Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Upaya Preventif Tingkat Keparahan Penyakit Diabetes Mellitus dengan Diet dan Olahraga serta Mengenali Komplikasi Awal di Mata Nur Shani Meida; Yunani Setyandriana; Ika Setyawati; Refi Nurcholis
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 5 NOMOR 1 MARET 2021 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.759 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v5i1.9335

Abstract

Kasus penyakit degeneratif/kronis cukup banyak terutama Diabetes Mellitus (DM). Penyakit DM ini dapat mengakibatkan berbagai komplikasi termasuk komplikasi di mata. Keterlambatan deteksi dini komplikasi di mata akibat penyakit DM tentunya dapat menyebabkan keadaan yang semakin parah dan akan menambah beban biaya bagi penderita serta dapat menimbulkan disabilitas. Peran kader sangat penting dalam pencegahan prevalensi DM tersebut.  Kegiatan ini bertujuan untuk diseminasi informasi dan peningkatan pengetahuan masyarakat dan kader dusun Watu tentang penyakit DM serta melatih para kader agar dapat melakukan pengukuran kadar gula darah. Pelaksanaan kegiatan dengan memberikan pendidikan kesehatan secara online dalam bentuk webinar dengan aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan pendidikan kesehatan dimulai dengan pretes kemudian sesi pemaparan materi dan diakhiri sesi postes untuk mengukur keberhasilan kegiatan dan tingkat pengetahuan peserta. Kegiatan sesi praktik pengukuran gula darah dilaksanakan secara tatap muka khusus bagi kader Dusun Watu. Kegiatan webinar ini diikuti oleh 103 peserta yang mengikuti kegiatan secara penuh dari awal, pretes sampai dengan selesai termasuk postes. Terdapat peningkatan nilai postes dibandingkan nilai pretes (92,32%). Seluruh kader dapat melakukan pemeriksaan kadar gula darah (100%). Kegiatan pengabdian ini telah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DM dan pencegahan komplikasi di mata serta serta kader dapat melakukan pengukuran kadar gula darah secara mandiri.
The Pattern of Intraocular Pressure After Phacoemulsification Surgery In Senile Cataract Nur Shani Meida; Ahmad Ikliluddin; Yunani Setyandriana; Vania Rahmawati
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 23, No 1 (2023): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v23i1.15570

Abstract

Phacoemulsification is a surgical procedure for cataracts, which can increase intraocular pressure (IOP) and cause blindness due to glaucoma. It was known that the pattern of IOP changes after phacoemulsification surgery in senile cataracts. This study was an observational analytic study without a control group design. The study population was male and female senile cataract patients over 40 years of age who underwent phacoemulsification surgery at Kebumen Eye Centre Clinic in 2020. Intraocular pressure measurements using a Noncontact Tonometry by a nurse were carried out before surgery (D-0) and postoperatively on day 2 (D-2), day 9 (D-9), day 16 (D-16), and day- 23 (D-23). The data were analyzed using the Friedman test followed by the Post Hoc LSD test. The Friedman test results showed significant differences (p 0.05) in the IOP measurement at D-0, D-2, D-9, D-16, and D-23. Wilcoxon post hoc test showed IOP measurements on D-2  increased and then decreased normally. There was a change in the IOP pattern after phacoemulsification surgery, in which the IOP increased significantly on D-2 and then decreased normally.
Pemberdayaan Kader Masyarakat Dalam Upaya Berantas Kebutaan Di Dukuh Karang Tengah, Nogotirto, Yogyakarta Ika Setyawati; Nur Shani Meida
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i3.4761

Abstract

Kasus gangguan kesehatan mata cukup banyak di Dukuh Karang Tengah, salah satunya adalah katarak. Sekitar 25 warga diketahui menderita katarak. Keterlambatan deteksi dini dan pengobatan penyakit mata seperti katarak tentunya dapat menyebabkan keadaan yang semakin parah. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan untuk upaya mencegah kejadian kebutaan dengan memberdayakan kader masyarakat di dukuh Karang Tengah Nogotirto melalui metode pelatihan ketrampilan fisik pemeriksaan mata. Hasil program PKM ini adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan kader dalam pemeriksaan fisik mata yang ditunjukkan dengan meningkatnya rerata nilai post-test (97,5) dibandingkan dengan rerata nilai pre-test (61,5). Harapan selanjutnya, kader dapat mempraktekkan ketrampilan pemeriksaan fisik mata dan dapat mendeteksi awal kelainan mata secara mandiri.
THE INFLUENCE OF PSYCHOLOGICAL ASPECTS ON STUDENT SUCCESS IN THE INDONESIAN MEDICAL DOCTOR NATIONAL COMPETENCY EXAMINATION (UKMPPD) AT A MEDICAL FACULTY Meida, Nur Shani; Puspitosari, Warih Andan; Majdawati, Ana; Rizqi, Muhammad Arif
Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Vol 12, No 2 (2023): Juni
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpki.75863

Abstract

Background: The success of medical professional education can be measured by The Indonesian Medical Profession Program Student Competency Test (in Indonesia known as UKMPPD). UKMPPD can also be used as an indicator of clinical year students’ success in achieving competence based on the Indonesian Doctor Competency Standards (known as SKDI). The UKMPPD exam involve the cognitive domain, measured by the computer-Based Academic Test (CBT) and the psychomotor domain, measure by the Objective Structured Clinical Examination (OSCE). There are several factors that can affect students’ success in UKMPPD, one of which is psychological factors namely optimism, motivation, anxiety, depression and fighting spirit.Aims: This study aimed to measure the influence of psychological aspects on students’ success in UKMPPD at the Doctor Professional Education Program (PSPD), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).Case Discussion: This was an analytic observational with a cross-sectional design. It was conducted at PSPD UMY in 2018. There were 192 students of Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) who underwent the UKMPPD exam in the August 2018 period, became the samples, aged 20-26 years. Students filled out standardized instruments (assessed optimism, motivation, depression, anxiety, fighting spirit).Conclusion: It can be concluded that there is an influence of psychological aspects (optimism, motivation, depression, and anxiety scores) on UKMPPD pass.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Hipertensi melalui Edukasi dan Skrining di Dusun Cabean Ashidiqi, Mahardhika Zulfa; Satritama, Ajar; Anggun Prima Jannata; Ananta, Ardian Surya; Putri, Cut Laras Dwi Hendia; Qur'aini, Farra Adina; Mukti, Laksono Hardi; Lestari, Putri Hayu; Fazaril A, Rasyad; Rosandia, Resita Nike; Meida, Nur Shani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.81.1290

Abstract

Hypertension is one of the non-communicable diseases that contribute to high mortality and health complications, especially in the elderly. Based on observations and discussions with community leaders and posyandu cadres, it was found that the incidence of hypertension in Cabean Hamlet is quite high. Therefore, this KKN program emphasizes hypertension counseling, elderly gymnastics, family care for people with hypertension, and balanced nutrition education as the main strategies in preventing and treating hypertension. The purpose of the Community Service Program (KKN) in Cabean Hamlet, Bumirejo, Lendah, Kulon Progo is to increase public awareness about hypertension so that it can reduce mortality and complications due to hypertension. The methods used in this program include educational approaches and hypertension screening. The educative approach was conducted through lectures and interactive discussions about hypertension and a healthy diet to prevent hypertension. Hypertension screening was carried out through blood pressure checks (which were carried out before and after the elderly gymnastics) and measurement of body weight and height.The results of the activity showed that there was an increase in public awareness about hypertension. The results of blood pressure checks showed a decrease in blood pressure in most participants after doing elderly exercises, with an increase in the percentage of blood pressure becoming normal (from 38.9% to 58.3%). In addition, in the family care program, two elderly people who were monitored showed different results, one had improved blood pressure after routinely taking antihypertensive drugs, while the other continued to have high blood pressure due to non-compliance with treatment. The results showed that there are still some residents with non-ideal nutritional status, both obese and malnourished, who are at risk of hypertension. In conclusion, the service-learning program succeeded in raising community awareness about hypertension and had a positive impact on lowering the blood pressure of the elderly through comprehensive interventions. The success of this program shows the importance of the role of family and community in supporting sustainable public health.
Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Derajat Dry Eye Syndrome Meida, Nur Shani; Novitasari, Lathifah Hasna
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46801

Abstract

Dry Eye Syndrome (DES) merupakan gangguan multifaktorial pada permukaan mata yang sering terjadi pada pasien dengan Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama menderita DM Tipe 2 dengan derajat keparahan DES. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 39 responden Prolanis di Klinik Prima Medika Kabupaten Jepara. Data diperoleh melalui rekam medis untuk lama menderita DM Tipe 2 dan kuesioner Ocular Surface Disease Index (OSDI) untuk menilai derajat DES. Hasil uji Spearman menunjukkan hubungan signifikan yang kuat dan searah antara lama menderita DM Tipe 2 dengan derajat keparahan DES (p < 0,001; r = 0,604). Faktor usia, jenis kelamin, dan kadar HbA1c yang tidak terkontrol juga menunjukkan hubungan signifikan terhadap derajat DES. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin lama seseorang menderita DM Tipe 2, maka semakin tinggi risiko mengalami DES dengan tingkat keparahan yang lebih berat. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya skrining rutin gejala mata kering pada pasien DM, khususnya mereka yang berusia lanjut, perempuan, dan dengan kontrol glikemik yang buruk. Peran tenaga kesehatan, terutama perawat dalam program Prolanis, sangat penting dalam upaya deteksi dini dan edukasi terkait pencegahan komplikasi okular pada pasien diabetes.
Propolis effectiveness on the reduction of blood glucose level and improvement of body weight in diabetic model's rat Meida, Nur Shani; Purwanto, Bambang; Wasita, Brian; Indrakila, Senyum; Soetrisno, Soetrisno
Qanun Medika - Jurnal Kedokteran FK UMSurabaya Vol 8 No 01 (2024): Qanun Medika Vol 08 No 01 January 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jqm.v8i01.18617

Abstract

Propolis is an herbal medicinal plant that contains caffeic acid phenethyl ester. This natural polyphenol compound acts as an antioxidant and can reduce blood glucose levels and increase body weight. This study aims to determine the effectiveness of Gunung Lawu propolis in lowering blood glucose levels and increasing body weight in diabetic rats. The Wistar rats were induced with STZ 45 mg/kg BW and nicotinamide 110 mg/kg BW as diabetic model rats. Research subjects were taken randomly and divided into five groups: (1) Normal, (2) DM with no propolis, (3) DM 14 days + propolis 100 mg/kg BW/day (P1), (4) DM 14 days + Propolis 200 mg/kg BW/day (P2), and (5) DM 0 day + Propolis 200 mg/kg BW/day (P3). Propolis extract was given orally once a day for 14 consecutive days (in groups 3 and 4) and 28 consecutive days (in group 5). Blood glucose levels in the treatment group (P1, P2, and P3) decreased significantly (P1: 115.28 ± 4.7 mg/dL; P2: 98.36 ± 4.8 mg/dL; and P3: 87.36 ± 4, 2 mg/dL) compared with that in the DM group (272.07 ± 3.9 mg/dL). The body weight of the treatment group (P1, P2, and P3) increased significantly (P1: 180.60 ± 5.7 g; P2: 180.60 ± 4.2 g; and P3: 208.00 ± 5.1 gr) compared with that in the DM group (160.00 ± 3.2 gr). In conclusion, Propolis is effective in reducing blood glucose levels and improving (increasing) body weight in diabetic model rats.
PEMBERIAN PROPOLIS MEMENGARUHI PROFIL LIPID PADA TIKUS MODEL Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) Meida, Nur Shani; Wahyuni, Alfaina; Aqdami, Muhammad Tsabit
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah suatu kelainan endokrin dan metabolik yang ditandai dengan anovulasi, hiperandrogenisme, dan gambaran polikistik pada ovarium. Etiologi PCOS belum pasti, diduga erat kaitan dengan stres oksidatif, dislipidemia, dan resistensi insulin. Propolis mengandung antioksidan, dapat menghambat proses peroksidasi lipid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh propolis terhadap profil lipid. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan sebanyak 25 ekor tikus Wistar betina, berumur 13 minggu, berat badan 100-130 gram, sehat, usapan vagina normal, dan tidak hamil. Sampel dibagi menjadi lima kelompok yaitu K1 (kontrol negatif/normal), dan K2 (kontrol positif/PCOS), kelompok perlakuan P1, P2, dan P3 (PCOS+ propolis pada masing-masing kelompok dosis 50, 100, dan 200 mg/kgBB sekali per hari secara oral selama 14 hari). Induksi tikus model PCOS dilakukan dengan injeksi intraperitoneal Testosteron Propionat 1,8 mg/kbBB/hari dan diet HFHF selama 21 hari. Tikus dipuasakan 12 jam dilanjutkan dengan pemeriksaan profil lipid serum. Metode uji One Way Anova dan uji Kruskal-Wallis digunakan dalam uji statistik untuk mengetahui perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan propolis secara bermakna (p<0,05) memiliki kemampuan menurunkan kadar kolesterol total, Low Density Lipoprotein (LDL) dan trigliserida serta meningkatkan kadar High Density Lipoprotein (HDL). Propolis dosis 100 mg/kgBB sekali per hari paling efektif bermakna (p <0,05) menurunkan kadar kolesterol total, sedangkan pada penurunan kadar LDL dan trigliserida serta peningkatan kadar HDL tidak ada dosis efektif . Propolis mampu menurunkan kadar kolesterol total, LDL dan trigliserida serta menaikkan kadar HDL pada tikus model PCOS. Kata kunci: antioksidan, PCOS, profil lipid, propolis DOI : 10.35990/mk.v7n2.p167-176
HUBUNGAN PEMAKAIAN FITUR FILTER SINAR BIRU PADA LAYAR PONSEL PINTAR TERHADAP KUALITAS TIDUR Putri, Andhini Eka; Meida, Nur Shani
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 2 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i2.1093

Abstract

Penggunaan ponsel pintar pada malam hari meningkatkan paparan cahaya biru yang dapat menekan melatonin dan mengganggu tidur. Fitur filter sinar biru dikembangkan sebagai upaya mitigasi, namun efektivitasnya masih diperdebatkan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara seberapa sering fitur filter sinar biru digunakan dan kualitas tidur yang diperoleh. Studi observasional potong lintang dilakukan pada 40 responden berusia 17–23 tahun. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner PSQI, sedangkan intensitas penggunaan fitur filter dinilai melalui kuesioner khusus (skor 0–30). Analisis menggunakan uji Chi-square, korelasi Spearman, dan Cramer’s V. Sebanyak 57,5% responden mengalami kualitas tidur buruk, meskipun 55% menggunakan fitur filter secara intensif. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara penggunaan fitur filter dan kualitas tidur (p = 0,385; r = 0,137). Pemakaian fitur filter sinar biru tidak berhubungan secara signifikan terhadap kualitas tidur, yang lebih dipengaruhi oleh faktor multifaktorial seperti durasi penggunaan ponsel dan stres.