is from classes XII-1 to XII-11, while the sample only includes class XII-1, with data collection encompassing observation, documentation, and interviews. The research results reveal that in designing learning planning, there must be a clear flow, such as the creation of learning achievements, teaching modules, and strategic steps in learning. This is to create interactive and engaging learning. In addition, it can make learning more organized, especially entrepreneurship education at SMAN 2 Purwokerto.
Kajian Keterbacaan Wacana dalam Soal PSAJ Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwokerto Menggunakan Formula Grafik Fry: Study of Discourse Readability in Indonesian Language PSAJ Questions at SMA Negeri 1 Purwokerto Using Fry's Graphical Formula Putri Syalsabila; Uki Hares Yulianti; Nia Ulfa Martha
CARAKA Vol 12 No 1 (2025): Desember
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i1.20934

Abstract

Keterbacaan wacana berperan penting dalam membantu siswa memahami teks sesuai jenjang pendidikannya. Penelitian ini menganalisis tingkat keterbacaan wacana dalam soal Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) Bahasa Indonesia kelas XII di SMA Negeri 1 Purwokerto tahun ajaran 2024/2025 menggunakan Formula Grafik Fry. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Sebanyak 22 wacana dianalisis melalui perhitungan kata, kalimat, suku kata, dan pemetaan pada Grafik Fry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 wacana (81,82%) berada di bawah tingkat keterbacaan kelas XII, satu wacana sesuai, satu lebih tinggi, dan dua tidak valid. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar wacana terlalu sederhana sehingga dapat memengaruhi pemahaman siswa dan validitas instrumen evaluasi. Oleh karena itu, pemilihan wacana perlu ditinjau ulang agar sesuai dengan kemampuan kognitif siswa dan mendukung tujuan pembelajaran.
BENTUK-BENTUK TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM PROGRAM OBROLAN WARUNG TARSUN RRI PURWOKERTO EPISODE "DIMULAINYA PENDIDIKAN DI SEKOLAH RAKYAT BANYUMAS" Aulia, Mei Diana; Pujihastuti, Etin; Martha, Nia Ulfa
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1183

Abstract

Perkembangan media digital menjadikan podcast sebagai ruang komunikasi publik yang strategis dalam menyampaikan kebijakan kepada masyarakat. Namun, tanpa pemahaman terhadap strategi bahasa yang digunakan, komunikasi kebijakan berpotensi menimbulkan salah tafsir dan kuranganya penerimaan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tindak tutur ilokusi dalam program Obrolan Warung Tarsun episode “Dimulainya Pendidikan di Sekolah Rakyat Banyumas” dan mengungkap makna komunikasi publik dalam penyampaian kebijakan pendidikan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode simak bebas libat cakap (SLBC). Sumber data dalam penelitian ini, yaitu program Obrolan Warung Tarsun episode “Dimulainya Pendidikan di Sekolah Rakyat Banyumas” di kanal YouTube RRI Purwokerto. Data penelitian ini berupa tuturan partisipan dalam program tersebut dan digunakan untuk mencapai tujuan penelitiann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kategori ilokusi, yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif muncul dalam interaksi penutur. Secara keseluruhan, asertif menjadi bentuk yang paling dominan karena digunakan untuk menyampaikan informasi dan menjelaskan konteks kebijakan. Direktif muncul untuk meminta klarifikasi dan memberi anjuran, sementara komisif menandai komitmen, serta dukungan institusional. Ekspresif terlihat melalui ungkapan syukur, empati, dan permintaan maaf, sedangkan deklaratif tampak dalam pernyataan resmi yang menetapkan perubahan jenjang dan struktur sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi kebijakan dalam program tersebut tidak hanya informatif, tetapi juga melibatkan unsur arahan, komitmen, dan ekspresi emosional, sehingga menggambarkan dinamika pragmatik yang kompleks dalam ruang publik digital.