Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PELATIHAN E-COMMERCE DAN MANAJEMEN KEUANGAN SEBAGAI LANGKAH MENINGKATKAN PENDAPATAN PADA KERIPIK PISANG ARJUNA Ira Vahlia; Nina Lelawati
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 2 No. 4.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v3i1.311

Abstract

Era yang serba menggunakan ICT saat ini, menuntut juga pelaku industri kecil untuk meningkatkan kemampuannya dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi. Internet menciptakan lingkungan bisnis yang tidak lagi mementingkan waktu dan jarak. Berdasarkan latar belakang masalah yang dihadapi home industri keripik pisang arjuna; 1) Home industri keripik pisang arjuna dalam hal memasarkan produk yang dihasilkan belum memanfaatkan penjualan secara online yaitu dengan menggunakan e-commerce. 2) Home industri keripik pisang arjuna belum melakukan pembukuan dengan baik dalam kegiatan produksinya. Adapun yang menjadi tujuan dari pengabdian adalah; 1) Mitra diberikan pelatihan e-commerce hal ini dilakukan untuk mitra memasarkan produknya peda khalayak ramai melakukan ICT. 2) Mitra diberikan pendampingan, kegiatan ini bertujuan agar mitra dapat membukukan semua kegiatan yang khususnya berkaitan dengan keluar masuk keuangan. Pelatihan dan pengabdian yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan Kegiatan PKM yang dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan kepada mitra keripik pisang arjuna mampu menginovasi pemasaran yang awalnya konvensional menjadi pemasaran yang memanfaatkan perkembangan teknologi yaitu dengan melakukan pemasaran elektronik atau juga disebut E-commerce.
Sosialisasi Warisan Budaya dan Batik Lampung Di Malaysia Karnila Ali; Nina Lelawati; Fitriani Fitriani; Elmira Febri Darmayanti
SINAR SANG SURYA Vol 9 No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v9i2.4363

Abstract

Perbedaan paling mendasar antara batik Malaysia dan Indonesia dapat dilihat dari sejarahnya. Jika melihat dari beberapa referensi, batik Malaysia merupakan karya seni. Asal usul batik Malaysia sendiri dikatakan sebagai karya seni yang berasal dari wilayah pesisir timur Malaysia. Perbedaan lainnya antara batik Malaysia dan juga batik Indonesia terletak pada teknik pembuatan batiknya. Jika di Indonesia kita mengenal dua teknik pembuatan batik yaitu menggunakan cap dan juga tulis. Pada batik tulis pengrajin batik akan membuat pola dan corak batik menggunakan canting dan juga lilin. Lain halnya dengan batik Malaysia, teknik pembuatan batik menggunakan cara melukis dengan istilah mencolet dimana corak dibuat dengan menggunakan kuas pada sebuah kain. Branding membantu batik Lampung menciptakan identitas yang unik dan mudah dikenali oleh konsumen di Malaysia. Dengan branding yang kuat, produk batik Lampung akan memiliki ciri khas yang membedakan mereka dari batik Malaysia. Branding Batik Lampung dapat dilihat dari simbol berupa desain motif, warna maupun kemasan yang menjadi ciri khas.Namun, meskipun batik Lampung memiliki ciri khas tersendiri, pengembangan dan pemanfaatan batik sebagai produk unggulan daerah masih terbatas, baik dari sisi produksi, kualitas, maupun pemasaran.. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis untuk mensosialisasikan dan mengoptimalkan potensi batik Lampung melalui program pengabdian kepada masyarakat ini yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan UMKM batik Lapung dalam menghasilkan batik yang berkualitas, sekaligus memperkenalkan budaya dan produk batik Lampung ke pasar Internasional. Kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai budaya, kain tapis dan batik yang ada di Lampung dipasar Internasional