Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Rhetoric Strategy in Speech Practice for Da'wah Management Students Semester 5 UIN Sheikh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan Sultoni Matondang, Ahmad; Dianto, Icol; Kahpi, Mhd. Latip
Islamic Journal of Communication and Public Discourse Vol. 3 No. 1 (2026): Islamic Journal of Communication and Public Discourse
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/t4xz4s50

Abstract

Backround: This study analyzes rhetorical strategies in the speech practices of fifth-semester students of Da'wah Management at UIN Sheikh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.Objective: The background of the study stems from the importance of rhetorical competence as a core skill of professional da'wah communicators in facing the increasingly complex and heterogeneous dynamics of contemporary public communication. The purpose of the study is to identify the implementation of students' rhetorical strategies and their implications for the formation of professional da'wah competence.Method: The study used a qualitative descriptive-interpretive approach with 28 fifth-semester Da'wah Management students as subjects, through participatory observation techniques, in-depth interviews, and documentation of speech practices. Data analysis was conducted thematically following open, axial, and selective coding procedures based on Aristotle's classical rhetorical framework (ethos, pathos, logos) and a contemporary da'wah rhetorical approach.Findings and Implications: The results show that students have implemented the elements of ethos, pathos, and logos with varying levels of mastery, supported by linguistic and nonverbal strategies and message contextualization for academic and social audiences.Conclusion: The implications of the research show that rhetorical strategies contribute significantly to the formation of communication competence, professional self-confidence, ethical awareness, managerial abilities in preaching, and soft skills of students as prospective professional, ethical, and adaptive preaching communicators.
Peran Media Online dalam Meningkkatkan Partisipasi Pemilih pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal Tahun 2024 Muhammad Ridwan; Icol Dianto; Mohd. Rafiq
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6483

Abstract

Penelitian ini membahas peran media online dalam meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal Tahun 2024. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka melalui pengumpulan data dari jurnal ilmiah, buku, artikel, serta sumber media online yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media online berperan sebagai sarana informasi politik yang mampu menyebarkan informasi secara cepat, luas, dan interaktif kepada masyarakat. Selain itu, media online juga berfungsi sebagai instrumen pendidikan politik yang meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan hak pilih dalam proses demokrasi. Media sosial memberikan ruang partisipasi publik yang lebih terbuka melalui diskusi dan interaksi politik secara digital. Namun demikian, penggunaan media online juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran hoaks, rendahnya literasi digital, dan polarisasi politik yang dapat memengaruhi kualitas partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan media online secara bijak untuk mendukung demokrasi lokal yang partisipatif dan berkualitas.
Peningkatan Kompetensi Mahasiswa PMI: Pengalaman dari Praktik Lapangan di Dua Lembaga Mitra, Indonesia Icol Dianto
Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Vol 5, No 2 (2023): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v5i2.7588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi pengalaman praktik lapangan mahasiswa Program studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (PMI FDIK UIN Syahada) Padangsidimpuan. Pertanyaan mayor yang akan dijawab adalah bagaimana praktik lapangan berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa? Metode yang digunakan adalah kualitatif eksploratif dan data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan menggunakan instrumen google form kepada 12 orang mahasiswa. Selain itu, wawancara dilakukan terhadap kepala laboratorium, dosen supervisor, dan ketua program studi. Hasil penelitian menemukan bahwa praktik lapangan mahasiswa PMI FDIK UIN Syahada Padangsidimpuan memiliki kontribusi yang sangat terbatas terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa. Partisipasi mahasiswa mengikuti praktik lapangan optimal namun mereka meragukan kemampuan mereka, baik pengetahuan dan keterampilan yang relevan untuk praktik. Pada sisi lain, pengelolaan praktikum dan peran dosen supervisor perlu dirumuskan dengan baik. Rekomendasi diterbitkan untuk penyelenggara praktik lapangan, supervisor, lembaga mitra, dan mahasiswa. Keyword: Kompetensi, Praktik Lapangan, Supervisor, Laboratorium, Dakwah  This study aims to elaborate on the field practice experience of students of the Islamic Community Development study program, Faculty of Da'wah and Communication Sciences, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (PMI FDIK UIN Syahada) Padangsidimpuan. The primary question that will be answered is how field practices contribute to improving student competence. The method used was exploratory qualitative, and primary data were collected through structured interviews using Google Form instruments with 12 students. In addition, interviews were conducted with laboratory heads, supervisory lecturers, and heads of study programs. The study's results found that the field practice of PMI FDIK UIN Syahada Padangsidimpuan students needed more contributions to improving student competence. Student participation follows optimal field practice, but they need to be more confident in their abilities, knowledge, and skills relevant to practice. On the other hand, practicum management and the role of supervisory lecturers need to be well formulated. Recommendations are issued for field practice organizers, supervisors, partner institutions, and students. Keywords: Competence, Field Practice, Supervisor, Laboratory, Da'wah
Fungsi Pamsimas Dalam Pemberdayaan Masyarakat Bidang Keagamaan Di Desa Aek Raso Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan Wanda Wirada Harum; Anas Habibi Ritonga; Icol Dianto
Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Vol 7, No 1 (2024): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v7i1.13478

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemberdayaan masyarakat, partisipasi masyarakat dan evaluasi masyarakat dalam program PAMSIMAS untuk melihat fungsi PAMSIMAS dalam bidang keagamaan. Metode dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif serta menggunakan analisis deskriptif. Data primer dalam penelitian ini berjumlah 21 masyarakat muslim pengguna PAMSIMAS. Data sekunder dalam penelitian ini berjumlah 5 orang masyarakat yang mengetahui tentang PAMSIMAS yaitu kepala desa, sekretaris desa, kepala dusun, pengurus pamsimas, dan tokoh masyarakat di Desa Aek Raso Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif, wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi. Teknik yang menjamin keabsahan data dalam penelitian ini adalah teknik re-observation dan re-interview, dan triangulasi yang bertujuan untuk meningkatkan keakuratan data. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, program PAMSIMAS sangat disambut baik oleh masyarakat dan berjalan dengan baik dan cukup lancar. Program ini berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat memenuhi kebutuhan air dan membantu masyarakat dalam kegiatan keagamaan. Masyarakat berpartisipasi aktif dalam pembangunan dimulai dari pengenalan program melalui kegiatan sosialisasi, penentuan lokasi menara sumur bor PAMSIMAS sampai dengan gotong royong menggali dan membuat saluran pipa. PAMSIMAS berfungsi dengan baik namun masyarakat belum menunjukkan peningkatan diri sepenuhnya di bidang keagamaan.
Peran Penyuluh Agama Dalam Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Majelis Taklim Di Kota Padangsidimpuan Zilfaroni Zilfaroni; Icol Dianto
Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Vol 8, No 2 (2026): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v8i2.20364

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penyuluh agama dalam pemberdayaan ekonomi kelompok majelis taklim di Kota Padangsidimpuan. Latar belakang penelitian didasarkan pada perluasan fungsi penyuluh agama yang tidak hanya berfokus pada pembinaan keagamaan, tetapi juga pada penguatan kapasitas sosial dan ekonomi masyarakat. Majelis taklim dipandang sebagai wadah strategis untuk mengembangkan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas karena memiliki ikatan sosial, kepercayaan, dan partisipasi anggota yang kuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis field research. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap penyuluh agama, pejabat Kementerian Agama, pengurus, dan anggota majelis taklim. Analisis data dilakukan menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama menjalankan lima peran utama, yaitu sebagai edukator ekonomi, motivator, fasilitator, pendamping, dan mediator jejaring sosial-ekonomi. Peran tersebut diwujudkan melalui edukasi kewirausahaan, penguatan motivasi berbasis nilai Islam, fasilitasi akses pelatihan dan modal, pendampingan usaha produktif, serta pembangunan kemitraan dengan berbagai lembaga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai agen pemberdayaan yang mengintegrasikan modal spiritual, sosial, dan ekonomi sehingga mampu meningkatkan kapasitas, partisipasi, dan kemandirian ekonomi anggota majelis taklim secara berkelanjutan.
Strategi Komunitas Kifah Dalam Membangun Dakwah di Kota Padangsidimpuan Hasibuan, Muhammad Yusup; Ritonga, Anas Habibi; Dianto, Icol
AdZikra : Jurnal Komunikasi & Penyiaran Islam Vol. 17 No. 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/adzikra.v17i1.12646

Abstract

This research is motivated by the increasing public demand for a da'wah model that is adaptive, creative, and relevant to the socio-religious dynamics of urban society, thus requiring da'wah communities such as the Kifah Community to formulate da'wah strategies that can reach various levels of society in Padangsidimpuan City. The research method used is a descriptive qualitative approach through direct observation, structured interviews with the chairman, ten administrators, community leaders, former members, and community media documentation as primary and secondary data. Data were analyzed through the stages of information collection, data reduction, presentation, and drawing conclusions. The results show that the Kifah Community develops da'wah strategies through five main channels, namely routine studies, print media, online media, social religious actions, and participation in large-scale religious campaigns. The findings also show variations in community acceptance, ranging from groups that reject, indifferent, to the majority who are enthusiastic about the Kifah da'wah program. In addition, this study identifies two groups of da'wah challenges: internal challenges in the form of a lack of member activity and time conflicts, and external challenges in the form of negative public perception, dynamics between Islamic organizations, and the demands of digital technology development. The research analysis confirms that the success of Kifah's da'wah strategy depends on the consistency of its cadres and the community's ability to adapt to social change. The discussion of this research underscores that community-based da'wah strategies require a collaborative and innovative approach to remain relevant. The final conclusion states that Kifah's da'wah strategy has had a positive impact on strengthening the religious understanding of the community in Padangsidimpuan City.
Demokrasi dan Kebebasan Pers: Negara, Demokrasi, dan Kebebasan Pers Sebagai Pilar Demokrasi Ikhwan Nasution; Icol Dianto
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Vol 1, No 1 (2023): Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ittishol.v1i1.11065

Abstract

Democracy and press freedom are inseparable things, both are interconnected, where a large system will influence the sub-systems within it. The Al-Quran regulates how the press should move and develop in providing information and educating the public through da'wah messages. In this case the author discusses how democracy and press freedom in Indonesia are working well. Freedom to express opinions in accordance with the mandate of the law. How the state functions as a supervisor, protector and facilitator of citizens' rights.Demokrasi dan kebebasan pers merupakan suatu hal yang tak terpisahkan, keduanya saling keterkaitan, dimana suatu system yang besar akan mempengaruhi subsistem yang berada di dalamnya. Di dalam Al-Quran telah diatur bagaimana pers harusnya bergerak dan berkembang dalam menyediakan informasi dan mencerdaskan masyarakat melalui pesan-pesan dakwah. Dalam hal ini penulis membahas bagaimana demokrasi dan kekebasan pers di Indonesia berjalan dengan baik. Kebebasan menyampaikan pendapat sesuai dengan amanat undang-undang. Bagaimana negara berfungsi sebagai pengawas, pelindung, dan menjadi fasilitator hak-hak warga negara.
Komunikasi Politik Islam Sandiaga Uno (Analisis Sistem dan Aktor di Media) Rido Hamdani Lubis; Hasan Sazali; Icol Dianto
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Vol 1, No 2 (2023): Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ittishol.v1i2.7959

Abstract

This study describes the Islamic political communication system that political actors run through the media, and this topic is interesting amidst the many views that consider politics and Islam to be separate matters that have no connection with one another. Sandiaga Uno is a political actor who is used as a researcher to see how he carries out political policies through the media. This research approach was done in a naturalistic qualitative way by looking at natural phenomena associated with Islamic political communication. This approach is carried out by looking at specific phenomena, which are then developed by looking at them in general. Islam views politics as an inseparable part of people's lives. It grows together with human civilization. Politics and Islam are inseparable; politics can bridge the spread of Islamic teachings. Good political communication will bridge the differences so that it becomes a value of brotherhood. Trustworthy actions and high obedience mark fundamental principles in Islamic politics. Mempu acts reasonably, supported by ways discussed to get results that can be jointly accounted for. Sandiaga Uno, as an object of study or an actor in the media, is used as an object of research because Sandiaga Uno has carried out many Islamic political principles to help build a more advanced Indonesia. He showed his trustworthiness, loyalty, friendship, and big heart as a political attitude that he built. This research is essential because it is inseparable from human life, and it indicates how important it is to understand how to contribute to the progress of the civilization of the Indonesian nation.
Ruang Percakapan Digital Sebagai Limbah Informasi: Analisis terhadap Pengalaman di Media WhatsApp Group Abdullah Khusairi; Icol Dianto
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Vol 2, No 2 (2024): Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ittishol.v2i2.13796

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali pengalaman netizen yang terafiliasi dengan whatsapp group sebagai konsumen dan pengguna teknologi informasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara terhadap netizen yang aktif di WAG. Pengumpulan data didukung dengan metode observasi partisipatif dari peneliti. Sampel penelitian beragam kelompok usia, latar belakang pendidikan dari beragam WAG. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teori penerimaan dan penggunaan teknologi informasi yang digagas Fred D. Davis. Hasil penelitian ini menemukan bahwa RPD WAG memiliki kecenderungan untuk menjadi gudang sampah informasi. Hal ini disebabkan jumlah pesan yang cepat dan terus-menerus, kurangnya filterisasi informasi, serta kurangnya keterlibatan pengguna dalam memeriksa kebenaran informasi. WAG cenderung terjebak dalam lingkaran informasi yang salah, rumor dan hoaks. Beberapa pengguna mengungkapkan kewalahan atas WAG yang kurang efektif sebagai wadah komunikasi kelompok dan terjadi kebisingan informasi. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya literasi digital dan peran moderator dalam mengelola dan memantau konten yang disebarkan di WAG.
Unpacking Youth Agency in Community-Based Rural Tourism: Student Perceptions and Sustainable Development Strategies in the Tabagsel Region, Indonesia Icol Dianto; Zilfaroni; Halim Mokhtar
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2026.101-05

Abstract

Community-based rural tourism is increasingly recognized as a pathway for sustainable development, cultural preservation, and local economic resilience in developing countries. However, limited studies have examined how educated youth perceive rural tourism development in culturally rich but digitally marginalized destinations. This study explores university students’ perceptions of rural tourism resources, development challenges, and sustainable strategies in the Tabagsel region of North Sumatra, Indonesia. A descriptive qualitative approach was employed through semi-structured in-depth interviews with eight university students originating from tourism- potential villages across the region. The interview data were analyzed using thematic analysis to identify recurring patterns in participants’ perspectives. The findings revealed three major themes. First, students considered natural landscapes, cultural heritage, and community- based resources as key assets for sustainable rural tourism. Second, they identified inadequate infrastructure, limited institutional collaboration, and weak digital promotion as major barriers to tourism development and youth participation. Third, students supported environmental sustainability and community empowerment while acknowledging the need for selective modernization, reflecting the balance between preserving rural authenticity and meeting contemporary tourism demands. This study demonstrates that youth perspectives are valuable for participatory rural tourism planning and can contribute to strengthening sustainable community-based tourism initiatives in developing regions.