Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA MELALUI KEWIRAUSAHAAN SOSIAL SEBAGAI UPAYA PENCENGAHAN KENAKALAN REMAJA DI DESA WONOSALAM Rr. Herini Siti Aisyah; Bambang Suheryadi; Ajeng Puri Natalia; Nabila Vika Dewi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42826

Abstract

Mitra dalam program ini adalah Pemerintah Desa Wonosalam. Program ini dilatarbelakangi adanya salah satu berita di media online dengan judul Lima Pengedar Narkoba Jaringan Wonosalam Dibekuk Polisi yang telah mengagetkan warga Desa Wonosalam khususnya dan masyarakat Jombang pada Umumnya. Fakta ini menjadikan keprihatinan kepala desa dan masyarakat sehingga merasa perlu untuk mengadakan  program ini yang dapat diharapkan dapat mengedukasi khasusnya para remaja agar tidak terlibat dalam kenakalan remaja apalagi menjadi pelaku kejahatan yang berat seperti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Tujuan dari program ini adalah memberdayakan masyarakat khususnya remaja untuk dapat berperan aktif dalam pencegarahan dan penanganan kenakalan remaja. Sehingga diharapkan remaja dapat setidaknya menjaga dirinya sendiri dan remaja yang seusianya secara mandiri dan bersama-sama komponen masyarakat lainnya dapat melakukan pencegahan dan penanganan kenakalan remaja. Metode Pelaksanakan. Pelaksanakan program dilakukan melalui pelatihan yang dilaksanakan secara bertahap dengan materi Teori dan Praktek. Dalam tahap terakhir dari program ini dengan praktek kewirausahaan sosial (social entrepreneur) sebagai suatu upaya nyata mengatasi permasalahan ekonomi bagi remaja yang tidak bisa melanjutkan sekolah sehigga dapat menjadi sumber pendapatanya dirinya.
Bridging Legal Traditions in Consumer Protection: Criminal Liability in Comparative Jurisprudence and Contemporary Islamic Law Bambang Suheryadi; Hariyanto; Bambang Sugeng Ariadi Subagyono; Agus Yudha Hernoko; HD. Djunaedi
MILRev: Metro Islamic Law Review Vol. 5 No. 1 (2026): MilRev: Metro Islamic Law Review
Publisher : Faculty of Sharia, UIN Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/milrev.v5i1.12863

Abstract

Consumer protection has become an increasingly urgent legal issue in the era of global trade and digital commerce, where complex market structures and cross-border transactions intensify the vulnerability of consumers. This study aims to examine the construction of criminal liability in consumer protection by bridging different legal traditions through a comparative analysis of contemporary legal systems and Islamic legal principles. The research employs a normative legal method, using a comparative and conceptual approach to analyse statutory regulations, jurisprudence, and legal scholarship from several jurisdictions, including Indonesia, the United Kingdom, and Malaysia, alongside perspectives from contemporary Islamic law. The findings demonstrate that Indonesia's consumer protection regime, regulated under Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection, is primarily grounded in the principles of benefit, justice, and legal certainty. Yet, it still places criminal sanctions as ultimum remedium and largely relies on fault-based liability with a reverse burden of proof. In contrast, the United Kingdom applies a strict liability regime for defective products, influenced by the Product Liability Directive, which enables stronger producer accountability regardless of fault. Malaysia adopts a hybrid regulatory approach, particularly in addressing consumer risks within digital and online transactions. From the perspective of contemporary Islamic law, consumer protection is normatively supported by principles such as the protection of property (ḥifẓ al-māl), the removal of harm (al-ḍarar yuzāl), and the prohibition of fraudulent practices (gharar and tadlīs), which conceptually reinforce stricter liability frameworks for producers. This study contributes to the development of consumer protection discourse by proposing a bridging framework between comparative jurisprudence and Islamic legal principles. It argues that integrating strict liability concepts with maqāṣid-oriented Islamic legal values can strengthen the normative and institutional design of consumer protection regimes, particularly in Indonesia, by enhancing legal certainty, accountability, and consumer justice in the contemporary marketplace.