Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Potret Gerakan Dan Tipologi Pemikiran Kaum Muda Muhammadiyah Pada Awal Milenium Baru Miswanto, Agus
Jurnal Tarbiyatuna Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaum muda muhammadiyah merupakan bagian penting dalam dinamika Muhammadiyah. Walaupun Kaum muda Muhammadiyah belum menjadi bagian dalam struktur Muhammadiyah, tetapi geliat gerakan dan pemikiran kaum Muda Muhammadiyah menjadi diskursus penting yang juga mempengaruhi dinamika Muhammadiyah. Penelitian ini, mecoba untuk memetakan dinamika gerakan intelektual kaum muda Muhammadiyah pada era melinium baru yang banyak tantangan menghammpiri Muhammadiyah. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa ada empat tipe utama dalam dinamika pemikiran dan gerakan kaum muda Muhammadiyah yaitu, konservatif, pragmatis-politis, transformatif dan progresif-liberal. Dari temua tersebut bahwa diskursus intelektual dan juga aksi gerakan di lingkunagan kaum muda Muhammadiyah tidak monolitik, tetapi sangat diskusrsif dan variatif. Empat corak tersebut sesungguhnya sebagai bentuk aktualisasi dari paradigma intelektual yang menjadi ciri dari gerakan kaum muda Muhammadiyah, yaitu humanisasi, liberasi, dan transendensi.
Eksistensi Pesantren Muhammadiyah Dalam Mencetak Kader Persyarikatan (Studi di Kabupaten Magelang) Miswanto, Agus
Jurnal Tarbiyatuna Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/tarbiyatuna.v10i1.2717

Abstract

This research is about Muhammadiyah boarding schools in Magelang Regency with a qualitative-comparative approach. A comparative approach is used to see two pesantren groups that are different from the management side, namely traditional (salafiyah) and modern (khalaf) pesantren in the Muhammadiyah environment. And to collect data used interview and observation techniques. From this study it was found that Muhammadiyah Islamic boarding schools had readiness to print a cadre of trustees who were well-trained and had advanced Islamic insights. However, in the context of pesantren resources there needs to be improvement and improvement. Of the four pesantren studied. Each has different characteristics both in terms of management and curriculum. In terms of curriculum, pesantren are still searching for the right format, because until now there has been no standard curriculum in the Muhammadiyah boarding school environment. Likewise, the books that have become a handle still have no uniformity between the pesantren.
Pengembangan Theopreneurship di Muhammadiyah: Studi di Pesantren Darul Arqom Patean Kendal dan Pesantren Al-Mu’min Tembarak Temanggung Miswanto, Agus; Nugroho, Irham; Suliswiyadi, Suliswiyadi; Kurnia, Marlina
Jurnal Tarbiyatuna Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/tarbiyatuna.v10i2.3058

Abstract

This research is about theopreneurship of pesantren. Theopreneurship is a relatively new study in the academic world, namely entrepreneurship based on religious values, which is rather different from entrepreneurship studies in general. This research is a descriptive analysis; for collecting data using the in-depth interview method and Focus Group Discussion (FGD). From the research it was found that the two pesantren of Muhammadiyah, namely al-Mu'amin Tembarak and Darul Arqom Patean used the Kulliyatul Mu'allimin al-Islamiyyah (KMI) model in the management of student learning, namely daily learning management for students for 24 hours of full day in the boarding schools. For the development of theopreneurship, Darul Arqom Patean uses the organizational culture formed in the pesantren environment, namely business development through a business division that was formed institutionally and the development of santri entrepreneurship motivation through the Darul Arqom Organization students (OSDA). Meanwhile, pesantren al-Mu'min Tembarak, entrepreneurship development has not yet become an organizational culture, pesantren is still looking for models and forms. For the development of the entrepreneurial ethos of students carried out through the organizational culture of the Muhammadiyah Student Association (IPM).
Peran Pesantren dalam Melahirkan Kepemimpinan Muhammadiyah: Analisis Historis Terhadap Profil Ketua Umum Pimpinan Pusat Tahun 1912-2020 Miswanto, Agus
Jurnal Tarbiyatuna Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/tarbiyatuna.v11i1.3424

Abstract

This research is about the profile of Muhammadiyah leaders, who are the locomotive of modern Islamic organizations in Indonesia. This study tried to do a historical analysis of the profiles of Muhammadiyah leaders from three different periods, namely 1912-1952, 1953-1990, and 1990-2020. This study uses a historical approach with heuristic and interpretation methods. Through the heuristic method, data is collected, then grouped and finally interpreted using the inductive-synthesis method. From this research it was found that the Muhammadiyah leaders who were elected as the general chairmen of the Muhammadiyah central leadership were those who had a pesantren education base, both traditional and modern pesantren. From this research it is known, in the first period the role of traditional pesantren was very dominant in giving contribution to the leader of Muhammadyah, which was around 80%. Then, in subsequent developments, in the second and third periods, the dominance of traditional pesantren was displaced by modern pesantren (60%). Even so, traditional pesantren still contribute quite a lot in giving cadres to the Muhammadiyah central leadership, which is 40% each for the second and third periods
Analysis of Changes in the Status of Waqf Assets to Improve the Quality of Islamic Education in SD Muhammadiyah Innovative Mertoyudan Magelang Usman, Nurodin; Miswanto, Agus; Nugroho, Irham
Jurnal Tarbiyatuna Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/tarbiyatuna.v13i2.8081

Abstract

The process of changing the status of waqf in the field of education is one of the investment instruments to improve the performance of Islamic educational institutions. Educational waqf institutions that are not strategic are suspected to be one of the reasons for the undeveloped education. This study analyzes the process of changing the status of waqf assets in the field of education, namely Muhammadiyah Pujotomo Elementary School, through a benefit exchange mechanism with Muhammadiyah University of Magelang. At first, the school was located behind the campus so that the community could not easily access it. After occupying a new location and building, the school's name changed to SD Muhammadiyah Innovative and has experienced significant development. The results of the analysis show that changing the status of waqf land at Innovative Muhammadiyah Elementary School can improve the educational quality of the institution so that it becomes better and has more promising development prospects.
Profil Wisata Religi Gunung Tidar sebagai Pakuning Tanah Jawa (Studi Etnografi di Kota Magelang) Huda, Cahyani Nurul; Khusniyah, Arifatul; Sholichah, Dewi Chotimatus; Miswanto, Agus
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wisata religi bukan merupakan hal baru dalam dunia pariwisata. Wisata ini muncul dari kebiasaan masyarakat melakukan ziarah dan berwisata. Faktor agama dan kepercayaan yang mendominasi masyarakat untuk melakukan perjalanan jauh selama berhari-hari untuk mengikuti wisata religi. Gunung Tidar yang terletak di Kota Magelang merupakan salah satu destinasi wisata yang sering dijadikan sebagai objek wisata religi. Gunung Tidar dikenal sebagai “Pakuning tanah jawa”. Gunung Tidar dengan ketinggian 503m diatas permukaan air laut ini adalah wisata yang masih asri karena merupakan hutan yang sebagian besar ditumbuhi oleh tumbuhan pinus. Selain itu di Gunung tidar ini terdapat bebrapa makam yang dianggap kramat oleh masyarakat. Makam tersebut adalah makam Kyai Semar, Kyai Sepanjang dan juga makam Syeh Subakir. Gunung Tidar ini tidak dapat dipisahkan dengan pendidikan militer (AKMIL) sebagai kawah Candradimuka yang mencetak perwira pejuang sapta marga didirikan. Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai sejarah dari Gunung tidar masih sangat rendah, ini dapat dibuktikan dari hasil penelitian ini.
Sosialisasi Instrumen Audit Syariah untuk Penguatan Aspek Fikih Zakat di LAZISMU Jawa Tengah Hakim, Lukmanul.; Athief, Fauzul Hanif Noor; Isman; Miswanto, Agus; Zakiy, Faris Shalahuddin; Anshori, Muhammad Amir; Ramadhan, Dwi Swasana; Ilham Rosyadi, Jundi Faaiq; Faizah, Annisa Nur; Nafis, Zulhaznizam
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 4 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v9i4.28322

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada pengembangan dan sosialisasi instrumen audit syariah untuk memperkuat kepatuhan fikih zakat di Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Jawa Tengah. Latar belakang kegiatan ini adalah pentingnya akuntabilitas syariah dalam pengelolaan zakat serta belum adanya instrumen internal yang spesifik untuk tujuan tersebut di LAZISMU. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan kolaborasi aktif dengan mitra melalui lokakarya dan Focus Group Discussion (FGD) bersama para pengelola LAZISMU. Hasil utama dari pengabdian ini adalah terciptanya pemahaman yang komprehensif terhadap instrument audit syariah. Instrumen ini dirancang untuk mengevaluasi empat kriteria utama: manajerial kelembagaan, pengumpulan dana zakat, pendistribusian dan pendayagunaan, serta aspek kepatuhan syariah secara keseluruhan. Sosialisasi instrumen ini, yang diintegrasikan dalam Rapat Koordinasi Wilayah LAZISMU Jawa Tengah, menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman amil. Hal ini terbukti dari peningkatan skor post-test rata-rata peserta dari 69,7 menjadi 97,4, menandakan lonjakan pemahaman yang drastis. Simpulan dari kegiatan ini adalah kontribusi nyata dalam meningkatkan tata kelola zakat yang akuntabel dan sesuai syariah di lingkungan LAZISMU Jawa Tengah, serta berpotensi menjadi model bagi organisasi pengelola zakat lainnya.