Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Terapi Sleep Hygiene Training pada Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Sleep Disorder Literature Review Esmayanti, Ratna; Sukmarini, Lestari; Herawati, Tuti; Handriyanto, Nova Tri; Maulana, Nova
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.2042

Abstract

Terapi hemodialisa yang dijalankan pasien Penyakit Ginjal Kronik (PGK) dapat menyebabkan gangguan fisik dan psikologis yang kemungkinan mengganggu perubahan kualitas serta kuantitas istirahat tidur pasien. Intervensi yang tepat dibutuhkan untuk mengatasi gangguan pemenuhan kualitas tidur pasien. Management insomnia dapat dilakukan menggunakan terapi farmakologis dan non farmakologis. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisa jurnal dalam literatur review terapi self hygiene training yang merupakan management non farmakologis untuk mengatasi gangguan tidur pada pasien PGK yang menjalani hemodialisa. Database diperoleh dari beberapa jurnal ilmiah yang terakreditasi dari Wiley, Scopus dan Google Scholar. Adapun kriteria inklusi yang ditetapkan terdiri dari artikel berbahasa inggris dan Indonesia, tahun publikasi mulai dari 7 tahun terakhir dari 2016 sampai dengan 2023, artikel full text, topik artikel intervensi selfhygiene training untuk mengatasi gangguan tidur pada pasien CKD dengan hemodialisa.  Berdasarkan hasil pencarian didapatkan 4 jurnal dengan analisa hasil diperoleh pemberian intervensi sleep hygiene training dapat meningkatkan kualitas tidur pada pasien CKD dengan hemodialisis. Maka dapat disimpulkan sleep hygiene training merupakan management non farmakologis yang dapat meningkatkan kualitas tidur pasien pada pasien hemodialisis.
Pengaruh terapi komplementer dengan mendengarkan murotal Al-Qur’an terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir yang menyusun skripsi dimasa pandemi Covid-19 Karimah, Nurlita; Maulana, Nova
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v6i3.743

Abstract

Covid-19 is a new type of virus discovered in 2019. The Covid-19 pandemic raises anxiety and concern about the situation happening in the Covid-19 pandemic, which could decrease a person's health level, including among students at the final level. Murotal Al-Qur’an can also reduce fear, anxiety, and tension. This study aims to determine the effect of complementary therapy by listening to the Murotal Al-Quran on the level of anxiety in final-year students who are writing a thesis in a Covid-19 pandemic situation. This study used an experimental research design with a quasi-experimental design using a non-randomized pretest-Post-test with a control group design. The population in this study were seventh-semester nursing students at STIKes Surya Global Yogyakarta who were working on a thesis. A total of 30 people used a simple random sampling technique. Univariate and bivariate analysis with Wilcoxon test and Mann Whitney statistical test. After the Wilcoxon non-parametric test was carried out on the anxiety level of students in the intervention group, the results were a p-value of 0.001 (p <0.05), while in the control group with a p-value of 1.157 (p>0.05). In Mann-Whitney testing, the writer obtained results in the intervention group, namely the p-value of 0.006 <0.05, while in the control group, the p-value of 0.668> 0.05. There is an effect of Al-Qur’an Murotal therapy on the anxiety level of final-year students who are working on their thesis during the Covid-19 Pandemic at STIKes Surya Global Yogyakarta
PKM PENYULUHAN PENCEGAHAN STUNTING PADA MASYARAKAT DESA PULO PANJANG SERANG BANTEN Maulana, Nova; Wijaya Kusuma, Jaka; Ahmad Faislah, Atmam; Firnanda, Firnanda; Sulistia, Ningrum; Eli Lailatul, Qodariyah
Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Development Vol. 4 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Developme
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ijecsed.v4i3.173

Abstract

Stunting remains a major challenge in many rural areas of Indonesia, including in Pulo Panjang Village. This issue is not only about inhibited physical growth but also impacts the cognitive development of children, which can affect their future. Counseling on stunting is a crucial step in raising community awareness about the importance of early prevention. In this counseling, we focused on practical ways that families and communities can prevent stunting. The results of this program were very encouraging, with many participants showing an increased understanding of stunting and a commitment to changing their lifestyles. This effort demonstrates that with the right knowledge, communities can become more proactive in safeguarding the health of future generations. This counseling is expected to be the starting point for a larger change in Pulo Panjang village
Pelaksanaan Screening Mata Gratis: Wujud Nyata Kepedulian terhadap Kesehatan Masyarakat Maulana, Nova; Meira, Della; Nursanto, Eka Alfian; Dhifa, Aisyah Putri Vara; Yulianti, Neng Cahya
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.7065

Abstract

Gangguan penglihatan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di daerah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup, menurunkan produktivitas, serta meningkatkan risiko kecelakaan dan ketergantungan pada orang lain. Keterbatasan fasilitas kesehatan, minimnya tenaga medis yang terlatih, serta rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan gangguan penglihatan memperburuk situasi ini. Oleh karena itu, diperlukan intervensi kesehatan masyarakat yang terencana dan berkesinambungan, seperti kegiatan pemeriksaan, edukasi, dan penanganan gangguan penglihatan, guna mengurangi angka kejadian serta mencegah komplikasi yang lebih serius. Kegiatan screening mata gratis oleh Mahsiswa KKM Kelompok 61 UNIBA di Desa Margaluyu bertujuan mendeteksi gangguan penglihatan dan meningkatkan kesadaran Masyarakat. Kegiatan ini diikuti 80 peserta dengan pemeriksaan tajam penglihatan, serta deteksi katarak. Hasil menunjukkan 15 % peserta mengalami katarak, 73% rabun jauh atau dekat, dan 12% mata normal. Edukasi kesehatan mata dan rujukan di berikan kepada peserta dengan gangguan penglihatan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran Masyarakat, di mana 89% peserta baru pertama kali melakukan pemeriksaan mata.
GAYA HIDUP SEHAT : PEMANFAATAN APLIKASI KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN DIABETES PADA REMAJA Yulina Amry, Riza; Agustina Rahayu, Bety; Maulana, Nova; Yulianthi Maria, Debby; Agustiningsih, Agustiningsih; Anggoro, Sarni; Khamid, Ahmad; Isnaningsih, Tantiana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 10 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i10.3884-3891

Abstract

Kurangnya pengetahuan tentang pola makan sehat, aktivitas fisik, serta pemantauan kesehatan menjadi faktor risiko utama diabetes. Peningkatan prevalensi diabetes tipe 2 pada usia muda menunjukkan perlunya intervensi yang efektif dan berkelanjutan.  Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan remaja dalam menerapkan gaya hidup sehat dengan memanfaatkan aplikasi kesehatan yang dapat diakses melalui gawai. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, pelatihan penggunaan aplikasi kesehatan untuk pemantauan aktivitas fisik dan asupan nutrisi, serta pendampingan rutin untuk membentuk kebiasaan sehat. Sasaran kegiatan adalah siswa MA Ibnul Qoyyim yang berjumlah peserta 55 orang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang faktor risiko diabetes sebesar 85%, peningkatan keterampilan menggunakan aplikasi kesehatan sebesar 90%, serta perubahan perilaku positif seperti peningkatan aktivitas fisik dan pemilihan makanan sehat. Program ini memberikan inovasi dalam pencegahan diabetes dengan mengintegrasikan edukasi kesehatan dan teknologi digital, sehingga dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan relevan di era transformasi digital.
BIJAK BERMEDIA SOSIAL SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KESEHATAN MENTAL DAN KEHIDUPAN SOSIAL Rahayu, Bety Agustina; Wijaya, Norra Hendarni; Maulana, Nova; Agustiningsih, Agustiningsih; Maria, Debby Yulianthi; Amry, Riza Yulina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 8 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i8.3292-3297

Abstract

Media sosial merupakan salah satu aktivitas online yang saat ini paling menarik dengan pengguna media sosial diantaranya adalah remaja. Masalah kesehatan dapat terjadi akibat perkembangan zaman yaitu era digital seperti bullying di media sosial, munculnya konten yang kurang pantas mengakibatkan remaja berperilaku seksual, serta adanya perilaku antisosial menjadi kasus dalam permasalahan pengabdian  kepada masyarakat ini. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksankan berdasarkan masalah yang didapatkan terkait media sosial, maka sebagai upaya untuk mengatasi masalah digunakan cara edukasi penggunaan teknologi yang sudah ada. Materi yang dijelaskan dalam pelatihan tersebut adalah : 1. Penjelasan umum tentang media sosial dan dampaknya. 2. Contoh kasus yang berkaitan dengan penggunaan media sosial. 3. Penjelasan tentang langkah bijak dalam bermedia sosial khususnya bagi remaja. Materi yang ada dalam kegiatan pelatihan ini diharapkan mampu mengedukasi peserta pelatihan untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan sosial media, berkomentar maupun mengunggah suatu konten.  Simpulan dari kegiatan ini yaitu edukasi bijak bermedia sosial menjadi solusi yang dipilih dan didapatkan hasil peningkatan Literasi Digital, terjadi perubahan Pola Pikir, peserta menyadari pentingnya membatasi waktu penggunaan media sosial dan mulai menerapkan digital detox secara berkala, adanya interaksi sosial yang lebih sehat, peserta terdorong untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial di dunia nyata, seperti pertemuan komunitas atau kegiatan lingkungan serta peningkatan kesadaran kesehatan mental, tercipta ruang dialog terbuka terkait kecemasan, tekanan sosial, dan cara mengelola emosi yang muncul akibat penggunaan media sosial.
BIJAK BERMEDIA SOSIAL SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KESEHATAN MENTAL DAN KEHIDUPAN SOSIAL Agustina Rahayu, Bety; Hendarni Wijaya, Norra; Maulana, Nova; Agustiningsih, Agustiningsih; Yulianthi Maria, Debby; Yulina Amry, Riza; Nurlita, Lani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 8 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i8.%p

Abstract

Media sosial merupakan salah satu aktivitas online yang saat ini paling menarik dengan pengguna media sosial diantaranya adalah remaja. Masalah kesehatan dapat terjadi akibat perkembangan zaman yaitu era digital seperti bullying di media sosial, munculnya konten yang kurang pantas mengakibatkan remaja berperilaku seksual, serta adanya perilaku antisosial menjadi kasus dalam permasalahan pengabdian  kepada masyarakat ini. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksankan berdasarkan masalah yang didapatkan terkait media sosial, maka sebagai upaya untuk mengatasi masalah digunakan cara edukasi penggunaan teknologi yang sudah ada. Materi yang dijelaskan dalam pelatihan tersebut adalah : 1. Penjelasan umum tentang media sosial dan dampaknya. 2. Contoh kasus yang berkaitan dengan penggunaan media sosial. 3. Penjelasan tentang langkah bijak dalam bermedia sosial khususnya bagi remaja. Materi yang ada dalam kegiatan pelatihan ini diharapkan mampu mengedukasi peserta pelatihan untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan sosial media, berkomentar maupun mengunggah suatu konten.  Simpulan dari kegiatan ini yaitu edukasi bijak bermedia sosial menjadi solusi yang dipilih dan didapatkan hasil peningkatan Literasi Digital, terjadi perubahan Pola Pikir, peserta menyadari pentingnya membatasi waktu penggunaan media sosial dan mulai menerapkan digital detox secara berkala, adanya interaksi sosial yang lebih sehat, peserta terdorong untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial di dunia nyata, seperti pertemuan komunitas atau kegiatan lingkungan serta peningkatan kesadaran kesehatan mental, tercipta ruang dialog terbuka terkait kecemasan, tekanan sosial, dan cara mengelola emosi yang muncul akibat penggunaan media sosial.
The Relationship of Parent Knowledge as Closed Contact about Tuberculosis with Behavior to Prevent Tuberculosis Transmission Maulana, Nova; Handriyanto, Nova Tri; Yuarsa, Tri Agus; Wisnubroto, Agung Prabowo; Esmayanti, Ratna; Kurnia, Nia Marlina
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 4 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i4.3545

Abstract

Pulmonary Tuberculosis is a disease with a very fast transmission rate. The bad impact of tuberculosis infection is death. The increase in pulmonary TB sufferers in Indonesia is caused by unhealthy living behavior and lack of knowledge about the management of precautionary measures for pulmonary tuberculosis transmission. This study aims to determine the relationship between parents' knowledge as close contacts about tuberculosis and behavior to prevent tuberculosis transmission in the Pungkuran Pleret area of Bantul. This quantitative research uses observational research with a cross sectional approach. The population in this study were close contact families of TB sufferers in the Pungkuran Pleret area. The sampling technique used purposive sampling and obtained 30 respondents. Data was collected by checking questionnaires that had been tested as valid and reliable. Meanwhile, the data analysis technique uses the chi-square test. The results of the research can be concluded that the majority of respondents have good knowledge about tuberculosis, 13 respondents (43.34%), but it appears that the majority of respondents still have poor or negative TB prevention behavior, 20 respondents (66.67%). The most cross tabulation results were that there were 10 respondents (33.33%) with the analysis having good knowledge about tuberculosis and having behaved positively in preventing TB. A total of 10 respondents (33.33%) with analysis had insufficient knowledge about tuberculosis and preventive behavior in the negative category. However, in total, the majority of close contact parent respondents in the Pungkuran Pleret area have behavior that is still in the negative category in preventing TB. The results of the chi-square analysis test showed a p-value of 0.000, which means there is a relationship between parents' knowledge as close contacts about tuberculosis and behavior to prevent tuberculosis transmission in the Pungkuran Pleret area.
Hubungan Religiusi dengan Tingkat Kecemasan pada Tingkat Akhir Mahasiswa yang Menyusun Skripsi di Universitas Bina Bangsa Nova Maulana
Science Techno Health Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia digemparkan dengan penyebaran virus Corona. Pandemi yang terjadi memberikan dampak perubahan aktivitas keseharian pada semua orang begitu juga mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Kecemasan muncul ketika akan bimbingan dan mengambil data penelitian, karena takutnya tertular.Strategi koping yang baik diperlukan untuk mengatasi kecemasan. Religiusitas sendiri dipercaya dapat mengurangi kecemasan pada diri seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan religiusitas dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa yang menyusun skripsi di Universitas Bina Bangsa. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan semester akhir angakatan 2018 di Universitas Bina Bangsa yang sedang menyusun skripsi sebanyak 140 mahasiswa, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel penelitian sebanyak 58 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisa data yang digunakan yaitu uji Kendall Tau. Hasil Penelitian membuktikan bahwa mayoritas mahasiswa 19 (32,8%) mengalami kecemasan ringan dan sebanyak 21 (32,6%) mahasiswa memiliki religiusitas yang cukup. Hasil uji Kendall Tau didapatkan nilai Sig.(2-tailed) 0,000. Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara religiusitas dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir yang menyusun skripsi dimasa di Universitas Bina Bangsa.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Perawat Komariah, Ade; Fitri, Riki Ukhtul; Fiana, Marista; Maulana, Nova; Budiman, Muhammad Alghifari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.5524

Abstract

Peran perawat dalam layanan kesehatan sangat penting, terutama di rumah sakit, di mana kualitas kinerja mereka berdampak langsung pada mutu layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional kepala ruang terhadap kinerja perawat. Dengan menggunakan pendekatan scoping review berdasarkan model Arksey dan O'Malley, penelitian ini meninjau delapan artikel yang relevan dari tahun 2020–2025. Hasil menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kinerja perawat, baik secara individu maupun dalam tim. Faktor-faktor tambahan, seperti motivasi, keterlibatan kerja, dan beban kerja, juga memengaruhi efektivitas gaya kepemimpinan ini. Kesimpulan menyarankan bahwa pelatihan kepemimpinan transformasional harus diintegrasikan ke dalam program manajerial untuk meningkatkan kinerja perawat dan hasil klinis secara keseluruhan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengelolaan rumah sakit yang lebih profesional dan sesuai dengan standar akreditasi