Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PERBAIKAN SINYAL PADA SIMPANG TIGA JALAN K.H. AGUS SALIM – KESUMA BANGSA Muhammad Reza; Mardewi Jamal; M. Jazir Alkas
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 1 (2020): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v4i1.4927

Abstract

Simpang bersinyal bertujuan mengurangi konflik yang ada pada persimpangan jalan. Kota Samarinda merupakan kota yang memiliki penduduk yang tinggi dan memiliki jumlah kendaraan yang tinggi juga. Hal ini menyebabkan konflik pada beberapa simpang di Kota Samarinda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik, kinerja, dan waktu siklus simpang tiga jalan K.H. Agus Salim dan Kesuma Bangsa. Mengetahui hal – hal tersebut, maka dapat merencanakan solusi untuk memperbaiki kinerja pada simpang tersebut, salah satu caranya adalah dengan mengganti waktu siklus yang baru. Penelitian ini menganalisis kinerja eksisting yang ada pada simpang tersebut berdasarkan MKJI lalu merencanakan waktu siklus baru yang telah diperbaiki. Setelah dilakukan analisis, diperoleh nilai waktu serta variabel kinerja simpang yang meliputi derajat kejenuhan, panjang antrian dan waktu tundaan. Berdasarkan hasil analisa, simpang tiga jalan KH. Agus Salim dan Kesuma Bangsa memiliki 3 fase. Kinerja simpang waktu normal memiliki nilai rata – rata derajat kejenuhan 0,848, panjang antrian 207 meter dan waktu tundaan 148,7563 detik. Untuk kinerja simpang waktu puncak memiliki nilai rata – rata derajat kejenuhan 0,9337, panjang antrian 214 meter, dan waktu tundaan 160,4603 detik. Dikarenakan waktu siklus yang digunakan masih kurang ideal, maka akan dilakukan perencanaan waktu siklus yang baru. Dengan waktu siklus baru untuk waktu normal, maka terjadi perbaikan dengan nilai derajat kejenuhan 0,840, panjang antrian 71,667 meter, dan waktu tundaan 39,495 detik. Untuk waktu puncak terjadi perbaikan dengan nilai 0,890, panjang antrian 108,333 meter, dan waktu tundaan 51,957 detik.
STUDY PUBLIC RESPONSE OF SAMARINDA CITY TO THE INSTALLATION OF RAINWATER HARVESTING AND IT’S BENEFITS Novem Christiandi; Budi Haryanto; Mardewi Jamal
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 1 (2022): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v6i1.7724

Abstract

Flooding, a lack of potable water, and environmental harm caused by regional expansion are all issues that continue to plague Samarinda City. This research tries to persuade the community to use rainwater harvesting (RWH) systems as a solution to these issues, and then closes with the people of Samarinda's overall response. It was discovered that 33% of respondents collect and use rainwater for various reasons utilizing a survey method and descriptive analysis approach. Only 16 percent of the 33 percent use it for basic needs (cooking and drinking water). The majority of responders (80%) think that using rain water (RWH) can lessen the Regional Water Company's service load. However, the number of people who are aware of the favorable effects of RWH on the environment is still quite small, around 25%. The biggest reasons for respondents not installing RWH in their homes and environs are the expense of installation (26%) and space availability (52%) issues. In order to boost public interest in rainwater collecting with RWH installations in the future, more extensive and precise socialization activities and movements are required.
ANALISIS PUSHOVER PADA STRUKTUR BAJA DENGAN BRESING MENGGUNAKAN SAP2000 Isna Kairatun; Ery Budiman; Mardewi Jamal
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 1 (2019): JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v3i1.2763

Abstract

Analisis pushover merupakan prosedur untuk mengetahui perilaku keruntuhan suatu bangunan terhadap gempa. Metode analisis pushover banyak digunakan para perencana bangunan tingkat tinggi yang mengandalkan perencanaan berbasis kinerja. Tujuan dari penelitian ini menjadi acuan dalam mengevaluasi kinerja keruntuhan dan perilaku bangunan.Dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SAP2000 dimana struktur dimodelkan dalam permodelan tiga dimensi. Setelah dilakukan analisis pembebanan awal dan pemeriksaan tegangan, barulah struktur ditambahkan variasi bresing. Penambahan bresing diletakkan di sisi depan dan belakang struktur dengan model bresing konsentrik dan bresing eksentrik. Perilaku keruntuhan struktur dievaluasi dengan menggunakan analisis pushover.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketahanan struktur konsentrik lebih kuat daripada struktur tanpa bresing dan dengan bresing eksentrik. Dengan bantuan software SAP2000 struktur yang ditinjau termasuk dalam level kinerja Immediate Occupancy (IO). Kategori tersebut menyatakan struktur mampu menahan gaya lateral dan mengalami kerusakan yang mampu diperbaiki.Kata kunci: Analisis Statik Nonlinier Pushover, Bresing Konsentrik, Bresing Eksentrik
ANALISIS STABILITAS LERENG PADA RUAS JALAN SAMARINDA- BALIKPAPAN KM.24 DENGAN ALTERNATIF PERKUATAN DINDING BRONJONG DAN GEOTEKSTIL Reyhana Almira Rahma; Mardewi Jamal; Heri Sutanto
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 2 (2019): JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v3i2.3255

Abstract

Ruas jalan Samarinda-Balikpapan berada pada kondisi topografi berupa perbukitan dan  lembah yang mengakibatkan beberapa segmen ruas jalan harus berada pada lereng. Adanya faktor-faktor internal dan eksternal, terutama hujan dan aliran air tanah yang membuat tanah pada lereng kehilangan kestabilan ataupun kemampuan menahan geseran sehingga  terjadi longsoran. Akibatnya beberapa segmen jalan mengalami kerusakan dan mengganggu arus lalu lintas. Sebagai upaya menghadapi kemungkinan longsoran susulan pada lereng yang ada di badan jalan dan menanggulangi lereng yang sudah longsor. Maka perlu untuk  mengetahui angka keamanan dengan alternatif perkuatan dinding bronjong dan geotekstil.  Pada penelitian ini dilakukan analisis pada 3 kondisi permodelan yaitu kondisi eksisting, kondisi dengan perkuatan geotekstil dan kondisi dengan perkuatan bronjong. Analisis stabilitas lereng dilakukan dengan dua metode yaitu analisis dengan perhitungan manual untuk kondisi dengan perkuatan dan dengan Plaxis.   Dari hasil analisa menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting, lereng dalam kondisi tidak aman. Dengan nilai angka keamanan sebesar 0,97 dan tidak memenuhi angka keamanan yang diizinkan. Pada kondisi dengan perkuatan geotekstil angka keamanan meningkat menjadi 1,415 untuk perkerasan lentur. Pada kondisi dengan perkuatan dinding penahan gabion untuk perkerasan lentur  angka keamanan meningkat menjadi 1,424. Persentase peningkatan angka keamanan pada kondisi dengan perkuatan geotekstil untuk perkerasan lentur yaitu 45,88%. Pada kondisi dengan perkuatan dinding penahan gabion untuk perkerasan 46,80%. Dalam perhitungan kondisi dengan perkuatan bronjong dan geotekstil didapatkan semua perhitungan angka keamanan yang dicapai melebihi angka keamanan yang diizinkan yaitu 1,4.
PENAMBAHAN ABU TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BAHAN TAMBAH DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK Berlian Hardini; Fachriza Noor Abdi; Budi Haryanto; Mardewi Jamal; Triana Sharly P. Arifin
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 5, No 2 (2021): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v5i2.6980

Abstract

Paving block adalah komposisi bahan bangunan yang terbuat dari campuran semen portland, air dan agregat halus dengan atau tanpa bahan tambah lainnya yang tidak mengurangi mutu dari beton tersebut. Paving block merupakan sarana transportasi yang umumnya digunakan dalam perkerasan jalan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu tempurung kelapa pada paving block menggunakan pasir palaran dengan perbandingan 1:6. Metode pengujian yang digunakan berdasarkan SNI 03-0691-1996. Benda uji berbentuk persegi panjang dengan ukuran 20cm x 10cm x 6cm sebanyak 39 benda uji dimana 9 benda uji merupakan produksi pabrik dan 30 benda uji merupakan benda uji dengan bahan tambah abu tempurung kelapa sebesar 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10% dari berat semen dengan faktor air semen sebesar 0,40. Pengujian kuat tekan menggunakan masing masing 3 buah benda uji dan pengujian daya serap air menggunakan 3 buah benda uji berlaku untuk setiap variasi. Pengujian kuat tekan dilakukan setelah paving block berumur 28 hari.Untuk variasi perbandingan abu tempurung kelapa adalah 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10% dari berat semen dengan nilai fas sebesar 0,40. Kemudian diperoleh nilai kuat tekan berturut-turut sebesar sebesar 7,2 MPa, 10,5 MPa, 7,8 MPa, 7,6 MPa dan 6,1 Mpa. Berdasarkan hasil tersebut maka paving block dengan penambahan abu tempurung kelapa sebesar 2,5% terhadap berat semen dengan perbandingan semen, pasir dan air yaitu 1:6:0,40 memenuhi syarat berdasarkan SNI 03-0691-1996 masuk pada mutu D atau dapat digunakan untuk taman yang memiliki harga produksi lapangan sebesar Rp. 1.290,- /buah
ANALISIS PERHITUNGAN WAKTU DAN BIAYA ANTARA ATAP BETON KONVENSIONAL DENGAN SANDWICH PANEL PADA PERLUASAN BANDARA PATTIMURA AMBON Ma’ruf Syafaat; Mardewi Jamal; Ery Budiman
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 5, No 2 (2021): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v5i2.6985

Abstract

Bandara merupakan suatu bangunan kompleks yang harus selalu terhubung satu sama lain sehingga diperlukan usaha yang ekstra dalam pekerjaan renovasi gedungnya. Kordinasi dengan beberapa pihak terkait sangat diperlukan agar fungsi dari bangunan tersebut tidak mengalami gangguan. Sudah menjadi tugas dari Project Manager untuk memantau dan memilih metode apa yang tepat dalam mempercepat perluasan Bandara Pattimura, Ambon. Salah satu cara yang bisa digunakan yaitu mengganti material rencana dengan material yang baru tanpa mengubah fungsi dan kegunaan material tersebut.Penelitian ini menggunakan metode Critical Path Method (CPM), proses ini dimulai dengan mencari lintasan kritis menggunakan program Microsoft Project 2013. Analisa ini digunakan untuk mengetahui apakah material pekerjaan yang akan diganti termasuk dalam jalur kritis atau tidak. Data yang diperlukan adalah RAB, daftar analisa harga satuan pekerjaan, jadwal waktu pelaksanaan, laporan mingguan, gambar shop drawing, gaji pegawai dan data biaya tak langsung. Pekerjaan yang diubah yaitu pekerjaan pada area atap. Pada rencana awal atap yang digunakan merupakan atap plat dak beton. Namun karena proses pengerjaannya cukup rumit maka atap tersebut diubah menggunakan atap dengan material Sandwich Panel.Berdasarkan data serta hasil analisis dan pembahasan yang dilakukan pekerjaan atap termasuk dalam jalur kritis. Durasi pekerjaan atap beton memerlukan waktu selama 173 hari dan atap Sandwich Panel memerlukan waktu 139 hari. Pergantian model atap dari atap beton menjadi atap Sandwich Panel mampu mempercepat proyek selama 34 hari dibandingkan atap beton. Biaya yang dibutuhkan jika menggunakan atap beton sebesar Rp. 4.120.167.070,77 dan biaya atap Sandwich Panel sebesar Rp. 3.985.580.141,75. Biaya penghematan upah pekerja terhadap percepatan waktu sebesar Rp. 44.450.000,00. Jadi biaya atap dengan menggunakan Sandwich Panel lebih murah dengan selisih biaya sebesar Rp. 179.036.929,02.
PEMANFAATAN ABU KELAPA SAWIT DAN SERAT PLASTIK JENIS PET SEBAGAI BAHAN CAMPURAN DALAM PEMBUATAN BATA BETON (PAVING BLOCK) Wahyudhie Baharuddin; Ery Budiman; Mardewi Jamal
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 5, No 1 (2021): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v5i1.6296

Abstract

Berbagai penelitian dilakukan untuk mendapatkan spesifikasi konstruksi yang kuat, hemat, dan secara tidak langsung ikut serta dalam upaya penyelematan lingkungan, termasuk di antaranya penelitian mengenai inovasi bata beton (paving block Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas bata beton (paving block) adalah dengan menambahkan bahan tambah. Salah satu alternative penyelamatan lingkungan adalah menggunakan abu kelapa sawit (palm oil fuel ash) dan serat plastik PET (Polyethylene terephthalate) sebagai bahan tambah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adanya penambahan bahan tambah campuran dengan menggunakan abu kelapa sawit dan serat pelastik PET terhadap kuat tekan. Dalam penelitian ini perbandingan semen dan pasir adalah 1:4 dan komposisi plastik plastic PET adalah 0,2% dari volume pasir serta komposisi dari abu kelapa sawit adalah 3%, 6%, 9% dari volume semen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada SNI 03-0691-1996 tentang Bata Beton..Hasil uji nilai kuat tekan rata-rata dengan penambahan serat plastik PET (Polyethylene terephthalate) sebanyak 0% dan 0,2% serta abu kelapa sawit masing-masing dengan penambahan 0% 3%, 6%, 9% berturut-turut ialah 14,77 Mpa, 16,1 Mpa, 16,63 Mpa, 17,6 Mpa. Berdasarkan hasil tersebut maka paving block dengan adanya penambahan plastik jenis PET dan Abu Kelapa Sawit termasuk klasifikasi mutu C yang dapat digunakan untuk Pejalan Kaki
OPTIMALISASI BIAYA & WAKTU PEKERJAAN PADA SALURAN PELIMPAH (SPILLWAY) DENGAN MENGGUNAKAN METODE LEAST COST ANALYSIS Rizal Setiawan; Tamrin Rahman; Mardewi Jamal
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 1 (2020): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v4i1.4929

Abstract

Setiap proyek memiliki resiko keterlambatan dari waktu rencana, hal tersebut dapat dilihat dari masalah-masalah yang terjadi. Agar tidak terjadi kegagalan dalam suatu proyek maka diperlukan pengelolaan manajemen proyek yang sistematis sehingga dihasilkan waktu dan biaya proyek yang optimal. Untuk mengoptimalisasikan waktu dan biaya proyek dapat dilakukan dengan mempercepat waktu, antara lain dengan analisis crashing. Penelitian ini menggunakan data dari proyek Pembangunan Bendungan Tapin Kalimantan Selatan. Alternatif percepatan yang digunakan yaitu penambahan tenaga kerja dan penambahan jam kerja (lembur), dari 1 jam lembur hingga 3 jam lembur. Perhitungan dimulai dengan mencari lintasan kritis menggunakan Microsoft Project 2019, dan diagram CPM. Kemudian dilakukan crashing untuk mendapatkan cost slope kegiatan yang berada pada lintasan kritis, selanjutnya dilakukan analisis untuk mendapatkan biaya dan waktu yang optimum. Dari hasil analisis diperoleh waktu dan biaya optimum pada penambahan jumlah tenaga kerja yaitu 922 hari dengan biaya total Rp. 123.787.319.959,04. Sehingga, persentase percepatan waktu penyelesaian proyek adalah 15,49% dan persentase pengurangan biaya adalah 0,78%.
ANALISIS ELEMEN STRUKTUR BALOK DAN KOLOM BETON BERTULANG (STUDI KASUS GEDUNG DEALER HONDA ASTRA KOTA SAMARINDA) Indra Ariani; Muhammad Rangga Aditya; Mardewi Jamal
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 1 (2023): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v7i1.11229

Abstract

Perencanaan struktur merupakan hal yang penting dalam suatu konstruksi bangunan ditinjau dari segi kekuatan, keamanan dan keekonomiannya. Struktur bangunan secara keseluruhan terdiri dari struktur atas berupa lantai, balok, kolom, dinding dan atap; sedangkan struktur bawah terdiri dari pondasi dan balok sloof. Elemen struktur terpenting dalam struktur adalah kolom dan balok sehingga dimensi yang direncanakan dan penggunaan tulangan pada kolom dan balok perlu diketahui agar sesuai dengan persyaratan dalam kategori aman. Studi yang dilakukan dengan menganalisis tulangan balok dan kolom menurut SNI-2847-2019 berdasarkan persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung. Kesimpulan dari penelitian yaitu tulangan utama pada balok dengan dimensi penampang 600 x 300 (tulangan atas 7D19; tulangan bawah 4D19) dan kolom dimensi 600 x 600 (tulangan utama 20D19) telah memenuhi persyaratan yang ditentukan. Adapun tulangan geser pada balok dimensi 600 x 300 (sengkang tumpuan D10-100 dan sengkang lapangan D10-150) dan kolom dengan dimensi 600 x 600 (tumpuan sengkang D10-100 dan sengkang lapangan D10-150) serta pengait D10-300 telah memenuhi persyaratan yang ditentukan.
ANALISA KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN METODE COMPRESSION TEST DAN HAMMER TEST MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS PASIR TENGGARONG Muhammad Alifsyah A.R; Mardewi Jamal; Triana Sharly P. Arifin
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 1 (2023): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v7i1.11230

Abstract

Beton merupakan suatu bahan komposit yang dihasilkan dari pencampuran bahan-bahan agregat halus, agregat kasar, air, semen atau bahan lain yang berfungsi sebagai bahan pengikat hidrolis, dengan atau tanpa menggunakan bahan tambahan. Kuat tekan beban beton adalah besarnya beban per satuan luas yang menyebabkan benda uji beton hancur bila dibebani dengan gaya tekan tertentu yang dihasilkan oleh mesin tekan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton yang dihasilkan dari metode compression test dan hammer test menggunakan agregat halus Pasir Tenggarong. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini ada 2 jenis yaitu silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm, kubus berukuran 15 cm X 15 cm X 15 cm dengan total 16 buah sampel benda uji yang dibagi menjadi 8 sampel untuk silinder dan 8 sampel untuk kubus, dengan sampel direndam/curing selama 28 hari. Hasil penelitian yang didapat untuk metode compression test benda uji kubus nilai tertingginya yaitu 307,73 kg/cm2 dan nilai terendahnya yaitu 269,20 kg/cm2 sedangkan untuk benda uji silinder nilai tertingginya yaitu 293,28 kg/cm2 dan nilai terendahnya yaitu 253,26 kg/cm2. Lalu untuk metode hammer test benda uji kubus nilai tertingginya yaitu 193,74 kg/cm2 dan nilai terendahnya yaitu 142,76 kg/cm2 sedangkan untuk benda uji silinder nilai tertingginya yaitu 203,94 kg/cm2 dan nilai terendahnya yaitu 122,36 kg/cm2. Yang terakhir nilai persentase hammer test terhadap compression test untuk benda uji kubus nilai tertingginya 70,08% dan terendahnya 51,55% sedangkan benda uji silinder nilai tertingginya 69,54% dan terendahnya 46,48%.